Sekuel novel pertama MY ACCIDENT DESTINY..
Kisah kali ini berpusat pada kehidupan dan perjalanan cinta si Badboy JACOB setelah cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Part 16 " Asisten Rumah Tangga ku "
Pagi yang cerah menyapa keseharian Jasmin.
Ia bangun sepagi mungkin untuk mulai beraktifitas dan membuat sarapan dengan bahan yang kemarin dibeli oleh nya.
Jam 7 pagi
Jam 8 pagi
Jam 9 pagi
Jasmin dengan gelisah menunggu Jacob yang tak kunjung keluar dari kamarnya.
Sampai sampai masakan yang sudah disiapkan oleh Jasmin menjadi dingin.
Tuk tuk tuk
" Jacob.. "
Tuk tuk tuk
Ketukan di pintu kamar tidak membuat Jacob bangun.
Dengan berani Jasmin masuk ke kamar Jacob yang terlihat lebih berantakan, dan benar saja.. lelaki itu masih tidur dengan pulas sambil bertelanjang dada.
" Jacob.. ayo bangun. " Kata Jasmin lembut sambil menepuk lengan lelaki itu.
" Huwaaa... " Teriak Jasmin kaget karena tiba tiba Jacob menarik tubuhnya hingga jatuh di atas ranjang.
Sedangkan Jacob dengan santai menindih tubuh Jasmin. Mereka sangat dekat hingga Jasmin bisa dengan sangat jelas melihat wajah bangun tidur Jacob.
" Jangan berulah di pagi hari. " Kata Jacob menegur.
" Aku.. aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. " Jawab Jasmin sangat gugup dengan situasi ini.
" Hmmm.. aku akan keluar setelah mandi. " Kata Jacob turun dari tubuh Jasmin.
Dengan segera Jasmin bangun dari ranjang dan merapikan pakaiannya yang jadi kusut.
" Jasmin.. kamu tahu, aku bisa hilang kendali kapan saja. Lebih baik hati hati, jangan masuk ke kamar ku sembarangan. " Kata Jacob gentle memperingatkan.
" Maafkan aku. Aku akan membereskan kamar ketika kamu tidak di rumah. Eehm... aku panaskan makanan dulu. " Sahut Jasmin bergegas menghindari lelaki dewasa itu.
Beberapa saat kemudian, suasana di meja makan begitu hening.
Jacob yang sudah rapi dengan kemeja denim terlihat menikmati suap demi suap masakan Jasmin.
" Ternyata kamu berguna juga. Lumayan. " Puji Jacob menghargai masakan Jasmin.
" Syukurlah. Aku takut tidak sesuai selera mu. " Jawab Jasmin lega.
" Ini pertama kalinya dalam hidupku, makan masakan rumahan. Karena aku tidak punya orangtua, aku tidak tahu rasanya sarapan bersama. " Cerita Jacob tiba tiba dengan nyamannya.
Saat mendengarkan cerita Jacob, entah mengapa rasa sakit juga dirasakan hati Jasmin.
" Aku akan memasak apapun yang kamu mau." Sahut Jasmin perhatian.
" Jangan mengasihani aku. Cukup jaga dirimu baik baik, lakukan apa yang kamu suka. " Kata Jacob yang sangat dewasa.
" Aku tidak mengasihanimu, memang sudah tugas ku sebagai Asisten untuk melayani mu. " Sahut Jasmin tidak mau kalah.
' Kalau seperti ini, dia tidak terlihat jahat sama sekali.' Kata hati Jasmin yang merasa nyaman bersama Jacob.
Selesai sarapan, Jacob bersiap pergi beraktifitas bersama para anggota yang sudah menunggu di club miliknya.
Jasmin dengan sendirinya mengantar Jacob sampai ke ambang pintu rumah, membuat Jacob salah tingkah karena tidak terbiasa.
" Tidak perlu sampai mengantarku. " Gerutu Jacob salah tingkah.
" Tidak apa. Aku dengan senang hati melakukannya. Tidak ada seseorang yang menyambut ketika kita pergi dan pulang.. adalah hal yang menyedihkan. Aku tahu bagaimana rasanya. " Jawab Jasmin yang mengingat setiap kesepian dan rasa terbuang dalam dirinya.
Perkataan Jasmin sontak menyentuh hati Jacob yang selama ini sendirian, tanpa seorangpun bersama dengan dirinya.
Jasmin memberi kehangatan yang tidak bisa dipungkiri hati kecil lelaki ini.
" Ehm.. aku pergi dulu. Akan kuusahakan cepat pulang. " Pamit Jacob dengan canggung.
