Diusia mudanya Vyanita harus berjuang sendiri dalam bertahan hidup, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan dia harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orang tuanya, untuk menutup hutang sang Ayah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat sebaik Revi, dan keluarga Revi lah yang kini menajdi keluarga baru bagi Vya.
Kebahagiaan datang silih berganti, bertemu dengan keluarga baru yang baik dan menyayanginya, hingga kebahagian lain datang, dimana Vya menemukan cintanya.
Menikah dan membina keluarga, namun tidak berselang lama kebahagian itu berangsur sirna. Akankah Vya mampu melewati cobaan hidup yang datang padanya? Dan akankah dia menemukan kebahagiannya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHINOV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Jam di diding kamar hotel menunjukan pukul 05.00 pagi, Vya terbangun dari tidurnya. Rasanya baru sebentar Vya tertidur, ia mendapati kenyataan bahwa semalam dirinya tertidur dalam dekapan hangat seorang pria yang kini telah sah menjadi suaminya, tanpa mengenakan pakaian. Ia pun menutup mukanya dengan kedua tangan, ada rasa malu dan bahagia, mengingat kembali kejadian semalam. Dimana kini dia telah benar benar menjadi istri seutuhnya untuk Aditya.
Dan saat akan beranjak menuju kamar mandi Vya merasakan sakit di area kewanitaannya.
"Aduuhhh...." keluh Vya, dia bergerak dengan pelan turun dari ranjang, meraih bathrobe dan mengenakannya. Mencoba untuk berjalan walau tertatih, dan sampailah dia di dalam kamar mandi. Saat hendak membuka bathrobenya, Adit tiba tiba masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa tidak membangunkanku hhmm, masih sakit?" Vya yang merasa malu akan pertanyaan Adit menundukan kepalanya dan menggangguk.
"Kenapa malu, aku sudah melihat dan merasakan semuanya sayang, kita sudah sah," bisik Adit ditelinga Vya membuat bulu kuduk Vya meremang, dan wajahnya memerah bak udang rebus, Vya pun semakin menundukan wajahnya. Melihat istrinya seperti itu Adit tertawa terbahak bahak, dan meraih Vya dalam pelukannya, serta memberi Vya kecupan di kepala bertubi tubi.
Sesaat kemudian Adit menyiapkan air hangat di bathtub untuk Vya berendam, agar dapat mengurangi sedikit rasa sakit di area kewanitaannya. Dan tentu saja Adit tidak akan membiarkan Vya berendam dengan tenang, karena dia juga menceburkan diri kedalam bathtub ikut berendam bersama Vya. Hingga pada akhirnya acara mandi yang mungkin saja tidak akan memakan waktu cukup lama, kini menjadi 3 jam lamanya.
🌷🌷🌷🌷
"Semalam berapa ronde, sampai kesiangan seperti ini, gak tau ya kalau kita nungguin dan sudah kelaparan?" cerocos Revi menggoda Vya dan Adit yang baru saja turun dan bergabung untuk sarapan bersama di restaurant hotel tepat di pukul 9 pagi. Mendengar perkataan Revi, refleks Vya pun memukul lengan sahabat rasa saudaranya itu dengan keras, karena dia begitu malu dengan perkataan Revi.
"Adduhhh sakit Vy, ayang Vya nih mukul aku," rengek Revi pada Reno suaminya.
" Lha emang kamu layak dipukul lagian pengantin baru digoda dimuka umum, kaya gag pernah jadi penganten baru aja," jawab Reno dan membuat Revi memanyunkan bibirnya karena ternyata Reno tidak membelanya. Dan membuat semua orang tertawa melihat tingkah Revi yang masih saja seperti dulu walau kini telah bersuami.
"Sudah sudah, ayo kita sarapan dulu, karena sudah sangat kesiangan," kata Rizwan menengahi.
"Iya kesiangan gara gara mereka berdua," tunjuk Revi pada Vya dan Adit, dan mereka pun kembali tertawa, sementara yang ditunjuk hanya bisa menahan malu dengan tersenyum kaku.
🌷🌷🌷🌷
"Sayang, dari sini nanti kita pulang ke rumah papa dulu ya. Kita menginap di sana 3 hari, agar kamu bisa dekat dengan Mama dan Papa," ucap Adit saat mereka tengah berkemas untuk meninggalkan hotel. Vya hanya membalasnya dengan tersenyum dan anggukan kepala.
