NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Caring is loving

Baca semua bagian ya.. Jangan di skip dan dilewatkan. Jangan lupa dukungannya juga, sekedar like dan komentar, juga hadiahnya. Makasih banyak ❤❤❤

Tekan jempol guys 😘

Hila membuka matanya perlahan, kepalanya masih begitu pusing, dan berputar. Ia bingung, dirinya entah berada dimana. Tapi, ia mengingat tempat ini. Sofa mewah ini, ia pernah membersihkannya beberapa hari yang lalu. Hila pun terperanjat, ia bangun dengan kaget ketika ia ingat ini ruangan milik asisten direktur.

"Ya Allah, apa yang terjadi denganku? Kenapa aku bisa tertidur disini," Hila celingukan.

Tak lama, seseorang masuk kedalam ruangan tersebut. Ialah Bagas, sekretaris pribadi Keyza.

"Kamu sudah siuman rupanya," Bagas membawakan nampan yang berisi menu makan siang.

"Ah, ma-maaf, Pak. Kenapa saya bisa ada disini, ya? Maafkan saya, saya begitu lelah dan tak ingat," ucap Hila malu.

"Tidak apa-apa, ini atas perintah Bu Keyza juga. Silahkan makan siang dulu. Tadi kamu pingsan, ini sudah ada obat juga untuk kamu." Ucap Bagas.

"Bapak siapa, ya?" tanya Hila.

"Saya Bagas, saya sekretaris pribadi Bu Keyza. Tidak perlu sungkan, silahkan disini saja, karena ini juga atas perintah Bu Keyza. Dia ingin bertemu denganmu. Namun, beliau sedang rapat bersama dewan direksi. Mungkin sebentar lagi juga selesai. Sambil menunggu, silahkan makan siang dulu, setelah itu minum obat yang tadi diresepkan oleh Dokter." Tegas Bagas.

"Dokter!? Kenapa harus ada Dokter?" Hila kaget.

"Sudah! Tak perlu banyak bicara, silahkan makan dan minum obatnya. Jangan banyak bicara, dan ikuti saja!" Ujar Bagas ketus.

"Ah, i-iya, baiklah. Maaf," Hila merasa tak enak.

Bagas pun keluar dari ruangan Keyza, meninggalkan Hila sendirian.

Ketus sekali orang ini, sangat-sangat menyebalkan! Tapi, apa benar aku telah diperiksa oleh Dokter? Astaga, bagaimana kalau Dokter tahu aku sedang hamil? Apa Bu Direktur juga sudah tahu kehamilanku? Bahaya, aku pasti dipecat. Batin Hila.

Sepuluh menit kemudian, pintu terbuka. Bagas membukakan pintu untuk Keyza. Keyza pun masuk dan pandangannya fokus pada Hila yang sedang membereskan bekas makanannya. Keyza pun tersenyum pada Hila, dan duduk di hadapannya.

Ya ampun, apa aku sedang bermimpi? Itu Bu Keyza, aku tak menyangka. Dia begitu cantik dengan tubuh proporsionalnya. Mimpi apa aku, bisa berada di ruang Direktur dan melihatnya secara langsung. Batin Hila.

"Ma-maaf, Bu. Maaf sekali, sa-saya minta maaf sekali." Hila menunduk.

"Minta maaf untuk apa? Kamu gak salah, kenapa harus minta maaf!" Keyza melebarkan senyumnya.

"Saya lalai dalam bekerja, dan saya malah pingsan disini." Hila menunduk.

"Tidak apa-apa, itu manusiawi, namamu Hila kan?" Keyza menatap Hila.

"Iya, Bu. Kok Ibu tahu?" Hila mulai gugup, karena Keyza mengetahui namanya.

"Saya Asdir disini, tentu saja saya harus tahu siapa saja karyawan saya. Kamu sedang hamil?" tanya Keyza tiba-tiba.

DEG. Hila kaget, dugaannya benar, Keyza mengetahui bahwa dirinya tengah hamil. Jantungnya berdebar tak karuan, karena ia sangat gugup dan tak menyangka Keyza akan to the point bertanya padanya.

Hila menunduk, "Ma-maafkan saya, Bu. Tapi saya mohon, jangan pecat saya. Saya benar-benar butuh pekerjaan ini,"

"Saya tidak akan memecat kamu. Tapi, tolong kamu jawab jujur. Apa benar kamu hamil?" Keyza mendesak Hila.

"I-iya, Bu. Saya sedang hamil. Maafkan saya yang tak jujur," Hila tak berani menatap wajah Keyza.

"Tidak apa-apa, saya sudah tahu semuanya. Pak Ardi sudah menjelaskan pada saya. Saya memaklumi kamu, dan saya prihatin pada kehidupanmu. Tetaplah bekerja disini, dan tugasmu tak akan membersihkan gedung ini lagi. Tugasmu hanya menyediakan kopi dan teh untuk staff di lantai empat dan lima. Gunakan saja lift, agar kamu tak kelelahan."

Mata Hila berkaca-kaca mendengar penjelasan dari Keyza. Hila tak menyangka, ternyata Keyza amatlah baik, dan Keyza tak seperti yang ia bayangkan.

