NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Menjalankan misi

Mobil hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan hotel mewah tempat Lyko menginap. Lampu-lampu gedung mulai menyala seiring langit yang perlahan berubah menjadi sore menjelang malam.

Lyko perlahan membuka sabuk pengamannya. Namun saat tangannya hendak membuka pintu mobil, suara Xavier kembali terdengar. “Jangan lupa ambil barangmu di resepsionis.”

Lyko menoleh kecil lalu mengangguk patuh. “Baik... aku mengerti.”

Saat ia hendak kembali membuka pintu mobil. Tiba-tiba tangan Xavier menarik pergelangan tangannya perlahan.

“Eh?!” Lyko sedikit terkejut dan menoleh cepat.

Dan detik berikutnya Xavier mendekat lalu mengecup keningnya secara singkat.

CUP

Lyko langsung membeku ditempat. Matanya membesar kecil karena terkejut. Sementara Xavier justru langsung memalingkan wajahnya ke arah lain dengan ekspresi tetap dingin seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.

“Hati-hati,” ucap Xavier singkat, namun jelas telinganya memerah.

Wajah Lyko seketika langsung memerah samar. Ia hanya bisa mengangguk pelan. “I-Iya… baik.”

Lyko tampak tidak berani menatap Xavier terlalu lama, ia langsung segera keluar dari mobil.

Pintu mobil tertutup perlahan.

Xavier diam memperhatikan Lyko yang berjalan memasuki lobby hotel. Gadis itu terlihat kecil di tengah kemewahan gedung besar itu, namun entah kenapa rasanya ada sesuatu yang tumbuh perlahan dan tidak ia mengerti.

Tatapan Xavier melembut samar. Dan tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat tipis.

Felix yang duduk di depan langsung terdiam melihat ekspresi itu dari kaca spion dalam yang sudah ia turunkan kembali sejak tadi.

‘tersenyum? Apakah Tuan Xavier baru saja tersenyum?’ batin Felix yang tidak menyangka.

Xavier tersenyum itu memang kejadian yang bahkan dibilang hampir mustahil terjadi selama ini. Dari awal ia bekerja di keluarga Volkov baru kali ini ia melihat Tuannya tersenyum tanpa beban dan paksaan sama sekali.

Namun tak lama kemudian, Xavier segera kembali memasang wajah datarnya, karena ia sadar bahwa Felix pasti memperhatikan reaksinya itu. “Ke markas.”

Felix langsung tersentak kecil. “Ba-Baik, Tuan.”

Mobil kemudian kembali melaju meninggalkan hotel.

***

Sementara itu, kini Lyko terlihat sudah berjalan memasuki lobby hotel. Beberapa pegawai langsung menundukkan kepala sopan saat melihatnya lewat.

Ia masih memegang keningnya sendiri pelan. Jantungnya masih berdetak kencang, yang membuatnya merasa sangat aneh.

‘Kenapa dia tiba-tiba melakukan itu…?’ batinnya malu sendiri.

Lyko segera berjalan menuju meja resepsionis dan berusaha untuk bersikap biasa saja.

“Permisi…” ucapnya pelan pada resepsionis yang ada disana.

Resepsionis itu menoleh, dan tersenyum sambil sedikit membungkuk. “Iya Nona? Ada yang bisa saya bantu?” katanya dengan sopan.

“Maaf, apa ada titipan barang atas nama Lyko?” tanyanya pelan dan lembut.

Resepsionis wanita itu langsung tersenyum lebar, tampaknya ia sudah menghafal maksud Lyko. “Ah iya, Nona Lyko. Sebentar ya saya ambilkan barangnya dulu.”

Lyko mengangguk.

Wanita itu langsung mengambil beberapa paper bag mewah dari bagian bawah meja lalu menyerahkannya satu per satu.

Mata Lyko langsung sedikit membelalak terkejut.

“Ini semua?” tanyanya tak percaya.

“Benar,” resepsionis itu tertawa kecil. “Pacar Anda sangat perhatian sekali ya, Nona. Dalam satu hari beliau sudah memberikan banyak hadiah pada Anda.”

DEG

Lyko terdiam sejenak mendengar kalimat itu. Pacar? Entah kenapa kata itu terasa aneh namun juga membuat hatinya terasa hangat. Mungkin perkataan resepsionis itu benar, Xavier memang sudah sangat baik padanya. Bahkan terlalu baik.

Dan semua itu terasa seperti mimpi untuk Lyko. Ia perlahan tersenyum kecil lalu membungkuk sopan. “Hm, iya terima kasih banyak.”

Resepsionis itu ikut tersenyum ramah. “Sama-sama, Nona.”

“Kalau begitu aku permisi dulu, mari,” kata Lyko dengan sopan.

Resepsionis itu mengangguk dan membungkuk. “Baik, semoga hari anda menyenangkan.”

Lyko tersenyum dan kemudian bejalan membawa semua barang itu menuju lift hotel. Saat pintu lift hotel terbuka ia langsung masuk dan menekan tombol lantainya.

