NovelToon NovelToon
ASSISTEN SANG CEO

ASSISTEN SANG CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:441.2k
Nilai: 5
Nama Author: lijun

Apa jadinya kalau CEO dan asistennya selalu bertengkar hanya karena hal sepele?

Andrian yang selalu saja ribut dengan Jasmine asistennya dalam segala kesempatan. Tiada hari tanpa keributan antara mereka, dari saling mengejek dan menggoda jadi aktifitas mereka disela kegiatan kantor.

Seiring kebersamaan dan langkah mereka yang sering ribut justru menimbulkan perasaan nyaman antara keduanya. Namun gengsi seakan menahan perasaan keduanya untuk tidak terucap.

Mampukah mereka saling jujur akan perasaan masing-masing? atau justru terus terperangkap pada gengsi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu

Minggu pagi yang cerah dan menyenangkan bagi Jasmine yang sudah menantikan tiba hari ini.

Bagaimana tidak di tunggu jika hari ini ia akan pergi jalan-jalan dengan orang yang sangat ia cintai.

Bunyi pintu di ketuk semakin membangkitkan semangatnya yang sudah tidak sabar menunggu waktu.

Padahal baru sore nanti mereka akan pergi tapi sepertinya pemuda yang akan menyajaknya jalan sudah tidak sabar sepertinya.

"Iya sebentar" ucap Jasmine semangat lalu membuka pintu dengan senyum yang mengembang sempurna.

"Kenapa cepat seka...li" ucapan Jasmine mengecil di akhir kalimatnya dan senyum yang tadi ia perlihatkan luntur sudah saat tahu siapa yang datang.

"Apanya yang cepat? memangnya kau mau aku datang jam berapa?" tanya Andrian heran.

Apa lagi perubahan ekpresi gadis di depannga yang cepat berubah. Dari suaranya yang terdengar begitu senang saat akan membuka pintu jadi muram saat keluar.

"Kenapa kau yang datang?" tanya Jasmine galak sekaligus kesal.

"Tidak boleh! minggir aku mau masuk" ucap Andrian nyelonong masuk kedalam rumah Jasmine.

"Hey siapa yang mengijinkanmu masuk?" kesal Jasmine berkacak pinggang melihat Andrian yang sudah duduk dikursi ruang tamunya.

"Kulitku bisa gosong kalau lama di luar yang panas itu" kata Andrian meletakkan tasnya di meja.

Akhirnya Jasmine diam dan memilih duduk di hadapan Andrian.

"Perlu apa?" tanya Jasmine.

"Kau tidak buatkan aku minum?" tanya Andrian balik.

Jasmine berdecak kesal.

"Cuma kau tamu yang datang-datang minum" ucap Jasmine.

"Cuma kau tuan rumah yang menyuguhkan wajah jelek pada tamu" ucap Andrian balik.

"Cepat ambilkan aku minum" lanjutnya.

"Minum apa?" tanya Jasmine

"Yang bisa di minum asal jangan racun" jawab Andrian.

Jasmine berdiri dari duduknya menuju arah dapur.

Sedangkan Andrian mengamati setiap sudut rumah Jasmine.

Rumah sederhana namun semua barangnya tertata rapi dan bersih. Tidak banyak barang di rumah itu, hanya kursi dan meja kayu yang masih nampak kuat.

Pintu lain juga hanya ada satu di dekat ruang tamu yang di yakini kamar Jasmine. Satu pintu lagi ada di dekat dapur yang nampak jelas dari tempat Andrian duduk karena dapur dan ruang tamu tidak berpintu hanya sekat dinding pendek saja.

Televisi sederhana juga ada di depan Andrian yang sepertinya sudah tua. Entah masih bisa hidup atau tidak.

Jasmine datang membawa segelas air putih untuk Andrian dan meletakkan di depan pemuda itu.

"Kok air putih sih!" protesnya.

"Tamu di larang protes" ucap Jasmine melotot.

"Tadi di tawarin bilangnya terserah, untung aja racun nyamuk udah abis" lanjutnya.

"Memangnya kalau masih ada mau buat apa? jangan macem-macem ya Jas, kalau aku mati kau tidak ada yang gaji" kata Andrian.

Jasmine melihat Andrian kesal.

"Jasmine, jas-jas memangnya aku jas hujan" protes Jamsine tidak terima.

"Kalau tidak mau ya sudah, beli sendiri sana" lanjut Jasmine hendak mengambil gelas berisi air itu lagi.

Andrian dengan cepat menyambar gelasnya lebih dulu dan meminum isinya hingga tandas.

"Tuh balikin sana" kata Andrian.

Jasmine memutar bola matanya malas sekaligus kesal berlipat-lipat. Angannya akan kedatangan pujaan hati harus ia tahan hingga sore nanti.

Karena yang datang malah penyakit hati yang selalu membuatnya kesal dan darah tinggi.

"Ada perlu apa?" tanya Jasmine mengakhiri perdebatan mereka yang kalau di teruskan bisa panjang.

"Ah iya hampir lupa" Andrian membuka tasnya dan mengeluarkan tumpukan kertas yang cukup banyak.

Mata Jasmine melotot melihat tumpukan kertas itu, jangan bilang kalau dia di suruh mengerjakan semua itu! bisa gagal rencananya jalan nanti pikirnya.

"Buat apa tuh! bawa balik sana cari yang lainnya aja, aku tidak sempat ngerjakan semuanya" kata Jasmine menolak.

Andrian menatap Jasmine tidak habis pikir, ia bahkan belum mengatakan apapun tentang kertas-kertas itu tapi gadis di depannya sudah nyamber duluan mengusirnya.

