NovelToon NovelToon
SELINGKUH BALAS SELINGKUH

SELINGKUH BALAS SELINGKUH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Poligami / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:632.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Jayanti

Alisa, diselingkuhi suaminya sendiri, Yogas, karena penampilannya tak menarik dan kolot. Dia tak disukai mertuanya dan sering dimanfaatkan, dia juga mempunyai ibu dan adik tiri perempuan yaang tidak menyukainya.

Alisa bertekad untuk balas dendam, dia melakukan make over yang direkomendasikan sahabatnya di salah satu salon terbaik. Alisa ingin membuat Yogas menyesal dan menggaet banyak pria mapan dengan membalik keadaan.

Setelah Alisa berubah cantik, Alisa bertemu dengan Evan. Pria tampan yang ditemuinya saat pesta ulang tahun tempat perusahaannya bekerja.

Yogas melihat Alisa berubah cantik dan menyesal agar hubungan mereka dapat diperbaiki.

Ibu tiri dan saudari tirinya sangat iri melihat Alisa berubah cantik dan dekat dengan Evan, dia melaporkan pada ayahnya jika Alisa dekat dengan pria lain dan berharap agar ayahnya mengusir Alisa dari rumah karena menyelingkuhi Yogas dan membuat malu nama keluarga.

Apakah usaha Alisa berhasil?

***

Cover from dreame_design2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepakat Jadi Selingkuhan

"Ponsel kamu." Serahnya pada Alisa setelah ia membawa wanita itu ke penthouse miliknya yang berada di areal apartemen elit Ibu Kota.

Tidak perlu waktu lama bagi Evan mengambil keputusan membantu Alisa keluar dari masalah. Tak perlu penjelasan juga dari Alisa kenapa sampai wanita itu bisa memutuskan untuk pergi dari rumah ayahnya.

Kening Alisa mengernyit, kapan Evan mengambil miliknya dari dalam tas.

"Ponselku tertukar dengan ponsel milik kamu. Coba di cek," tutur Evan menjawab keheranan Alisa.

Wanita itu merogoh ponselnya dari dalam tas, perasaannya tidak ada beda antara ponsel miliknya dengan ponsel yang tadi Evan berikan. Hingga beberapa detik kemudian Alisa baru sadar, setelah ada panggilan masuk dari nomor ayahnya.

Sesaat Alisa bergeming, sampai memutuskan mendiamkannya saja. Alisa tahu kepergiannya dengan Evan membuat ayahnya ikut berpikiran macam-macam, namun di sisi lain ia juga tidak ingin membuat ayahnya terbebani dengan masalahnya sekarang.

"Kalau kamu tidak nyaman tinggal di sini sendiri, biar aku cari asisten rumah tangga untuk nemenin kamu. Gimana?" Merasakan ketidaktenangan hinggap pada diri Alisa, otomatis membuat Evan juga tidak tenang.

"Jangan, Pak. Saya tidak apa-apa sendirian juga. Saya hanya tidak enak malah merepotkan, Bapak. Sementara kita tidak begitu dekat," ujar Alisa jujur.

"Jangan pikirkan kita dekat atau tidak. Terpenting sekarang kamu bisa nyaman tinggal dan tidak terganggu dengan ucapan negatif yang hinggap. Secara tidak sadar udah jadi toxic buat hidup kamu."

Perkataan Evan barusan serta merta membuat mata Alisa memanas, setidaknya Evan berbeda sekali dengan Yogas. Hanya berupa ucapan bisa menciptakan rona berbeda di hatinya. Tidak seperti Yogas, pasif dan ujungnya mendua.

Andai dulu ia tidak tertarik akan Yogas yang berusaha meyakinkannya akan cinta tulus dan pembuktian dengan mendatangi ayahnya kala itu. Mungkin Alisa akan berpikir ulang, ia pikir Yogas adalah pria bernyali yang mau mempersuntingnya.

Kenyataan yang ada sekarang, nyali saja tidak cukup. Butuh pembuktian lain yang lebih penting dari itu semua.

"Makasih ya, Pak. Makasih karena Bapak mau bantuin saya dan nampung saya di sini." Alisa bingung harus mengatakan apa lagi.

