NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Tamat
Popularitas:649k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Kisah ini merupakan sekuel dari
'Perjalanan Cinta Davino dan Aluna'

Alvino Putra Alexander, harus merasakan dilema saat dirinya berhasil menemukan gadis kecil yang selama sepuluh tahun dicarinya dan di saat itu pula dia mengetahui kalau Febian-adik lelakinya juga mencintai gadis itu.

Manakah yang harus dia pilih?
Memperjuangkan perasaan, tapi dia akan menyakiti hati orang terdekatnya atau merelakan perasaannya demi orang berharga dalam hidupnya, meskipun dia harus terluka.

Cerita ini juga dibumbui dengan kisah Nathan Nadira yang mampu mengobrak-abrikan hatimu. Sebuah perjuangan, persahabatan, kesetiaan terangkum lengkap dalam kisah ini.

Jangan lupa selalu beri dukungan kalian untuk Othor Talas nan Kalem ini 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

"Kakak disini, Ran." Ana menyingkirkan tubuh Alvino dan memeluk tubuh Rania yang masih ketakutan.

"Kak, Rania takut Kak," kata Rania lirih, suaranya terdengar begitu bergetar karena takut yang menyelimuti hatinya. Kenan yang berdiri di belakang mereka, melepas jaket yang di kenakannya dan hendak memakaikan jaket itu pada tubuh Rania. Ana melepaskan pelukan di tubuh Rania saat dia melihat Kenan yang sedang memakaikan jaket itu.

"Ayo kita pulang, Tuan Sandi pasti sudah khawatir dengan kalian. Karena tadi aku melihat pengawal bayangan kalian sudah menghubungi Tuan Sandi," jelas Kenan, dia menuntun tubuh Rania berdiri, Ana maupun Alvino ikut berdiri. Kenan merangkul tubuh Rania, sedangkan Ana hanya menatap mereka dengan perasaan getir.

"Kak Ana," panggil Rania menoleh karena dia melihat Ana hanya diam di tempatnya berdiri.

"Iya," sahut Ana pelan, dia berjalan cepat mensejajarkan langkah tubuhnya di samping kiri Rania. Mereka bertiga menuju mobil Kenan, setelah memastikan semua masuk, Kenan segera melajukan mobil itu kembali ke rumah Tuan Sandi.

"Al, kenapa kamu diam?" Suara Nathan mengagetkan Alvino yang sedari tadi diam menatap kepergian mereka.

"Nat, apa ayah kamu bisa menyelidiki tentang Rania?" tanya Alvino tanpa mengalihkan pandangannya.

"Kenapa?" tanya balik Nathan seraya menautkan kedua alisnya.

"Kamu lihat lengan Rania penuh luka jahitan?" Nathan mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Alvino.

"Aku tidak membayangkan bagaimana sakitnya Rania saat mendapat luka itu," lirih Nathan, bulu di tubuhnya berdiri saat membayangkan bekas luka di lengan Rania yang sempat dia lihat.

"Nat," panggil Alvino lirih. "Aku melihat tatapan gadis kecil itu di mata Rania," kata Alvino, dia menghembuskan napas berat, sedangkan Nathan membuka kedua matanya lebar.

"Apa kamu yakin, Al?" tanya Nathan tak percaya, dia benar-benar terkejut mendengar ucapan Alvino.

"Ya, aku tidak mungkin lupa tatapan mata yang selama sepuluh tahun ini selalu aku cari, Nat. Rania selalu menunduk saat bertemu denganku, bahkan dia selalu memakai kacamata, tetapi tadi aku menatap kedua mata Rania langsung dan aku benar-benar melihat tatapan mata gadis kecil itu di mata Rania," jelas Alvino. Ronal dan Davin yang baru datang terkejut mendengar ucapan Alvino.

"Daddy tidak salah dengar, Al?" tanya Davin memastikan. Alvino menatap ke arah Davin yang juga sedang menatapnya meminta penjelasan.

"Yes, Dad. Al tidak mungkin salah mengenali," sahut Alvino mantap.

"Biar Daddy suruh Uncle Jo menyelidiki Rania," kata Davin, hatinya merasa sedikit lega. Davin berharap semoga Rania benar-benar gadis yang mereka cari.

"Uncle Jo memang paling bisa di andalkan," puji Alvino, Davin menatap tajam ke arah putra sulungnya.

