NovelToon NovelToon
Pangeran Bertopeng

Pangeran Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyelamat / Perperangan
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: Anand Mehra

Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.

Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pewaris Kipas 102 part 4

"Siapa sebenarnya pendekar bertopeng itu?" perdana menteri Dong Zhang mulai penasaran dengan jati diri pangeran bertopeng.

"Aku kalah dari pedang tua itu" Iblis Shiu menahan nyeri ditubuhnya.

"Siapa sebenarnya pendekar bertopeng itu?" pendekar Lau Liu Bhe memperhatikan pangeran bertopeng dari kejauhan.

"Dia bukan orang sembarangan. Kemampuannya jauh diatas rata-rata pendekar-pendekar yang biasa kita jumpai" pendekar Xhan mulai mengakui kehebatan pangeran bertopeng.

Pendekar Xhan pun melompat ke panggung pertandingan kembali. Dan spontan langsung membuat sorak sorai para penonton pun bergemuruh. Sorakan itu mulai dari dukungan dan ada juga cacian. Karena pendekar Xhan cukup terkenal sebagai pendekar bayaran istana. Dan ada yang suka juga ada yang benci padanya.

"Pendekar politik!!"

"Turun....turun...turun....!" teriakan dari sebagian penonton yang juga rakyat tepi barat kota.

"Mau apa lagi anda tuan Xhan?" Iblis Shiu bertanya ketus.

"Aku hanya ingin menjajal sekali lagi kemampuan tuan pendekar bertopeng" Xhan lebih tenang dari sebelumnya.

"Apa kau ingin cari mati konyol pendekar Xhan?" pendekar seruling emas melangkah sejurus ke arah pendekar Xhan.

"Tuan bertopeng memang habet. Tapi aku belum kalah" katanya sambil memasang kuda-kuda dan kipas sakti di tangannya.

"Baiklah tuan Xhan, aku tau anda masih ingin mencoba jurus gelombang kipas sakti itu kan" pangeran bertopeng dengan tenang memasang kuda-kuda.

Di Tribun....

"Ayah hentikan pendekar Xhan, jika tidak ingin terjadi kerusakan" putri Zhang Haire meminta pada perdana menteri Dong Zhang.

"Biarkan saja tuan putri. Aku malah ingin melihat sampai batas mana kesaktian pendekar bertopeng itu"

"More..!!" bentak putri Zhang Haire dengan mata membulat penuh.

Perdana menteri Dong Zhang pun langsung turun ke panggung pertandingan.

"Berhenti!! Cukup...!!"

Semua yang ada di atas panggung pertandingan pun menoleh ke perdana menteri Dong Zhang. Kali ini tatapannya penuh amarah. Perdana menteri Dong Zhang melangkah ke arah Wang Wei. Wang Wei adalah pendekar bayaran dan sekaligus pengawal kususnya.

"Sayembara sudah usai. Dan, pangeran bertopeng lah pemenangnya" dengan suara tegas dan jelas.

"Akhirnya" pangeran bertopeng tersenyum senang dibalik topengnya.

"Tapi, aku belum ka_ "

"Apa kau ingin sampai mati?" suara perdana menteri Dong Zhang terdengar bergetar.

Pendekar Xhan pun terdiam tanpa kata-kata lagi. Wang Wei menyarungkan golok kembarnya. Iblis Shiu pun mundur perlahan.

"Apa ini sesuai dengan rencana pangeran?" Wai Hang menyarungkan pedangnya.

"Iya, tinggal Kipas 102 yang harus aku rebut kembali dari pendekar Xhan"

"Topeng dan kipas, memang cocok" Wai Hang berjalan menuruni panggung pertandingan.

"Hei pendekar pedang tua, anda ternyata hebat juga" Iblis Shiu memberi hormat pada Wai Hang.

"Anda juga, karena jarang yang mampu menahan jurus pengikat Sukma ku" Wai Hang tersenyum ramah pada Iblis Shiu.

Perdana menteri Dong Zhang berdiri menghadap ribuan penduduk tepi barat kota. Tangannya memberi isyarat pada prajurit unik menabuh genderang tanda ditutupnya sayembara perdana menteri Dong Zhang.

DUNG.....!! DUNG....!! DUNG....!!

"Sayembara telah usai, dan pemenangnya adalah pendekar bertopeng!" ucap perdana menteri Dong Zhang dengan lantang.

"Hidup pendekar bertopeng...!!"

"Hidup Raja Topeng...!!" seruan dan uvoria dari para penduduk tepi barat kota. Mereka terlihat sangat senang dan antusias menyambut kemenangan sang pangeran bertopeng.

"Dan dengarkan rakyat tepi barat kota. Mulai sekarang, pendekar bertopeng adalah pemimpin pengawal istana tepi barat kota"

Perdana menteri Dong Zhang pun memberi hormat pada pangeran bertopeng yang tidak lain adalah pangeran Syah Hang. Sang pangeran pewaris tahta kerajaan Raja Hang Dzo. Setelah dua puluh tahun lebih, akhirnya sang pangeran pewaris tahta bisa kembali masuk ke lingkaran istana.

"Apa aku tidak salah dengar" putri Zhang Haire terperangah karena kaget mendengarnya.

"Wah pendekar bertopeng yang tampan itu akhirnya akan sering ku temui" cetus More sambil tersenyum centil.

"More, jangan sampai kau ganggu dia!" mata putri Zhang Haire melotot memandangi More.

"Tenang tuan putri, aku hanya bercanda" More malah mengedip-ngedipkan matanya.

Di sana, para pendekar bayaran dan pendekar yang hadir disana terdiam mendengar titah perdana menteri Dong Zhang. Wang Wei mendengus kesal. Posisinya sudah jelas terancam oleh kehadiran pangeran bertopeng itu.

"Semudah itukah pengabdianku anda abaikan tuan perdana menteri" ujarnya dengan tangan mengepal dalam kegeraman.

"Terima kasih perdana menteri. Tapi syarat yang hamba ajukan jika menang adalah, hamba menentukan hadiahnya sendiri. Dan anda juga sudah menyepakatinya" pangeran Syah Hang berjalan mendekati pendekar Xhan yang berdiri tidak jauh dari perdana menteri Dong Zhang.

"Tentu pendekar bertopeng, tentu. Katakanlah apa permintaan anda?" Dong Zhang melirik ke pendekar Xhan.

"Berikan kipas 102 itu pada hamba" pangeran Syah Hang tersenyum puas dibalik topengnya.

"A_apa...?" pendekar Xhan menahan kegeramannya dengan gigi yang gemertakan.

"Kipas itu anda ambil dariku tuan Xhan. Kipas itu milikku. Jadi memang seharusnya kipas itu ada ditangan pemiliknya"

Deg......

"Kipas itu milik pendekar bertopeng" Wang Wei memicingkan matanya ke arah pendekar Xhan.

Begitu juga para pendekar yang lain. Semuanya melirik ke pendekar Xhan dengan lirikan yang sinis.

Pendekar Xhan pun hanya bisa terdiam dengan wajah yang menanggung malu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!