NovelToon NovelToon
Hati Berdarah

Hati Berdarah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:228.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nofia

Namaku Cika Aprilia.
Umurku baru 20 tahun.

Aku hidup dalam keluarga yang sudah hancur berantakan. Ayahku telah meninggalkan ku sendiri untuk selama-lamanya. Semua itu ulah ibuku yang sudah berselingkuh di belakangnya.

Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan semuanya. Aku bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat tampan dan kaya raya.
Kami menikah atas dasar cinta satu sama lain.

Namun, kebahagiaan ku tidak bertahan lama. Aku pergi meninggalkan suami ku karena sesuatu hal yang memaksa ku untuk meninggalkannya. Kemarahan ku membuat aku buta. Keegoisan ku membuat hidupku semakin hancur berantakan.

Tapi akhirnya hatiku kembali luluh saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Namun kebahagiaanku itu kembali terenggut saat sesuatu terjadi yang membuat hatiku hancur tak bersisa.

Inilah kisah ku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Masakan Yang Nikmat

Semua makanan sudah terhidang di atas meja. Mereka semua juga sudah berkumpul di ruang makan, termasuk Alvin yang baru saja keluar dari kamarnya.

Cika hanya berdiri bagaikan patung tanpa ekspresi di samping meja makan. Dia merasa tidak pantas untuk bergabung dengan yang lain.

Aldo yang melihat itu, segera bangkit dari tempat duduknya.

"Kamu kenapa sayang?" tanya Aldo yang merasa khawatir melihat Cika.

"Gak apa-apa!" jawab Cika pelan.

"Sini, duduk di sebelah aku saja!" ajak Aldo sambil menarik tangan Cika.

Cika hanya menunduk dan mengikuti permintaan Aldo.

Mereka semua akhirnya memulai untuk sarapan bersama, terkecuali Bi Wati yang sedang mencuci pakaian di belakang.

"Tumben menu hari ini beda Ma?" ucap Alvin dan mulai mencicipi makanan yang ada di piringnya.

"Bukan mama yang masak Pa," jawab Ara sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

"Pantesan, ini enak banget lo Ma," ucap Alvin sambil menghabiskan makanannya.

"Jadi, maksud papa selama ini masakan mama gak enak, iya!" ketus Ara dengan wajah kesal ke arah suaminya.

"Bukan begitu maksud papa Ma, masakan mama juga enak kok. Tapi kan menu yang seperti ini, jarang sekali ditemui di rumah ini." tambah Alvin memperjelas ucapannya. Ara pun akhirnya tersenyum mendengar penjelasan dari suaminya itu.

"Ini kamu yang masak Sela?" tanya Alvin lagi ke arah Sela. Alvin masih penasaran siapa yang telah memasak makanan seenak itu.

"Bukan Om, semua ini masakannya Cika. Mana bisa aku masak seenak ini." ucap Sela dengan polosnya dan seketika membuat semua orang yang berada di sana tertawa mendengar pengakuan Sela.

"Makanya, kalau gak bisa masak tuh belajar! Jangan tau nya keluyuran terus! Hahahaha," tambah Aldo mengejek sepupunya itu, Sela pun terdiam sambil memanyunkan bibirnya.

Melihat raut wajah Sela yang terlihat begitu lucu, semua orang pun kembali menertawakannya. Cika yang dari tadi diam pun, tak kuasa untuk menahan tawanya.

Sarapan pagi pun selesai. Mereka semua beranjak dari meja makan.

Seperti biasa, Cika kembali merapikan meja yang sudah berantakan. Di saat Cika ingin mencuci piring, Aldo dengan segera memanggilnya.

"Sayang, biarkan saja! Nanti biar Bi Wati yang akan mencucinya. Kamu ikut aku dulu ke depan!" ajak Aldo sambil menarik tangan Cika.

"Kita mau kemana?" tanya Cika heran.

Aldo membawa Cika keruang keluarga. Di Sana sudah ada Sela dan tante Ara yang menunggu mereka. Sementara Alvin sudah berangkat duluan ke kantor.

Aldo dan Cika sudah duduk di atas sofa, tepat di depan Ara dan Sela.

"Sayang, tante sudah mendengar semua tentang kamu dari Sela. Apa semua itu benar?" tanya Ara yang merasa sedih akan nasib gadis malang itu.

"Iya Tante," jawab Cika dengan suara yang terdengar sedikit berat. Mata nya pun mulai berkaca-kaca.

Cika benar-benar merasa cemas. Kakinya mulai bergetar. Pikirannya pun mulai berlayar kemana-mana. Dengan susah payah, dia mencoba menahan air matanya agar tidak menetes di depan semua orang.

"Kamu kenapa sayang? jangan sedih!" ucap Ara sambil mendekat dan memeluk gadis malang itu. Ara juga merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Cika. Karena dia juga berasal dari keluarga yang sama dengan Cika.

Mendapat pelukan hangat dan kasih sayang dari seorang ibu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, membuat Cika semakin tak kuasa menahan air matanya. Semua yang tadi tertahan, tiba-tiba jatuh berderai di atas pundak Ara.

Aldo dan Sela pun ikut berkaca-kaca melihat semua itu.

"Sudah, jangan menangis lagi!" ucap Ara sambil menyeka air mata di pipi Cika.

