Menikah merupakan suatu hal yang berbahagia bagi siapapun, tapi tidak berlaku bagi Azura Kalingga. Karena pernah batal menikah membuat Azura berpikir jika pernikahan itu suatu malapetaka.
Sekali gagal, membuat Azura berprinsip tidak akan menikah seumur hidupnya. Sampai akhirnya dia terjebak bersama pria di masa kecilnya.
"Menikahlah denganku!! maka hanya kebahagiaan yang akan kau rasakan."
"Maaf aku tidak berminat!!" ucap Azura cuek.
Apakah Tristan Marvino mampu mengubah pandangan Azura tentang pernikahan?
Yuk ikuti kisah selengkapnya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arthi Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Diandra
Sang mentari menjulang tinggi di atas langit biru. Sekumpulan burung terbang jauh menembus cakrawala saat siang mulai menyapa. Panas terik membuat sebagian orang memilih untuk berdiam diri didalam rumah. Tapi tidak bagi seorang gadis muda yang lebih memilih mendatangi sebuah perusahaan besar untuk menemui tunangannya.
Diandra Andromeda gadis cantik berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai dokter muda itu adalah tunangan dari Alvero Syailendra Widjaya. Diandra lebih memilih menjadi dokter anak daripada mengikuti jejak kedua orang tuanya yang seorang pengusaha di bidang perhotelan.
Setelah dua minggu menghadiri pelatihan di luar kota, kini Diandra datang menemui Alvero untuk di ajaknya makan siang. Menenteng sebuah paper bag berisi makan siangnya Diandra langsung menuju ruangan kerja Alvero. Dewi sekretaris Alvero langsung tersenyum begitu melihat calon istri bosnya datang.
"Selamat siang bu!" sapa Dewi ramah.
"Iya siang Wi..bapak ada di dalam?"
"Ada bu..pak Alvero ada di dalam ruangannya."
"Ya udah saya masuk ya Wi?"
"Silahkan bu!"
Diandra memang sengaja tidak memberitahukan kedatangannya pada Alvero karena ingin membuat kejutan.
Ceklek!
Ketika pintu di buka tampak Alvero tengah serius menatap layar komputernya.
"Kalau masuk ketuk pintu dulu Wi!!" seru Alvero yang mengira jika Dewi sekretarisnya yang masuk.
"Surpriseeee...!!" Diandra berseru heboh membuat Alvero mendongakan kepalanya.
"Loh honey kamu udah kembali? Mamah bilang masih dua hari lagi kamu di Bandung?" Alvero kaget begitu tahu Diandra sudah datang. Lalu Alvero menghampiri Diandra dan memeluknya dengan erat karena lama tidak bertemu.
"Aku sengaja mau bikin kejutan yank, sebenarnya dari kemaren seminar ku udah selesai."
"Dasar kau ini iseng banget ya." Alvero mencubit pipi Diandra dan mengajaknya duduk di sofa yang berada di ruangannya.
"Aku bawa makan siang yank kita makan siang bareng yuk!"
"Baiklah ini sudah waktunya buat makan siang."
Diandra lalu membuka paper bag yang tadi di bawanya, dia mengeluarkan beberapa jenis makanan dan menatanya di atas meja. Setelah itu mereka mulai menyantap makan siangnya.
🍂🍂🍂
Azura yang berada di ruangan berbeda masih di sibukan dengan beberapa pekerjaan ketika Sisil mengajaknya untuk makan siang.
"Kamu duluan aja Sil nanti aku nyusul, ini tanggung sedikit lagi."
"Ya sudah Ra aku tunggu di Kantin ya! Jangan kelamaan!"
Azura tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
Saat Sisil sudah berlalu dari hadapannya tiba-tiba Nita seniornya menghampiri Azura. Dia membawa setumpuk file dan menaruhnya di meja Azura.
"Bawa keruangan pak Alvero untuk di tandatangani!!" ucap Nita dengan muka masam.
"Saya mbak?"
"Iya elo siapa lagi!"
"Tapi kenapa harus saya?"
"Bu Anggi yang nyuruh! Udah buruan lo pastiin pak Al menandatanginya!"
"Tapi saya mau istirahat mbak." Azura mencoba menghindar karena dia malas jika harus bertemu Alvero.
"Heh anak baru! Kalau di suruh tuh nurut jangan banyak alasan, istirahat bisa nanti belakangan." cecar Nita dia pun segera meninggalkan Azura sendirian.
Azura hanya bisa menghela nafas dan menuruti perintah seniornya.
"Kenapa bu Anggi nyuruh aku keruangannya Alvero?" gumam Azura, dia lalu beranjak dari duduknya dan mengambil file tersebut.
Setelah bertanya kesana kemari akhirnya Azura sampai di depan ruangan Alvero.