"Kenapa bukan Daddy yang di puji?!" protes Davin tak terima.

"Daddy memang pintar," puji Alvino membuat bibir Davin tersenyum. "Tapi Uncle Jo paling bisa di andalkan," sambung Alvino sambil berjalan meninggalkan Davin yang sudah memasang wajah marah, sedangkan Ronal dan Nathan hanya berusaha menahan tawa mereka.

"ALVINO! Rasanya Daddy ingin ...."

"Al akan bilang Mommy Aluna kalau Daddy mau mengirim Al ke kutub dan Daddy akan tidur di luar kamar selama satu minggu," sela Alvino sambil berbalik dan menatap mengejek pada Davin.

"Ya Tuhan, kenapa Engkau kirimkan anak seperti itu padaku," keluh Davin seraya mengusap wajahnya kasar. Ronal dan Nathan benar-benar tidak bisa menahan tawa mereka lagi. Tawa mereka berdua meledak, membuat Davin semakin kesal, sedangkan Alvino berjalan santai menuju ke motornya.

Alvino melajukan motornya menuju rumah Max, orang yang selama ini ikut membantunya mencari keberadaan gadis kecil itu. Motor Alvino berhenti di depan rumah bercat putih, motor Alvino terparkir dia berjalan mendekati pintu lalu mengetuk pintu itu.

ceklek

Pintu itu terbuka, wajah Max terlihat terkejut saat melihat Alvino.

"Tuan Muda," sapa Max sopan.

"Maaf aku menganggumu malam-malam Max," kata Alvino.

"Tidak apa-apa, Tuan Muda. Sebuah kehormatan bagi saya, Tuan Muda bersedia berkunjung ke gubuk saya," ucap Max sembari menundukkan kepalanya.

"Kamu berlebihan Max. Aku mau bertanya tentang informasi yang kamu dapatkan Max," kata Alvino.

"Mari masuk dulu, Tuan." Max mempersilahkan Alvino masuk ke dalam rumahnya. Alvino menurut, dia masuk lalu duduk di sofa ruang tamu itu, sedangkan Max masuk ke dapur untuk membuatkan minum untuk Alvino. Lima menit kemudian, Max keluar dengan membawa dua cangkir kopi hitam di tangannya.

"Aku jadi merepotkanmu, Max," kata Alvino, dia meraih satu cangkir kopi dari tangan Max.

"Tidak Tuan, saya justru senang karena saya jadi memiliki teman ngopi dan mengobrol Tuan," sahut Max sopan, mereka berdua menyeruput perlahan secangkir kopi yang masih mengepulkan asap panas itu.

"Bagaimana informasinya, Max?" tanya Alvino tak sabar.

"Saya berusaha menembus informasi tentang Nona Rania tetapi tidak bisa. Kata Anda, Tuan Kenan pernah bersama mereka di luar negeri, waktu saya bertanya kepada Tuan Kenan, dia mengatakan kalau dia bertemu dengan mereka saat Nona Rania baru saja sembuh. Nona Rania memiliki bekas luka jahit di tangan dan kaki, setahu Tuan Kenan luka jahit itu ada karena Nona Rania pernah menjadi korban penculikan," jelas Max, Alvino terkejut mendengar penuturan Max.

"Apa Rania pernah menjadi korban penculikan?" tanya Alvino tak percaya.

"Tidak! ternyata itu hanya alasan Tuan Sandi saja. Karena saya mencari informasi ke Rumah Sakit tempat Nona Rania di rawat, bahkan saya langsung menemui dokter yang menangani Nona Rania selama dirawat di sana,"

"Apa yang dokter itu katakan?" tanya Alvino penasaran.

"Jawabannya sama dengan jawaban yang di berikan dengan Tuan Kenan, tetapi saya mengancam akan membunuh istri dokter itu jika tidak mengatakan yang sebenarnya, akhirnya dokter itu mengatakan kalau Nona Rania sewaktu datang ke rumah sakit, baru saja menjadi korban tabrak lari dan mengalami luka robek parah di tangan dan kakinya. Bahkan, Nona Rania hampir saja kehilangan nyawanya," terang Max. Alvino langsung menyandarkan tubuhnya di sofa. Dia benar-benar terkejut mendengar kenyataan yang Max katakan.