Setelah semua urusan chek out selesai, Adit dan Vya berpisah dengan Rizwan, Ferra, Revi dan Reno di depan lobby hotel karena masing masing dari mereka memiliki tempat tujuan yang berbeda.
Dan sampailah mereka di rumah orang tua Adit, mereka disambut dengan gembira di sana, kecuali dengan Nesha Mama Adit yang masih belum menerima Vya, walau kini Vya telah resmi menjadi istri dari putranya.
Sore harinya Vya baru saja turun dari kamarnya, menuju dapur berniat untuk membantu Bi Narti menyiapkan makan malam untuk keluarga dan suaminya, karena sedari tiba tadi Adit tidak membiarkan Vya untuk keluar kamar barang sebentar saja. Namun ternyata Nesha dan Bi Narti sudah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Bi Narti, kalau sudah jadi istri itu harus tau diri, harus bisa menyiapkan segala sesuatu keperluan suaminya, jangan kaya anak tetangga sebelah, masa kerjanya tidur melulu, padahal sudah mau jam makan malam, apa iya suaminya mau dikasih makan nasi aja," sindir Nesha dan dia berlalu dari dapur tanpa menghiraukan Vya yang ada di situ.
"Sabar ya Non Vya, Ibu orangnya memang begitu, tapi Bibi yakin suatu saat nanti Non pasti bisa menggambil hatinya," hibur Bi Narti yang merasa iba melihat Vya.
"Iya Bi, terimakasih ya. Apa sudah selesai semua Bi?" tanya Vya
"Sudah, Non Vya istirahat saja kan masih pengantin baru," goda Bi Narti membuat Vya malu.
🌷🌷🌷🌷
Tiga hari telah berlalu setelah pernikahan Vya dan Adit. Kini tiba saatnya Adit membawa Vya pulang ke rumah mereka sendiri, mereka berkemas, dan membawa serta beberapa barang barang Adit yang masih tertinggal di rumah orang tuanya.
"Sering seringlah berkunjung kemari, karena ini juga rumah kalian," ucap Khalid saat Adit dan Vya berpamitan hendak pulang ke rumah mereka sendiri.
"Iya Pa, insyaallah Vya dan Mas Adit akan sering berkunjung kemari menemui Mama dan Papa," jawab Vya.
"Iya itu harus, jangan sampai setelah menikah anakku semakin jauh dari orang tuanya," sahut Nesha, yang masih ada rasa tidak suka dalam dirinya pada Vya, walaupun selama 3 hari menginap Vya selalu melaksanakan tugas sebagai seorang istri dan menantu yang baik.
Merasa tidak enak Vya hanya terdiam, menahan rasa sedih yang dia rasakan. Entah sampai kapan mertuanya akan menolaknya, tidak menginginkannya menjadi bagian dalam keluarga besar seorang Khalid Akbar. Mereka pun berpamitan dan berlalu meninggalkan rumah orang tua Adit.
Dalam perjalanan Adit terus terusan meminta maaf pada Vya akan perlakuan Mamanya. Dan dia berjanji akan membantu Vya untuk mendapatkan hati Mamanya.
Tanpa terasa tibalah mereka didepan rumah bergaya minimalis berlantai 2 dan tidak terlalu besar. Halaman depan terdapat beberapa tanaman menambah keindahan rumah, dan beberapa tanaman merambat di balkon lantai 2 yang menjuntai ke bawah. Vya terkagum kagum melihat keindahan rumah yang akan dia tempati bersama suami dan anak anaknya kelak.
Vya memasuki rumah tersebut berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di dalam rumah tersebut, dan sampailah ia di dapur. Membuka satu persatu rak yang ada didapur, lengkap dengan peralatan memasak, dan alat makan, kemudian dia membuka kulkas, ia mengernyitkan keningnya melihat isi kulkas yang ternyata kosong tidak ada satupun bahan makanan yang tersedia. Hendak bertanya pada suaminya ternyata Adit sudah ada dibelakangnya.
"Aku memang sengaja tidak mengisinya agar kamu tidak sibuk didapur untuk beberapa hari ini, karena aku tidak akan mengeluarkanmu dari kamar," kata Adit
"Ya Tuhan Mas, apa kamu tidak merasa capek jika terus terusan melakukannya?" tanya Vya
"Tidak," jawab Adit cepat dan diapun segera menggendong Vya menuju kamarnya di lantai 2.