By She_Vent
Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.
"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.
"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"
"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.
"Kak... boleh minta nomor HPmu?"
🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗
👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain
Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Pelajar
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan Ibukota yang tak pernah sepi dari berbagai kendaraan yang melintas.
Terik panas matahari yang membakar kulit, dengan debu yang berterbangan karena sudah seminggu tidak turun hujan.
Kalycha sudah duduk dibangku penumpang di sebelah Haidar. Sebelumnya terjadi perdebatan antara Kalycha dan Haidar.
"Apa gue boleh jalan sama temen-temen gue sesudah fitting baju?" tanya Kalycha begitu sampai didepan Haidar.
"Maaf Nona tidak boleh. Saya diminta Tuan untuk membawa Nona langsung ke butik dan selanjutnya pulang kerumah." Jawab Haidar tanpa basa basi.
"Tapi gue pengen jalan-jalan sama temen-temen gue." merengek minta di ijinkan.
"Kalau masalah itu silahkan Nona ijin lebih dulu sama Tuan." Jawabnya tegas
Kalycha melirik kearah teman-temannya yang sudah bersiap pergi. Ia merasa kesal karrna tak dapat jalan bersama. Dan mereka sengaja melintas dari hadapan Kalycha. Ia dapat melihat raut wajah Alvin yang kesal padanya.
Kalycha menghubungi nomor telepon Daddynya namun tidak ada jawaban. Lalu ia menelpon Jack orang kepercayaan Daddynya.
"Om Jack, Daddy mana? Kok Icha ga bisa telpon."
Haidar hanya mendengar dan menunggu Kalycha menelpon atasannya itu.
"Maaf Nona, Tuan sedang rapat. Ada apa Nona?" Jawab Jack karena memang benar adanya kalau Tuannya sedang rapat.
"Apa boleh aku jalan-jalan sama temen-temen ku?" rengek Kalycha, ia tahu kalau Jack sangat menyayanginya.
"Tuan meminta Nona untuk fitting baju Nona dan apakah Haidar tidak bersama dengan Nona?"
"Dia bersamaku tapi dia tidak mengijinkan ku ikut jalan-jalan bersama temanku." masih saja merengek.
"Kasian amat sih. Udah sampe nangis gitu." Batin Haidar.
"Ya sudah, minta Haidar mengantar Nona untuk jalan-jalan tapi setelah fitting baju. Nanti saya yang akan memberitahu sama Tuan."
Ada perasaan senang saat ia mendengar Jack memintanya untuk pergi bersama Haidar. Tapi melihat wajah Haidar membuat Kalycha langsung kesal.
"Males kalau sama dia. Temen aku juga udah pada pergi ga tahu kemana." gumam Kalycha tapi masih dapat terdengar oleh Haidar.
"Siapa juga yang mau ngajakin lo jalan." Batin Haidar.
Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti dengan sempurna didepan sebuah butik desainer ternama.
"Permisi, ini Nona Kalycha putri Tuan Pramudja. Tadi sudah janji terlebih dahulu dengan desainer nya ingin fitting baju." ucap Haidar pada salah satu pramuniaga butik.
"Oh ya silahkan masuk Tuan." ucapnya ramah.
Haidar dan Kalycha pun masuk. Kalycha langsung mengikuti salah seorang pramuniaga untuk mencoba baju yang akan digunakannya saat pesta pernikahan Daddynya.
Setelah menunggu 15 menit Kalycha keluar dengan menggunakan gaun yang indah perpaduan brokat pada bagian atasannya dengan kain sutra sebagai bawahannya.
"Gila cantik banget nih bocah."
Haidar sangat kagum dengan kecantikan Kalycha, tidak terlihat lagi dihadapannya wanita dengan seragam SMA. Mata Haidar sampai tak berkedip saat melihat Kalycha yang begitu cantik.
"Gimana bagus ga?" tanya Kalycha memecahkan lamunannya.
"Lumayan." Jawabnya singkat.
"Kok cuma lumayan sih?" Kalycha mulai kesal namun Haidar tidak memperdulikannya.
