NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kriminal

Olivia membuka matanya perlahan, suasana kamar sudah sangat terang, jendela sudah di buka oleh para pelayan sejak pagi, ia menginap di rumah Rey. Kedua calon mertuanya tak menginjinkannya pulang, Olivia mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 10, ia merasakan pegal pada bagian punggungnya hingga akhirnya semalam ia tertidur sangat pulas, anehnya meski hari mulai siang tidak ada yang membangunkannya. Olivia menutup matanya kembali, matanya masih terasa sangat berat.

Ceklek

Suara pintu terbuka menampakkan seseorang yang berdiri dan masuk ke dalam kamar untuk menghampirinya. Rey mendekat dan duduk di tepi ranjang, sebenarnya gadis itu tahu kehadiran calon suaminya namun ia urung untuk menyapanya.

"Untuk apa dia kemari!" umpatnya dalam hati.

Tanpa di duga Rey meletakkan satu telapak tangannya membelai lembut rambut Olivia yang sedikit kusut nan berantakan.

"Bangunlah aku tahu kau pura-pura tidur" ucapnya menghentikan gerakan tangannya, tubuh Olivia tidak bergeming meski hatinya berdebar.

"Haaahhh" Rey menghela napasnya pelan. "Keluargaku sudah pergi untuk melakukan aktifitasnya sedangkan kau, sampai kapan akan berdiam diri di kamar?" bukan sebuah jawaban, Rey hanya bisa mendengar dengkuran kecil dari bibir calon istrinya, lebih tepatnya sih dengkuran palsu.

"Kau akan bangun sendiri atau ingin kucium sampai bangun?" gertaknya dengan nada penuh penekanan namun Olivia masih membelakangi dirinya. Dengan cepat Rey membalikkan tubuh Olivia agar menghadapnya.

"Baiklah, terima ciuman maut dariku!" Rey memangkas jarak di antara mereka, hanya 2 centi saja untuk bibirnya menyentuh bibir Olivia.

Grep

Tangan Olivia menutup rapat mulutnya tepat sebelum bibir Rey menyentuhnya, bibir tipis itu mencium punggung tangan Olivia.

"Apa yang kau lakukan!! seenaknya saja mau menciumku!" ucapnya membuat Rey menjauhkan wajahnya.

"Membangunkanmu, kita sudah resmi bertunangan. Bukankah tidak ada salahnya jika kita melakukan hal yang biasa pasangan lain lakukan" Rey tersenyum nakal.

"Tidak tidak tidak, jangan harap kita bisa seperti pasangan normal yang lain" Olivia mendudukan dirinya kini mereka saling berhadapan.

"Kenapa? apa kau tidak normal?"

"Aku normal, hanya saja jika melakukan hal itu denganmu aku merasa seperti diriku jadi seorang kriminalitas"

"Apa maksudmu?" Rey mengeryitkan dahinya tak mengerti.

"Kau tahu, aku jadi seperti orang yang setara dengan pedofilia" Rey tertawa renyah mendengar perkataan Olivia mengenai dirinya.

"Pedofilia? hahahaha, baik nona setara pedofil segeralah mandi dan bersiap untuk makan, aku rasa tidak baik jika harus berlama-lama di kamarmu, aku takut kau akan melakukan pelecehan terhadapku" ucapnya menggoda Olivia, sepertinya Olivia salah bicara secara tidak langsung ia malah melebeli dirinya sendiri di depan calon suaminya yang jahil.

"Iisshhh aku menyesal mengatakannya"

"Nona pedofil aku pergi dulu ya, aku tunggu di luar. Iiihhh aku takut denganmu, jangan dekati aku, jangan sentuh aku" Rey berjalan menuju pintu kamar sambil mengangkat-angkat bahunya seolah bergidik ngeri tak lupa menyilangkan tangannya di dada, dia terus meledek Olivia, benar-benar senjata makan tuan.

"Awas kau cebol!!" Olivia melempar sebuah bantal pada Rey, namun lemparannya itu meleset kini ia hanya bisa memandangnya tajam.

"Maaf maaf nona pedofil ampun, hahahaha" Rey masih tertawa, suaranya hilang begitu dia menutup pintunya.

"Kenapa aku ceroboh sekali!!" Olivia menepuk kepalanya sendiri, selanjutnya ia rasa Rey akan terus memanggilnya seperti itu.

***

Olivia berjalan menuruni tangga ke arah dapur, rupanya Rey sudah menunggunya di sana.

"Lama sekali nona pedofil kita ini" ledeknya lagi belum puas, Olivia hanya bisa mendengus sebal.

Sebenarnya ia tidak suka dengan panggilan baru dari Rey untuknya namun Olivia tahu ia harus menjaga sikap, bagaimana pun Rey akan menjadi suaminya kelak. Rasa kesal dalam hatinya juga mudah terobati, melihat sajian makanan di meja makan saja membuatnya lupa akan tingkah menyebalkan Rey barusan.