"Jangan cuma bilang makasih, tapi kamu harus mulai mikirin diri kamu. Lepaskan beban kamu, aku yakin hidup kamu akan bahagia. Kamu harus bersyukur, diberikan kesempatan untuk melihat seperti apa suami kamu. Kamu belum punya anak dan kamu masih muda. Coba bayangkan kalau kamu udah punya anak, suami kamu nikah lagi. Kamu bakalan jadi single parent karena gak akan kuat nanggung beban dimadu."

Alisa tahu Evan sedang berusaha membuka mata hatinya. Bukannya ia tak sadar, ia mungkin bodoh karena lambat dan terkesan menunda-nunda.

"Aku hanya tidak mau kamu terluka, Alisa. Melihatmu seperti melihat diriku."

Pria itu menelisik jauh ke dalam mata Alisa, coba menemukan apa yang sebenarnya wanita itu kejar.

"Saya hanya ingin balas dendam, Pak. Membalaskan semua sakit hati saya pada mereka yang telah menyakiti saya." Akhirnya tanpa Evan minta, Alisa dengan mudah mengungkapkannya.

Suara sofa berdecit kala Evan memperbaiki posisi duduknya untuk lebih jelas mendengarkan kemauan Alisa.

"Dapat apa kamu dari balas dendam?" tanya Evan tak berhenti menatap netra wanita itu.

"Setidaknya saya dapat kepuasan. Hati saya puas melihat mereka menyesal karena sudah menyia-nyiakan saya. Menyakiti perasaan saya dan menganggap saya tidak berguna."

Evan tersenyum samar, keinginan Alisa memang klasik tapi ada di dunia nyata. Ketika kepedihan menjelma, itulah yang namanya dendam.

"Dengan cara apa kamu membalaskan dendam?"

Alisa menatap penuh mata Evan yang juga tengah menatapnya, setelah mempertimbangan apa yang akan ia ucapkan dan memilih Evan sebagai kandidat pas untuk misinya. Secara Evan adalah CEO Merlion Group, dan sisi lain kehidupan pribadinya yang banyak digandrungi para wanita.

Tak tersentuh dan dingin, itu karakter Evan yang ia tahu. Walau kenyataannya, Evan tidak seperti itu. Hingga membuat dua julukkan itu terpatahkan.

Memilih Evan adalah pilihan yang pas. Dari segi apapun Evan lebih dari segalanya dibandingkan Yogas. Alisa yakin Yogas akan menyesal begitu tahu ia membalas perbuatannya.

"Bagaimana kalau Bapak berselingkuh dengan saya?"

***

Evan tak berhenti memikirkan Alisa, setelah wanita itu mengungkap keinginannya beberapa jam lalu. Sangat jujur dan tidak dapat Evan percaya.

Alisa sejujur itu.

"Kamu berhasil bikin aku galau, Lis." Evan mengambil ponselnya di atas nakas samping ranjang. Mencari-cari nama Alisa di kontaknya yang telah ia simpan setelah bertukar nomornya.

Ia tidak melirik jam yang tertera di ponsel, ia hanya ingin mengatakan pada Alisa dan memberikannya jawaban agar ia dapat tidur dengan nyenyak. Anehnya Evan pikir Alisa bisa sehebat itu, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya Alisa mampu membuat perasaannya teraduk-aduk. Rasa simpatiknya pada wanita itu begitu banyak dan ada suatu rasa yang tak bisa ia jabarkan.

Evan menghubungi Alisa, melakukan panggilan telepon pada wanita itu. Evan harus memberikannya jawaban malam ini juga.

Beberapa kali sambungan tidak tersambung, Evan terus mengulanginya hingga terdengar sapaan lembut mengalun merdu.

Suara Alisa yang terdengat khas bangun tidur.

"Hallo." Suara Alisa yang sedemikian rupa telah berhasil menciptakan suasana bahagia yang tak terkira. Aneh, Evan merasa dirinya orang aneh.

"Alisa, maaf mengganggu tidurmu."

