NovelToon NovelToon
Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Mafia / Dosen
Popularitas:439.1k
Nilai: 5
Nama Author: Snowball Power

Brian Carlos Redwoof. Di umurnya yang masih menginjak 12 tahun harus menerima pahitnya kehilangan sosok ayah karena ulah dari Ibu tirinya. Mengetahui hal itu, Brian memutuskan pergi dari rumah membawa rasa sakit dan amarahnya.

12 tahun sejak kepergiannya, Brian kembali dengan identitas yang berbeda yakni sebagai Raymon Parveen Thessman dan menjadi dosen di kampus sahabat kecilnya dulu Keyrani Theresia Putri yang juga merupakan korban dari keegoisan seorang ayah.

Sejak kepulangannya Brian perlahan membuat rencana balas dendam dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Bagaimana reaksi dari Keyrani saat mengetahui bahwa dosen baru di kampusnya adalah sahabat kecilnya dulu yang pernah mengingkari janjinya? Apakah rencana balas dendam Brian akan berhasil? Bagaimana kisah keduanya setelah dipertemukan kembali?

Yuk intip ceritanya!
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Kritik dan Saran diterima selama membantu Author dalam penulisan!

Happy Reading☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snowball Power, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta

"Aku di parkiran kamu dimana?" Baca Keyrani pada room chatnya yang berasal dari dosennya Ray

"Otw" Balasnya kemudian mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya karena sedari tadi kelasnya sudah berakhir dan Ia hanya menunggu kabar dari Ray saja

Butuh waktu yang lama bagi Keyrani untuk tiba di parkiran mengingat kelasnya berada di lantai 4 karena untuk mahasiswa hanya bisa menggunakan tangga sementara untuk dosen menggunakan lift.

Keyrani tiba di parkiran sembari mengatur nafasnya yang tersengal sesekali karena berjalan dengan tergesa-gesa.

"Kamu berlari?" Tanya Ray melihat Keyrani ngos-ngosan

"Iya" Ujar Keyrani menyandarkan badannya pada mobil kembali mengatur nafasnya

Setelah dirasa membaik, Keyrani kemudian masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Ray.

"Ini sebenarnya kamu mau kemana? Kenapa harus ngajak aku? " Tanya Keyrani yang sedari tadi penasaran

"Ke rumah aku" Jawab Ray

"Hah? Ngapain ke rumah kamu? Kamu ngga macam-macam kan sama aku? Aku ini mahasiswa loh?" Tanya Keyrani dengan segala celotehan nya

Ray menjentik jidat Keyrani "Hentikan pikiran kotormu itu" Ujarnya menatap ke arah Keyrani

"Ssttt" Ringisnya memegangi jidatnya "Terus ngapain? " Tanya Keyrani kemudian

"Ganti baju" Jawab Raya singkat

"Kenapa harus ganti baju?"

Ray menghela nafasya pelan "Nanti kamu juga akan tahu" Jawab Ray yang membuat Keyrani semakin penasaran

Tak berselang lama mobil yang dikendarai Ray memasuki sebuah pekarangan rumah, kemudian berhenti di depan rumah yang terlihat begitu besar dan megah.

"Ini rumah kamu?" Tanya Keyrani turun dari mobil sembari mengedarkan pandangannya melihat setiap inci rumah tersebut

"Iya. Ayo masuk" Ajak Ray yang kemudian diikuti oleh Keyrani dari belakang "Bii.. " Panggil Ray pada pembantu yang ada di rumahnya

"Iya tuan" Jawab pembantu tersebut menghampiri Ray

"Bantu dia ganti pakaian" Pinta Ray menunjuk ke arah Keyrani yang masih tertegun melihat rumah Ray

"Aku juga? Tapi kan aku nggak bawa baju ganti"

"Sudah aku siapkan" Ujar Ray

Dengan pasrah Keyrani mengikuti pembantu tersebut menuju ke sebuah ruangan yang ada di lantai dua.