"Anda terlihat sangat cantik Nona." jawab salah satu Pramuniaga yang membantunya mengenakan gaun yang dipakainya.
Haidar berjalan melihat-lihat koleksi yang ada dibutik tersebut lalu mengambil sebuah t-shirt dan celana jeans yang menurutnya pas untuk ukuran Kalycha lalu memberikannya kepada Nonanya itu. Sementara Kalycha masih berdiri didepan cermin memandang kagum pada dirinya sendiri.
"Ganti, pakai ini." Haidar menyodorkan baju yang dipilihnya. Haidar masih terlihat dingin.
"Untuk apa?" tanya Kalycha heran.
"Katanya mau jalan-jalan. Pakai ini, ga mungkinkan kamu jalan-jalan pake seragam sekolah." Kalycha masih bingung. "Pakai ini sebelum aku berubah pikiran." ucap pria dingin itu.
Kalycha pun segera mengambil baju yang dipilih Haidar dari tangannya dengan wajah cemberut lalu masuk ke ruang ganti.
"Hemm boleh juga nih pilihannya. Kok bisa pas gini ya?" Batin Kalycha setelah memakai baju yang dipilih Haidar untuknya.
Sebelumnya saat menunggu Kalycha fitting baju, ia mendapat telpon dari Jack atasannya untuk membawa Kalycha jalan-jalan kemanapun Kalycha mau.
"Tagihannya nanti orang perusahaan yang urus." ucap Haidar pada Pramuniaga itu.
"Baik Tuan."
Kalycha mendekati Haidar yang duduk di sofa.
"Emang kita mau kemana?" tanya Kalycha.
"Nona mau jalan-jalan kemana?" Menjawab tanpa menatap orang yang bertanya.
"Gue ga tau, tadinya mau ikut temen-temen gue tapi..."
"Ya udah sekarang percayakan semua padaku." Haidar memotong ucapan Kalycha lalu membawa Papar Bag yang ada ditangan Kalycha dan berjalan menuju mobilnya.
Haidar membuka jas yang dikenakannya lalu melipat kemeja nya sampai dibawah sikunya menunjukkan lengannya yang kekar dan seksi.
"Ganteng banget sih ni cowok, bisa meleleh gue kayak gini."
"Bocah, lap iler mu." melirik Kalycha yang terus memandangnya.
Kalycha pun tersadar dan langsung menyentuh bibirnya.
"Iiih apaan sih." Kalycha kesal karena sudah di kerjain sama asisten Daddynya itu.
Kebisuan pun kembali terjadi.
"Kenapa kita kesini?" tanya Kalycha melihat mereka berhenti disebuah restoran.
"Makan dulu Nona. Apa Nona tidak lapar?"
Kalycha terlihat murung, memang benar ia lapar tapi sepertinya ia tidak menyukai Restoran pilihan Haidar.
"Disini pasti makanannya berlemak semua deh." Protesnya karena Haidar memilih Restoran Padang.
"Emang kenapa?" tanya Haidar bingung, karena dirinya lagi pengen makan rendang favoritnya.
"Kok nanya kenapa? Kan ga sehat, makanan disini berlemak semua, ntar aku bisa gendut."
"Ga akan gendut kalau cuma sekali makan Nona."
Haidar berjalan meninggalkan Kalycha dan mau tidak mau Kalycha pun masuk mengikuti Haidar. Ia tersenyum melihat tingkah anak atasannya itu. Namun Kalycha tidak bisa melihat senyumannya.
"Nona mau pesan makan apa?"
"Emang lo mau makan apa?"
"Nih anak ga ada sopannya ngomong sama orang yang lebih tua dari umurnya. Heemm kalau aja lo adek gue pasti gue pites lo."
"Kenapa Nona malah bertanya ke saya?"
"Gue ikut yang lo pesen aja." ucap Kalycha karena malas berpikir.
"Hemmm gue kerjain juga nih anak."
