kehidupan umi berubah setelah dia di tinggal neneknya, satu persatu orang yang dekat dengan nya pun mulai meninggal kan nya,
umi bertahan hidup dengan bekerja serabutan, demi menyelesaikan sekolah nya, dan cita citanya untuk segera berkumpul lagi dengan adik tercinta, sedangkan ibunya tidak perduli dengan keadaan umi dan adiknya semenjak kehilangan ayahnya ibu umi telah menikah lagi. dan suaminya yang baru tidak menginginkan umi dan adiknya,
di sekolah umi termasuk siswa berprestasi, ia mempunyai seorang sahabat baik , namun saat umi baru merasakan cinta pertamanya pada seorang cowok yang pernah membantunya, umi pun terpaksa harus mengalah demi persahabatanbnya, karena ternyata sahabatnya juga menyukai pria yang sama
bagaimana dengan keseharian umi, mampukah umi menyelesaikan sekolah dan berkumpul lagi bersama adik tercinta , lalu bagaimana dengan cinta pertama umi
***
cerita ini aku buat tentang kisah percintaan anak di era tahun 2000 an , di mana saat itu tidak ada sosial media , dan ini cerita pertama ku , masih berantakan dan aku berharap kritikan dan saran dari pembaca yang baik hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfirzik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota J
umi menemui nenek zar di rumah nya, dan ia langsung ke dapur di mana nenek zar sedang memasak gulai .
" nek, .." sapa umi
" kau dari mana saja mi, bagai mana keadaan mu. apa luka luka mu sudah sembuh " tanya nenek sambil mengaduk gulai .
" umi udah mendingan nek," umi diam sebelum ia melanjutkan kembali kata katanya..
" nek, umi akan mencari ibu.." kata umi
" kau sudah memikirkan nya dengan baik, " tanya nenek
" ia nek, ini semua demi kebaikan ica . umi akan mencari ibu, tapi umi tidak tau alamatnya nek, umi hanya punya no telpon tetangganya ." kata umi lagi,
" kalau kau sudah siap nenek akan menyuruh om budi mu mencarikan bus , dan masalah alamat nya, nenek punya alamat adik kandung nenek mu di sana, dia pasti tau alamat ibumu, nanti kau cari lah alamat itu. kau sudah besar , jadi pandai pandai lah menjaga diri. " kata nenek sambil terus mengaduk gulai jengkol yang sedang dia masak
" jadi kapan kau akan berangkat ?"
" umi akan membicarakan nya dengan bang mizi dulu nek, dan sebelum berangkat umi akan mendaftar dulu ke smk "
" ya baik lah, kalau kau sudah siap kau katakan pada nenek , "
" ya nek, umi pulang duku nek, " pamit umi
"mi,... apa kakek mu sudah pulang" ,tanya nenek,
"umi belum ketemu sama kakek nek, "
tapi umi tidak menemukan koper kakek waktu umi bersih bersih kamar nya, umi tidak tau kapan kakek pulang mengambil kopernya, " jelas umi
" ooo, ya sudah kau hati hati di rumah , kunci pintu dari dalam kalau kau sedang di dalam, dan jangan lagi tidur di rumah, kesini lah kalau malam, .. . kakek mu itu sudah gila. " kata nenek kesal,
" ya nek, umi pulang dulu, "
" hmm, jawaban pendek dari nenek
***
" abang sudah pulang, ?" tanya umi pada bang mizi saat melihat bang mizi masuk ke rumah
" ya, .. mi apa kau memasak. abang lapar sekali" kata bang mizi
" sudah bang, ada di meja makan " jawab umi
mizi pun mengambil nasi dan lauk, goreng tempe dan gulai daun umi kesukaan mizi,
" wah.. enak banget mi, " mizi makan dengan lahapnya
" mm,bang umi ingin mencari ibu umi. " kata umi ragu ragu..
mizi diam , ia menatap umi mencari kesungguhan di mata adik nya itu,
" tapi.. apa kau yakin mi, kota J itu jauh mi, bagai mana kau akan mencarinya di sana " bang mizi merasa khawatir pada adik mya itu
" umi yakin bang, umi gak tega kalau ica harus selalu menderita di rumah mak dang, umi rasa ica akan lebih baik jika bersama ibu,. "
" tapi bagaimana kau akan mencarinya di sana ?"
