NovelToon NovelToon
Bodyguard Ku Suamiku

Bodyguard Ku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: wheena the pooh

"Ini uang, aku menginginkan suamimu!" ucap Nadine serius.

"Apa???" Dinda tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Patah hati dari penghianatan sang kekasih yang berselingkuh dengan adiknya sendiri membawa kisah tersendiri seorang Nadine yang semula angkuh dan sombong namun berubah lebih baik hanya karena terpesona pada bodyguardnya sendiri.

Kisah gadis kaya raya yang terlalu mudah jatuh cinta kembali pada seorang pengawal pribadinya, membawa ia pada kenyataan lain yang tidak ia ketahui selama ini.

Farhan Pradhipta merupakan sosok yang mampu membuat Nadine kembali merasa hidup disaat yang tepat, namun siapa yang menyangka bahwa lelaki ini tidaklah seperti yang Nadine kira.


Penasaran?




Lanjut ke Bab ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wheena the pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

"Kau boleh pulang sekarang Farhan, jangan dengarkan nona muda.... jika mengalami stress nona akan asal bicara pada siapa saja"

Rose mendorong Farhan agar keluar dari kamar Nadine.

"Aku pastikan kejadian tadi tidak terulang lagi, maafkan aku nona Rose, aku tidak mengantarnya langsung ke sini masih beruntung ponsel nona Nadine tertinggal di mobil maka aku menyusul"

"Iya, Nadine telah mengatakan semuanya. Ini bukan salahmu, kita sama sekali tidak menduga ada orang seperti itu, kau sudah bekerja dengan baik Farhan, pulanglah aku akan menemaninya di sini"

Rose bicara pada Farhan ketika mereka di luar kamar. Pria itu mengangguk dan mereka mengakhiri percakapan dengan Farhan pamit untuk segera pulang.

Ketika Rose kembali ke kamar ia hanya bisa geleng kepala saat melihat Nadine telah tertidur di sana.

Rose mendekat lalu menarik selimut untuk menutupi Nadine hingga dada.

Keesokan harinya.

Nadine menggeliat, ia dengan cepat terbangun ketika mengingat sesuatu.

"Farhan"

Ia berteriak yang membuat Rose terkejut saat sedang menghadap cermin.

"Tidak ada Farhan, ini sudah pagi bodoh," tukas Rose seraya ekor matanya melirik gadis yang baru mendudukkan diri dan bersandar di kepala ranjang.

"Rose, aku mengingat Farhan dalam tidurku"

Nadine bicara tanpa menoleh, ia bahkan langsung tersenyum simpul ketika membayangkan wajah pengawal tampannya itu.

Rose hanya geleng kepala, tidak dipungkiri siapapun akan terpesona oleh Farhan, bahkan Rose pun mengagumi sosok lelaki yang tidak banyak bicara itu.

"Sayang sekali nona, kau terlambat.... aku mendengar pria itu menghubungi seorang wanita tadi malam lagi pula suatu hal yang mustahil pria setampan itu tidak memiliki kekasih"

Nadine hanya memutar bola mata malas mendengar keterangan Rose.

"Dia menggemaskan, tampan, tidak banyak bicara, pandai memukul seseorang , aku pikir dia sangat keren, dia bahkan sabar menghadapiku," sela Nadine yang tersenyum.

"Oh apa ini? apa kau sudah mulai move on dari Daniel?"

"Aku bukan orang yang suka mengungkit masa lalu Rose, lagi pula aku baik-baik saja sekarang hanya aku merasa muak saja jika melihat mereka bersama"

Rose menatap Nadine heran.

"Apa kau berpikir untuk mengacaukan pernikahan mereka?," goda Rose seraya tertawa.

"Kau pikir aku tertarik untuk itu? walau sebenarnya aku begitu malas punya mantan yang akan jadi adik iparku nantinya"

Percakapan diantara mereka diakhiri dengan saling lempar bantal, lalu Nadine berlari ke kamar mandi meninggalkan Rose yang terpaksa membereskan kamar itu.

Nadine tampak bersalaman dengan seorang pria yang cukup berumur disusul oleh Rose setelahnya, pertemuan bisnis itu berlangsung cukup lama karena banyak hal yang mereka bahas untuk kepentingan yang menguntungkan kedua perusahaan yang telah bekerja sama sejak kepemimpinan ayah Nadine.

"Aku turut berduka cita, maaf tidak bisa hadir di pemakaman ayahmu.... kami cukup lama berteman, aku mendoakan yang terbaik atas apa yang ditinggalkannya"

"Terimakasih tuan, aku juga berharap kerja sama perusahaan kita terus terjalin meski ayahku telah tiada"

Nadine bicara sambil tersenyum dan mengangguk, Rose melirik bosnya itu ia cukup kagum bahwa Nadine banyak berubah akhir-akhir ini yang semula cuek dan hanya mengandalkan dirinya saja dalam hal bekerja, namun hari ini berbeda.

Setelah mengakhiri pertemuan, Nadine dan Rose berjalan keluar dari sebuah restoran mahal tempat mereka meeting dan makan siang.

