Remaja bernama Adzli, ia seorang yatim piatu dan belum pernah merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga setidaknya sebelum dia pulang ke dunia asalnya...
Dia berada di tempat yang tak di ketahui dengan ingatan masa lalunya, harapan untuk memiliki keluarga sudah ada di tangan. Hanya saja... kebahagiaan hingga kesenangan, bahkan cintanya pada seseorang lenyap ketika hanya benang dan beberapa jarum membuat tubuhnya.
Dia hanya sebuah boneka, boneka hidup yang seakan manusia.. dan sesampainya dia mempunyai kerajaan, tak pernah dia melihat bagaimana rasanya hidup tanpa beban.
Istana yang dia miliki saat ini hanya sebuah mainan semata, tak di sangka kalau sebenarnya dia adalah sesosok monster dari perwujudan sebuah setan boneka.
Sampainya mendirikan kerajaan sekalipun, tetap saja dia selalu di datangi masalah dan pada akhirnya sampai hembusan nafas terakhirnya... dia tetap memegang tangan orang yang dia cintai.. sampai akhir...
-
pembuat masih pemula dan membutuhkan kritik saran yang membangun... :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
The dearcurt sword
Setelah mengisi formulir pendaftaran yang di berikan Resepsionis, aku memberikan padanya dan mungkin saat ini sedang di proses tampaknya. Kami menunggu di kursi hanya diam, aku mengajak Sylvia bicara tapi dia sedang melamun. Apa yang sedang kau lamunkan hah ?
Menghela nafas aku melihat sekitarku hanya ada beberapa orang sedang duduk minum, ada juga orang yang sedang mengambil misi maupun mengambil upah. Tapi ya mataku hanya memandang papan tempat pemilihan misi, kurasa sebaiknya setelah mendaftar langsung saja.
"Maaf menunggu,.. Kami baru menyelesaikannya dan anda bisa mengambil misi sekarang, hanya saja silahkan periksa kekuatan anda dulu."
"Kalau itu tak usah, kalian akan menyesal," kata Sylvia agak memelas.
Sylvia mengatakannya sambil tersenyum masam, dia keliatan kalau sedang membicarakan tentangku dan mungkin karena saat melakukan sihir pertama kali. Dia pikir aku punya kekuatan yang sangat besar.
"Apa maksud anda ?"
"Kekuatannya terlalu besar, kristal pengukur kekuatan takkan sanggup..."
"Belum pernah ada yang bisa menghancurkan kristal pengukur kekuatan," jawab Resepsionis dengan bangga.
Dengan nada yang tegas, dia kelihatan sopan tapi bahasa yang di gunakan agak terlalu berlebihan kedengarannya.
Para akhirnya terjadi perang mulut yang di menangkan si resepsionis, Sylvia menyerah dan duduk kembali sambil mengambil pedangnya menyiapkan pelindung. Apa yang kau lakukan ?
Perempuan ini mengambil sebuah kristal menyimpannya di depanku memintaku untuk menyentuh benda di depanku, aku hanya menghela nafas dan menyentuhnya.. Tetapi tak lama..
"Apa ini ?!"
"Sudah kubilang bukan!" bentak Sylvia.
Dia berlindung dengan pelindung di pedangnya, aku hanya menatap cahaya yang keluar dari kristal berwarna merah darah dan kelihatan sekali kalau sangat begitu silau. Tapi aku tak bisa melepaskannya.
"Kekuatan apa ini ?! Sama seperti pangeran Zian!"
"Enggak berbeda! Ini seperti kebalikannya!"
"Kekuatan untuk membuat kue tampaknya," kata seseorang dengan sangat yakin.
Ada orang-orang yang bicara sedang memakai pelindung sama seperti Sylvia, tapi temannya yang satunya itu mengatakan hal aneh tentang kue dan apaan maksudnya kekuatan untuk kue ?
Namun teman-temannya menatap orang itu dengan sinis tak lama memukul kepalanya, dia hanya kelihatan agak kesal...
"Berisik!!" bentak beberapa orang.
Membentak temannya tersebut sambil mengambil sebuah perisai, aku melihat kalau semua orang memakai pelindung kecuali aku saja dan beberapa saat kemudian kristal hancur berkeping-keping.
Entah kenapa ini komedi yang begitu kering sekali menurutku tapi lupakan sajalah,... Setelah kristal hancur aku melihat sebuah angka di atasnya melayang dengan bentuk asap dan merah warnanya.
"Kekuatannya terlalu besar, apa ini yang namanya melampaui batas ?"
"Sudah kuduga, itu adalah kekuatan dari monster kue."
"Jangan mengatakan kue lagi!"
"Sembilan juta tujuh ratus dua puluh empat ribu," ucap sylvia mengucapkan angka itu.
Angka yang tertulis adalah yang di ucapkan sylvia barusan, dia kelihatan sangat begitu gugup saat mengucapkannya. Lalu apa maksudnya ?
Tapi Resepsionis yang terjatuh di hadapanku itu begitu terkejut minta ampun tak lama mengambil sebuah kertas menuliskan sesuatu, dia memberikan sebuah lembaran surat padaku dan beberapa koin perak membuatku heran. Senyum yang manis itu hilang menjadi masam.