" nenek zar punya alamat adik kandung nenek di sana, dan umi juga punya no telpon rumah tetangga ibu, kemaren mak dang yang memberikan nya, umi pasti bisa bertemu ibu "
" abang tidak bisa mengizinkan mu mi, kau itu perempuan tidak baik bagimu berjalan jauh sendirian, lagi pula bagaimana dengan sekolah mu, . sebaiknya kau jangan nekat " kata bang mizi lagi
" umi yakin umi akan baik baik saja bang, ini demi ica, umi bisa hidup sendiri tapi ica apa yang akan di laluinya nanti akan semakin sukit bang, kita sama sama tau bagaimana sifat tante pada ica, dan mak dang.. dia selalu tertipu pada kebaikan tante bang " umi minta maaf bang, kali ini umi akan melanggar abng, umi tetap akan pergi walau abang tidak mengizin kan nya, " kata umi lagi
mizi terdiam, dia bingung bagai mana dia akan melepas adiknya yang masih kecik kekota J tanpa pengawasan, sedangkan dia, dia tidak punya cukup uang jika harus mengantar nya, dan dia juga sedang ada pekerjaan . mizi menatap dalam pada umi, ada perasaan iba pada adik nya itu. tapi.. apa yang bisa di lakukan mizi..
"huf... " muzi tampak kesal dengan ketidak berdayaannya ini, bagaimana cara nya dia mencari uang untuk mengantar kan umi, sedangkan di tempat kerja dia hanya buruh lepas harian, yang di gaji perhari dan tidak mungkin baginya meminjam uang, ... belum lagi dia harus menabung untuk biaya sekolah umi.
" tuhan.. kenapa semua menjadi begitu berat setelah kepergian nenek, " mizi hanya bisa mengeluh dalam hatinya,
***
om budi telah menyiapkan karcis bus untuk keberangkatan umi ke kota J, dengan berbekal sedikit uang tabungan nya, dan alamat dari nenek zar , umi meyakinkan dirinya untuk ke kota J mencari ibunya,
" simpan uang mu di tempat yang an, jika kau ingin makan jangan keluar dari bis, kau makan saja di dalam bis, kalau kau ingin ke kamar mandi kau bilang pada supir nya, biar dia menunggu mu, jangan sampai kau nanti di tinggal bis di jalan, dan ingat no bis yang kau tumpangi jangan sampai kau salah naik bis, " nasehat nasehat dari nenek zar untuk umi.
umi berangkat ke kota J , dengan naik bis semua pesan dari nenek zar selalu di ingat nya. dan sekarang di sinilah umi di terminal bus kota J . umi menanyakan wartel terdekat pada supir bus tersebut, dan supir pun menunjuk kan wartel pada umi, dan umi menelpon adik nenek melalui wartel
" halo assalamualaikum, " terdengar suara jawaban dari seberang .
" waalaikumsalam, apa benar dengan rumah kak ani, tetanggaknya buk sima . " tanya umi
" ia benar, ini dengan siapa ya"
" mohon maaf kak, apa bisa saya minta tolong saya ingin bicara dengan buk sima, saya cucunya dari kampung " jelas umi
" oo ia, sebentar ya , saya panggil dulu, " kata orang di seberang
" ia kak terimakasih banyak sebelumnnya kak, "
" ia , jangan sungkan. "dan telpon pun diam. tak terdengar lagi suara mungkin orang itu sedang memanggil buk sima .
" halo.... " terdengar suara dari seberang,
" halo assalamualaikum, apa benar ini nenek sima, " tanya umi
" bukan ini anak nya widia, ini siapa ya, "
" saya umi Khumairah, tante. cucu nenek eni, anak buk wati, "
" ohh.. umi anak kak wati, apa kabar mu umi, dan ada apa kok tumben sekali kau menelpon "
tanya tante widia dari seberang
" umi ada di terminal tante umi ingin ke tempat nenek sima tapi umi tidak tau harus naik mobil yang mana, di sini banyak sekali warna mobil, " jelas umi
" kamu... kau di kota J ? tanya tante widia kaget
" ia tante, " jawab umi lagi
" kau jangan naik angkot, karena akan ada dua kali naik angkot kalau mau kesini nanti kau bisa nyasar, kau naik ojek saja,
" ojek, baik lah tante "
" kau minta ojek mengantar mu ke alamat..****** tante widia menyebutkan alamat nya, jangan terlihat gugup, dan pastikan ojek yang kau tumpangin ojek pangkalan yang ada di terminal, kau minta dia mengantar ke alamat tersebut " kata tante
" iya tante, kalau begitu umi matikan duku telpon nya tante, umi akan mencari ojek, assalamualaikum tante" umi menutup telpon nya
" waalaikumsalam, balas tante
umi membayar ongkos telpon nya di kasir wartel dan meninggalkan wartel tersebut
umi menuju ke pangkalan ojek dan meminta ojek mengantar ke alamat yang di berikan tante
sesuai instruksi tante umi berusaha tenang dan tidak seperti orang yang bari di kota J
umi berhenti di warung kecil di tepi jalan, di sana ada seorang wanita paruh baya yang sedang menunggunya,
