Bijaklah dalam memilih bacaan.
Berisi konten tentang pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon snjan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan
Pagi-pagi setelah sholat subuh, layla turun untuk kedapur, membantu membuat sarapan. meskipun layla masih mengantuk, karena ulah abbas semalam. layla tidak mempermasalahkan abbas, yang belum mengatakan cinta dan layla sudah melayani nya. karena bagi layla, layla sudah menyerahkan diri nya kepada abbas, saat ijab kabul, yang abbas ucapkan, dan saksi mengatakan sah, bagi layla bukan cinta yang menjadi hak abbas menyentuh bahkan menyetubuhinya, tapi ikatan pernikahan yang halal, karena itu sudah hak abbas sebagai suami, dan kewajiban layla sebagai istri untuk melayani nya. cinta adalah bumbu yang menjadi penyedap rumah tangga, dan semoga saja cinta abbas dan layla akan datang karena terbiasa.
Saat sampai layla mengerutkan kening, bingung dengan masih banyak nya piring kotor yang sedang di cuci art, bukannya semalam ibu dan tante nya akan mencuci piring saat ia di suruh ke kamar untuk istirahat, tapi layla tak mempermasalahkan nya. Layla menghampir bi asih, art rumahnya.
"pagi bi "sapa layla pada art rumahnya yang seumuran dengan mamanya itu.
" pagi neng "ucap bi asih, bi asih adalah salah satu warga yang kurang mampu, suaminya mengalami stroke, hingga mengalami kelumpuhan pada sebagian badan nya, membuat suaminya bi asih hanya dapat berbaring di tempat tidur, bi asih juga mengurus cucu yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. bi asih bergantian menjaga suaminya dengan cucunya, kadang juga ia tinggalkan sendiri di rumah jika keperluan nya sudah bi asih siapkan di dekat ranjang nya jika dia bekerja dan cucunya harus sekolah. bi asih tulang punggung keluarga, karena anaknya meninggal. Anaknya meninggal karena kecelakaan saat ia bekerja menjadi kuli bangunan, dan menantunya pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW sejak suaminya meninggal, tapi tak kunjung pulang dan tak ada kabar sampai sekarang.
Mama dan ayah layla mengajaknya untuk bekerja di rumah nya, agar bi asih dapat melihat suaminya, saat ia tinggalkan karena rumahnya tak terlalu jauh dari rumah orang tua layla.
Layla membantu bi asih mencuci piring, saat mencuci piring layla mendengar langkah seseorang menuju dapur.
"selamat pagi"sapa ibunya layla.
"pagi "jawab layla.
" gimana semalam lancar "ucap ibunya.
" Lancar apanya? "tanya layla bingung dengan pertanyaan ibunya.
"lancar"jawab tante silpi yang baru datang.
" emang ada apa semalam "tanya layla yang lemotnya kumat.
" ada yang bercocok tanam"
"emang ada bercocok tanam malam-malam? "Layla masih bingung dengan kata-kata tante nya.
"ya ada lah"
"emang siapa yang bercocok tanam malam-malam?, "
" siapa lagi kalo bukan pengantin baru la la la la la la"ucap tante silpi sambil bernyanyi di akhir kalimat.
Pipi layla memanas mendengar godaan tantenya, layla baru sadar kalo dari tadi mama dan tante nya membahas masalah ranjang.
"cie yang udah sekian lama baru ngerasain lagi, pipinya ampe merah gitu. Gimana enak gak? "
" tante"teriak layla, hendak mengejar tantenya yang lari, tapi urung karena teguran mama nya.
"udah ah malu sama mantu mama"
Layla melihat ibunya menunjuk ke arah pintu dapur, layla melihat arah yang di tunjuk ibunya. Layla melihat abbas melihat nya, tengah tersenyum padanya, layla membalas senyum abbas. layla berjalan ke arah abbas dan bertanya kepada abbas, meskipun layla agak malu kalau-kalau abbas tadi melihat kelakuan nya.
"mas mau di buatan kopi atau teh "
" teh aja"layla mengangguk dan membuat kan teh untuk abbas.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kalo berkenan mampir juga di karya ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu
jangan lupa mampir