Cerita seorang gadis yang tinggal serumah dengan kakak tirinya, keduanya pernah merasa trauma dari kehidupan keluarga sebelumnya. Alex tipe orang yang sayang dan melindungi walau di awal kelihatan dingin, tapi perhatiannya membuat ia merasa nyaman, prasaan suka yang ia ragukan juga dirasakan Alex.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ji jie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesona Alex di kampus
...Urusan pekerjaan dengan Citra akhirnya selesai juga, Tanpa buang waktu, Alex langsung berbelok arah menuju kampus Sandra, hari ini adalah batas akhir pengumpulan tugas karikatur untuk di pamerkan....
...Namun, Sandra mulai gelisah begitu mobil mewah Alex memasuki area gerbang kampus. Selama ini, Sandra dikenal sebagai mahasiswi berpenampilan sederhana yang selalu menyendiri dan cuek, ia tidak punya teman dekat satu pun. Jika orang-orang tahu sosok di sebelah ini adalah Pebisnis sukses sekaligus kakak tirinya, hidup tenang Sandra di kampus dipastikan tamat....
..."Kak, pakai ini buruan" sedikit panik sambil menyodorkan sebuah masker kain warna hitam dari tasnya....
...Alex menaikkan sebelah alisnya, heran. "Buat apa? Kakak nggak lagi flu."...
..."Pakai aja kenapa sih! Aku nggak mau Kakak jadi pusat perhatian," potong Sandra cepat....
...Sebelum Alex sempat menolak, Sandra sudah berjinjit dan memasangkan tali masker itu ke telinga Alex secara paksa....
...Alex hanya bisa menghela napas pasrah, menuruti kemauan adik tirinya yang super protektif terhadap privasinya sendiri....
...Sayangnya, rencana Sandra gagal total, meskipun separuh wajah Alex sudah tertutup masker hitam, kombinasi kemeja kerja yang tergulung rapi sampai siku, jam tangan mewah, postur tubuh tegap, serta aura matanya yang tajam justru membuat Alex terlihat seperti aktor yang sedang menyamar. Ditambah lagi dengan penampilan Sandra yang ikut rapi dan imut warna pink, karena baru saja mendampingi Alex menemui klien kantor, pasangan kakak-beradik ini malah terlihat mencolok....
...Begitu mereka melangkah menyusuri koridor menuju gedung fakultas desain, keheningan merayap perlahan, digantikan oleh bisik-bisik yang riuh dari para mahasiswa yang berpapasan....
..."Eh, itu bukannya Sandra? Anak desain interior yang sukanya sendirian itu?"...
..."Bentar, cowok di sebelahnya siapa? Gila, auranya mahal banget..."...
..."Bahkan meski pake masker doang tapi kelihatan ganteng banget anjir, pacarnya Sandra ya?"...
...Sandra bisa merasakan puluhan pasang mata menatap ke arah mereka, Tapi dia cuek aja tak satupun teman yang dia sapa malah santai melanjut kan jalannya, tapi dalam hati dia merasa terusik ketenangannya terganggu....
...Di sebelahnya, Alex hanya terkekeh pelan di balik maskernya, Ia menyadari kepanikan adiknya walau Sandra tampak tenang dan dengan sengaja memiringkan kepala, berbisik tepat di telinga Sandra....
..."Penyamaran yang bagus Sandra, sekarang kita malah kelihatan kayak selebriti yang lagi terciduk backstreet."...
...Sandra menatap Alex tajam, merutuki nasibnya. "Diam Kak! mending fokus jalan awas saja kalau karya ku lecet."...
...Sandra dan Alex memasuki ruangan Aula yang luas, di sana sudah tertata rapi meja meja untuk meletakkan karikatur mahasiswa fakultas desain....
...Taman yang indah...
...Setelah membantu Sandra mengumpulkan karikaturnya tepat waktu, Alex tidak bisa berlama-lama, urusan kantor sudah melambai-lambai menuntut kehadirannya....
..."Kakak balik ke kantor dulu ya, nanti kalau sudah selesai kabari, biar kakak jemput." ucap pelan sambil menurunkan sedikit maskernya saat berada di area yang agak sepi....
..."Nggak usah, Kak! Aku pulang sendiri saja, Mending Kakak cepat pergi sebelum orang-orang makin curiga" usir Sandra panik sambil mengibaskan tangannya, mendorong Alex agar segera meninggalkan area kampus....
...Alex hanya tertawa kecil, mengacak rambut Sandra gemas sebelum akhirnya berbalik menuju parkiran....
