Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Zaka Mau Melamar Sri
Turun dari mobil , Sri dan Zaka malah nampak canggung.
" Ayo Sri , kita masuk !". ajak Zaka memecah kecanggungan di antara mereka.
" Iya Pak....Pak Zaka duluan aja , saya ngikutin dari belakang ".
" Kok masih panggil Pak sih Sri.....apalagi kita sedang berdua sekarang , bisa di tertawain Bang Zidan aku nanti ".
" Lalu saya harus panggil apa Pak ?".
" Pak lagi....ck.....yang lain apa Sri , yang enak di dengar di telingaku gitu ".
" Emmmm , Mas aja boleh enggak ?".
" Lumayan dari pada di panggil Pak ". Kalau bisa sih aku maunya kamu panggil aku sayang Sri....tapi kayaknya belum bisa sebelum sah.
Zaka pun berjalan setelah kata panggilan untuknya di sepakati.
" Sri.....jauh amat , kita enggak lagi marahan kan ?".
" Enggak sih Pak , eh Mas....memangnya siapa yang sedang marah ?". Sri berjalan mendekat ke arah Zaka....sekarang mereka berdiri berhadapan.
" Kamu ". Tunjuk Zaka.
" Saya ?? Enggak ah , saya enggak marah kok Pak eh Mas ".
" Kalau enggak marah kenapa kamu jalannya jauh sekali di belakang aku ".
" Itu.....anu , saya jaga jarak , takut Pak.... eh Mas Zaka ngerem mendadak ". ucap Sri sambil nyengir.
" Kamu kira lagi mengendarai mobil apa sampai jaga jarak biar tidak terjadi tabrakan gitu ?" Sri mengangguk.
Tak taukah Zaka , bahwa Sri sedikit bergetar badannya , ia merasa takut , takut kalau Bunda Isma tidak menyetujui hubungan yang baru terjalin antara dirinya dan Zaka , ada rasa bahagia juga karena kali ini ia merasakan jantung berdebar sangat hebat saat berdekatan dengan Zaka , apa kali ini ia benar - benar sudah jatuh cinta pada Zaka , atasannya itu.
Berbeda saat dengan Hasan , ia tidak terlalu gugup saat bertemu dengan Hasan . Mungkin rasa sukanya pada Hasan belum terlalu dalam , mungkin juga itu karena pengaruh Irna yang selalu menghinanya begitu juga dengan Bu Yati, yang dengan jelas menolak hubungan Sri dengan Hasan.
" Berdiri si sampingku Sri, kita masuk bersama, kamu adalah calon pasangan hidupku sekarang ". ucap Zaka tanpa ragu.
Betapa Sri tidak tersentuh, Zaka selalu saja bisa membuat hatinya nyaman dengan kata - katanya.
" Apa perlu aku gandeng ?". Zaka menaikkan alisnya , ia ingin menggoda Sri agar tidak terlihat tegang.
" Eh enggak usah , kayak mau nyebrang aja.....apaan sih Mas ". Zaka pun terkekeh kecil mendengar jawaban Sri , di tambah ada rona merah di pipi gadis itu.
Dari dalam rumah , rupanya Bunda Isma mendengar semua ucapan Zaka pada Sri , Bunda Isma tersenyum , ia pun buru - buru masuk ke dalam rumah jangan sampai ketahuan oleh Zaka kalau barusan ia tidak sengaja menguping pembicaraan putra bungsunya.
Tak lupa mengucapkan salam , Zaka dan Sri pun masuk setelah salah satu pembantu membukakan pintu rumah.
" Kalian sudah datang ?". Tanya Bunda Isma.
" Sudah Bun ". Jawab keduanya , Sri dan Zaka bergantian menyalami tangan Bunda Isma.
" Kita langsung makan saja yuk !".
" Loh Bun , kata Bunda mau masak bersama saya , terus saya gimana Bun , enggak jadi memasaknya ya ?". Ujar Sri.
" Itu alasan Bunda saja biar kamu mau main kesini, masa iya tamu di suruh masak, apalagi kamu tamu istimewa buat Bunda ".
Nyes , hati Sri seperti tersiram air es , di tambah Bunda Isma memeluknya dari samping
" Bunda kok baik banget sama sama saya, Bunda enggak jijik meluk saya ?".