"Waahhh" Olivia terkesima melihat bermacam-macam menu makanan di hadapannya, mulai dari sayuran, daging, lauk pauk dan berbagai jenis minuman, sudah lama ia tidak merasakan makanan rumahan yang banyak penyajiannya semenjak perusahaan ayahnya bangkrut. Ia menelan salivanya. Rey yang berada di sampingnya hanya bisa memandangnya sambil tersenyum.

"Nona pedofil silahkan di nikmati makanannya" Rey menyentikan jarinya, para pelayan segera menyendokkan makanan untuknya.

"Berhenti memanggilku seperti itu! orang lain akan salah paham jika mendengarnya"

"Bukannya kau sendiri yang merasa memiliki kecendrungan seperti yang kau sebutkan tadi? aku suka memanggilmu begitu" mimik wajah Rey masih meledek.

"Kau!! terserahlah kau mau memanggilku apa!" Olivia menyerah, memang salahnya yang berkata demikian. "Aku akan mengambil makananku sendiri" ucapnya menghentikan pelayan yang akan menyendokan makanan untuknya, piring Olivia terisi dengan porsi banyak, ia benar-benar ingin mencicipi semua makanan yang sudah di sediakan untuknya. Tidur terlalu lama membuat perutnya kerocongan. Rey menatapnya lekat, takjub dengan cara makan Olivia yang cepat dan rakus, tidak jaim sama sekali di hadapan Rey.

"Kalau sudah habis nanti susul aku ke parkiran" ucap Rey menyudahi makannya, dia makan dengan porsi kecil.

"Kita mau kemana?" tanya Olivia masih mengunyah makanannya.

"Kencan" ujar Rey sambil berdiri.

Uhuk Uhuk

Olivia tersedak, seorang pelayan segera memberikan segelas air untuknya.

"Kencan? berdua saja?" Olivia membulatkan matanya lebar.

"Tentu saja berdua,memangnya kau mau berkencan dengan berapa orang?" Olivia sedikit tidak percaya, sepertinya hubungan ini cukup serius padahal jika ia melihat Rey, ia masih merasa perjodohan ini tidak nyata.

Rey meninggalkannya dan pergi menaiki tangga menuju kamarnya, mungkin dia akan berganti pakaian. Seketika Olivia tidak bisa menghabiskan makanannya, ia jadi tidak bernapsu.

"Bagaimana jadinya jika aku berkencan dengan si cebol itu? aku seperti sedang momong anak kecil yang ingin menonton bioskop" bayangannya tentang pandangan orang lain terhadapnya, Olivia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak boleh bersentuhan, ingat! tidak ada rangkulan atau gandengan tangan. Tidak lucu kan aku merangkul lelaki yang lebih pendek dariku, dia juga jangan coba-coba merangkul pinggangku! aku tidak bisa membayangkannya! Tidaaakkk" Olivia meracau berbicara sendiri membayangkan kencan konyolnya dengan Rey yang belum terjadi.

"Pokoknya jaga jarak, iya jaga jarak!!" Olivia meninggalkan meja makan sambil terus mengoceh berjalan kembali ke kamarnya, para pelayan menatapnya aneh.

***

20 menit kemudian, Olivia sudah mengenakan celana jeans dengan panjang yang tanggung, sebuah t-shirt dan tas slempang kecil di bahunya, tak lupa ia juga memakai sepatu kets berwarna putih. Beruntung ia sempat membawa pakaian ganti di dalam tas besar yang di bawanya sebelum hari pertunangan. Kini ia berada di parkiran menunggu calon suaminya datang.

"Dia berdandan ya? kenapa lama sekali" keluhnya karena cukup lama berdiri di sana, namun kemudian terdengar derap langkah kaki mendekat.

Tap tap tap tap

"Kau! aku sudah menunggumu lama seka. .liiiii" nada suara Olivia perlahan hilang. Rey yang berdiri di hadapannya membuatnya. .

"Kau sedikit berbeda" ucap Olivia dengan mata yang tak berkedip. Rey sendiri sadar nampaknya Olivia terpesona kepadanya. Gadis itu memandangnya dengan mulut yang menganga.

"Napas hei nona pedofil! berkedip!" Gertak Rey sambil menepuk bahunya. Seketika Olivia tersadar dari lamunannya.

"Kita mau kemana?" tanyanya kemudian mengekor pada calon suaminya yang memutari sebuah kendaraan roda empat yang mewah.

"Sudah naik saja" jawabnya singkat sambil masuk ke dalam mobil, Olivia mengikuti jejak kakinya, seorang supir duduk di depan, Rey duduk di kursi belakang bersama gadis yang belum berhenti menatapnya.

"Hei jika begini terus aku rasa kau benar-benar akan jadi kriminalitas, bisakah kau bergeser sedikit? aku kesempitan" ucap Rey yang terjepit karena di apit Olivia hingga ke pojok jendela, dia kesulitan bergerak.

"Maaf" gadis itu memgangkat bokongnya sedikit menjauh, sepertinya dia lupa soal menjaga jarak yang di ucapkannya tadi.

***

Hai maaf ya author telat up date, pekerjaan author lagi di kejar deadline jadi harap maklum ya hehe

Ayo siapa yang penasaran sama visual Olivia dan Rey??

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!