...Selama ini, Sandra memang tidak punya teman dekat di kampus. Satu-satunya orang yang sering berinteraksi dan mengerti bakatnya hanyalah Dosen pembimbingnya yang tahu betul betapa tertutupnya Sandra, tapi beliau juga paham potensi besar yang dimiliki gadis itu....
...Setelah tugas karikatur terkumpul seluruhnya, Dosen meminta seluruh mahasiswa angkatan pertama berkumpul di studio utama, Wajah sang dosen terlihat serius....
..."Anak-anak, ada pengumuman mendadak yang sangat penting" membuat ruangan yang tadinya bising mendadak hening....
...Semua merasa penasaran....
..."Pihak perangkat Desa Sumbersuko baru saja menghubungi pihak fakultas. Mereka mengajukan permohonan agar mahasiswa Desain interior dan taman membantu menata dan memperindah desa mereka, mulai dari kantor gedung balai desa, hingga taman di sepanjang jalan dan perancangan sudut desa. Sayangnya, tim KKN gelombang terakhir sudah berangkat tiga hari yang lalu."...
...Gumam cemas mulai terdengar dari para mahasiswa....
..."Karena ini tugas mendadak dan penting untuk nama baik kampus, Saya memutuskan untuk menerjunkan kalian, angkatan semester pertama, untuk melakukan tinjauan langsung ke Desa Sumbersuko. Pembentukan tim tidak akan didasarkan pada nilai pameran karikatur hari ini, melainkan dibentuk secara acak oleh pihak dosen....
...Sandra merasa dia pasti salah satunya mengingat selama ini dosennya tau Sandra selalu terima job bangun taman secara online dan uda biasa menangani hal hal seperti ini....
...Malam harinya saat Sandra di rumah, dia menyampaikan prihal tugas ke desa Sumbersuko, Pada Alex....
..."Jadi, minggu depan aku harus berangkat ke Desa Sumbersuko" tak berani menatap kakaknya....
...Cengkraman jemari Alex pada pinggiran sofa mengencang....
..."Ke desa? Berapa lama?" suara terdengar dalam dan berat, kehilangan nada canda seperti tadi pagi....
..."Ya Desa Sumbersuko, mungkin satu sampai dua minggu..." jawab pelan....
...Alex mengusap wajahnya kasar, ada rasa protektif dan kecemasan luar biasa yang mendadak melingkupi dadanya, Bayangan Sandra harus tinggal di desa terpencil, dikelilingi orang-orang tak dikenal tanpa pengawasannya, benar-benar membuat Alex tidak tenang, Lebih dari itu... ada perasaan egois di dalam dirinya yang menolak keras untuk terpisah jauh dari Sandra....
..."Nggak. Kakak nggak izinin" tegas dan dingin....
...Sandra menoleh kaget. "Tapi Kak, ini perintah dosen! Semua yang terpilih wajib ikut!"...
..."Biar Kakak yang bicara sama dosen kamu atau pihak rektorat" menatap Sandra tajam....
...Sandra terdiam....
..."Kakak bisa cari alasan lain atau bantu pendanaan proyek desa itu tanpa kamu harus ikut ke sana Sandra, Kakak gak mau kamu jauh-jauh dari Kakak."...
...Alex menatap Sandra lekat-lekat, matanya menyorotkan kegelisahan yang campur aduk....
..."Tapi Kak... ini cuma sebentar, cuma satu atau dua minggu," bujuk Sandra pelan" mencoba melunakkan pertahanan Alex....
..."Satu atau dua minggu itu lama buat kakak, satu hari saja tak apa."...
...Kakak kau bercanda" menatap Alex karna kata-katanya yang terdengar konyol....
...Kak percayalah kau hanya khawatir pada ku tanpa mengijinkan dirimu sendiri untuk percaya pada ku....
..."Siapa aja anggota tim kamu nanti?" suaranya terdengar dingin dan protektif....
...Besok baru di umumin....
..."Kalau ada cowok yang macam-macam atau nyoba mendekati kamu di sana, Kakak bakal jemput kamu hari itu juga, nggak peduli apa kata dosen kamu lagi pulak kakak kenal baik."...
...Sandra tersenyum tipis, campuran antara gemas dan lega karena Alex mulai agak melembut, meski sikap over protective nya tetap tidak berkurang sedikit pun....
...kalau dia tau aku di goda orang itu artinya dia menyuruh orang diam diam mengintai ku, dasar gumam Sandra....
..."Kak Sandra sayang banget kakak Cup cup ... "melelehkan balok es dengan kecupan di seluruh wajah....