sebelum membaca season 2 ini, harap membaca season 1-nya dulu agar ceritanya nyambung dan dapat di mengerti dengan jelas!!!
Hans Nicholaus adalah anak tunggal dari Steve Nicholaus dan Gloria Jecksen...
di awal cerita..
Hans dan rekan-rekannya (street salvactucha) harus mengungkapkan misteri pembunuhan sadis yang di alami oleh Arandra...
tidak hanya itu sebagai anggota mafia, street salvactucha juga harus menghadapi musuh dimana-mana, yang siap menyerang mereka kapan saja...
lalu bagaimana cara Hans dalam mengejar cintanya, terhadap seorang wanita misterius??...
simak kisahnya di Terperangkap Cinta Mafia kejam dan Dingin season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan mantan
Ya memang benar selama ini jika Alice membahas pekerjaan Agatha ujung-ujungnya pasti mereka selalu ribut karena Agatha yang tidak suka dengan pendapat mommy-nya, sementara Alice juga tidak suka dengan pekerjaan Agatha yang tidak jelas dan selalu terlibat dalam kasus besar, membuat Alice selalu tidak setuju dengan apa yang di sukai oleh putrinya itu.
"Entah kapan sikap mu akan berubah my princess.." gumam Alice yang terlihat kecewa.
"Sudah lah mom, jangan terlalu di pikirkan Agatha akan baik-baik saja okee". Jawab Agatha meyakinkan Alice sembari memeluknya.
"Cepat lah kau cari pendamping hidup agar jika kau punya anak, kau bisa merasakan apa yang mommy rasakan saat ini". Gerutu Alice dengan sebal membuat Agatha kembali terkekeh.
"Tenang saja mom, menantu mommy sedang di proses sekarang". Jawab Agatha sambil terkekeh.
"Bagus lah kalau begitu, secepatnya bawah ke mansion mommy ingin bertemu dengannya". Jawab Alice sembari membelai rambut Agatha dengan sayang.
"Siap mom". Jawab Agatha dengan yakin.
"Ping". Bunyi ponsel Agatha.
"Good morning my Queen, sedang apa?". Isi pesan dari Hans membuat Agatha terseyum tidak jelas..
"Hmm mommy sepertinya tidak di butuhkan lagi disini, jadi sebaiknya mommy keluar saja". Kata Alice sembari bangkit berdiri saat melihat Agatha tampak asik berkutat dengan ponselnya.
"He-he-he bye bye mom". Jawab Agatha Sambil terkekeh melambaikan tangannya.
"Good morning Bae, aku sedang membalas pesan mu". Jawab Agatha yang entah mengapa bersikap sangat manis jika sedang menghadapi Hans,
mungkinkah Agatha benar-benar sudah menyukai Hans?
"Oyah, aku ingin melihat mu". Jawab Hans memalui pesan singkat dari seberang sana.
"Aku juga..., mau video call??". Tanya Agatha dengan antusias.
Baru saja mengirimkan pesan tersebut kepada Hans, panggilan video call langsung masuk ke dalam ponsel Agatha membuatnya langsung mengangkat panggilan telepon tersebut dan tidak sadar bahwa dirinya belum mandi dan juga masih kelihatan sangat kusut...
"My queen apa yang terjadi, apa kau belum mandi?". Tanya Hans saat melihat wajah kusut Agatha.
Hal itu tentu saja sukses membuat Agatha memalingkan wajahnya ke hadapan cermin besar yang tepat berada di depan ranjangnya... Saat melihat betapa kusut wajahnya yang belum mandi Agatha menarik selimut hingga menutupi seluruh wajahnya dan berbicara dari dalam selimut.
"Maaf aku baru bangun dan belum mandi". Jawab Agatha membuat Hans terkekeh di sebrang sana.
"Aku ingin melihat mu my queen, jangan menutupi wajah kucing mu dengan selimut seperti itu". Goda Hans dari sebarang sana.
"Aku bukan kucing kau tahu!!". Gerutu Agatha yang kurang senang mendapat julukan kucing dari Hans Sambil membuka sedikit selimut hingga memperlihatkan matanya.
"Ha-ha-ha kau sungguh cute my queen... Oyah segeralah bersiap-siap aku ingin mengajak mu jalan-jalan". Jawab Hans yang terus tersenyum melihat kekonyolan kekasih nya.
"Hari ini aku tidak bisa Bae, lain kali saja ya". Jawab Agatha
"Kenapa?". Tanya Hans penasaran
"Hmm aku sedang tidak enak badan Bae". Jawab Agatha yang tentu saja sukses membuat Hans khawatir.
