Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 15
"Ana kemari lah" Ucap Glen
"Glen aku sedang capek, Glen" Ucap Ana
"Ana.." Ucap Glen sambil matanya berwarna merah
"Iya Glen, baiklah" Ucap Ana
"Buka bajumu Ana, Sekarang" Ucap Glen
"Baiklah" Ucap Ana
"Nikmatilah sayang" Ucap Glen sembari mengelus rambut Ana
Jam menunjukkan pukul 04:00 Ana dan Glen belum juga menyelesaikan urusannya, hingga malam sudah berubah menjadi pagi. Ana terbangun dari tidurnya, saat Ana terbangun Ana merasa seluruh badannya memar dan sakit di sekujur tubuhnya.
"Glen..Glen" Ucap Ana
"Huh, syukurlah, dia sudah pergi, aku harus segera mandi dan pergi ke sekolah, jika aku terus dirumah dia akan datang lagi" Ucap Ana.
Jam menunjukkan pukul 06:00 Ana keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar mandi, saat sedang mandi pintu kamar mandi Ana ada yang mengetuk.
"Ana" Ucap Ibunya Ana
"Haaa" Ucap Ana teriak dan kaget
"Ana, kamu tidak apa-apa" Ucap Ibunya Ana
"Huh, Ibu mengangetkan aku saja" Ucap Ana
"Maaf, Ibu cuman mau bilang kalau ada mie instan dimeja, sebelum berangkat ke sekolah, makan mie nya dulu, Ayah sama Ibu mau pergi ke sawah dulu" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu" Ucap Ana
Jam sudah menunjukkan pukul 06:44 Ana pun bergegas menuju ke sekolah dengan jalan kaki dan ditengah perjalanan Ana merasa sudah tidak kuat untuk berjalan, Ana pun berhenti sejenak dibawah pohon pinggir jalan.
Tiba-tiba Ana mendengar bunyi suara klakson mobil dan juga Ana mendengar ada yang memanggilnya.
"Woyy cantik, bareng kita yuk" Ucap Reno menggoda Ana
"Iya An, ayo" Ucap Ica
"Eh kalian, baiklah aku ikut" Ucap Ana
Mereka pun berangkat ke sekolah bersama, sesampainya di sekolah Ana turun dari mobil Reno, namun saat Ana turun dari mobil tiba-tiba rok yang Ana kenakan tertiup angin dan tidak sengaja Cika melihat kaki Ana penuh dengan lebam dan bekas cakaran, Cika pun bertanya kepada Ana.
"An, tunggu deh" Ucap Ica sambil memegang pundak Ana
"Iya ada apa ca" Ucap Ana
"Kenapa kaki kamu lebam lagi, ini malah lebih parah Lo An" Ucap Ica
"Gak papa kok ca" Ucap Ana
"Udahlah An, kamu nggak usah bohong sama aku, cerita lah" Ucap Ica
"Sudahlah Ca, aku nggak papa kok" Ucap Ana
"Ana kamu pasti dipukuli Ayah mu kan" Ucap Ica
"Haaa, gila ya nggak mungkin lah" Ucap Ana
"Terus, itu kenapa" Ucap Ica
"Sayang, ayo" Ucap Reno
"Tuh, Reno manggil kamu tuh" Ucap Ana
"Iya, nanti kamu harus cerita ya" Ucap Ica
"Udah sana" Ucap Ana
"Aku duluan ya An, dah" Ucap Ica
"Oke, aku ke toilet dulu" Ucap Ana
"Oke, sampai ketemu dikelas" Ucap Ica
Ana pun menuju ke toilet, saat sedang dalam perjalanan menuju ke toilet, Ana tidak sengaja bertemu dengan Ahmad.
"Ana" Ucap Ahmad sambil mencoba menghentikan langkahnya Ana.
Tapi Ana terus berjalan dan tidak menghiraukan panggilan Ahmad.
"Ana" Ucap Ahmad sambil menghadang Ana.
"iya ada apa sih" Ucap Ana marah
"Ana, kenapa kamu begini?" Ucap Ahmad
"Kenapa emangnya?" Ucap Ana
"Ana kenapa kamu tidak ada kabar, kenapa kamu lari dari ku dan kenapa kamu berubah?" Ucap Ahmad.
"Sudahlah, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita ini" Ucap Ana
"Tidak bisa An" Ucap Ahmad sambil memegang tangan Ana
"Lepaskan" Ucap Ana sambil menarik tangannya
"Ana aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau Ana, maaf Ana, maafkan aku malam itu, bukannya aku tidak cinta sama kamu Ana, tapi aku tidak mau menggotori kesucian mu" Ucap Ahmad.
"Hah, munafik" Ucap Ana
"Sungguh Ana Aku tidak mau, aku tau aku pernah melakukannya sebelumya tapi saat itu aku sungguh khilaf Ana, aku tidak mau mengulanginya Ana, aku tidak mau kamu menjadi pemuas nafsu ku saja Ana" Ucap Ahmad.
bersambung.....
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt