NovelToon NovelToon
BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: eka tresnawati

Ini zaman modern. Tak seharusnya orang tua Tasya menjodohkannya dengan laki-laki yang tak dia kenal. Bahkan orang tuanya pun tak mengenal lelaki itu dengan baik.

Hanya berdasarkan pertemanan ayah Tasya dengan ayah lelaki itu, membuat mereka terjebak dalam pernikahan.

Akankah benih cinta itu tumbuh? Bagaimana dengan pernikahan mereka?

Selamat membaca ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka tresnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Tasya

"Ma.. Mama..." suara anak kecil memanggil dari kejauhan.

Tiba-tiba seorang lelaki menggendong anak tersebut.

"Sini sama Papa Nak" ujar lelaki tersebut memunggunginya.

Tasya kemudian terbangun.

'Astaghfirullah..' dia menarik nafas. Di ambilnya gelas berisi air putih yang telah dia sediakan sebelumnya. Dia minum air tersebut sampai habis.

'Inikah mimpi itu? Tapi aku tak melihat A Reza disana' gumam Tasya.

Dia tak bisa tidur setelahnya. Akhirnya dia ke kamar mandi dan perwudlu untuk melakukan sholat malam.

***

"Sya.. Tasya.. Bangun. Ini sudah jam 7. Kamu gak ke kampus?" ibu mengetuk pintu kamar Tasya.

Tasya tersentak. Dia bergegas ke kamar mandi. Kakinya sudah sembuh. Membuatnya secepat kilat melakukan aktifitasnya. Tasya memakai kemeja karena hari ini dia ada pertemuan dengan dosen pembimbingnya.

"Aku berangkat ya Bu" sambil menyambar pisang goreng dan mencium tangan ibunya kemudian menuju ke kamar mengambil helm dan jaketnya.

"Anak gadis kelakuannya kayak begini. Neng.. Neng.. Bisa gak sih kamu teratur sedikit" ibunya mengikuti Tasya ke depan sambil memberikan ceramah.

Tasya tak menggubrisnya

"Assalamualaikum bu" Tasya berlari menuju motornya yang terparkir di samping mobil pick up.

"Dasar anak itu, siapa yang mau nikah dengan anak kayak begitu" ibu menggelengkan kepala sambil melihat kepergian Tasya.

***

"Za.. Reza.. Ayo bersiap. Kita mau cek barang" ajak Pak Danu sambil berteriak di depan kamar Reza.

Badan Reza terasa tak enak. Badannya sedikit hangat dan bersin tak henti. Reza membuka pintu kamar, dia berjalan keluar kamar membawa selimutnya.

"Pa, papa sendiri saja ya. Reza meriang ni" ucapnya sambil bersin

"Kamu ini. Cepat minum obat sana. Minta beliin bubur saja sama Bi Tinah" suruh Pak Danu

Pak Danu menghampiri Bi Tinah dan memintanya membelikan bubur untuk Reza. Bi Tinah sehari-hari mengurus rumah keluarga Pak Danu. Bi Tinah tidak tinggal disana. Biasanya Bi Tinah datang selepas subuh dan pulang sebelum maghrib.

Reza memejamkan matanya.

'A kamu kenapa?' dia merasa ada seseorang yang memegang keningnya. Suara yang tidak asing di telinganya.

'Tasya' gumam Reza

Dibuka matanya, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada seorangpun disana.

"Nak Reza ini buburnya" Bi Tinah masuk ke kamar Reza yang sengaja tak ia kunci.

"iya Bi. Terima kasih" Reza masih memejamkan mata. Kemudian dia bangun dan memakan buburnya dengan enggan. Setelah itu dia menggambil obat di lacinya dan meminumnya.

Reza kembali masuk ke dalam selimut tebalnya. Dan tidur pulas.

***

Setelah maghrib, Tasya tiba di rumahnya. Dia merasa lapar dan lelah setelah seharian berada di kampus.

Tasya pun mandi terlebih dahulu, untuk menyegarkan badannya. Kemudian dia makan dengan lahapnya ditemani orang tuanya.

"Kamu sudah istikharah Nak?" tanya ayah sambil memakan buah

"Sudah Yah.. " jawab Tasya pendek. Dia sebenarnya ingin menceritakan mimpinya semalam namun dia urungkan.

"Jangan lama-lama Sya kamu ngambil keputusan. Kemarin kan minta waktunya seminggu. Ayah gak enak nanti sama Om Danu" lanjut Ayah

"Hmm.. " Tasya ingin jujur tapi hatinya bimbang

"Kenapa Sya? Ada yang mau di ceritakan sama ayah ibu?" tebak ibu

"hmm.. Sebenarnya tadi malam Tasya mimpi bu. Tapi Tasya tidak tahu ini petunjuk atau bukan." akhirnya Tasya jujur

"Coba ceritakan mimpimu Nak" ayah dan ibu nampak antusias

"Di mimpi ada seorang anak yang manggil mama..mama.. Terus anak itu di gendong sama laki-laki. Tasya gak tahu dia Reza atau bukan karena dia membelakangi. Dan Tasya pun gak tahu dia manggil mama kesiapa" ujar Tasya

Ayah dan Ibu saling pandang. Mereka pun tak bisa mengartikan mimpi tersebut.

"Kamu jadinya bagaimana Sya? Mau terima permintaan Om Danu?" tanya Ayah kemudian.

Tasya terdiam. Dia bingung dengan pikirannya sendiri.

1
Air
Luar biasa
Eni Fatar
bagus ceritanya mengingat saya di kampung thor
Titin Pbg
sumpah kk tak cari engga ada.. nyampai pusing kepala
Anonim
🤣🤣🤣😱🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Anonim
🤣🤣🤣🤣🤣🙄🤣🤣🤣🤣🤣🤣
azkayramecca
abis baca anaknya dulu di apk lain ketagihan baca punya mbak author,the best deh kenapa gak dari dulu nemu ceritanya² ambu
Ambu: aaa terima kasih kaaakkk... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Vinanur
bagus
Ambu: terima kasih kak 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
Nazwan Faiq
the best
Cocom Chomaria
enak bacanya.... meski konflik masih santun
Indah Aulia
Bagus alur ceritanya, gak ngebosenin..good job thor
Syinta Azmi
resep nu karomennnn😁😁
Syinta Azmi
terimaksih ambuuu atas karyamuu🤩🤩🤩
tenny
ceritanya bagus & natural, konflik yg dibangun ga bertele2.
Syinta Azmi
apa yg Mami inget🙄
❀𝕴𝖒𝖆 𝕶𝖎𝖓𝖆𝖓𝖌𝖌𝖎❀
suara jeritan hati lala😅😅😅
❀𝕴𝖒𝖆 𝕶𝖎𝖓𝖆𝖓𝖌𝖌𝖎❀
ampelany kali😅😅😅
Syinta Azmi
yah Vano tembus kan tuhhhh😆🤣🤣🤣
Syinta Azmi
🤣🤣🤣🤣
bang Vano ampun DJ😆😆😆
Syinta Azmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Syinta Azmi
yampun Vano Vano.....🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!