Genre: Full action dan petualangan, beberapa tambahan bumbu komedi yang tebal, serta minim sekali romance (10%)
Sinopsis:
Ada tipe orang, seluruh hidupnya adalah legenda. Ada tipe orang, kedahsyatan meluap dari alisnya. Ada tipe orang, namanya Yuuto.
Semua orang: "Yuu-sama, aku ingin bayimu!"
Kehidupan santai dan kedahsyatan yang mendominasi, tidak perlu penjelasan.
“Aturan? Kata-kataku adalah aturannya!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Xiu Xian ], isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Kota Maiden dan Seekor Kucing Kecil
#Like, komen, share, vote, wajib rate 5 juga, dan tekan tombol favorite agar tidak ketinggalan notifikasi update, nikmati!
***
Wajah Yuuto sangat suram. Ia membenci sistem sampai-sampai dia ingin mengeluarkan otaknya dan memiliki keinginan untuk berkelahi.
Tapi sayangnya, tidak ada yang bisa dia lakukan tentang itu.
Ini merupakan pertama kalinya dia merasakan kekecewaan yang begitu berat, dalam artian yang berbeda.
Sementara itu, Lord Dog dan Kirasaka Yue saling bertukar pandang dengan ekspresi rumit. Tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Haruskah mereka menghiburnya? Atau tidak?
"Lupakan tentang itu. Karena sudah seperti ini, kita sebaiknya fokus pada tujuan kita. Tapi sebelum itu, Yue-san, tolong ubah penampilanmu. Kamu yang sekarang terlalu mencolok dan itu akan menarik hal-hal yang tidak diinginkan." Kata Yuuto tanpa ekspresi.
"Eh? Baik..."
Yue sepertinya juga tidak keberatan. Dia menurut dan dengan satu gerakan tangan yang misterius, bentuk wajahnya segera berubah, bahkan rambut, pakaian, tinggi badan, ukuran payudara serta pinggul, dia saat ini telah menjadi orang yang benar-benar berbeda.
Walaupun penampilannya berubah, dengan wajahnya yang menyerupai dewi, kecantikan Yue masih belum bisa disembunyikan secara utuh.
Namun, hal ini tampaknya sudah cukup. Paling tidak, itu bisa mengurangi tatapan tidak perlu dari perhatian publik.
Setelah Yue selesai berubah wujud, Yuuto mengangguk dengan puas. Seperti yang diharapkan dari Kaisar Agung. Julukan yang diberikan bukan sekedar pajangan belaka.
Dan Yuuto juga menganggap ini tidak terlalu mengejutkan. Dengan kemampuannya, perubahan fisik semudah membalik telapak tangan.
Menatap Yue dan Lord Dog, Yuuto pun berkata tanpa ekspresi, "Ayo pergi!"
"Ya!
"Guk!"
Duo itu merespon serentak saat mereka mengikuti Yuuto dari belakang. Setelah menghabiskan 2 jam penuh dengan berjalan kaki, mereka pun akhirnya tiba di depan gerbang dengan tembok besar yang menjulang tinggi.
Setelah itu, mereka berhasil memasuki kota dengan membayar pajak tertentu sebagai pengunjung.
Meskipun mereka tidak punya uang, sistem selalu dapat diandalkan pada saat-saat seperti ini. Dengan poin tukar, apapun bisa di selesaikan.
Mata uang di dunia ini terdiri dari koin perunggu, perak, dan koin emas. Yang tertinggi adalah koin platinum. Koin jenis ini biasanya hanya dimiliki oleh orang yang berstatus Raja, Duke maupun Marquis dari bangsawan aristokrat tertentu.
Sepuluh koin perunggu bernilai 1 koin perak. Sedangkan seratus koin perak bernilai 1 koin emas. Adapun koin platinum, 1 koin platinum bernilai seribu koin emas.
Begitu mereka masuk, pemandangan di depan mereka membuat mereka bertiga sangat terkesan.
Itu adalah pemandangan yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan tinggi bergaya klasik pada abad pertengahan.
Elegan dan indah. Penuh nuansa fantasy dengan istana megah yang berdiri di pusat kota.
"Tidak buruk. Untuk sekelas manusia, bisa menciptakan peradaban yang begitu maju dengan kemampuan bertarung mereka yang lemah merupakan pencapaian yang luar biasa." Lord Dog menyeringai saat dia memuji.
Yuuto mengangguk setuju dan berkata, "Memang. Manusia adalah makhluk yang serakah. Mereka tidak akan pernah puas dengan ini dan itu. Seiring perubahan zaman, mereka juga akan semakin berkembang dan berkembang sampai-sampai mampu menentang surga. Mungkin saja beberapa ribu tahun kedepan, mereka akhirnya menjadi dewa yang memiliki kehidupan abadi."
"Kamu pasti bercanda." Yue cemberut dengan ekspresi tidak percaya.
"Tidak." Yuuto menukas dengan santai dan berkata, "Aku percaya hari itu akan datang. Karena aku juga manusia, kau tahu? Cepat atau lambat, mereka akan sampai ke titik itu. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu hari."
Yue terdiam dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Meskipun kata-kata itu terdengar sombong, kata-kata Yuuto dipenuhi dengan keyakinan dan keyakinan. Duo itu secara alami memahami dan merenungkan bahwa di masa depan, manusia cepat atau lambat akan mendatangi Realm Tiga Dewa, membawa umat manusia mencapai ke ketinggian baru.
Jika seribu tahun tidak cukup, maka sepuluh ribu tahun baik-baik saja. Seratus ribu tahun juga baik-baik saja. Atau bahkan, sejuta tahun juga tidak masalah. Waktu akan terus berjalan tanpa henti.