" Bunda sayang sama kamu Sri , kamu bukan hanya cantik wajahnya , tapi juga hatinya , Bunda bisa merasakan ketulusan kamu ".
" Apa ada yang pernah menyinggung atau menghina kamu sampai kamu bilang Bunda akan jijik sama kamu Sri ?". Sri mengangguk.
" Berarti orang itu buta mata hatinya , sudah jangan kamu ingat lagi , kita makan yuk....Bunda udah siapin makanan yang enak - enak buat kamu , nanti setelah itu Bunda mau tau bagaimana kelanjutan hubungan kalian ".
Sri duduk di samping Bunda Isma....." Makan yang banyak Sri ". Bunda Isma kembali menaruh lauk di atas piring Sri.
" Sudah Bunda , ini terlalu banyak buat saya ".
" Baiklah, tapi ini kamu habiskan ya ".
Setelah makan , Bunda Isma mengajak Sri dan Zaka berbicara di ruang keluarga.
" Jadi bagaimana Sri , apa Zaka sudah megungkapkan cintanya padamu ?".
" Bun ....".sela Zaka.
" Kamu diam saja Zak , sekarang biar Bunda yang selesaikan, menunggu kamu gerak mah lama ".
" Su..sudah Bunda ".
" Terus kamu jawab apa Sri ?? apa kamu juga cinta sama Zaka ?".
" Eeemmm ...saya jawab iya Bunda ". Sri ragu .
" Alhamdulillah, kamu menerima cinta Zaka , Sri ?". Sri mengangguk lagi.
" Terima kasih , Bunda senang kamu dan Zaka saling mencintai , sekarang giliran kamu Zak , kapan mau melamar Sri ke rumah orang tuanya ".
" Hah " Sri sampai terkaget dengar ucapan Bunda, tapi tidak dengan Zaka , Bunda Isma memang sudah mendesaknya untuk segera menikah.
" Kamu keberatan Sri jika aku mau melamar kamu ?".
" Bukan begitu Pak , tapi apa secepat ini , kita baru saja menjalin hubungan , kalian belum tau asal usul saya , saya takut kalian kecewa ".
" Memangnya kenapa , kamu manusia kan , sama - sama makhluk Tuhan , jadi apa lagi yang harus aku cari tau lagi , lagi pula niat baik harus di segerakan bukan". jelas Zaka.
" Tapi ....keluarga saya bukan dari orang berada, ibu saya pergi entah kemana , meninggalkan saya yang masih kecil dan juga Bapak , neneklah yang merawat saya ". Sri memilih jujur , agar Bunda Isma dan Zaka bisa berfikir ulang.
Sri melakukan ini sebelum rasa yang ia punya terhadap Zaka terlalu dalam.
" Aku tau , dan itu tidak masalah buatku, buat Bunda juga....iya kan Bun ?".
" Iya sayang ". Bunda Isma menarik tangan Sri , menggenggamnya , menyalurkan kekuatan bahwa Bunda Isma benar - benar sayang sama Sri.
" Kamu tau Sri , setelah aku mengatakan suka sama kamu , Bunda lah yang paling antusias ingin kamu jadi menantunya ". Zaka kembali berucap.
Mata Sri sudah berkaca- kaca , apa ini mimpi.....bahkan bisa dilihat dengan jelas keluarga Zaka lebih segalanya di banding dengan keluarga Hasan.
Tapi lihatlah , Bunda Isma tidak sekalipun mengucapkan kata kasar padanya, dan dengan antusiasnya ingin menjadikan dirinya untuk menjadi menantu di rumah itu, bersanding dengan Zaka , laki - laki tampan nan hebat .
" Bagaimana Sri , kamu setuju kan....kapan kami bisa datang ke rumah kamu ?".
" Kapan saja Bun ". jawab Sri akhirnya.
" Baiklah , kalau begitu akhir minggu ini saja ya Zak, Sri...nanti kamu kabari orang tua kamu ya ".
" Iya Bun ".
Sri tersenyum , apa mungkin ini takdirnya berjodoh dengan Zaka.
Bersambung.....
Like dan comment nya ya....