TING!

Pintu lift tertutup perlahan. Kini hanya ada dirinya sendiri di dalam lift besar itu. Lyko perlahan memperhatikan paper bag yang ia pegang. Matanya perlahan membaca logo-logo mahal yang tertera jelas di sana.

Ia langsung mengenali brand-brand itu. Semua Brand itu sudah sangat terkenal di dunia. Bahkan sering muncul di televisi dan majalah. Dan harga satu barangnya saja bisa mencapai ratusan juta.

Lyko menggenggam paper bag itu perlahan dengan erat.

‘Apa benar… ini kehidupanku sekarang?’ batinnya.

Ia menatap pantulan dirinya di dinding lift yang mengkilap. Dulu ia hanyalah gadis rusun miskin yang tidak pernah memakai atau bahkan memiliki barang-barang mahal seperti sekarang.

Namun kini, ia berjalan di hotel mewah, memakai pakaian mahal, dan berada di sisi pemuda yang memiliki harta berlimpah. Semuanya terasa seperti tidak nyata.

Perlahan Lyko menutup matanya sesaat. Walaupun ia belum benar-benar tahu sikap Xavier itu seperti apa… tapi ia ingin mencoba mempercayainya.

***

Di sisi lain...

Mobil Xavier kini berhenti di depan sebuah gedung besar yang tampak gelap dan tertutup rapat. Yaitu markasnya, Black Colfer.

Beberapa pria berbadan besar terlihat sibuk mempersiapkan senjata, alat komunikasi, dan kendaraan. Suasana markas itu terlihat sangat sibuk.

Begitu Xavier turun dari mobil, semua orang langsung diam dan menundukkan kepala hormat.

“Selamat sore, Tuan!”

Xavier berjalan lurus tanpa menjawab, diikuti Felix dari belakang.

Ia masuk kedalam gedung menuju ruangannya.

Beberapa menit kemudian ia sampai didepan pintu ruangannya.

CKLEK!

Pintu terbuka, memperlihatkan isi ruangan itu yang gelap dengan suasana dingin. Xavier langsung berjalan menuju lemari besi besar di sudut ruangan.

Ia membukanya perlahan. Dan mengambil sebuah pistol hitam elegan dengan desain mewah dan modern. Itu adalah pistol custom limited edition bernama Artemis V Blacksteel, senjata rakitan khusus dengan harga mencapai hampir tiga miliar rupiah.

Xavier memeriksa magazine pistol itu dengan tenang dan teliti. Setelah itu ia mengambil mantel hitam panjang dan memakainya perlahan. Sarung tangan hitam ikut membungkus kedua tangannya.

Aura Xavier langsung berubah total. Terasa lebih dingin, mencekam, dan sangat berbahaya. Felix yang berdiri di belakang ikut memakai sarung tangan hitam miliknya sebelum akhirnya mereka kembali berjalan keluar ruangan.

Di luar, Ares dan seluruh tim sudah menunggu, mereka terlihat sudah lengkap dengan perlengkapan mereka masing-masing per kelompok. Blueprint wilayah musuh terbuka di atas meja mobil.

Begitu Xavier datang, semua orang disana langsung berdiri tegap. Xavier tepat berhenti di depan mereka.

“Apa semuanya sudah siap?” katanya tegas.

Ares mengangguk tegas. “Semua jalur sudah kami kuasai dari blueprint musuh Tuan. Titik masuk, titik keluar, dan posisi penjaga sudah kami pelajari.”

“Bagus,” ucapnya.

Tatapan Xavier menyapu seluruh anggota tim.

“Kalian sudah tahu waktu kita tidak banyak,” ucap Xavier dingin. “Maka dari itu kita harus menyelesaikan semuanya secepat mungkin.”

Semua anggota langsung mengangguk serius.

Xavier kembali berpikir dalam diam, dua sampai tiga jam. Ia harus menyelesaikan semuanya dalam waktu sesingkat mungkin.

Karena malam ini… Ia harus kembali tepat waktu. Ia tidak boleh membuat kedua orang tuanya kecewa. Dan yang paling penting, ia belum ingin Lyko mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya sebelum mereka resmi menikah.

Tatapan Xavier perlahan berubah tajam. “Jangan sampai membuat kesalahan,” ucapnya rendah penuh tekanan. “Kita bergerak sesuai arah, paham?”

“Paham, Tuan!”

Tak lama kemudian semua anggota langsung bergerak menuju kendaraan masing-masing. Mereka berangkat secara terpisah agar tidak menarik perhatian musuh.

Satu per satu mobil keluar dari markas menuju arah berbeda. Sementara didalam mobil, Xavier duduk diam sambil melihat jam di tangannya.

Waktu terus berjalan. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama menjalankan misi, ia baru merasakan yang namanya gelisah. Ia tahu, jika ia terlambat lima menit saja malam nanti ibunya pasti akan sangat marah. Dan bisa saja, semua kebohongannya akan terbongkar dengan cepat.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!