Prekuel dari karya Perjalanan Waktu
Terlahir dari keluarga kuno yang selalu menjaga kesakralan adat leluhur mereka membuatnya mengenal berbagai macam legenda yang selalu di ceritakan oleh leluhurnya.
Perjalanan Yang Lu Chen mendapatkan trisula legenda yang menjadi identitas miliknya di dunia persilatan, trisula legenda yang diakui seluruh pendekar dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penerimaan Murid
Semua peserta bubar dan kembali ke tempat asal mereka masing-masing dan para tetua dari tiga perguruan mengadakan rapat membahas masalah yang terjadi hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tuan, wanita Heiren Nuhai telah tewas dan gagal melaksanakan misi yang tuan berikan"ucap bawahan.
"Siapa yang dapat membunuhnya"
"Dia terbunuh oleh senjata Dewa"ucap bawahan.
Membuka matanya kilatan serakah muncul.
"Ribuan tahun tidak ada yang pernah bisa menggunakan senjata di dunia tengah dan hari ini seseorang bisa menggunakannya."
"Siapa orang yang bisa menggunakannya"tanyanya.
"Target yang tuan ingin bunuh"ucap bawahan.
"Bang..."ledakan energi yang menyebabkan bawahan tersiksa.
"Bunuh mereka dan ambil senjatanya aku akan mengampuni nyawanya bila dia dengan suka rela menyerahkan senjata Dewa miliknya"ucapnya.
"Baik tuan"ucap bawahan pergi akan tetapi dia ingat akan laporan yang belum dia sampaikan.
"Mohon ampun tuan"ucap bawahan.
"Kedua orang yang mempunyai senjata Dewa telah dijemput oleh Dewa Agung Dong Ping menuju istana Wanggong di dunia atas"ucap bawahan.
Menahan amarah yang meledak-ledak dan berkata.
"Tidak boleh gegabah karena Istana Wanggong adalah perwakilan dari Istana Langit yang berada di dunia atas dan memimpin seluruh dunia atas"
"Kau harus bertindak dengan hati-hati dan kau tidak usah memburunya hingga ke dunia atas bila aku tidak menyuruhmu"
"Baik tuan"ucap bawahan pergi.
"Aku terlalu meremehkanmu"
...----------------...
Istana Wanggong.
Lu Chen, Zhi Gao dan Sheng Li muncul bersama dengan Dewa Agung Dong Ping di halaman istana Wanggong disambut oleh seluruh penghuni dunia atas Dewa dan Dewi.
"Hari ini aku akan mengumumkan kepada seluruh penghuni dunia atas bahwa hari ini istana Wanggong akan menerima murid dan seluruh Dewata akan menjadi saksi."ucap Dewa Agung.
Lu Chen, Zhi Gao dan Sheng Li hormat kepada Dewa Agung menerima titah.
"Zhi Gao akan menjadi murid dari Dewa guntur Fu Dao "ucap Dewa Agung
Dewa Fu Dao berjalan ke arah Zhi Gao berada dan tepat di sampingnya.
"Sheng Li akan menjadi murid dari Dewi angin Yi Fei"ucap Dewa Agung.
Dewi Yi Fei berjalan ke arah Sheng Li berada dan tepat di sampingnya.
"Lu Chen akan menjadi murid dari Dewa perang Xuan Zang"ucap Dewa Agung.
Dewa Xuan Zang berjalan ke arah Lu Chen dan berdiri dibelakang Lu Chen.
Zhi Gao, Sheng Li dan Lu Chen melakukan penghormatan kepada guru masing-masing dengan sujud hormat.
"Murid mohon bimbingannya"ucap mereka.
"Bangunlah"
"Terimakasih kepada Yang Mulia telah memberikan kami murid"ucap Dewi Yi Fei mewakili lainnya.
"Kami mohon pamit undur diri Yang Mulia"ucap Dewa Fu Dao.
Dewa Agung menganggukkan kepalanya.
Mereka menghilang dari halaman istana Wanggong menuju tempat masing-masing.
Lu Chen muncul di tempat Dewa Xuan Zang tinggal.
"Kau akan tinggal di sini dan berlatih langsung di bawah pengawasan ku"ucap Dewa Xuan Zang.
"Baik"ucap Lu Chen.
Dewa Xuan Zang menghilang dan pergi entah kemana hanya dia yang tahu begitupun dengan Zhi Gao dan Sheng Li yang muncul di tempat guru mereka tinggal.
"Benar-benar Dewa perang sesungguhnya.Berbagai koleksi pedang yang terbuat dari bahan terbaik di simpan dengan rapi"ucap Lu Chen.
Lu Chen berjalan ke arah halaman belakang dan melihat pemandangan yang menyejukkan mata memandang.
"Qi di sini lebih tebal daripada di dunia tengah meskipun aku berkultivasi di aula leluhur tempat berkumpulnya medan qi di kediaman akan tetapi tidak setebal di tempat milik guru berada."
"Aku akan memanfaatkan dengan latihan agar mempercepat aku mencapai puncak kultivasi."ucap Lu Chen.
Sebilah pedang muncul ditangannya berlatih pedang menebas dan salto.Gerakan kaki yang lincah menghindar dan menyerang membuat pertahanan kokoh pada kakinya.
"Aku sudah menyelesaikan 6 langkah dari kitab Buzhou membuat kecepatanku meningkat.Berlatih di sini membuat energiku selalu terisi dan merasa tidak pernah lelah"ucap Lu Chen.
Dewa Xuan Zang mengawasi latihan yang dilakukan oleh Lu Chen tanpa Lu Chen sadari.