"Silahkan Non" Ujar pembantu tersebut mempersilahkan Keyrani untuk melihat pakaian yang disukainya

Mata Keyrani membulat tidak percaya dengan yang dilihatnya. Saat ini dihadapannya terdapat beberapa dress dengan merek ternama dan pastinya keluaran terbaru.

"Ini kenapa banyak sekali bajunya?" Tanya Keyrani heran sembari memegang gaunnya

"Semua ini khusus dipersiapkan Tuan untuk Nona. Jadi silahkan Nona pilih" Jawab pembantu tersebut dengan kepala sedikit menunduk

"Untuk Aku?" Bingung Keyrani sembari memiringkan kepalanya semakin tidak mengerti

Tak ingin berlama-lama memikirkannya, Keyrani segera memilih salah satu dress yang ada dihadapanya kemudian mengambilnya.

Dress yang dipilihnya berwarna hitam panjang yang terlihat begitu elegan dengan bentuk mengikuti lekuk tubuh hingga pinggang sementara pada bagian bawah membentuk model A line.

Tak berselang lama kemudian Keyrani telah selesai dan kini menuruni tangga menghampiri Ray yang sedari tadi menunggunya di ruang tamu.

Ray berbalik dan tanpa sadar berdiri memperhatikan Keyrani yang menuruni tangga dengan pandangan seolah terpesona akan kecantikan Keyrani dengan balutan dress hitam pilihannya dengan rambut yang digerai.

"Aneh yah?" Tanya Keyrani saat tiba dihadapan Ray sembari memegang lehernya karena sedikit malu

Selama ini, Keyrani bisa menebak berapa kali Ia mengenakan gaun seperti ini hanya dengan hitungan jari saja. Khususnya make up yang sangat jarang digunakannya bahkan di kehidupan sehari-hari nya.

Dengan segera Ray membuyarkan lamunannya "Tidak. Hanya saja aku tidak menyangka ternyata tipe kamu yang seperti ini" Jawab Ray memperhatikan gaun yang dikenakan Keyrani. Gaun yang memperlihatkan bahu Keyrani dengan sempurna begitu pun dengan lekuk tubuhnya yang terlihat dengan jelas.

"Kenapa? Aku hanya asal pilih" Ujar Keyrani memperhatkan gaunnya

"Sudahlah. Sebaiknya kita segera berangkat" Pinta Ray karena saat ini jam menunjukkan pukul 7 malam

Keduanya pun keluar dari rumah dan segera memasuki mobil. Kali ini bukan Ray yang mengemudi melainkan sopirnya sehingga keduanya duduk di belakang bersama.

"Bukankah sebaiknya kamu memberitahuku tujuan kita? Sebelum aku membuatmu malu disana" Ujar Keyrani cemas karena penasaran dengan tujuan mereka ditambah karena pakaian yang mereka kenakan seolah akan menghadiri pesta yang besar

"Hanya sebuah pesta ulang tahun" Jawab Ray kemudian

"Ulang tahun?"

"Iya. Ulang tahun Bibi aku"

"Tapi kenapa harus mengajakku?"

"Setiap tahun Bibi selalu mencarikan pasangan untukku. Jadi berpura-pura lah menjadi pasanganku"

"Hah? Kamu kenapa tidak bilang dari tadi?" Kaget Keyrani segera memutar tubuhnya menghadap ke Ray

"Supaya kamu nggak nolak" Ujar Ray beralasan

Keyrani menghela nafasnya pasrah "Terus aku harus ngapain disana? Bagaimana jika mereka bertanya?" Ujar Keyrani Khawatir

"Kamu tidak perlu khawatir. Nanti biar aku yang urus semuanya" Ujar Ray berusaha mengurangi kekhawatiran Keyrani

Tak berselang lama, mobil yang membawa keduanya kini berhenti di depan sebuah hotel. Keduanya kemudian turun dari mobil kemudian memasuki ballroom yang menggabungkan seni klasik dan modern untuk sentuhan desain interiornyainteriornya yang membuatnya terlihat begitu mewah dan indah.