Haidar lalu memesan makanan untuk mereka. Haidar memesan rendang dua porsi, gulai jengkol, perkedel dan sayur. Lalu minumnya ia memesan jus alpukat kesukaannya.
Seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka dan betapa terkejutnya Kalycha melihat jenis makanan yang ada dihadapannya saat itu. Ini adalah pertama kali ia masuk ke Restoran Padang.
"Ini namanya apa? Kok pesennya jus alpukat sih gue ga suka."
"Kalau ga suka kenapa tadi ga pesan sendiri.
Haidar menghembuskan nafasnya dengan berat lalu menjelaskan satu persatu makanan yang dipesannya itu.
"Ni bocah berasal dari belahan dunia mana sih? Rendang sama perkedel pun ga tahu. Kalau tadinya dia cuma nanya jengkol mah gue maklum. Hadeehhh."
Mau tidak mau pun Kalycha memakan makanan yang sudah dipesan Haidar untuknya.
"Ini apa tadi namanya?" menayakan Perkedel yang dimakannya.
"Kenapa? Ga enak?" tanya Haidar ketus.
"Karena enak makanya aku nanya."
Haidar hanya menggelengkan kepalanya. "Nih Bocah otaknya pentium berapa sih. Baru aja dijelasin udah lupa. Katanya juara umum disekolah tapi soal makanan Nusantara aja ga tahu."
"Itu namanya PERKEDEL perpaduan Kentang dan Telur."
"Oo..."
"Cuma Oo doang??? Huuft...Dasar Bocah tengil."
...***...
Sementara itu diwaktu dan jam yang sama dan ditempat yang berbeda Alvin dan teman-temannya menikmati suasana Pantai. Alvin membawa teman-temannya ke pantai. Tadinya ia ingin mengajak Kalycha saja, namun ternyata takdir berkata lain.
Jenny berjalan menghampiri Alvin yang sedari tadi duduk diam dibawah tenda sambil menikmati es kelapa muda.
"Kenapa sih Lo Vin, dari tadi diem mulu."
"Gue kesel karena si Cicak ga ikut bareng kita." ucapnya jujur.
"Segitu sukanya ya lo sama dia?"
"Entahlah, gue juga ga tahu ini perasaan suka yang menjurus ke cinta atau hanya rasa penasaran aja karena cuma dia satu-satunya cewek yang ga bisa gue taklukin."
"Itu karena dia memang cewek yang berbeda. Dia teguh pada pendiriannya."
"Ga kayak lo kan..." ejek Alvin mengingat Jenny yang sudah berpaling hati darinya.
"Kalau gue mah realistis aja. Ngapain gue ngarepin cowok yang ga bisa suka sama gue. Lebih baik gue cari cowok yang bisa mencintai gue dan sayang sama gue, ya setidaknya walaupun untuk sekarang kita hanya masih temenan. Karena slogan gue masih sama, sama si Cicak. Hehe." Jenny mengingat Frans yang sudah menyatakan isi hatinya padanya namun ia lebih memilih untuk berteman.
"Keburu bosan tuh cowok, lagian kagak ada namanya cewek berteman sama cowok kalau ga ada cinta yang terselip dihubungan itu." menyeruput es kelapa yang ada dihadapannya. "Ntar si Frans berpaling lagi ke cewek lain karena bosan kelamaan temenan sama Lo."
"Itu berarti Frans bukan cowok yang tepat buat gue." Jawab Jenny enteng.
"Kenapa sih kalian itu susah banget ditaklukkan?" tanya Boby yang tiba-tiba nongol dari belakang.
Sementara Amanda dan Frans masih menikmati permainan mereka dengan deburan ombak.
"Karena kita masih pelajar belum pantes buat pacaran." Jawab Jenny seenaknya. Karena memang itulah yang mereka kejar saat ini meraih cita-cita.
Gimana dengan Kalian?
Apakah cita-cita kalian sudah tercapai?
Atau masih tergantung didalam mimpi? 🤭
Kalau She masih harus banyak belajar 😍
Happy Weekend My Receh 😘
tpi mksh thor dh up