NovelToon NovelToon
All For Dreams

All For Dreams

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Teen / Cintamanis / Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:90.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kang-jun!!!

Feron itu anak Vein dan Vein itu anak manusia kaya raya.
Kehidupan anak sekolah itu penuh intrik dan suka duka, termasuk masa SMK. Masa paling menggelora dan penuh prahara cinta.
Tak luput juga bagi Feron yang masih memikirkan Afni yang malah sudah tak satu sekolah dengannya, namun atas nama First love Feron bertahan walau jarak dan sekolah memisahkan mereka berdua.
Sampai ia bertemu dan memutuskan untuk bersahabat dengan Nanda, tentu sebagai seorang sahabat kamu akan bercerita lebih bukan?

Tentunya, dan itulah yang di lakukan Feron yang tanpa sadar malah menyakiti hati Nanda secara tidak sadar.

UP : senin & kamis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang-jun!!!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

“Luna? Kenapa lo juga ikut kemari? Bukannya gua udah nyuruh lo untuk tinggal didalam mobil sama bunda? “ Tanya Adiniata beruntun.

"I-itu sebab" Luna hanya bisa memainkan jarinya berpikir, jawaban apa yang tepat untuk adiniata ini.

"Karna aku juga ikut berkunjung" Balas satu suara tegas.

.... ...

.... ...

.... ...

...All For Dreams ...

...Pulang...

.... ...

.... ...

.... ...

Adiniata langsung mengalihkan atensinya pada suara itu, tak ada kiasan kata yang bisa ia ucapkan. Kenapa bisa orang ini hadir disini?

"A-ayah" Adiniata terbata dalam mengucapkan kalimat itu. Ia kalut, apa yang harus ia utarakan pada sang ayah mengenai kondisi sang adik saat ini?

"Aku mendengar Feron sedang ditahan, dimana dia? " Ujar sang ayah memandang kiri dan kanan.

"Dia masih dijemput" Balas Adiniata melirik kesegalah arah hingga ia menemukan apa yang ia butuhkan.

"Duduklah terlebih dahulu ayah" Ucap Adiniata kembali mempersilahkan sang ayah untuk duduk terlebih dulu di kursi tunggu.

"Luna, jemputlah bunda" Tambah Adiniata menyuruh Luna minggat dengan cara halus.

Adi memperhatikan sang ayah yang hanya memberikan tatapan datar dengan kedua tangan yang saling bersilang di dada. Pakaian kasual khas kantor swasta masih melekat apik dibadannya yang masih terlihat bugar.

Tidak ada tanda penuaan diwajah tersebut sehingga banyak orang yang berspekulasi bahwa sang ayah pastilah berbohong dengan usia.

Mengesampingkan hal itu, kini Adi malah mencari alasan yang tepat untuk membuat sang ayah tidak naik pitam dengan kelakuan sang adik. Adi bingung harus berbicara dari mana.

CKLEK

Suara pintu yang dibuka berhasil mengalihkan atensi Adi dan sang ayah. Dapat mereka lihat dengan jelas Feron yang lemas tengah berjalan terpincang, mukanya ruam sana sini. Darah kering masih terlihat jelas disudut bibirnya yang membiru.

Feron cukup jelas mengabarkan sosok babak belur di sel tahanan. Ditambah dengan tangan yang terborgol, hmmm... Lengkap sudah.

Feron diantar oleh seorang polisi, ia didudukkan pada kursi lipat sederhana. Pandangan itu masih senantiasa menunduk tak ingin melihat keluarganya.

Adiniata dan sang ayah lekas mendekati Feron, mereka dipersilahkan duduk di kursi yang telah disediakan berhadapan langsung dengan Feron. Yang membatasi hanyalah sebuah meja bercat hitam dan dua polisi disisi kiri dan kanan cukup membuat kening sang ayah sedikit bergaris.

"Jadi..." Ujar sang ayah mengambil rokok dari saku jas hitamnya.

"Apa yang terjadi?" Lanjut sang ayah mengambil sebatang rokok kemudian mengapitnya di sela bibir tipisnya, menyalakan perlahan rokok tersebut dengan mancis dan mulai menghisap pelan nikotin tersebut.

Feron hanya diam, tidak ingin bersuara sama sekali. Sang ayah masih memperhatikan sang putra dengan tenang sementara Adiniata berusaha bersikap bijak disamping sang ayah.

"Aku tanya kenapa kau berkelahi?!" Bentak sang ayah masih menaikkan dua oktaf suaranya.

Feron masih bungkam.

Rokok di mulut dihisap kuat, membuat batang rokok kian cepat terbakar. Sang ayah mengambil rokok dimulutnya dan langsung mematikannya pada asbak rokok yang tersedia.

"Feron! Jika kamu terus-terusan merunduk, ayah tidak akan segan-segan untuk memaksa kepala itu untuk menatap ayah" Kata sang ayah, Vein kembali menyalakan rokok kedua.

Sementara Neti dan Luna yang baru saja sampai, hanya bisa diam memperhatikan. Ada niat ingin memeluk Feron namun diurungkan Neti, untuk sekarang ia hanya bisa fokus memperhatikan Feron diintrogasi oleh kakaknya.

KREK

Vein berdiri dari kursinya, sementara Adiniata langsung siap siaga menunggu kejadian selanjutnya.