"Dimana Farhan? seharusnya dia tidak boleh jauh dariku"

Nadine bertanya seraya matanya melihat kesana kemari mencari seperti sedang mencari seseorang.

"Hei apa kau rindu padanya? kita baru saja selesai meeting sayang tidak ada yang akan menyakiti mu ini tempat umum lagipula ramai, Farhan sedang ke toilet"

Jawab Rose geleng kepala, Nadine hanya melirik Rose dengan kesal.

"Kau belajar banyak Nadine, aku kagum padamu di rapat tadi"

Gadis itu menoleh pada Rose yang tersenyum haru padanya.

"Kau tahu Rose, kita akan menyadari sesuatu yang berharga setelah kehilangannya. Aku telah kehilangan banyak hal, aku sadar bahwa aku tidak boleh kehilangan apa yang telah diwariskan ayahku, aku tidak mau rekan bisnis ayahku juga pergi karena kebodohan ku Rose"

"Dan yang lebih penting aku banyak belajar darimu, otakku tidak akan berjalan tanpamu sayang, lagipula hanya kau yang setia padaku"

Jawab Nadine memeluk Rose membuat gadis gemuk itu menjadi terharu mendengarnya.

"Oh sayang aku tersanjung," jawab Rose membalas pelukan.

"Hallo nona-nona"

"Farhan," jawab Nadine dan Rose berbarengan.

"Maafkan aku nona, aku baru saja dari toilet"

"Baiklah, ayo kita harus kembali ke kantor," ajak Nadine tersenyum pada Farhan seraya berjalan mendekati pria itu.

Farhan mengangguk, baru saja mereka akan melangkah kembali terhenti saat sebuah sapaan menghampiri Nadine.

"Nona Nadine, kau masih di sini?"

"Oh tuan Smith.... aku baru saja akan keluar," jawab Nadine tersenyum.

Pria paruh baya itu melirik Farhan dengan tatapan penuh arti.

"Siapa pria ini? bukankah tadi tidak ikut dalam rapat kita?"

"Maaf tuan, tentu saja tidak... karena dia bodyguard nona Nadine jadi hanya menunggu di luar saja," tukas Rose.

Nadine mengangguk saja.

"Oh benarkah? hanya seorang bodyguard?"

"Iya tuan, apa tuan mengenalnya?"

Nadine menjadi heran saat melirik wajah Farhan yang tampak tidak baik saat mereka bertemu tuan Smith.

"Apa kami terlihat saling mengenal?," bukannya menjawab tuan Smith malah kembali bertanya dengan raut wajah sulit dimengerti.

"Maaf tuan, kita harus buru-buru," sela seorang pria muda yang mendampingi tuan Smith seraya melihat jam di pergelangan tangannya.

"Oh baiklah nona Nadine, kami harus pergi sekarang"

Nadine dan Rose hanya bisa mengangguk dengan hormat, namun tidak bagi Farhan.

Pria itu hanya diam saja sejak tadi bahkan ia terlihat datar dan menatap ke lain arah ketika tuan Smith melewatinya dengan senyum sungging seraya berkata pelan.

"Hanya seorang bodyguard"

1
Taqwim Mujiono
Luar biasa
Miela Zaa
gk suka sma yg komen aneh2 ... klo gak suka crita x gk ush dbca ... spnjng crita ttp dbaca tp komen jelek2 trus jd bosen sm comen x
Odhe Canang
Lumayan
Odhe Canang
Kecewa
Safa Almira
suka
Jihan Hwang
thor aku marathon baca ini... suka bgt sm ceritanya

mampir juga ya di karyaku jika berkenan
Heryta Herman
walaupun cerita menggantung tapi aku suka thor..terima kasih...
semangat terus thor...
Heryta Herman
alur cerita nya sprti drama turki...
Heryta Herman
farhan bukan kakakmu nadine...aditya lah kakakmu se ibu...
Heryta Herman
ceritanya berbelit" ni...farhan terlalu bnyk rahasia dgn istri..jngn sampai nti istrimu tau dan sdh terlambat farhan...jaga hati istrimu...kau memilihnya dgn segala kelebihan dan kekurangannya
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT JUGA..
Sulaiman Efendy
BETUL KATA FARHAN, SI NADINE MMG WANITA BODOH, HRSNYA DIA CARI KBNARAN, BKN BRSPEKULASI SENDIRI, MINIMAL DIA BRTEMU ZAHARA DN BICARA..
Sulaiman Efendy
FARHAN BALAS SPRTI WINDY YG KASI OBAT TIDUR..
Sulaiman Efendy
PASTI ANAK FARHAN TUH
Sulaiman Efendy
JADI MAKIN RUMIT, HRSNYA NADINE CERITA K FARHAN, BKN DGN CARA MNYAKITKN SPRTI INI
Sulaiman Efendy
BRRTI ADITYA KK NADINE SATU IBU..
Sulaiman Efendy
YG SALAH SI RINALDI, ORG KAYA TPI TDK BRTANGGUNG JAWAB..
Sulaiman Efendy
BENARKN, SI TUA SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
YAKIN SI SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
PASTI OTW HAMIL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!