"Tak ku sangka dia bisa sempurna menguasai 6 langkah kitab Buzhou"ucap Dewa Xuan Zang.
Dewa Xuan Zang muncul di depan Lu Chen dan langsung menyerang.Lu Chen terkejut dan berusaha menahan serangan dadakan.
"Trang.."suara pedang bergesekan.
Berputar dan menyerang tumpuan yang digunakan oleh Dewa Xuan Zang.Dewa Xuan Zang menghempaskan tangannya membuat Lu Chen terpental ke belakang dan bertahan menggunakan pedangnya.
Lu Chen berdiri dan merasa geram akan dirinya sendiri yang tidak bisa mengimbangi kemampuan gurunya.
"Aku tidak boleh mengecewakan"batin Lu Chen.
Pedang yang berada di tangan Lu Chen berubah secara perlahan menjadi pedang Shuang Ren Jian dengan ganggang pedang yang unik.Lu Chen menebas ke arah depan menyebabkan angin yang tajam seperti pisau meluncur ke arah Dewa Xuan Zang.
Dewa Xuan Zang terkejut dan menghindari tebasan pedang milik Lu Chen.Belum sempat Dewa Xuan Zang kembali pada posisinya Lu Chen sudah bergerak maju menyerang dengan kecepatan tinggi.Dentingan pedang terdengar nyaring.Lu Chen menghilang dan muncul secara acak setiap dia muncul akan menebas menggunakan pedangnya membuat angin tajam meluncur dengan cepatnya.Dewa Xuan Zang terus berusaha mencari titik dimana Lu Chen akan muncul dan menahan serangan angin yang tercipta dari tebasan pedang milik Lu Chen.
"Kekuatannya meningkatkan pesat saat perubahan yang terjadi pada pedangnya.Siapa orang yang menempa pedang miliknya hingga dapat dengan sesuka hati merubah pedang biasa menjadi pedang istimewa.Hanya pedang yang memiliki roh yang dapat berubah menjadi roh pedang yang tidak memiliki wujud pedang yang dapat merasuki pedang biasa sesuai dengan kemauan pemiliknya."batin Dewa Xuan Zang.
Lu Chen terus melakukan gerakan yang sama secara berulang hingga Dewa Xuan Zang menyadari sesuatu yang janggal.
"Tunggu, bukankah gerakan ini adalah gerakan yang teratur dengan pola yang rapi.Muncul secara acak dan menebas membuat lawan tidak menyadari bahwa dengan muncul secara acak dan menebas bukanlah muncul secara sembarangan akan tetapi muncul di tempat sesuai pola yang ingin dibuat pemiliknya"batin Dewa Xuan Zang.
Lu Chen berhenti melakukan gerakan yang dia lakukan sebelumnya mengangkat pedangnya dan mengusap pedang dadi bawah ke atas menggunakan 2 jarinya dan berteriak.
"Muncul!!"teriak Lu Chen.
Sebuah pola terbentuk di bawah kaki Dewa Xuan Zang membuat Dewa Xuan Zang tidak bisa bergerak.Lu Chen turun kebawah dan berada di luar pola yang dia buat.
"Benar dugaan ku bahwa ini adalah jebakan.Dia berpikir secara cepat dan tepat.Dia menyadari bahwa melawanku menggunakan teknik pedang kemungkinan menang kecil atau seimbang."
Dewa Xuan Zang merasakan kejanggalan kembali saat pola terbentuk.
"Aku tersadar bahwa pola ini adalah pola yang menjebak lawan menggunakan gravitasi alam menyebabkan kekuatan lawan ditekan oleh gravitasi alam sendiri hingga kekuatan dibatasi"batin Dewaa Xuan Zang.
Dewa Xuan Zang menggunakan kekuatan Dewa miliknya untuk mematahkan pola milik Lu Chen dan Dewa Xuan Zang berhasil keluar dari pola milik Lu Chen
"Aku kagum akan pola yang kau buat yang memanfaatkan gravitasi alam dan aku tidak mengira gravitasi alam yang kau kendalikan sangat kuat."
"Apakah kekutanmu berhubungan dengan alam?"tanya Dewa Xuan Zang.
"Murid memang memiliki kekuatan yang berhubungan dengan alam"ucap Lu Chen yang menunjukkan semua elemen dasar miliknya.
Dewa Xuan Zang cukup terkejut melihat api sejati milik Lu Chen yang unik.
"Kekuatan mu memang berhubungan dengan alam karena kau memiliki semua elemen dasar dan kau memiliki elemen api sejati."ucap Dewa Xuan Zang.
Telapak tangan Dewa Xuan Zang muncul sebuah kitab.
"Kau pelajari kitab yang kuberikan padamu, kitab ini berisi teknik-teknik pedang yang cocok denganmu yang memiliki semua elemen dasar yang berhubungan dengan alam."ucap Dewa Xuan Zang.
"Baik"balas Lu Chen.
Dewa Xuan Zang menghilang dari hadapan Lu Chen.
...----------------...
Dunia tengah.
Pertemuan yang dilakukan oleh kepala perguruan ternama di dunia tengah yang dilaksanakan setelah acara pertandingan untuk membahas masalah yang datang.
"Orang yang menggunakan teknik terlarang untuk berkultivasi secara terang-terangan datang menyerang yang entah apa motifnya"ucap tetua perguruan Yifeng.
"Kita harus waspada sebab mereka tidak akan menerima kekalahan hari ini"
"Kita harus memperkuat fondasi perguruan kita karena perguruan kita adalah ujung tombak dari generasi muda di dunia tengah yang ingin menempuh pendidikan."ucap tetua perguruan Yifeng.
"Aku sangat setuju dengan usulmu."