NovelToon NovelToon
Penggoda Dalam Rumah

Penggoda Dalam Rumah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ammi Pooja

Dalam hidupku tak pernah menyangka bahwa dalam pernikahanku akan mengalami hal semacam ini.

Seandainya godaan itu datang dari wanita lain, mungkin saja aku tak akan segila ini. Tapi justru godaan itu datang dari wanita yang seharusnya aku hormati sebagai ibu dari istriku.

Aku hanyalah lelaki normal, lelaki biasa yang bisa saja khilaf dalam bertindak. Apalagi jika dihadapkan dengan godaan nyata setiap hari, godaan yang mampu mengikis kesetiaanku, godaan yang mampu menjegal keimananku.

Aku, Adarga Handanu ... lelaki biasa yang sedang berjuang keluar dari jeratan nafsu sang ibu mertua. Berhasilkan aku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ammi Pooja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 Keceplosan

Hari ini matahari tak bersahabat. Mendung hitam bergelayut manja di langit, beberapa kali kilat menghias cakrawala dengan bias warna emas. Cuaca yang dingin membuatku ingin bermalas-malasan sembari berseluncur di dunia maya.

Tengah asyik menikmati berita yang muncul di google, tiba-tiba perhatianku tertuju pada sebuah judul berita, "Selingkuh dengan ayah mertua hingga hamil." Segera kubaca tuntas berita tersebut, kejadian yang terjadi di salah satu kota di negeri ini membuatku khawatir saja.

Kuhembus napas dalam-dalam, mencoba memejamkan kelopak mata untuk mengusir seluruh prasangka buruk yang mulai berlalu lalang menyergap hati. Dari dasar hati aku selalu berdoa, meminta kepada Tuhan agar menjaga hati seorang Arini untukku.

Semenjak dari pertemuan dengan Bobby -ayah mertua yang tampannya ngalahin aku- perasaanku jadi nggak enak. Aku malah jadi was-was kalau pada akhirnya rencana Arini justru membuat ia jatuh cinta pada Bobby.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi, mengingat Bobby selain tampan juga anak orang kaya yang bisa memberi apapun kepada wanita yang ia suka. Sedangkan aku hanya lelaki yang rumah saja numpang pada istri.

Orang tuaku adalah pemilik toko meubel, tetapi prinsip mereka adalah selesai menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi sudah cukup. Setelahnya, anak akan dilepas untuk mandiri. Alhasil, beginilah aku. Menjadi karyawan sebuah perusahaan dengan gaji yang bisa dibilang tidak terlalu besar.

Beruntung Arini tak mempermasalahkan itu, tapi naluri sebagai seorang pria bermartabat aku tetap tidak bisa membiarkan wanitaku dekat dengan pria lain. Apalagi status Bobby adalah ayah tiri, bisa saja status itu berubah tatkala setan bermain di antara mereka.

Bobby yang masih muda saja doyan dengan nenek lampir semlohai, apalagi dengan Arini yang masih muda. Ya ... walau aku akui, secara fisik ibu mertua lebih mirip gitar spanyol.

Sejenak terbersit kembali rasa bibir sensual milik wanita dengan kerling nakal itu. Meski sebentar, tapi sensasi itu masih dapat kurasakan. Entahlah, mau dibandingkan seperti apa, Arini tetaplah kalah.

"Danu ... Danu ...." Tetiba ada suara begitu lembut memanggilku, membuat aku terperanjat.

Kupalingkan wajah dan menatap lekat sosok yang beberapa menit yang lalu hadir dalam imajinasiku. Wajah yang beberapa hari kulihat sayu, kini telah kembali. Aura kecantikan yang begitu menggoda hati setiap mata yang memandang.

Ia mendekat, menimbulkan desiran aneh dalam diri. Ada yang bergejolak, berkecamuk dalam dada. Semakin mendekat semakin membuat jantungku berpacu memompa darah lebih cepat.

Ada apa dengan diriku ini? Sungguh ini tidak benar! Hatiku menolak perasaan yang mulai menjalar dan menguasai otakku.

Tatkala jemari itu mulai menyentuh pipi dan naik turun di leherku dengan hembusan napas lembut, tubuhku mulai menegang. Ingin kubalas sentuhannya, namun hati kecil menolak. Pergolakan perang batin antara kekuatan nafsu dengan kekuatan mempertahankan kesetiaan membuat iman di hati kembang kempis.

Aku mencoba melepaskan diri dari pelukan wanita liar yang terus saja merangsek ingin menguasai pikiranku, namun entah mengapa upaya itu gagal. Begitu berat dan sulit napas ini ketika ia mulai menindih tubuhku, pasokan oksigen seolah menipis membuat dada sesak dan napas tersengal.

******* bibir seksi itu justru membuatku kelojotan hampir kehilangan kesadaran, sesak teramat sesak dada ini.

"Mas, Mas ... Mas Danu!" Ada suara yang memanggilku, namun begitu sulit aku membuka mata.

Aku mencoba meronta dan mendorong tubuh itu kuat-kuat. Berulang kali kucoba dan terakhir dari dalam hati kuucap, "Allahu Akbar!" jeritku seraya mendorong wanita iblis itu kuat-kuat.

