NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Malam kian larut, namun cahaya lampu kristal di kediaman Aeros masih memancar terang. Rumah itu bukan sekadar megah; itu adalah benteng. Penjagaan di setiap sudut begitu ketat, dengan pria-pria berpakaian hitam yang menyandang senjata otomatis—sebuah gambaran nyata dari kekuasaan keluarga Luca.

​Dunia hanya mengenal Kaisar sebagai siswa kaya, namun di dunia bawah, nama Kaisar Luca Aeros adalah titah. Luca adalah klan yang memegang kendali atas ekonomi, jalur logistik gelap, hingga hukum yang tak tertulis di dunia internasional.

​Kaisar melangkah masuk ke dalam mansion dengan langkah tenang. Sepatu pantofelnya beradu dengan lantai marmer, menciptakan gema yang dingin. Di ruang tengah yang luas, duduk seorang pria paruh baya dengan aura yang jauh lebih mengintimidasi. Raga Luca Aeros.

​"Kaisar," panggil sang Daddy. Suaranya pelan, namun mampu menghentikan detak jantung siapa pun yang mendengarnya.

​Kaisar berhenti, menoleh pelan tanpa rasa takut sedikit pun. Wajahnya datar, benar-benar cerminan dari sang ayah. Jika Raga adalah raja yang kejam, maka Kaisar adalah pangeran yang tak punya empati.

​"Daddy mendengar kalau kau baru saja menghajar salah satu guru di sekolah milik kita," ucap Raga sambil menyesap cerutunya. Matanya yang tajam menatap sang putra, mencari tahu alasan di balik tindakan impulsif yang jarang dilakukan Kaisar.

​Kaisar tidak bereaksi. Tak ada rasa menyesal atau ragu. Ia hanya menatap lurus ke arah ayahnya sebelum menjawab singkat.

​"Dia merusak pemandangan, Dad," ucapnya datar, seolah-olah menghancurkan hidup seseorang hanyalah masalah estetika mata baginya.

​"Dingin dan mematikan. Kau benar-benar pewaris Luca yang sempurna," gumam Raga pelan

"Kaisar, besok kau urus tikus-tikus kecil yang Daddy bilang semalam. Mereka terlalu berisik merusak halaman rumah kita," ucap Raga Luca Aeros sebelum putranya benar-benar menghilang di balik pintu.

​"Baik," jawab Kaisar singkat tanpa menoleh. Di kamus keluarga Luca, "tikus kecil" berarti musuh yang harus dilenyapkan tanpa jejak

Melody mengerjapkan mata, menyambut sinar matahari yang masuk lewat celah gorden. Ia bergerak perlahan, mencoba duduk. "Eh, udah nggak sesakit semalam. Emang sakti itu dukun urut, sentuhan mistis emang beda," gumamnya sambil merintih sedikit saat meregangkan otot pinggangnya.

​Pagi ini Melody ingin tampil lebih segar. Ia memakai seragam yang pas di badan, memadukannya dengan blazer sekolah yang rapi. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah, menutupi bekas luka di punggungnya. Dengan polesan sedikit liptint merah alami, wajahnya terlihat sangat cantik dan bersinar, jauh dari kesan "Melody menor" yang dulu.

​Ia menuruni tangga perlahan, berusaha tetap anggun meski sesekali masih terasa sedikit kaku. Di meja makan, Daddy dan Mommy sudah menunggu.

​"Sayang," panggil Daddy saat Melody baru saja duduk. "Semalam saat Mommy melapor ke kepala sekolah tentang gurumu itu, kepala sekolah justru bilang kalau guru itu sudah masuk rumah sakit dalam kondisi kritis."

​UHUKK!

​Melody yang baru saja menyesap susunya langsung tersedak. "Bukan aku loh ya, Dad, yang hajar dia sampai kritis! Kuat bener aku kalau bisa bikin orang masuk ICU!" serunya panik sambil menepuk dadanya sendiri.

​Mommy menepuk jidatnya, merasa gemas dengan kepolosan—atau kegesprekan—anaknya. "Bukan itu maksudnya, Melody sayang... Maksudnya, kamu tau nggak siapa yang nolongin kamu semalam? Kepala sekolah bilang, saat guru itu ditemukan, kondisinya sudah sangat mengenaskan di ruang olahraga."

​Melody menggeleng kuat-kuat. "Kagak tau, Mom. Pas kejadian kan aku pingsan, bangun-bangun udah di UKS pakai jaket orang. Ah, sudahlah! Melody udah telat, pergi dulu ya Dad, Mom!"

​Melody menyambar roti bakarnya dan sebuah paperbag berisi jaket hitam milik sang penyelamat misterius yang sudah ia cuci bersih (dan diam-diam ia beri parfum miliknya yang paling wangi).

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!