NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: MATA-MATA YANG SALAH ALAMAT

Bab 15: Mata-Mata yang Salah Alamat

Malam beranjak semakin larut di kawasan Menteng. Di dalam kamar tidurnya yang bernuansa pastel glamor, Alethea Belmont sedang menatap layar laptopnya dengan dahi berkerut dalam. Jari-jarinya yang lentik mengetuk-ngetuk permukaan meja rias marmer, menciptakan irama yang selaras dengan kecemasan yang berkecamuk di dalam dadanya.

Sebuah draf laporan PDF baru saja mendarat di folder masuk surel pribadinya. Pengirimnya adalah Roni, detektif amatir yang dia sewa dengan tarif jutaan rupiah per hari. Namun, isi laporan itu sama sekali tidak mencerminkan ekspektasi tinggi Alethea.

LAPORAN INVESTIGASI OPERASIONAL – TARGET: VALERIE

16.30 WIB: Target terpantau keluar dari gerbang SMA Garuda berjalan kaki.

17.00 WIB: Target memasuki Stasiun MRT Istora Mandiri. Kondisi stasiun sangat padat (jam sibuk). Target bermanuver di antara kerumunan dan menggunakan lift darurat gedung komersial yang tidak memiliki akses publik, menyebabkan tim pengintai kehilangan visual.

18.30 - 21.00 WIB (Analisis Lapangan Sekunder): Berdasarkan draf pelacakan area sekitar stasiun akhir dekat pemukiman pinggiran, target diduga kuat sengaja memutar arah untuk mendatangi jajaran warung tenda kaki lima dan pasar loak tradisional.

Kesimpulan Sementara: Target melakukan rotasi rute acak demi menghemat ongkos transpor dan mencari draf barang loak atau makanan murah. Tidak ditemukan adanya indikasi pertemuan dengan figur mencurigakan atau draf aliran dana dari pihak ketiga. Target murni bergerak di area kelas pekerja bawah.

Alethea bersandar pada kursi beludrunya, mengembuskan napas panjang yang terdengar seperti draf dengusan ejekan. Ketegangan yang mengunci bahunya sejak kemarin perlahan-lahan mengendur.

"Rupanya cuma keluyuran di pasar loak dan warung kumuh," gumam Alethea sendiri, seulas senyuman sinis mulai kembali menghiasi wajah cantiknya yang dilapisi masker perawatan malam. "Bodoh sekali aku sampai sempat berpikir dia punya draf rahasia besar. Sampah panti asuhan tetap saja sampah. Selera dan mentalitasnya tidak akan pernah bisa naik kelas, meskipun Papa sudah memasukkannya ke SMA Garuda."

Rasa superioritas yang sempat goyah karena perubahan aura dingin Valerie beberapa hari lalu, malam ini kembali terestorasi penuh di dalam kepala Alethea. Dia mengira manuver Valerie di stasiun MRT kemarin hanyalah draf kebetulan dari seorang anak miskin yang bingung mencari jalan keluar di tengah keramaian kota Jakarta.

Alethea menutup draf laptopnya dengan draf gerakan santai, lalu berjalan menuju cermin besar untuk memeriksa penampilannya. Pikirannya kini beralih sepenuhnya pada agenda yang jauh lebih krusial bagi status sosialnya: draf persiapan pesta ulang tahunnya yang ke-18 yang akan digelar megah di Grand Ballroom Hotel Mulia minggu depan.

"Biarkan saja dia menikmati draf hidup kumuhnya di bawah tanah," bisik Alethea ke arah pantulan dirinya di cermin, matanya memancarkan draf kilatan culas yang tajam. "Minggu depan, di depan seluruh kolega bisnis Papa dan anak-anak elit Garuda, aku akan memastikan semua orang tahu siapa putri mahkota yang sesungguhnya di rumah ini."

Alethea tidak pernah tahu bahwa pada detik yang sama, di dalam kamar gudang bawah tanah yang sunyi dan berdebu, Valerie Vespera sedang duduk di tepi ranjang lipatnya sembari menatap draf laporan yang jauh lebih mengerikan di layar ponselnya.