" tante.. "umi mengulurkan tangan nya, dan mencium punggung tangan tante widia , dan tante widia menyambut umi dengan ramah, ia pun mengajak umi masuk
" kau pasti lelah beristirahat lah dulu, kau bisa berbaring di sini, " kata tante sambil menunjuk kan kamar sederhana yang hanya berisi kasur busa yang sudah lusuh ,
" ia tante terima kasih tante sudah mau menerima umi, " kata umi penuh haru
" eh.., kau bicara apa, kau itu anak nya kakak ku, kau bukan orang lain, sudah sepatutnya aku menerimamu, tapi yah begini lah keadaan tante, tante harap kau betah ya, " kata tante lagi
" terima kasih tante, kata umi ." dan tante pun meninggalkan umi . tante kembali ke warung nya. sedangkan umi tak sanggup lagi menahan rasa kantuk yang bersarang di matanya, dia pun terlelap karena selama dalam bis umi tak tidur sedikitpun, dia sangat takut untuk tertidur dalam bis,
sore harinya umi terbangun dan rumah tante widia sudah ramai, semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tengah , ada nenek, kakek, tante widia , om pelani dan kedua adik tante widia om riki dan tante rika yang umur nya gak jauh berbeda dengan umi , om riki kels 3 sma dan tante rika kelas dua smp umur nya dua tahun di bawah umi , umi menyapa semua anggota keluarga dan mencium punggung tangan nenek dan kakek nya,
" bagaimana kabar keluarga di kampung umi " tanya nenek
" Alhamdulillah, semua sehat nek, " jawab umi
"lalu bagaimana kau bisa kesini, bukan nya kau harus sekolah, " tanya nenek
" umi,.. ummmm.. umi mau bertemu ibu nek, " jelas umi
" hum..." nenek hanya bergumam kecil dan umi tidak mengerti maksudnya
" kau mandilah dulu biar segar nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya, " kata nenek
' kakek hanya mendengar kan obrolan umi dan nenek , sambil sesekali menatap nenek dan umi tidak mengerti arti tatapan itu
selesai mandi umi ikut bergabung lagi dengan keluarga yang sedang duduk di ruang tengah.
mereka mengobrol tentang kampung halaman dan nenek menanyakan kabar tentang sanak keluarga di kampung .
***
" ibumu, bekerja jadi kuli di pasar tempat nenek bekerja , " kata nenek memulai obrolan setelah makan malam
sebenarnya dia juga sangat ingin bertemu dengan mu dan berkumpul bersama kau dan adikmu, tapi kehidupan nya di sini sangat sulit , ibumu terjebak menikah dengan preman yang sangat berkuasa di daerah M , dan sekarang dia harus bekerja banting tulang untuk menjadi tulang punggung keluarga , sebenarnya suaminya itu baik, hanya saja dia pemabuk, dan saat dia mabuk dia akan menyiksa ibumu bahkan kadang dia mengusir ibu mu, namun saat dia tersadar dari pengaruh minuman keras yang di minum nya, dia akan mencari istri dan anak nya, bahkan kadang dia akan bersujud di kaki ibumu untuk meminta ibumu kembali, tapi itu tidak lama, saat nanti dia mabuk dia akan mengulang hal yang sama . " nenek diam sesaat sebelum melanjutkan ceritanya
" berkali kali ibumu berusaha kabur, namun dia selalu berhasil menemukan ibumu, dan jika ibumu menolak kembali ia akan mengancam membawa pergi adik mu, "
" mengapa ibu tidak pulang kampung saja nek, " tanya umi
" ibumu telah melakukan itu, apa kau ingat waktu nenek mu meningal , saat itu ibumu berniat akan tinggal di kampung bersama kalian , tapi dia mengejar ibumu ke terminal dan mengancam jika ibumu tak pulang dalan waktu satu minggu maka dia akan menjemput paksa ibumu, itu lah alasan kenapa ibumu langsung pulang waktu itu, ia tidak mau kakek mu, dan kalian anak anak nya terkena masalah karena itu, "..
" sekarang kau mengerti kan kenapa ibumu tak pernah pulang, .."
" ia nek, dulu umi selalu menyalahkan ibu, dan umi tidak tau alasan ibu yang sebenarnya. hik... hiik.. hik.., tangis umi pecah mendengar cerita nenek .
" ini sudah malam, sebaiknya kau istirahat besok nenek akan memberitahukan ibumu kalau kau di sini, nenek juga sudah mengantuk dan besok nenek juga harus bekerja, " . nenek pun masuk ke kamar nya
umi berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa membuatnya tertidur , ia tak sabar menunggu esok berjumpa dengan ibunya, umi ingin meminta maaf karena sikapnya yang tidak pernah menghargai perjuangan ibunya .umi memutuskan untuk melaksanakan solat malam, agar hatinya tenang, dan benar saja setelah melaksanakan solat, ia sedikit tenang dan dia pun tertidur ...