"Aku akan ke sana sekarang!!". Jawab Hans tanpa bertanya apakah Agatha sudah baik-baik saja atau belum.
"Hey tidak perlu ke sini aku sudah baikan.." Jawab Agatha namun terlambat Hans sudah memutuskan sambungan telepon-nya.
"Ada apa dengan semua orang mengapa sangat menghawatirkan ku, padahal ini hanya demam biasa dan aku juga sudah baik-baik saja... " Gumam Agatha dalam hati yang merasa sangat di perlakukan bak tuan putri yang sedang sekarat, padahal penyakitnya hanya demam biasa dan hanya membutuhkan istriahat saja tidak perlu sekhawatir itu.
"Sebaiknya aku mandi dulu, demam ku juga sudah turun hanya tulang-tulang ku saja yang masih sedikit sakit". Lagi Agatha bergumam sembari meregangkan otot-ototnya dan beranjak dari atas kasur, tak lupa Agatha selalu merapikan kasurnya terlebih dahulu, karena Agatha memang orang yang tidak suka dengan tempat yang berantakan apalagi dengan kamarnya.
Setelah beberapa menit membersihkan dirinya Agatha keluar dari dalam kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil di tangannya, dan menatap pantulan dirinya di cermin.
"Agatha apa kau benar-benar tidak bermimpi sekarang... Apa kau benar-benar sudah mulai menyukai seorang Mafia sekarang! Bukankah Mafia adalah musuh bebuyutan detektif!!, Oyah ampun yang benar saja kau Agatha!!". Agatha berbicara sendiri di depan cermin saat melihat pantulan bayangan .
"Tok..tok..tok.."
"Siapa?". Tanya Agatha dari dalam kamar.
"Nona ada tamu". Jawab salah satu pelayan Agatha membuat Agatha sedikit gembira dan dan langsung mencari pakaiannya di lemari.
"Baiklah, aku akan segera turun ke bawah". Teriak Agatha dari dalam kamar.
Setelah beberapa menit berdandan Agatha pun keluar dari dalam kamarnya, meskipun masih kelihatan sedikit pucat namun Agatha merasa sudah baikan dan beranjak turun hendak menemui tamu yang datang.
Agatha berfikir jika tamu yang datang adalah Hans, namun nyatanya bukan dan yang paling membuat Agatha terbelalak kaget karena melihat ternyata yang datang adalah mantan pacarnya yang bernama Delgado.
Delgado adalah mantan pacar Agatha yang menghianatinya, cukup lama mereka menjalani hubungan bersama dan merencanakan pernikahan, namun beberapa minggu sebelum pernikahan mereka, Agatha memergoki Delgado sedang berada di restoran bersama wanita lain, dan yang lebih parahnya lagi Agatha melihat dengan mata kepalanya sendiri, Delgado Memberikan sebuah cincin yang sama dengan cincin yang pernah Delgado berikan kepada nya saat Delgado melamarnya.
Hal itu membuat hati Agatha benar-benar hancur dan langsung mendatangi Delgado, meminta penjelasan darinya namun Delgado hanya diam dengan rasa bersalah, melihat reaksi Delgado yang seperti itu membuat Agatha benar-benar marah dan memutuskan hubungan mereka, tidak hanya itu Agatha juga melepaskan cincin yang Delgado berikan untuknya dan menaruh-nya ke dalam gelas yang berisikan minuman berwarna merah dan pergi meninggalkan Delgado bersama wanita asing itu, sebelum meninggalkan Delgado, Agatha menyempatkan diri untuk menampar pipi Delgado dengan sangat keras hingga membuat bibirnya sedikit lecet.
"Hay.." sapa Delgado Sambil bangkit berdiri dari sofa tempatnya duduk.
"Hmm... Ada perlu apa datang ke sini?". Tanya Agatha dengan Dingin.
"Bisa kita bicara sebentar?". Tanya Delgado dengan lembut.
"Maaf aku tidak punya waktu!". Tolak Agatha dengan cepat sembari membalikkan badannya hendak kembali ke kamarnya, sangat malas melihat kedatangan Delgado di Mansionnya.
"Agatha please, aku ingin menjelaskan semua kejadian waktu itu". Pinta Delgado sembari menghalangi Agatha yang hendak ke kamar.
Dan pada saat yang sama Hans yang baru saja tiba di mansion melihat Agatha dan Delgado yang sedang berhadapan langsung dengan Delgado yang memegangi tangan Agatha, agar Agatha mau mendengarkan permohonannya...
lanjut....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
next and semangat thor😊