Aku terperanjat saat kulihat Arini sedang terduduk di lantai dan mengaduh, sedangkan tubuhku penuh dengan peluh. Napasku juga masih tersengal-sengal tak beraturan.

"Dek, kamu kenapa?" tanyaku sambil memegang dada, beberapa kali menelan saliva.

"Sebentar, Dek. Aku butuh minum, duh dadaku sakit sekali. Badanku juga lemes ini." Kucoba menengok ke meja sebelah kanan, segera kuraih gelas berisi air putih dan menenggaknya hingga tuntas.

"Kamu ini yang kenapa, Mas? Tidur kok sampai kayak orang ketakutan. Mimpi buruk apa sampai segitunya?" tanya Arini sembari bangun dan mendekatiku.

"Itu, Dek, mimpi ketemu iblis dari neraka. Dia narik-narik aku, mau diajak nyemplung ke api neraka. Ya, Mas takut, Dek." Aku mencoba mengarang cerita.

"Pantesan sampai segitunya. Banyak istighfar, Mas. Biar hati jadi lebih tenang."

"Iya, Dek." Kembali kurebahkan tubuh dan berusaha menenangkan hati.

Dasar nenek semlohai, nggak di alam nyata nggak di alam mimpi kerjaannya nakutin melulu. Sampai seluruh badan berkeringat, tulang serasa dilucuti.

"Istighfar, Mas. Wudhu gih, shalat isya dulu. Biar hati lebih tenang. Lagian tumben juga, masih jam sembilan sudah tidur."

"Mas ketiduran, Dek. Mungkin karena terlalu capek dengan kerjaan kantor, jadi nggak terasa baca berita di Hp, eeh ... malah ketiduran."

"Emang baca berita apa, Mas?"

"Eng ... itu, anu ... apa ...."

"Kebiasaan! Kamu itu laki-laki, Mas. Kalau jawab nggak usah kebanyakan a-i-u-e-o, deh!" Arini sedikit sewot dengan kebiasaan lidah kelu dan sikap bingungku.

Dengan cepat jemari Arini meraih gawaiku dan melihat apa yang sedang aku baca tadi. Duh, mana belum aku tutup lagi. Ketauan, deh! Kali ini benar-benar tepok jidat dan tutup muka.

"Apaan, sih, ini? Berita nggak banget! Kamu pasti mikirnya yang aneh-aneh sampai mimpi kayak gitu."

"Aku nggak mikir aneh-aneh kok, Dek!"

"Tau, ah! Sana buruan wudhu terus shalat!" titahnya dengan wajah yang dibuat judes.

"Iya, ustadzah," candaku seraya bangkit dari tempat tidur untuk menunaikan salat isya yang hampir terlewatkan.

Pantesan setannya mampir ke mimpiku, mungkin karena ada kewajiban yang aku lalaikan. Nanti sebelum tidur harus berdoa, biar tidur nyenyak tidak didatangi nenek semlohai yang horor.

Baru saja keluar kamar, netraku bersitatap dengan pemilik dua bola mata nakal itu. Sosok yang baru saja membuatku ngos-ngosan dan berkeringat sekujur tubuh. Aku jadi salah tingkah saat mata dengan bulu lentik itu menatapku sekilas.

Pandangan mata itu masih sama, sayu. Seperti matahari yang tersabut awan. Aneh, dia sudah punya suami tampan tapi masih kurang puas. Kalau masalah harta, pria itu anak orang kaya. Terus masalah mereka di mana?

Jadi penasaran dengan kehidupan ibu mertua sebelum ke sini. Samperin, ah!

"Bu, mau minum teh nggak? Atau kopi, gitu? Biar Danu buatin."

Wanita itu menghentikan langkah, ia menoleh ke arahku sembari memicingkan mata. Mungkin ia sedang berpikir kalau aku tumben-tumbenan baik dengannya.

"Bu, kita selama ini kan berseteru terus. Sudah saatnya kita baikan, menjalin hubungan yang baik layaknya menantu dan mertua." Aku mencoba menjelaskan agar ia menepis prasangka dalam hati.

"Apa rencanamu?" tanya Bu Hera masih dengan rasa curiga, manik hitam itu masih tajam menyelidik.

"Nggak ada rencana, Bu. Hanya ada niat ingin memperbaiki hubungan saja. Nggak baik tinggal serumah tapi saling menyimpan dendam, itu sama saja membiarkan api dalam sekam."

Aiish ... sok bijak kali aku ini, hihihi ....

Biar saja, yang penting aku bisa tahu kenapa dia sampai ninggalin Bobby yang jelas-jelas ganteng dan anak orang kaya.

"Baiklah, biar Ibu yang buat."  Wanita itu melangkah menuju dapur, aku segera menguntit dari belakang.

"Biar aku saja, Bu. Ibu belum pernah kan minum teh atau kopi bikinan Danu?" Aku segera mensejajari langkah, mana bisa aku minum minuman yang dibuat oleh tangan wanita itu. Bisa-bisa ada guna-guna yang dimasukkan. Tetap harus waspada dengan setiap kemungkinan.