"Ayo, jangan hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Kita harus menikmati waktu dan bersenang-senang." Ajak Yuuto dengan senyum kaku.
Lord Dog dan Kirasaka Yue hanya menanggapi dengan anggukan. Setelah itu, mereka berjalan bersama-sama mengelilingi kota.
.....
Sepanjang hari, Yue dan Lord Dog telah menemukan banyak hal-hal baru yang menarik.
Mulai dari mengunjungi guild petualang Hares, mereka iseng-iseng mengetes kapasitas mana mereka, dan hasilnya adalah kekacauan yang membuat semua orang gempar.
Bagaimana tidak? Dengan energi sihir mereka yang begitu besar, mereka menghancurkan properti paling penting di guild tersebut. Yaitu alat pengujian yang mendeteksi level dan jumlah energi sihir.
Mereka awalnya mengira bahwa ada yang salah dengan alatnya. Namun berdasarkan performa alat itu selama bertahun-tahun, hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Hanya ada satu cara untuk memecahkan masalah tersebut. Yaitu dengan meminta guild master sendiri yang memeriksanya.
Tapi sayang, ketika guild master turun, suasana menjadi sangat canggung.
Yuuto dan kedua rekannya telah pergi tanpa pemberitahuan. Sebagai gantinya, mereka meninggalkan sekantung koin emas sebagai bentuk permintaan maaf.
Karena hal ini, guild master menjadi sangat marah tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk itu, dia hanya bisa mengutuk dan kembali ke ruangannya dengan kekecewaan.
Tidak berhenti sampai disitu, kelompok Yuuto juga mengunjungi Holy Catedral yang terletak di dekat taman pahlawan.
Ini merupakan tempat suci dimana para pahlawan membangkitkan Goddes Blessing mereka. Yang merupakan sumber kekuatan terbesar bagi para pahlawan di dunia ini.
Selama ribuan tahun, Holy Catedral telah memberikan berkah dewa sebanyak 127 kali kepada pahlawan di setiap era. Salah satunya adalah pahlawan Ryou yang berasal dari jepang, sama seperti Yuuto.
Sampai mereka mengalahkan Raja Iblis dan menyelesaikan tugasnya, mereka bisa kembali ke tempat masing-masing.
Tentu saja, ini tidak relevan. Ada banyak Raja Iblis di dunia ini. Mengalahkan salah satu tidak akan mengubah apapun. Intinya, bunuh Raja Iblis\=misi selesai.
Dan kali ini, kelompok Yuuto tidak menemukan sesuatu yang menarik karena tempat itu terlalu membosankan. Jadi mereka pindah ke tempat lain.
Gereja Suci Crimson.
Gudangnya para Priest yang sangat hebat dengan kemampuan healing yang tak tertandingi. Yuuto dan kawan-kawannya memutuskan untuk mengunjungi tempat tersebut.
Meskipun mereka kasar dan tidak sopan, kelompok Yuuto disambut dengan sangat baik. Pemandu mereka mengenalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketuhanan, prestise gereja suci mereka, atau prestasi hebat yang dicapai para Priest dengan sangat detail tanpa melewatkan apapun.
Yuuto mungkin menikmatinya karena dia bisa belajar banyak hal. Tapi tidak dengan Yue dan juga Lord Dog.
Mereka bosan sampai mati dan tak henti-hentinya merengek ingin cepat-cepat pergi. Namun, Yuuto tidak mempedulikan mereka dan asyik dengan penjelasan si pemandu tur.
Setelah satu jam, tur keliling telah berakhir. Yuuto pun meninggalkan gereja dengan ekspresi puas. Sementara duo idiot di belakangnya, mereka memiliki wajah gembira yang menunjukkan kalau mereka tidak senang dengan gereja itu. Dengan pergi meninggalkan gereja, mereka berdua sangat senang, seolah-olah beban berat telah di angkat dari punggung mereka.
Setelah itu, Yuuto awalnya berencana mengunjungi Istana Stardust, rumah putri Luna yang dia temui beberapa waktu lalu. Ada juga akademi Senku. Dia ingin pergi kesana juga.
Sayangnya, ia harus mengurungkan niatnya karena istana dijaga dengan ketat. Sedangkan akademi tidak terbuka untuk umum. Dengan demikian, Yuuto memutuskan untuk kembali ke Devil Burial Junggle.
Tapi sebelum itu, dia ingin pergi ke pasar terlebih dahulu. Tujuannya di kota Maiden untuk bersenang-senang sudah terpenuhi jadi dia ingin membeli beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang. Yuuto memerintahkan Lord Dog dan Kirasaka Yue untuk menunggunya.
Saat Yuuto selesai membeli buah-buahan, semangka, apel dan beberapa pir, Yuuto pun bergegas untuk kembali.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat Yuuto sedikit terkejut.
"Tuan, tolong beri aku makan. Aku belum memakan apapun selama lebih dari tiga hari. Tolong, sedikit saja juga tidak apa-apa." Katanya dengan ekspresi muram.
Dia memiliki telinga runcing, tubuh mungil dengan wajah menggemaskan, serta rambut berwarna kecoklatan yang tampak berantakan kontras dengan penampilannya yang compang-camping yang dipenuhi debu.
Gadis ini memancarkan bau yang aneh. Seperti seseorang yang tidak pernah membasuh tubuhnya selama bertahun-tahun, benar-benar bau busuk yang menjijikkan.
Ketika gadis ini menatap Yuuto dengan mata besarnya, ia memohon dengan tulus.
"Seorang gadis nekomimi?" Melihat gadis itu, Yuuto mengerutkan kening.
Tapi tiba-tiba, suara monoton yang terdengar dari si baj*ngan "sistem" membuat Yuuto seketika tertegun.
klo Jepang , mamarika, udh ke novel sampah