NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:353.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketidakpastian

" Bawa ke ruangan Jingga Mas " ucap Jingga cepat.

Evan memanggil waitres untuk membersihkan serpihan pecahan gelas dan mengantar makanan mereka ke ruangan Jingga.

Aris membantu membersihkan luka Rangga di wastafel milik Jingga. Dengan cekatan Jingga mengambil beberapa obat, perban dan plaster di kotak P3K.

" Kenapa sih kamu ? Nggak jelas banget " tanya Aris, penasaran kenapa Rangga bisa melakukan hal sebodoh tadi.

Rangga hanya diam, tidak berniat menjawab sekarang. Biarlah kenyataan pahitnya dia simpan sendiri dulu.

Jingga memberikan tisu toilet pada Rangga, untuk mengeringkan lukanya terlebih dahulu sebelum diobati.Jingga membantu Rangga mengobati lukanya, jangan tanya fokus Rangga kemana.

" Ini lumayan dalam mas robeknya harusnya dijahit " ucap Jingga, menunjukkan robekan di selaput antara ibu jari dan jari telunjuk Rangga.

" Bawa ke klinik saja ya Ngga " ajak Aris.

" Enggak .... nggak usah. Nanti dijahit. Tolong di perban saja Ngga " pinta Rangga.

" Mas Evan dan mas Aris makan dulu, biar aku yang perban mas Rangga " ucap Jingga begitu waitres meletakkan makanan mereka di meja lalu permisi meninggalkan ruangan Jingga.

" Aku saja yang pasang perbannya, kamu suapin mas " sahut Aris.

Bagaimanapun Jingga harus menjaga harga dirinya di depan teman - temannya, menolak kemauan Aris bisa menjatuhkan gengsi suaminya. Setidak jelas - jelasnya hubungan mereka, sebelum talak itu jatuh, Jingga tetap mempunyai kewajiban - kewajiban pada Aris.

Aris mengambil alih perban ditangan Jingga, dan mulai membalut luka Rangga sebisa dia. Sesekali gerak tangannya berhenti karena menerima suapan dari Jingga.

" Nikmatin Ris, nikmatin " sindir Evan.

" Nikah Van, nikah " kata Aris.

" Ogahhh....Dua orang di depanku ini nikah, tapi beribet banget hidupnya " jawab Evan los tanpa filter menunjuk Rangga dan Aris, lalu menyuapkan sesendok penuh makanan ke dalam mulutnya.

" Tapi aku bahagia nikah sama Jingga " sahut Aris.

" Jangan lupa istri mas nggak cuman aku " ucap Jingga pelan tapi langsung mengenai sasaran.

" Bener tuh yang dibilang Jingga. Di rumah masih ada satu bini " Evan malah semangat memanasi keadaan.

" Van, berisik " ucap Rangga.

Evan pun diam , segera menghabiskan makanan di piringnya dengan cepat.

Rangga mencoba menggerakkan telapak tangannya. Terasa tidak enak. Darah masih sedikit keluar. Benar kata Jingga dan Aris mestinya di jahit karena terlalu lebar dan dalam. Anehnya perih itu tidak terasa di tangannya, perih itu sekarang menjalar di hatinya. Perih yang Rangga tau pasti bukan karena Stefanie. Rangga harus menepis perasaannya yang ini.

" Aku balik kantor dulu, ada urusan urgent. Ngga makasih makan siangnya. Semoga disadarkan segera suaminya " ucap Evan sambil setengah terburu - buru berjalan keluar ruangan, takut Aris menimpuknya. Untung Aris sedang tidak peduli, dia sedang menikmati suapan Jingga yang tinggal tiga sampai empat kali suapan saja.

" Ngga, menurutmu apa yang membuat seorang istri selingkuh ? " tanya Rangga tiba - tiba. Aris dan Jingga seketika langsung saling melempar pandang.

" Aku nggak bisa jawab mas. Pasti jawabnya personal banget kalau hal - hal seperti itu. Sesama perempuan hanya tau teorinya, tapi jawaban pelakunya pasti berbeda - beda " jawab Jingga jujur.

" Stefanie ? " tebak Aris. Rangga mengangguk.

" Menurutku apapun yang terjadi dalam pernikahan selalu karena kesalahan dua belah pihak. Hanya saja, pasti ada salah satu yang menyumbang kesalahan lebih besar " ucap Jingga melirik Aris yang kini juga sedang menatapnya.

" Apa kurangnya aku Ris ? aku sekuat hati bertahan, menahan diri dari godaan. Tapi dia yang aku pertahankan, justru malah mengkhianati pernikahan kami " tanya Rangga, datar.

