21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15
"Aa apa syaratnya,,!? "
Ada apa dengan Pak Erik ini, kenapa harus mendekat sih, berdiri di situ kan bisa.
tidak tau apa bentuk wajahnya sekarang sangat menyeramkan.
Sinara merasa kini kakinya tak sadar membawanya mundur ke belakang.
Kenapa sih dia ini, aku kan jadi takut.
Kini tubuh Sinara sudah terhenti di dinding ruangan Pak Erik.
Lah aku mau lari kemana ini.
Dengan sigap tubuh Pak Erik mengunci tubuh Sinara. Lengan sikunya, sudah di atas kepala Sinara yang menempel ke dinding.Sinara yang lebih rendah dari Pak Erik menadah melihat wajah Pak Erik yang kini juga menatapnya. Kini tangan sebelahnya menarik pinggul Sinara, wajah mereka tinggal beberapa senti lagi akan terkena.
"Ba bapak, mau ap apa,.!?" Tangan Sinara sudah di dada bidang Pak Erik menolak hendak mundur, tapi di tahan oleh Pak Erik.
Heiii jantung gw kenapa inii, ,tanpa
permisi sudah berlari-lari di dalam sana.
Ohh tuhan kuatkanlah iman ku,. Kenapa sih tangan ini sudah di dadanya saja.
Jari-jemarinya yang lentik itu tanpa
permisi sudah masuk ke dalam jas
hitam yang biasa Pak Erik kenakkan
tapi masih terhalang dengan kemeja Putihnya. Sinara cukup penasaran
akan rasanya dada yang ia pegang itu.
dapat keberanian dari mana, Sinara
meremas dada yang liat itu dengan geram.
Pak Erik yang awalnya calm berubah
menjadi tegang akan sentuhan Sinara. Matanya membola dan menatap Sinara lekat-lekat.
Sinara yang tersadar akan tatapan
Pak Erik langsung tersadar.
Aaaa ****** gw, bodohhh kenapa
sih tangan ini.
Kenapa dia sengaja, apa dia tidak tau sudah membangunkan senjata di bawah sana, sudah berani ya kamu,.Batin Erik
Senyum liciknya sudah mengembang, buat siapa saja yang melihat bergidik ngeri, termasuk Sinara.
Aaaa tukan senyumnya sudah begitu, apa aku kabur saja..
Sinara hendak lari tapi masih di tahan kuat dengan Pak Erik.
"Saya tidak mau apa-apa." Jawabnya
santai. "Jadi mau tau apa nggak syaratnya,!?"
"Ma mauu, ap apa syaratnya..!? "
Bisa cepat nggak sih dia ini, nggak tau apa jantung gw sudah mau keluar dari tempatnya. Ih tapi amit-amitlah.
Kini jari tangan Pak Erik sudah di dagu Sinara, Mata mereka menatap.
"Saya mau kamu jadi istri saya," Napasnya terhembus ke pipi Sinara,yang merasakan membuat bulu kuduknya mengembang.
Sudah gila apa dia itu, apa dia lupa kalo dia sudah beristri, apa maksudnya mau menjadi kan aku sebagai istri keduanya. Nggak sudi aku. Emangnya dia pikir dia seorang diri laki-laki yang ada di dunia ini.
Sinara geleng-geleng kepalanya tidak mau.
"Saya tidak mau,, saya tidak mau menjadi istri kedua kamu saya tidak sudi,gila apa." Sinara meronta minta di lepaskan tapi tetap saja tidak bisa.
"Lepaskan saya, saya mau keluar, saya tidak mau, lepaskan saayaa" Sinara meniggi kan suaranya.
Pak Erik dengan sigap mencium bibir Sinara dengan rakus, Sinara menepuk-nepuk dada Pak Erik minta di lepas dengan tenaga yang masih tersisa, tapi dengan cepat juga tangan Sinara sudah di tekan ke dinding atas kepalanya. Pak Erik semakin rakus mencium Sinara tangan sebelahnya menarik tengkuk Sinara, ciuman mereka semakin mendalam.
"Hah hahhh," Ciuman mereka terlepas, napas Sinara tersendat-sendat.
"Kalo kamu menolak menjadi istri saya,
mau tidak mau kamu harus jadi asisten
saya, titik, tidak ada penolakan,. "
Like😘😘