"Jadi Rania benar-benar gadis kecil yang menolongku," gumam Alvino, dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Kenapa Tuan Sandi menutupi semuanya?" tanya Alvino heran.

"Kalau untuk pertanyaan itu, Anda bisa bertanya langsung kepada Tuan Sandi. Satu hal lagi, Tuan." Alvino menatap ke arah Max.

"Kurang dari dua bulan lagi, Tuan Kenan akan melamar putri Tuan Sandi. Akan tetapi, tidak ada yang tahu siapa yang akan di lamar Tuan Kenan di antara kedua gadis kembar itu. Menurut saya, Tuan Kenan akan melamar Nona Rania karena selama ini Tuan Kenan sangat dekat dengan Nona Rania daripada dengan Nona Riana." Alvino terdiam, memang benar Kenan akan melamar putri Tuan Sandi, tetapi Alvino dan Nathan tidak pernah tahu, siapa yang akan di lamar oleh Kenan.

"Aku tahu Max, jika Kenan mau melamar Rania. Aku turut bahagia, karena Rania bisa mendapatkan lelaki yang baik. Aku hanya akan berterima kasih pada Rania karena dia sudah menolongku dulu, bahkan dia sampai rela mempertaruhkan nyawa. Terima kasih banyak Max, akhirnya pencarianku selesai," kata Alvino lega, tetapi Max bisa melihat kekecewaan di wajah Alvino.

"Sama-sama Tuan. Kalau saja kita tidak tahu Tuan Kenan dekat dengan Nona Rania selama di luar negeri, entah sampai kapan kita bisa menemukan keberadaan gadis itu, Tuan,"

"Kamu benar Max." Alvino memejamkan matanya. Bayangan Rania yang selalu menunduk di depannya kembali menggoda pikirannya. Apa selama ini kamu tahu aku adalah orang yang dulu kamu tolong? Sampai kamu tidak pernah menatapku. Alvino bertanya dalam hatinya karena dia selama ini heran kepada Rania yang seperti menghindar darinya.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
guntur 1609
andre apa org yg memperkosa mila ya
guntur 1609
ohh. reyhan kan kalau gak salah anak angkat mila sewaktu fia masih gadis. baru aku ingat
guntur 1609
dasar edan alvino
guntur 1609
mati kamus dia menghadapi anaknya...duku pada waktu mudanya. davin kalah telak sm aluna
sekarang sdh tua sm anaknya
guntur 1609
sifat mila malah turun ke nathan. gresek tongkat dewa
guntur 1609
kenan sebetulnya suka sm ana..tapi dia malah dekati rania...hadeehhh...malah sebaliknya..alvino suka sm rania...tapi dia malah dekat sm ana...padahal yg disuka rania alvino
guntur 1609
kwkkwkwk. dasar bos dan asistenya..sm2 somplak
guntur 1609
rasain loe davin barubsadar.. si dewa bucin
guntur 1609
kalau gak salah ingat keynan suka sama rania. kan. dia dekati ana hanya mau cari pethatian sm rania
guntur 1609
mngkn kawan caca yg pindah tu yg ketabrak sm alvino...ia aku baru ingat...anak yg di tabrak tu bapaknya berpenharuh juga
guntur 1609
davin gak tahu itubhanya acting alvino. secara sifatbalvino menurun dari luna
guntur 1609
kkwkwkwkk marah jadibgak bisa..gara2 tingkah konyol davin dan aluna
guntur 1609
oh berati anaknya adrian sdh 2. sepupujya alvino donh
guntur 1609
chaca anak jo yg kedua kan.sepertnya akubsudah pernah baca. cerita alvino menduplikat kunci motornya
guntur 1609
kayaknya aku sudah baca kisah ni dipart aluna dan davin tapi aku agak lupa ya
guntur 1609
di part ni sdh muncul kekonyolan mereka aku suka. sama keluarga davino dan jonathan
guntur 1609
lupa aku siapa ya queennn ni
guntur 1609
aku singgah ya thor. sdh lama akunbaca kisah davino sm aluna. jadi banyak yg lupa. terutama anaknya davino...mudah2an ceritanya bagus. aku kangen sm dinginya sifat jo dan kekonyolan istrnya jo..lucu habis..
Darin Mumtazah
dan akhirnya jebol juga airmata yg dr td aku tahan thorr,ya allah sedih bgt 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!