"Baik, buatkan aku kopi. Aku tidak suka kopi manis, jadi tambahkan sedikit krimer saja."

"Siap!" jawabku semangat sembari tangan memberi hormat kapiten, wanita itu tertawa renyah.

Wajah itu kembali berseri, ada senyum indah mengembang menghiasi wajah yang jauh dari kerutan. Kesedihan yang kemarin menyelimuti, kini sedikit demi sedikit sirna. Ketegangan yang sempat membuat jarak perlahan mencair.

Kusajikan dua cangkir kopi yang berbeda. Aku pecinta kopi pahit tanpa gula, sedangkan ia kopi dengan sedikit krimer. Sama seperti Arini, dia juga suka kopi dengan tambahan krimer.

Percakapan pun dimulai, aku mencoba untuk basa-basi dengan beberapa candaan yang mencairkan suasana. Setelah aku rasa kecanggungan itu tak ada lagi, kupersiapkan beberapa pertanyaan yang akan menguak misteri kenapa ibu mertua meninggalkan suami ke empatnya. Resiko orang yang sering penasaran begini amat, kudu cari akal terus untuk mengungkap.

"Bu, boleh tahu kenapa Ibu nggak mau kembali ke suami?" tanyaku hati-hati.

"Dia itu pengangguran, Danu. Mana bisa Ibu tinggal dengan lelaki yang nggak bisa menghidupi Ibu."

"Lho, dia kan anak orang kaya, Bu. Harusnya nggak perlu khawatir lagi."

"Iya, dia memang anak orang kaya. Tapi pernikahanku dengannya tidak direstui orang tuanya. Aku dan dia diusir dari rumah, ngontrak rumah kecil. Dia sendiri masih kuliah semester enam, belum punya pekerjaan. Yang ada Ibu yang harus susah payah cari duit untuk menutup semua kebutuhan."

Panjang lebar wanita itu menjelaskan dengan nada emosi. Ada rasa tidak suka yang ia gambarkan dengan raut wajah, seolah menyesal telah menikah dengan Bobby.

"Kok, bisa Bobby jatuh cinta dengan Ibu? Padahal kan terpaut jauh usianya."

"Pria mana yang tak akan terpikat olehku kalau sudah merasakan indahnya berlayar di lautan asmara denganku?"

"Maksud Ibu?" Dahiku melipat mencoba mencerna kalimat yang terangkai bak puisi.

"Tahu sendiri laah ... kamu kan sudah dewasa."

"Ooh ... maksudnya sudah ti ...."

"Udah, nggak usah diperjelas." Dia kembali menyeruput kopi krimer yang masih mengeluarkan sedikit asap itu.

"Tapi, Bobby ganteng ya, Bu. Udah ganteng, tajir pula. Kemarin pas ketemu aja dia bawa mobil."

"Kamu ketemu Bobby?" Tampak wajah Bu Hera terkejut mendengar ucapanku, begitu pun aku.

Ya, Tuhan ... kenapa aku keceplosan. Padahal Arini memintaku untuk merahasiakan semua sampai waktunya tiba menjalankan misi.

Haduh ... aku harus bagaimana ini? Wanita itu terus menatapku seolah meminta penjelasan. Rasanya ingin kabur dari hadapannya. Wah, kacau! Kalau Arini tahu pasti akan marah besar. Sudah pasti ia kecewa karena rencananya akan gagal berantakan.

Kenapa lidah ini tak bisa direm, sih?

Bingung, aku.

1
Surati
bagus
Cis Siu
yey
Sri Wahyuni
👍👍👍👍🌹🌹🌹💪💪💪😘😘😘
Soraya
kmu hrus jujur sm istri danu klo km gak mau rumah tangga kmu berantakan
Soraya
mampir thor
Ibuk Kumaiyah
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Kistinnisa nisa
Danu kapan terbukanya sama arini kl disimpen sendiri terbuka dong kan jadi bikin sakit hati sendiri kl bener arini selingkuh kl ga bener waduh ngamuk ga tuh arini
Kistinnisa nisa
ngakak aku thor kenapa ga dari kemaren2 aja tuh ibu mertua nyium danu wkwkwkwkwk tersadar karena bibir ibu mertua
Atmita Gajiwi
😁😆😍
linay
ngakak aku. 😂😂🤣
linay
si danu mulut sm otaknya perlu di servis... 😅
rika mayanti
auto sadar lngsung ya nu,,takut disosor...Oalah nek2,,,msh z nyari kesempatan..punya mertua gitu lngsung kena sawan mantu cucu ny..
rika mayanti
Arini kok Yo goblok men to Yo. Danu ayo tegas....
MACA
semoga iman dan iminnya mas danu kuaattt💪
MACA
astogeh...ini ibu kandung rasa pelakor
Halis Imuh
jgn sampai Danu tergoda aplg sielingkah sm wNit aular itu thor aku ga relaaa
Ra_ca
Baru datang, ingin ku baca terus, mak
Ra_ca
Karya kak Ammi. otw maraton baca 😍😍
Vanny Kaunang
lucunya Danu hahahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!