Jasmin pun membalas dengan senyuman dan lambaian tangan ke arah Jacob.
Ketika pintu sudah tertutup, dengan santai Jacob berjalan pergi dan tak kuasa merekahkan senyum di wajahnya.
Hari ini Jasmin memutuskan untuk mendaftarkan diri ke tempat kursus desain mode sesuai keinginannya.
Menggunakan uang yang Jacob beri, ia dengan semangat mengikuti semua prosedur lembaga kursus.
Jasmin sangat antusias, impiannya untuk mempelajari seputar tata busana serta mempraktekkannya lambat laun dapat ia gapai.
Ia mengisi formulir pendaftaran dan menyelesaikan administrasi tanpa pikir panjang.
Ia begitu senang melihat kelas per kelas yang dipenuhi dengan berbagai alat desain yang tertata rapi.
Mulai dari berbagai jenis pensil, kuas, cat air, kertas, kanvas, gulungan kain berbagai warna dan jenis, mesin jahit dan lain sebagainya.
Tangan Jasmin seakan tidak sabar untuk mempelajari semuanya.
Namun ia baru bisa memulai kursus 3 hari kedepan, tepat di hari senin pembukaan kelas yang baru.
Sedangkan di ruang kerja di club Jacob, terlihat hari ini aura wajahnya begitu bahagia dan sesekali tersenyum bila mengingat kecanggungan dirinya di hadapan Jasmin pagi ini.
" Bos, mau bertransaksi jam berapa? Barang klien sudah sampai di pelabuhan siang ini. " Tanya Davin membahas pekerjaan namun tidak mendapat respon.
" Bos?? " Panggil Davin sekali lagi.
" Oh.. itu.. ehm, kamu urus aja baiknya gimana. " Jawab Jacob cuek tidak seperti biasanya, membuat Davin heran.
" Apa anda sedang kurang sehat bos? " Tanya Davin curiga.
" Tidak. Aku baik baik saja, hanya aku ingin cepat pulang. Entah kenapa aku merasa lelah. " Kata Jacob beralasan.
Benar saja, tidak perlu menunggu lama.. Jacob meninggalkan club dan bergegas pulang..
Ia melakukan perjalanan secepat mungkin agar bisa sampai ke rumah bertemu dengan Jasmin.
CEKREK
Jacob masuk ke dalam penthouse dan mendapati Jasmin yang tidak meresponnya karena sibuk menggambar di meja makan.
" Ehem.. ehem.. " Kode Jacob yang merasa tidak disambut.
" Jacob? Kok sudah pulang.. katanya pulang sore. " Sahut Jasmin terkejut dengan kepulangan Jacob yang mendadak.
" Hari ini tidak ada transaksi apa apa. Davin menyuruhku pulang saja. " Jawab Jacob berbohong karena gengsi.
Kemudian ia mendekat ke arah Jasmin yang meneruskan gambarannya.
" Kamu lagi buat apa? Kok jelek. " Ledek Jacob mulai jail.
" Aku sedang berlatih. Aku sudah mendaftar kursus desain dengan gaji yang kamu berikan, beberapa hari lagi kelas pertama ku dimulai jadi setidaknya aku ingin berlatih dulu. " Jawab Jasmin fokus dengan hasil karya nya.
Jacob pun membungkuk kan tubuh nya untuk melihat hasil gambaran Jasmin dari dekat, hingga jarak di antara wajah mereka sangat dekat membuat Jasmin gagal fokus.
Mereka pun secara bersamaan saling menatap hingga membuat aktifitas Jasmin berhenti.
" Jasmin.. aku ingin mencium mu. " Kata Jacob yang tidak bisa mengendalikan perasaannya dan semakin mendekatkan bibirnya.
Namun tangan Jasmin dengan reflek menutup bibirnya karena ragu, meski hatinya sangat berdebar saat ini.
Jacob tidak mau kalah, ia melepaskan tangan Jasmin yang menghalangi dan memberikan ciuman hangat di siang hari yang cerah.
Jasmin yang pasrah hanya bisa memejamkan mata, mengikuti alur Jacob yang menciumnya dengan agresif.
Tidak ingin sesuatu berlanjut semakin intens, Jasmin mencoba mengendalikan hati serta pikirannya.. ia sedikit mendorong tubuh Jacob.. hingga ciuman itu terhenti.
" Cukup Jacob. Kita tidak boleh terlena dan melakukan kesalahan yang sama lagi. " Gumam Jasmin mencegah sesuatu yang lebih intens terjadi.
selalu suka karyamu