Setelah aku menerimanya dia pergi dan aku bingung harus aku apakan surat ini...
Membaca tulisan ini aku hanya berpikir kalau terlalu berlebihan tapi lumayan juga keuntungan buatku, aku di katakan dalam surat ini di perbolehkan mengambil misi tingkat tinggi dan mempunyai hak untuk membuat kelompok, tapi aku takkan membuat kelompok apapun.
Sekarang melihat ke papan penerimaan misi aku beranjak turun dari kursi di ikuti Sylvia, dia ikut bersamaku ke papan misi.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita langsung menerima misi tinggi saja ?"
"Enggak, aku tidak berpengalaman sama sekali."
"Kamu terlalu pesimis deh," katanya.
Sylvia menghela nafas di depanku dengan begitu panjang tapi yang aku rasakan saat ini hanyalah dia begitu ingin dekat denganku, aku merasa kalau jarak antara kami sekarang agak dekat melebihi sebelumnya. Mungkin dia ingin tahu soal diriku karena memiliki kekuatan besar, tapi ya itu mungkin karena kakek tua itu.
Di hadapan papan yang banyak tulisan yang berkaitan tentang misi, aku membaca beberapa tulisan dan tertulis begitu singkat, padat, dan jelas sekali menerangkan soal misi yang di berikan. Jika kalau dalam film, biasanya sebuah kertas yang di gantung tapi ya itu film.
Sylvia melihat beberapa misi yang tersedia di depan kami, dia mungkin sedang memilih...
"Bagaimana dengan menghabisi beruang ?"
"Aku gak suka."
"Ah, aku pikir ini mungkin lebih baik."
"Apa itu ?" tanya Sylvia padaku.
Menunjuk sebuah misi dia membacanya tertuliskan kalau misi untuk membunuh ataupun mengusir para mayat hidup, tapi wajahnya langsung melihatku dengan begitu tajam dan tak lama dia menunjuk upahnya. Ups, aku ketahuan...
"Tapi tak apa ini lebih baik, karena jika aku lihat kalau pedangmu itu bukan sihir melainkan kekuatan spesial karena pangeran sih."
"Apa maksudmu dengan pangeran ?"
"Kamu itu pangeran, aku yakin akan hal itu dan jika dari sebelumnya kamu terbiasa makan nasi pasti pangeran."
"Spekulasi apaan itu ?" tanyaku tanpa mengharapkan jawaban.
Namun dia menggelengkan kepala tak lama mengelus tulisan di depan kami, tak berselang lama ada namaku dan namanya melayang, dia menyentuhnya tak lama di tulisan itu terdapat namanya dan dia memintaku untuk menyentuhnya.
Melakukan hal yang sama dengannya atau menyentuh tulisannya, aku melihat namaku juga ada di dalamnya.
Sekarang Sylvia mengambil pedangnya tak lama di depannya ada sebuah mahkota, kelihatan indah sekali dengan warnanya yang merah muda seperti rambutnya dan kristal berbentuk belah ketupat dengan warna putih yang begitu mengkilap, aku merasa kalau begitu indah.
Ini pertama kalinya melihat mahkota atau sesuatu yang mewah seperti ini...
"Mayat hidup itu biasanya takut pada sihir cahaya ataupun tumbuhan, jadi aku cocok untuk membuat mereka takut dan kamu bunuh mereka."
"Baiklah itu lumayan cukup bagus."
"Tapi apa kamu tak butuh senjata baru ?"
"Itu juga butuh sih."
"Resepsionis tadi memberikan sejumlah uang, 'kan ?"
"Iya.."
"Sudah gunakan saja buat senjata, kita ke toko senjata saja!" ajak Sylvia.
Setelah bicara sebentar kami memutuskan untuk keluar dari Guild dan mencari toko senjata, sambil berjalan aku memikirkan bagaimana caraku menggunakan panah atau sesuatu. Kurasa itu harus aku latih dulu, sebelumnya aku belum pernah menggunakan panah.
Memikirkan cara lain aku sekarang ini tidak bisa berpikir banyak...
Melupakan hal itu aku melihat keramaian kota begitu padat tapi yang menarik perhatianku adalah sebuah kerumunan di depan toko, aku merasa kalau entah kenapa aku ingin ke sana. Kurasa itu lebih baik, sylvia juga tampaknya penasaran.
Tak lama kami saling menatap kemudian setuju untuk ke sana melihat dulu apa yang ada, aku juga penasaran dengan apa yang ada di tengah keramaian yang ada di sana.
"Di sini ada apa yah ?" tanyaku pada seseorang.
Dia menoleh padaku lalu menunjukan seseorang di kelilingi orang-orang yang ada.
"Dia bisa mengembalikan ingatan orang yang hilang ingatannya."
"Adzli! Itu bagus! Bagaimana kalau kita ke sana dulu sebentar ?"
"Tapi aku merasa kalau dia pasti meminta uang dari kita."
"Hanya murah kok, satu koin perak saja!" katanya.
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
15 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Izin promote thor,novel aku
Judulnya :
- Abnormal Boy
- Pendekar Rawa Belut
Terima Kasih