"Terimakasih Tante!" ucap Cika penuh rasa haru.

Ara kembali duduk di atas sofa, begitupun dengan Cika. Aldo yang berada di samping Cika pun dengan segera menggenggam tangan Cika, dan menatapnya dengan penuh rasa sayang.

Aldo sebenarnya masih ingin berada di samping Cika. Tapi tanggung jawab pekerjaan tak bisa membuat nya bertahan lebih lama di sana. Aldo dan Sela harus segera berangkat ke kantor menyelesaikan pekerjaan mereka. Sementara Ara juga mau ke butik miliknya.

"Sayang, kamu di rumah dulu ya! Aku dan Sela harus ke kantor, banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan. Kamu gak apa-apa kan?" ucap Aldo yang masih menggenggam tangan Cika.

"Iya Aldo, aku gak apa-apa kok! Kalian pergi saja!" ucap Cika sambil memberikan sedikit senyuman ke arah Aldo.

Aldo dan Sela kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mengganti pakaian. Sementara Cika masih duduk bersama Ara.

"Sayang, tante juga mau ke butik. Apa kamu mau ikut bersama tante?" ucap Ara mengajak Cika ke butik miliknya.

"Tapi aku gak ada pakaian ganti Tante." balas Cika.

"Tidak masalah, kamu bisa pakai pakaian tante. Kalau kamu mau ikut, bersiap-siaplah nanti tante carikan pakaian untuk kamu!" ucap Ara.

"Iya Tante, aku mandi dulu ya!" ucap Cika sambil berjalan meninggalkan Ara.

Ara pun bergegas ke kamarnya untuk mencarikan pakaian yang cocok untuk Cika.

Sementara itu, di dalam kamar Aldo sudah selesai mengganti pakaiannya. Cika pun datang untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi Aldo. Aldo yang melihat kedatangan Cika, langsung tersenyum lebar.

"Ada apa sayang?" tanya Aldo.

"Aku mau mandi, mama kamu mengajak aku untuk pergi bersamanya" jawab Cika.

"Jangan dulu sayang! Kepala kamu kan masih sakit." ucap Aldo sedikit khawatir.

"Gak apa-apa kok! Ini cuma luka kecil." ucap Cika sambil memegang keningnya.

"Ya sudah, kalau kamu mau nya begitu. Tapi kalau ada apa-apa, hubungi aku ya! Aku pergi dulu!" ucap Aldo sambil mengecup kening Cika.

Aldo melangkah meninggalkan Cika.

Sementara Cika sudah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ara pun segera mengantarkan pakaian ke kamar Aldo. Sesampainya di kamar, Ara sedikit bingung melihat kamar Aldo sudah sangat rapi, tidak seperti biasanya.

"Gak hanya cantik, tapi juga rajin dan bersih." batin Ara sambil tersenyum.

Ara benar-benar kagum dengan gadis malang itu.

"Sayang, pakaian nya tante tarok di atas kasur, tante tunggu di bawah ya." teriak Ara dari balik pintu kamar mandi.

"Iya Tante," sahut Cika yang masih berada di dalam.

Ara berjalan meninggalkan kamar. Sementara Cika pun keluar dari kamar mandi. Cika sangat kaget melihat pakaian yang ada di depannya. Sebuah gaun hitam polos yang sangat cantik. Seketika Cika terdiam, dia merasa tidak pantas untuk memakai gaun seindah itu. Tapi dia juga tidak mau mengecewakan Ara yang sudah sangat baik terhadap dirinya.

Aldo kembali ke rumah karena lupa membawa ponselnya.

"Ada apa sayang? kenapa kamu balik lagi?" tanya Ara sedikit bingung.

"Aldo lupa bawa hp Ma." jawab Aldo sambil melangkah menuju kamarnya.

Cika bergegas mengenakan gaun cantik itu. Gaun itu benar-benar pas di tubuh Cika. Namun Cika merasa kesulitan menutup resleting gaun yang berada di bagian belakang.

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Erlinda
sorry Thor aq stop sampe disini muak banget aq sama sicika yg kampungan dan cemburu buta ga jelas..menjijik kan
Erlinda
sumpah inilah cerita terlebay yg pernah aq baca.
Erlinda
hadeeeh ternyata Cika cewek lebay banget sorry Thor..awal nya aja bar udah bikin bosan
Erlinda
kok sela dan Aldo seperti nya ga bertanggung jawab ya dgn membawa Cika dan meninggakan nya begitu saja padahal mereka tau klo Cika ga kenal dgn kawan kawan mereka
Lia Rompas
semangat hans
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
🤣 kasihan
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Akhirnya Cika tau siapa keluarga nya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Alhamdulillah sdh baikan lagi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Alhamdulillah... akhirnya kembali bersatu
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
nangis lagi dah aku 😭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
selamat ya Mila Ilham... kebahagiaan semakin lengkap dengan hadirnya baby cantik
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
secercah harapan
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
hadeh membaca jadi nangis 😭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
seharusnya Chika hrs lebih percaya kpd suaminya...biar si ular kalah 🤦
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masalah baru lagi ni
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kebahagiaan ganda bagi sang mama
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
pengantin baru istirahat dl 🤭
Adellieach
wahh... harusnya mrk dipingit, ga boleh vc an... 🤭🤭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
pasangan serasi 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!