PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Tidak perlu di teruskan jika kamu tersakiti, sayang" Ucap syafeeya.
Rafa terasa berada di persimpangan jalan yang di mana dua jalan itu adalah impian nya. Satu cinta nya, satu nya lagi kehidupan nya.
Tujuh tahun yang lalu, saat Rafa hendak pergi ke Kairo untuk kuliah di sana. Ia tahu bahwa perjuangan Abi nya selama dua puluh tahun tidak ada perubahan nya.
Tanah leluhur, begitulah kata orang-orang disana. Pulau tersebut masih kental dengan adat dan budaya. Agama di sana masih tidak berubah, agama leluhur.
Sudah dua puluh tahun, pesantren ini berjalan. Berkembang dengan baik, tapi beberapa kelompok masih tidak bisa menerima bahkan sering mengejek dan membuat onar.
Tak di sangka seorang gadis anak tetua di sana diam-diam dekat dengan Rafa. Gadis itu sangat baik, mempelajari islam secara langsung dari abi Rafa.
"Jadi mantra-mantra itu sesat?"
"Kita tidak tau apa arti mantra-mantra itu, alangkah lebih baik kita ganti dengan sholat dan bacaan Al-Quran, yang sudah jelas Arti nya" Jawab abi Rafa dengan hati-hati, ia tak mau langsung mengatakan sesat, haram atau halal secara terbuka. Takut tersinggung, mengingat berpuluh-puluh tahun itu menjadi kepercayaan mereka.
Sejak saat itu, gadis itu mempunyai pengaruh besar kepada kelompok yang sering membuat onar.
Hingga saat ini, perlahan semua nya mulai kondusif. Sebagian Kelompok-kelompok tersebut sudah mau bertaubat dan masuk islam.
Rafa juga ambil penting dalam mendidik gadis tersebut, ia sering mengirimkan beberapa Naskah penjelasan tentang ilmu-ilmu dasar agama. Seperti rukun islam, rukun iman, Nama-nama nabi dan malaikat, hingga surga dan neraka.
Suatu hari, beberapa kelompok pembuatan onar yang tak Terima kelompok nya mulai sedikit dan banyak di antara mereka yang masuk islam. Mereka membuat Fitnah, dimana fitnah itu mengarah kepada Rafa dan yunita....
"Yunita sudah berjuang sangat banyak buat kita, umi" Ucap Rafa kemudian.
"Iya, nak. Tapi bukan berarti kamu harus merelakan Khadijah. Umi tidak mau kalau Yunita itu menjadi istri pertama kamu"
"Tapi jika Allah memang menginginkan nya, umi. Kita tidak bisa menolak nya, Yunita juga baik, sangat baik malah."
"Tapi kamu taukan bagaimana keluarga nya?"
"Dia juga sama seperti Khadijah, keturunan perempuan satu-satunya. Dia juga perlahan membawa pengaruh besar terhadap keluarga nya. Jika harus memilih, aku akan tetap menikahi Yunita Umi, aku harus mengesampingkan keinginan ku, dan menomorsatukan dakwa ini. Cita-cita ku adalah menjadi kan pulau tersebut sebagai pulau islam, setidak nya penduduk nya sembilan puluh persen berkeyakinan Islam"
Jihad tak harus berpoligami, tapi jika itu memang di perlukan apalagi poligami itu sunnah maka tidak ada yang salah dengan itu.
Author mau ingatkan ya, cuma sekedar mengingatkan. Apapun pengorbanan jihad itu macam-macam, tergantung kondisi nya. Ada yang berkorban harta, jiwa, meninggal kan keluarga, bahkan ada seorang sahabat nabi bernama Hanzhalah meninggal kan istri yang semalam ia nikahi untuk pergi perang Uhud. Bermacam-macam pengorbanan banyak yang di lakukan seseorang untuk jihad.
Emosi kalian menanggapi cerita author sangat luar biasa, itu terserah. Author malah suka kalian terbawa suasana. Tapi yang author tekan kan ialah jangan menyalahkan poligami. Memang hal itu sangat berat, tapi jangan sampai di dalam hati kalian mengatakan bahwa poligami itu tidak baik dan lain sebagainya.
Itu saja yang bisa author sampaikan, kalau kalian mau ngomelin Rafa, author persilahkan, hehehe.. Menurut author Rafa bener kok, author sendiri tidak menceritakan bahwa Rafa ini tidak baik dan lain sebagai nya, bahkan author slalu menuliskan sikap-sikap Rafa yang baik.
Ayo kita belajar memandang seseorang dari segala penjuru. Jangan hilangkan seribu kebaikan hanya karena satu keburukan, jangan sampai.
***
"Mama, aku gak mau pulang. Aku sudah sembuh" Seru Cakra
"Kamu nakal sekali sih, kamu mau malu-maluin mama dan papa? Papa udah izin kamu, mohon-mohon sama kyai Usman tapi kamu malah seperti ini" Wanita cantik dengan penampilan modern namun sopan itu langsung mencubit lengan cakra dengan gemas.
"Untung kau tadi tidak langsung minta pindah kuliah, kalau sampai papa mu jadi pamitin kamu pindah. Habis beneran riwayat mu" Bisik dodit
"Sudah ayo dodit, bantu tante angkat tas nya si cakra. Tadi mau pulang, merengek sakit, sekarang bilang sehat gak mau pulang!" Omel mama Cakra.
"siap tante" Dodit langsung berdiri, ia meraih tas berwarna merah itu. "Pulang lah, kini aku merasa bahwa takdir berpihak kepadamu"
"Sudah ku bilang, jangan kan tunangan. Yang menikah saja bisa cerai"
"Wong gendeng! maksud ku dengan berita ini setidak nya kamu bisa sehat, tidak merepotkan banyak orang! kalau misal kau sakit, terlalu memikirkan ning Khadijah, Lama-lama kau mati konyol"
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...