"ALFERON ADIDJAYA!!! ANGKAT KEPALAMU DAN TATAP AYAH!!"

BRAK!!!

Vein langsung memukul meja dengan keras, sudah tidak tahan dengan kelakuan sang anak yang membuat emosi.

Feron mulai bereaksi. Ia dengan perlahan mengangkat kepala, menampilkan mata sebab yang selalu mengalirkan air mata tanpa henti.

"A-aku tidak tau mengapa, tapi maaf jika kali ini aku menangis hiks.." Feron mengusap wajahnya dengan lengan baju, mencoba menghilangkan air mata dan ingus yang mengalir di pipinya.

"Hatiku sangat sedih, kenapa kau membentakku? Ekhem.. Ekhem.. Hiks.." Feron mencoba menetralkan suaranya yang tidak berhenti bergetar. Jujur, Feron benci dengan keadaannya saat ini yang begitu menyedihkan.

"A-aku hanya ingin menolong sahabat-sahabatku, mereka sedang kesusahan. Bahkan temanku sampai mengalami luka dalam karna aku yang terlambat datang, sekolah juga mengalami kerusakan hebat. Meskipun pak William yang telah memberi tau semua kejadiannya, tapi tidak ada sedikitpun dari hatinya untuk menyuruhku bangun dari kasur dan berkelahi, ini semua murni kesalahnku yang ingin melindungi mereka" Jawab Feron mantap menatap lekat mata Vein.

"Oh!" Balas Vein kembali duduk dikursinya.

"Jadi hanya sepenggal kisah kekanakan hingga membuat banyak orang kerepotan" Tukas Vein mengalihkan atensinya pada polwan yang baru saja datang.

"Hey, aku mau anak ini dibebaskan" Ucap Vein menatap polwan tersebut tak lupa tangannya menunjuk Feron.

"Tetapi tuan-"

Vrin langsung berdiri dan berjalan ke arah resepsionis diikuti Adiniata dari belakang. Vein berbicara dengan cukup serius, mengungkapkan bertapa lalainya ia sebagai orang tua yang tidak dapat mendidik anak.

Kembali pada Neti.

"Feron~" Panggil Neti langsung menerjang sang keponakan dan memeluknya erat.

"Ehmmm... Akhirnya bunda bisa memelukmu lagi," Gemas Neti, namun tidak ada jawaban dari Feron.

"Feron?" Tanya Neti kembali memanggil.

Jujur saja, tangan Feron begitu dingin. Badannya berkeringat, dan tubuhnya gelisah. Feron benar-benar sedang tidak baik.

Namun Neti tak menghiraukannya untuk beberapa saat, hingga tangan itu terjatuh lemas mengikuti grafitasi.

"Feron?!!!" Panggil Neti melepaskan pelukannya dan beralih menyentuh pipi sang keponakan.

Mata itu tertutup, namun mulut masih menggumamkan kata-kata tak jelas.

"Feron!" Teriak Neti menyentuh kening sang keponakan yang begitu panas.

Adiniata yang berada disamping Vein seketika langsung berlari ke arah Neti, sementara Luna langsung mendekat dan menyentuh nadi Feron.

"Nadi melemah" Gumam Luna terkejut.

"Cepat bawa Feron ke rumah sakit bibi" Final Luna panik.

...TBC...

1
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Ayyana
authornya anak smk ya duluu /Doge//Doge/
Protocetus: jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
total 1 replies
kimraina
Ehem . . Ehem . . Jd gatel tenggorokan 😹
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Yok komix nya 😁
total 1 replies
kimraina
😂 Pria pemarah ga tuh . .
kimraina: Aku wanita ka . . Kadang pemarah jg loh apalagi klo lg bulan datang 😆
total 2 replies
kimraina
Dah lama aku g mampir 😹 kakak dah hebat euy dah author kontrak daebak 😸 aku kapan ya 😹
kimraina: Iya ka siap . . Mudah2an ga down lg aku-nya 😹
total 2 replies
Avyana Oktavia Machiko
mantaps
Boba🧊
semangat kaa🙌 kukasih setangkai bunga untukmu 🌹
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Waaahhhh... Terimakasih, senang rasanya masih dilirik. Semoga pemberian kk dibalas berlipat. 😊
total 1 replies
IF
semangat kaka Jun... udah lama nda Up
IF: sama kak... ini aja tak sempetin Up, ya utk hiburan tersendiri😁

ttp semangat yakk😊
total 2 replies
IF
PacMan berkunjung lagi kak Jun

cemangatttt
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Iya, terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus Kak..💪💪
Rini Antika: sama"
total 2 replies
Rini Antika
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak bacanya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
Nah lho, dr benci kayaknya jd cinta deh
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Aaaaa~ 🤧🤧🤧
total 3 replies
Rini Antika
jgn macem" sama Nanda kalau gak mau Pawangnya keluar..🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Aduh.... Hehehhehehehe
total 1 replies
You know
Ending yang membagongkan
You know
Cuma berduaan 🤫🤫🤫
You know
Anjas keras ucapannya sieee
IF
lanjut kaka Jun... semangat ya😊
aira bandles
nahhh ini nih, lanjutkan naks
Rini Antika
Semangat Terus Kak..💪💪
Rini Antika
Padahal kalian seneng Adu jotos, ini sama Nanda aja malah pada kabur..hadeuh..
Rini Antika
hedeuh..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!