Di penthouse sana, Alisa mendengarkan suara orang yang menghubunginya tengah malam. Memejamkan matanya karena kantuk yang menyerangnya begitu kuat.

"Alisa, kamu masih dengar kan? Hallo, Alisa."

"Iya, saya dengar. Maaf ini siapa ya?" Alisa mengusap kedua matanya, kemudian memicing mana kala menatap layar ponsel dan membaca nama si pemanggil. Mendadak rasa kantuk yang diam, menguap hilang.

Alisa beringsut duduk, memposisikan dirinya seperti sedang duduk berhadapan dengan Evan.

"Pak Evan. Maaf, saya tidak tau kalau yang nelpon Bapak."

"Nggak masalah. Aku hanya mau bicara sama kamu," tekan Evan pada kata terakhirnya.

Memang bicara di jam seperti tengah malam ini dan sampai mengganggu orang lain tidur bukan tindakan sopan. Tapi, Evan harus mengatakannya pada Alisa sekarang juga.

Berbanding terbalik bagi Alisa, si pencetusnya malah bisa tidur lelap.

"Bapak mau bicara apa ya?" tanya Alisa lantas melirik jam, tidak salah Evan menghubunginya di atas jam 12 malam.

"Okay, aku langsung to the point aja ya. Mengenai apa yang tadi kamu katakan, kamu minta aku jadi selingkuhan kamu," ucap Evan menggantung.

Alisa meremas selimut yang tengah ia pakai, ia memang menebalkan muka dan mengikis malu demi misinya tercapai.

"Aku terima tawaran kamu. Aku sepakat jadi selingkuhan kamu demi bantuin kamu membalaskan dendam kamu."

Evan yakin kali ini giliran Alisa yang tidak akan bisa tidur sepanjang malam. Memikirkan permintaan wanita itu yang diterima olehnya.

***

Dua bab ya.. hihi.

1
Gusnila Wati
Msh lah kpn ini ada episode berikutnya
Tiwik Firdaus
cari kontrakan sendiri aja.lis dsripada kamu malah berselisih terus dengan ibu tirimu
Tiwik Firdaus
pergi dari rumah itu dan minta cerai saja
Tiwik Firdaus
minta cersi aja lisjanganjadi wanita bodoh
Yani Cuhayanih
Wadaw ko jd merembet ke mami morena....pingin cepat punya mantu
Yani Cuhayanih
Hore hore Hore libur telah tiba hatiku gembira maaf maksudnya rencana balas dendam Alisa akan segera terwujud ..hore....
Yani Cuhayanih
Good job aku suka Alisa....
yustina arie
lanjut thor
Dewi Purnamasari
guds...
Yati Yati
bls dendam terbaik dan menyakitkan adalah merubah diri menjadi lbh baik lbh ctk lbh tegar dan happy
Femmy Chantik
bagus
Ikoh Zia
keren..menurutku begitu dari pada jd istri di selingkuhi mewek aja gak mau berontak
Tri Soen
Alisa jangan mau donk kasih uang ke mama Rika enak aja sama kamu aja gak suka tapi uang nya mau ...
Tri Soen
Duuuuh gimana gak nyesek ya Alisa keluarga Yogas mlh welcome sama pelakor 🙄
Tri Soen
Mampir ya....
Izana Asnawi
Thor....klu BLH selesaikan dlu crtax Bru pindah ke crta yg lain klu bgni pembaca jadi kcwa dan udah nggak respect lgi SMA crtax Krn trllu lama nunggu upx thor.maaf ya....bkn mau protes atau bgmna hanya sayang sja Krn trllu lama nunggu🤭🤭🙏🙏 lanjut n semngt trus upx💪💪💪
Hanifa Elsa Rapsanjani
thor tiap hari aku buka, tapi koq gak pernah up, lanjutin dong
efridaw995@gmail.com
sering kali di sini novel yang alurnya ngegantung gak jelas gak tau apa penyebabnya
Anah Raditya Arrasya
sebenrny novel msh lanjut ga seh ko udh 6 bln ga da kelanjutan nya.lebik baik di tamatin ja.thor biar raider ga nunggu"up ny
Nadine'Nurshifa Ayang'a BunDa
masih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!