"Heh memangnya yang nyuruh kau ngerjain ini semua siapa sih? aku cuma minta bantuin nyusun ini sesuai aturannya karena besok buat rapat" ucap Andrian.

Jasmine hanya ber oh ria saja mendengarnya.

"Buruan bantuin nih susunan halamannya kayak gini" kata Andrian menunjukkan yang sudah ia susun.

"Kenapa tidak minta bantuan Mi..."

"Uang lembur langsung tranfer" ucap Andrian memotong kalimat Jasmine yang sudah di ketahuinya kemana arahnya.

Mata Jasmine berbinar saat mendengar ua lembur yang akan di dapatnya dengan cepat.

"Gitu kek dari tadi kan jadi enak" lata Jasmine mulai ikut menyusun kertas yang bertumpuk di meja dan meletakkan yang sudah siap di kursi sebelah mereka.

Sedang asik-asiknya mereka menyusun kertas ada seseorang yang datang lagi kerumah Jasmine.

"Permisi" ucap orang itu.

Serentak Jasmine dan Andrian melihata siapa yang datang.

Alangkah bahagianya Jasmine karena melihat orang yang di tunggunya datang juga. Sedangkan Andrian hanya diam saja menatap pria di pintu itu.

"Boby, ayo masuk" ucap Jasmine riang.

Andrian mengalihkan perhatiannya pada Jasmine yang terlihat begitu bahagia menyambut kedatangan pria itu.

Berbeda ketika ia yang datang, wajah Jasmine terlihat seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Jangan-jangan gadis itu menyukai pria yang baru saja datang ini pikir Andrian menebak.

"Wah ada tamu juga ya" ucap Boby masuk dan duduk di seberang tempat Andrian dan Jamsine duduk.

"Iya ini Andrian, bos ku" ucap Jasmine menatap Boby senang.

Dan sudah bisa di pastikan jika benar dugaan Andrian kalau Jasmine menyukai pria yang di panggilnya Boby itu.

"Oh, halo namaku Boby sahabatJasmine" ucap Boby mengulurkan tangannya pada Andrian.

Mau tidak mau Andrian menerima uluran tangan dari Boby yang ramah padanya. Tidak mungkin ia bersikap jutek atau galak pada orang yang mengajaknya berkenalan secara baik-baik.

"Andrian" sahutnya.

"Mau minum apa?" tanya Jasmine dengan senyum yang tidak luntur.

"Terserah" sahut Boby tersenyum.

Jasmine langsung meluncur ke dapur dengan semangat tanpa memperdulikan tatapan heran dari Andrian.

"Kertas apa ini?" tanya Boby penasaran melihat kertas yang banyak di meja.

"Ah ini bahan untuk rapat besok" jawab Andrian.

"Banyak juga ya, apa sering minta bantuan Jasmine untuk nyusunnya?"

"Yah kalau udah mepet dan kerjaan masih numpuk aja"

"Yah, terkadang kerjaan kantor tidak bisa di tebak seberapa banyaknya"

Ucapan kedua pria itu terhenti saat Jasmine datang dan menyuguhkan segelas jus jeruk untuk Boby.

"Terimakasih" ucap Boby memberikan senyum untuk Jasmine.

"Sama-sama silahkan di minum" sahut Jasmine dengan senyum bahagia juga.

Andrian yang melihat itu tidak terima.

"Hey apa-apaan itu, tadi aku datang cuma kau kasih air putih saat dia yang datang kau kasih jus" protes Andrian.

Jasmine melirik tajam pada Andrian.

"Kau kan tidak bilang mau minum jus, cuma bilang apa aja asal jangan racun, mending juga ada tuh" ucap Jasmine.

"Ya tidak adil dong, tuan rumah itu harus adil sama tamu-tamunya"

"Ya tapikan kau bukan tamu, kau datang karena kasih kerjaan, gimana sih"

Boby menatap kedua orang yang saling adu mulut di depannya itu. Nampak jelas dimatanya kalau Andrian sebenarnya cemburu dengan perlakuan Jasmine padanya.

"Kalian ini kenapa ribut sih? nanti jodoh loh" celetuk Boby yang masih melihat keduanya.

"Tidak akan!" kompak keduanya.

Boby hanya mengangkat kedua bahunya acuh, lihat saja nanti kedepannya gimana pikirnya.

1
solehatin binti rail
😃😃😃😃
solehatin binti rail
bagus ceritanya ....nyantai baget gak ngebosennim
solehatin binti rail
lanjut ....kayak nya seru
Dewi Al Farha
Luar biasa
Barry Slange'an
astaga ngakak aq...wkwkwkwk
Marhaban ya Nur17
temannya kali y yg nyulik
Marhaban ya Nur17
hrs pake wotak y pk ceo
Marhaban ya Nur17
wah g jd neh nikahnya
Marhaban ya Nur17
what ???
Marhaban ya Nur17
ya kan pembalut
Marhaban ya Nur17
saudara nya bebek kaleo 😁👍
Marhaban ya Nur17
kalah donk keras sakti ama heil sakti
Marhaban ya Nur17
yg wkt itu jasmine bilang bisma mirip papahnya yg playboy itu siap y ???
Marhaban ya Nur17
klo g teman sekolah pst kolega
Marhaban ya Nur17
kalimate kadang ada yg baku
Marhaban ya Nur17
minimouse
Marhaban ya Nur17
wkww
Marhaban ya Nur17
msh ada lagi musuhnya se mini belum
Marhaban ya Nur17
dag dig dug ser
Marhaban ya Nur17
mini 🐁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!