Bukan draf laporan amatir seperti milik Roni, melainkan draf mutasi rekening korporat dan log aktivitas siber yang dikirimkan langsung oleh jaringan terenkripsi Julian Prakasa.

"Detektif sewaanmu benar-benar malang, Alethea," ucap Valerie pelan, suaranya beralun begitu rendah di tengah kegelapan kamar yang pengap.

Di layar ponselnya, terpampang draf rekaman CCTV publik yang berhasil diretas oleh tim IT Pecunia Corp sore kemarin. Rekaman itu memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana Roni kebingungan di depan pilar stasiun MRT, sementara Valerie dengan draf langkah anggun sudah berada di dalam lift eksekutif menuju lantai sepuluh gedung kantornya.

Valerie sengaja memerintahkan informan lapangannya untuk memberikan draf draf informasi palsu kepada jaringan Roni—menggiring persepsi sang detektif agar percaya bahwa Valerie hanyalah seorang gadis miskin yang keluyuran di pasar tradisional demi menghemat uang. Sebuah draf umpan taktis yang sempurna untuk membuat ular palsu di lantai atas itu kembali tertidur dalam draf delusi kenyamanan mereka.

Kring.

Sebuah panggilan suara masuk dari Julian melalui aplikasi pesan khusus yang tidak bisa dilacak oleh draf menara pemancar lokal. Valerie menggeser layar, mendekatkan ponsel ke telinganya.

"Nona V," sapa Julian dengan draf nada suara yang sarat akan rasa hormat. "Draf informasi palsu untuk mata-mata Alethea sudah terkirim 100%. Dia dipastikan menelan umpan itu bulat-bulat. Di sisi lain, sisa dana sepuluh miliar rupiah dari draf keuntungan operasional semen hari ini sudah dialokasikan ke draf sub-akun spekulasi bursa internasional kita."

"Bagus, Julian," jawab Valerie datar, sepasang mata hitam pekatnya tidak memancarkan emosi sedikit pun, bagai hamparan laut dalam yang tenang sebelum badai. "Biarkan mereka menikmati draf ketenangan palsu ini untuk beberapa hari ke depan. Bagaimana dengan draf persiapan untuk malam pesta ulang tahun Alethea?"

"Semua instrumen finansial sudah siap di posisi masing-masing, Nona," lapor Julian, terdengar ada draf senyuman dingin di balik suaranya. "Sesuai draf instruksi Anda, tepat pada malam perayaan tersebut, kita akan memicu draf aksi jual massal berskala besar pada draf saham anak perusahaan properti Elrod Corp di bursa Singapura. Gilbert Elrod tidak akan pernah menduga bahwa hadiah ulang tahun terbesar untuk anak angkat kesayangannya adalah draf keruntuhan awal dari harga saham perusahaannya sendiri."

Valerie mengetuk tepi ranjang besinya sekali, menciptakan bunyi dentang kecil yang memutus kesunyian. "Pertahankan draf posisi itu, Julian. Jangan lakukan pergerakan agresif apa pun di lantai bursa hingga draf lampu hijau saya berikan langsung dari dalam ballroom hotel."

"Dimengerti, Nona V. Segala draf operasional dikunci sampai perintah Anda turun."

Panggilan terputus. Valerie menurunkan ponselnya, lalu menatap langit-langit kamar gudangnya yang dipenuhi oleh draf jaring laba-laba kecil. Di atas sana, sayup-sayup terdengar draf langkah kaki Victoria dan Alethea yang sedang tertawa renyah, menikmati kemegahan palsu dari draf istana emas yang fondasi ekonominya sudah mulai digerogoti dari bawah tanah.

Seulas senyuman yang teramat anggun namun menyimpan draf kekejaman yang absolut muncul di wajah Valerie. Permainan catur bayangannya berjalan terlalu mulus, dan mata-mata yang salah alamat hari ini hanyalah draf bukti bahwa musuh-musuhnya tidak lebih dari sekadar bidak-bidak bodoh yang bergerak sesuai dengan draf skenario yang telah dia susun sejak awal kebangkitannya.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!