"Oh jadi disini ruangan dia bekerja?" ucap Azura pelan.
Azura pun langsung mengetuk pintu dan terdengar seruan dari dalam untuk masuk.
Hal pertama yang Azura lihat adalah desain interior ruangan Alvero begitu elegant. Ruangannya luas dan bau wangi dari pengharum ruangan langsung menusuk indra penciumannya. Ini memang kali pertama Azura mendatangi ruangan saudara kembarnya. Untuk sesaat Azura hanya mematung mengabaikan tatapan dua pasang mata.
"Masuk woy! Ngapain bengong di pintu!" suara keras Alvero langsung membuyarkan Azura.
"Dia Azura yank?" mendengar suara seseorang yang di kenalnya Azura langsung mengalihkan pandangan kearah sumber suara.
"Menurutmu?" Alvero menyuruh Diandra untuk menebaknya sendiri.
Azura yang menyadari keberadaan Diandra langsung menunduk berharap Diandra tidak mengenalinya.
"Mana file yang gue minta!"
"Ini pak."
"Bawa kesini!"
Azura pun terpaksa melangkah mendekati Alvero dan Diandra dan menyerahkan file itu pada Alvero.
"Pasti Alvero sengaja nyuruh gue datang kesini karena ada Diandra." umpat Azura dalam hati.
"Kamu Azura kan?" selidik Diandra. Matanya masih menatap intens pada gadis yang kini berkacamata tebal itu.
Azura menggeleng pelan. Namun Alvero malah tertawa keras membuat Azura menggeram kesal.
"Heh udah lo ngaku aja!"
"Beneran Azura kan? Aku bisa ngenalin kamu loh meskipun kamu nyamar kayak gitu."
Azura pun langsung melepas kacamatanya dan menghampiri Diandra.
"Iya ini aku Azura."
Kedua gadis yang berbeda dua tahun itu pun langsung berpelukan. Azura dan Diandra memang cukup dekat sedari mereka kecil karena persahabatan kedua orangtua mereka, apalagi semenjak Diandra di jodohkan dengan Alvero.
"Kamu apa kabar Di?"
"Aku baik Ra. Kamu kenapa berpenampilan seperti ini?" tanya Diandra heran.
"Ya supaya orang-orang gak tahu siapa aku. Aku mau kerja di sini dengan tenang tanpa orang-orang tahu siapa aku yang sebenarnya."
"Good!Aku salut sama kamu Ra."
"Makasih Di. Kamu kapan balik dari Bandung?"
"Tadi pagi Ra. Kamu udah makan siang belum?"
Azura menggeleng "belum sempat Di."
"Ya udah makan siang disini bareng kita, kebetulan aku bawa lebih."
"Gak usah, nanti orang-orang curiga kalau aku kelamaan disini."
"Udahlah lo makan siang dulu, gue udah selesai kok sekalian gue mau tandatangani dulu file ini."
Azura pun mengiyakan ajakan Diandra dan makan siang bersama.
🍂🍂🍂
Azura buru-buru melangkahkan kakinya setelah setengah jam berada di ruangan Alvero. Dia khawatir orang-orang akan curiga karena Azura kelamaan berada di ruangan Alvero. Diandra yang terus mengajaknya bicara membuat Azura tertahan untuk kembali keruangannya.
Setelah sampai di ruangannya semua teman-teman Azura sudah berada di meja masing-masing, mereka menatap tajam begitu Azura terlambat masuk kecuali Sisil.
"Heh anak baru! lo darimana aja kenapa baru masuk?" Nita langsung mencecar Azura dengan nada ketus.
"Maaf mbak aku habis istirahat makan siang."
"Makan siang kata lo! ini udah jam berapa? lo pikir ini perusahaan nenek moyang lo bisa seenaknya masuk."
"Jadi anak baru tahu diri donk! lo harus ikutin aturan kerja disini jangan semaunya sendiri." Citra yang duduk di sebelah Nita pun ikut berkomentar.
"Iya maaf mbak."
Azura tidak menghiraukan kembali ucapan para seniornya. Dia lebih memilih kembali ke meja kerjanya. Sisil yang berada di sebelahnya langsung menanyakan perihal keterlambatan Azura yang telat masuk setelah jam istirahat.
"Kamu makan siang dimana Ra?aku tungguin di kantin kenapa gak datang-datang?" tanya Sisil setengah berbisik.
"Nanti aku ceritain." jawab Azura pelan. Dia tidak ingin mengundang perhatian seniornya yang sudah menatap tidak suka pada Azura.
bersambung..
🍂🍂🍂
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit💞dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih🙏😍Selamat hari raya iedul fitri mohon maaf lahir dan bathin🙏...
semangattt
mampir juga di karyaku ya kak😊
Dapat salam dari "Dear Sarah"
sukses
thor
keren
semangat