" Apa kurangnya mas Rangga, hanya istri mas Rangga yang tau. Tidak ada yang paling paham kekurangan pasangan selain pasangannya sendiri. Bicarakan sama istri mas. Sahabat bisa menilai baik sahabatnya, Seorang Ibu bisa menilai baik anaknya, Seorang sahabat tidak bisa menilai kurang lebihnya sahabat sebagai suami. Tidak akan bisa. Sahabat yang baik belum tentu juga suami yang baik " sahut Jingga.

" Menurut teori perempuan, apa yang membuat perempuan selingkuh ? " kali ini Aris yang penasaran dengan argumen istrinya. Rangga yang selalu berusaha ada buat Stefanie saja masih kecolongan, dia tidak ingin Jingga melakukan hal yang sama. Bagaimanapun pergaulan Jingga sangatlah luas. Sementara Aris tidak pernah ada untuk Jingga.

Jingga tersenyum sinis mendengar pertanyaan suaminya, Jingga tau Aris sedang menguji dirinya. " Ketidakpastian " jawab Jingga singkat dan langsung membuat Aris terdiam.

" Ris, aku makan dulu ya. Kalau mau ngobrol sama Jingga silahkan. Anggap saja aku tuli "ucap Rangga. Untung saja tangan yang terluka adalah tangan kiri, jadi dia masih bisa makan dengan mudah.

Aris mengajak Jingga duduk di sofa panjang, agak sedikit jauh dari tempat Rangga duduk.

" Bolehkah aku pulang ke rumahmu malam ini ? " tanya Aris.

" Pintu rumahku tidak pernah tertutup untuk kamu mas, aku juga tidak pernah melarang mas untuk datang. Selama mas masih suamiku, akan tetap seperti itu. Tapi aku ini hanya istri siri, mas punya istri sah yang jauh lebih berhak pada diri mas " ucap Jingga, Rangga jelas mendengar ucapan Jingga.

" Statusku dan Irma hanya formalitas. Semua karena mami. Tidak ada yang lebih berhak atas diri mas selain kamu " ucap Aris.

" Jangan mengingkari ikrarmu sendiri mas, Irma sudah menjadi istrimu juga. Sekuat apapun kamu mengingkari, dunia akan lebih mengakui Irma sebagai nyonya Aris Gunawan. Terimakasih tidak memilih cateringku untuk acara resepsi pernikahanmu. Jelas aku tidak akan datang. Aku tidak mau pura - pura tegar. Aku juga tidak ingin mengucapkan selamat apalagi mendoakan " ucap Jingga, resepsi Aris akan dilakukan tiga minggu lagi.

Rangga pura - pura menikmati makanannya, hatinya semakin nyeri mendengar ucapan Jingga. Lukanya dikhianati Stefanie tidak seberapa dibanding luka Jingga saat ini. Tapi Jingga tegar, Jingga tidak melukai dirinya sendiri seperti dirinya. Rangga merasa bodoh dan menyesal tidak bisa mengendalikan dirinya tadi.

" Jika mas kabur, mami pasti akan menghancurkanmu sayang, mamiku tidak sekedar mengancam. Pasti dia akan melakukan " Aris membela diri.

" Pada akhirnya mas sendiri yang menghancurkan aku " sahut Jingga, sinis.

Aris tidak meneruskan obrolannya, karena baru sadar Rangga di sana. Meskipun Rangga sahabatnya, Aris tidak ingin Rangga terlalu dalam mengetahui tentang dirinya dan Jingga.

" Nanti mas yang jemput, mau pulang jam berapa ? " tanya Aris mengurai ketegangan.

" Agak malam ya mas, mau meeting sama Reno, aku pengen buka usaha back drobe " ucap Jingga.

" Kamu sedang hamil lho, jangan terlalu capek. Mas saja yang kerja keras cari uang, kamu tinggal nikmatin saja " ucap Aris.

" Aku harus kerja keras selama aku masih bisa mendapat uang belanja dari mas. Aku nggak tahu sampai kapan jadi istri siri. Kalau kita bercerai, tidak ada hakku sepersenpun, apalagi hak anak ini. Bisa ada namamu di akte lahirnya saja aku sudah bersyukur " lagi - lagi ucapan Jingga membuat Aris merasa tertampar. Lagi - lagi, hati Rangga sesak mendengar ucapan Jingga barusan.

Ponsel Rangga kembali bergetar, panggilan dari nomer tak dikenal beberapa kali menghubunginya.

" Halo " sapa Rangga, akhirnya menerima sambungan teleponnya.

".........................................................."

" Baik, saya akan datang secepat mungkin " Rangga langsung memasukkan kembali ponselnya ke kantong celananya.

" Aku harus ke bali sekarang Ris "

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!