Ray meraih tangan Keyrani membuatnya menggandeng lengannya untuk mengurangi rasa khawatirnya. Sementara Keyrani menghela nafasnya pelan berusaha menenangkan dirinya yang sedari tadi deg-degan.

Beberapa tamu undangan menatap ke arah mereka khususnya para wanita yang terlihat iri melihat Ray menggandeng tangan wanita lain. Adapula yang penasaran dengan identitas Keyrani karena berhasil meluluhkan pria dingin dan kaku seperti Ray.

Tanpa memperdulikan tatapan tamu lainnya. Ray membawa Keyrani menemui pusat perhatian pada hari ini yakni Kanza Alisbha yang merupakan saudara kandung Ibu Ray.

"Kamu datang" Ujar Kanza menghampiri Ray yang kemudian segera mengalihkan pandangan nya pada Keyrani yang berdiri disampingnya masih dengan posisi menggandeng tangan Ray

"Selamat ulang tahun Bibi" Ujar Ray memeluk Kanza kemudian menyerahkan hadiah ulang tahun yang telah dibelinya

"Cepat kenalkan Aku dengannya" Bisik Kanza saat memeluk Ray karena tidak sabar berkenalan dengan Keyrani

"Ini Keyrani pacar Aku" Ujar Ray memperkenalkan Keyrani sebagai pacarnya yang membuat Keyrani mau tidak mau mengikuti perkataannya

"Selamat ulang tahun tante" Ujar Keyrani tersenyum ke arah Kanza. Dan dibalas pelukan oleh Kanza karena terlalu bahagia saat mendengar Ray memiliki pacar

"Mari kita duduk dulu" Ajak Kanza sembari merangkul bahu Keyrani dan tidak memperdulikan Ray "Kamu tahu betapa terkejutnya aku saat Ray memperkenalkan kamu sebagai pacarnya" Ujar Kanza kemudian sembari memegang dadanya

"Kenapa Tante?" Tanya Keyrani heran

"Ini pertama kalinya dia membawa seorang wanita. Tante sudah beberapa kali memperkenalkannya dengan wanita yang lain. Tapi ia sama sekali tidak pernah terpengaruh sekali pun" Ujar Kanza menjelaskan

"Ray belum pernah pacaran?"

"Iya. Dia belum pernah pacaran. Bahkan dengan wajah tampannya itu" Ujar Kanza membuat Keyrani tertawa lirih

Keduanya asik berbincang sehingga tanpa sadar orang yang saat itu tengah dibicarakan ada di dekat mereka.

"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Ray dengan ekspresi datarnya kemudian duduk di samping Keyrani

"Kamu tidak perlu tahu" Jawab Kanza

Meski baru saja bertemu, Keyrani bisa dengan cepat akrab dengan Bibi Ray meski umurnya sudah menginjak umur 30-an tapi wajahnya tetap terlihat begitu awet muda dan cantik.

1
Fikram Anugrah
lanjut,kenapa TDK pernah update
Fikram Anugrah
lanjut
Fikram Anugrah
karya nya bagus
aris Widiatmoko
lanjut
Emilia Dasung
bagus 👍
aris Widiatmoko
udah lama kok gak update lagi
Adiwaluyo
mantap
Adiwaluyo
lanjut
Adiwaluyo
sangat terlalu
Adiwaluyo
menjijikkan
Adiwaluyo
waduh
Adiwaluyo
akan seru nih
Adiwaluyo
sedih juga kisahnya
Adiwaluyo
ternyata teman kecilnya
Adiwaluyo
lanjut
Adiwaluyo
awal yang bagus
LEGIMAN _
kangen ni,, lanjut ya thor 🙏🙏🙏🙏🙏
Magdalena Agustina
blum ada up LG ya Thor padahal udah kangen bnget sama Ray,dan kayrani💪💪
Dwi Budianti
pak dosen main instagram kok kagak bisa kalah ma anakku yang masih SD..🤦‍♀️🤦‍♀️
Haryati Cilia Munthe
lanjut..
Snowball Power: maaf yah. bab selanjutnya masih aku revisi, soalnya dari kemarin di tolak mulu..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!