"Bu Keyza, terima kasih banyak, terima kasih karena Ibu telah berbaik hati untuk tidak memecat saya," air mata Hila pun terjatuh.

"Aku sudah tahu ceritamu, dan aku tak tega melihatmu terluka seperti ini. Sabar ya, lelaki memang tak pernah puas. Kamu harus tabah, biarkan mantan suamimu mendapat karma, karena telah membuang dirimu, dan calon bayi mu." Keyza tersenyum menatap Nisha.

Apa? Bu Keyza tahu, bahwa aku hamil dan dicampakkan oleh suami? Aarrgghh, ini pasti karena Pak Ardi. Pak Ardi benar-benar mulut ember. Ambyar, sudah ... kebohonganku sudah diketahui oleh Bu Direktur, dan aku malu jika ia tahu semua ini bohong. Suami dari hongkong, selingkuh sama siapa? Orang aku belum punya suami. Aku hanya pernah tidur dengan orang asing, hingga ada janinnya di tubuhku, dan ini murni kesalahanku, tapi rekayasa ini terlalu jauh. Aku harus larut dalam rekayasa ini, agar mereka tak curiga. Bisa dipecat aku, kalau mereka tahu yang sesungguhnya. Batin Hila.

"Ah, i-iya, Bu. Maafkan saya, mungkin karena itu juga saya jadi tidak fokus bekerja. Sekali lagi, maafkan saya, Bu." Hila menunduk.

"Hila, tetaplah bekerja disini, karena saya tak tega padamu, kamu pasti butuh sekali uang untuk biaya melahirkan bayimu nanti. Mohon maaf, karena saya tidak bisa stay lama-lama di Indonesia, saya kesini hanya sebulan itu enam sampai tujuh kali, karena saya tinggal di Amerika, dan saya tak bisa fokus disini. Karena kursi saya hanya sementara. Nanti, adikku yang akan memegang kendali perusahaan. Oleh karena itu, saya memerintah Bagas untuk memperhatikan kamu, Hila. Bagas yang akan membantumu, dalam urusan apapun. Kamu tak perlu khawatir." Keyza tersenyum.

"Ah, Ibu ... saya tidak apa-apa, saya bisa sendiri, kok. Saya gak mau merepotkan orang lain." Hila menolak dengan halus.

"Tidak apa-apa. Bagas tetap di perusahaan ini, jika aku pulang ke USA, jadi dia yang akan membantu segalanya untukmu, Hila. Bukan begitu, Bagas?" tegas Keyza.

"Tentu saja, Bu. Saya akan membantunya dalam urusan apapun." Ucap Bagas sedikit terpaksa.

"Sekarang, kamu istirahat saja, Hila ... kamu boleh pulang, bekerja setengah hari saja, karena kondisimu sedang kurang fit." Ujar Keyza.

"Ah, Ibu ... Hila tidak apa-apa, kok. Saya bisa kembali bekerja," Hila tak enak.

"Kamu ini sedang hamil, jangan disamakan dengan yang tidak hamil. Pulanglah, dan Bagas yang akan mengantarmu. Istirahat saja, dan jangan banyak melakukan aktifitas apapun, ya?" perintah Keyza.

"Eh, ta-tapi, Bu---" Hila keberatan.

"Sudah, jangan banyak membantah, kalau disuruh istirahat, ya istirahat. Jangan banyak alasan dan tapi, tapi terus!" Gerutu Bagas.

"Ssshhtt, Bagas! Hila, jangan dengarkan Bagas, ya. Dia itu cuek, tapi sebenarnya baik, kok. Kamu harus beradaptasi dengannya, dan mengenal sifatnya. Jangan kamu pikirkan pekerjaan, sekarang pulanglah bersama Bagas, dan istirahat di rumahmu." Ucap Keyza.

Tiba-tiba, ponsel Keyza berdering, nama kontak, "Sagara, My Brother" tertera di layar ponselnya,

'Ah, tunggu sebentar, adikku menelepon," Keyza mengangkat teleponnya.

📲 Sagara

"Halo, Kak. Besok aku pulang ke Zurich, aku ingin mengunjungimu dulu. Aku sudah di lobi perusahaan. Apa kau sedang rapat? Aku akan ke ruangan mu sekarang. Apa benar ruangan mu dilantai lima?"

📲 Keyza

"Hello, brother, iya ... aku sedang di ruangan, aku tidak sibuk, datanglah ke lantai lima. Aku tunggu sekarang!"

📲Sagara

"Baiklah, aku ke sana sekarang,"

Telepon pun tertutup. Keyza meletakan kembali ponselnya di meja. Kemudian, ia pun fokus menatap Hila,

"Hila, pulanglah bersama Bagas sekarang, karena sebentar lagi adikku akan datang ke ruangan ku. Kurasa, kalian harus segera pergi, karena adikku tak suka keramaian. Maklum, dia lama tinggal diluar negeri." Ujar Keyza.

"Ah, i-iya Bu. Baiklah, terima kasih banyak atas semua kebaikan hati Ibu pada saya," ujar Hila.

"Ayo, pergi sekarang," titah Bagas.

"Baik," Hila pun mengekori Bagas.

*Bersambung*

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!