Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana kamu akan membalasnya??
Saat berada di dalam mobil Beverly segera menghidupkan ponselnya.
"terimakasih sekali lagi pak sopir.. berkat anda saya mungkin bisa selamat dari amukan serigala"kata Beverly dengan senyum ramahnya
"ahh itu....saya tidak banyak membantu...itu berkat tuan penumpang di samping anda yang memiliki kemurahan hati untuk andan nona"jawab pak sopir.
"ahh tentu...ini juga berkat bapak ini... sekali lagi terimakasih pak... berkat anda saya terbantu...suatu saat saya pasti akan membalas budi bapak ini"kata Beverly pada penumpang laki laki di sampingnya.
"bagaimana kamu akan membalasnya"kata laki laki itu tanpa melihat ke arah Beverly.
Sesaat Beverly tercengang karena perkataannya yang sebenarnya hanya bosa basi malah mendapatkan respon yang nyata dari orang di sampingnya itu.
"ahh..itu"kata Beverly yang nampak bingung harus menjawab apa.
"seperti yang kamu bilang tadi...saya tidak hanya menyelamatkan hidup anda tapi menyelamatkan hidup banyak orang"kata laki laki itu dengan sorot matanya yang tajam.
"lalu bagaimana kamu akan membalas budi besar saya"lanjut laki laki itu.
"dia pintar sekali berbicara....aku tidak seharusnya mengatakan ini tadi"gumamnya sambil mengerutkan kedua alisnya.
"apapun yang anda inginkan...akan saya lakukan"kata Beverly tanpa berfikir panjang lagi.
"kamu bicara seperti itu... memangnya sudah jelas bisa melakukan apa yang saya inginkan...lagian emang kamu sudah tahu apa yang saya inginkan?"tanya laki laki itu dengan raut wajah yang terkesan ingin menjatuhkan lawan yang ada di hadapannya.
"kalau saya ingin menjadikanmu istri simpananku,apa kamu bisa melakukannya??"lanjut laki laki itu yang membuat mata Beverly membulat sempurna karena mendengar permintaan yang begitu di luar batas kemampuannya itu.
Sementara pak sopir yang sedang mengemudi hanya tersenyum mendengar pembicaraan keduanya.
"apa?"kata Beverly.
"apa kamu bisa mewujudkan keinginan saya itu?"tanya laki laki itu lagi.
"maksud saya bukan keinginan yang seperti itu...tapi...tapii keinginan yang sedikit masuk akal"kata Beverly dengan menyunggingkan senyum kecanggungan.
"bisa bisanya dia memintaku untuk menjadi simpanannya,apa dia sudah gila"umpat Beverly di dalam hatinya.
"jangankan jadi simpanan,jadi istri sahnya saja aku menolak"gumamnya lagi .
"masuk akal katamu??hal yang masuk akal bagaimana yang kamu maksud??"tanya laki laki itu.
"itu... maksud saya ya keinginan standar seperti misal kali ini bapak meminta saya untuk membayar ongkos taxinya atau jika misal suatu saat bapak sedang makan di luar dan lupa membawa dompet kemudian bapak melihat saya,bapak bisa meminta saya untuk membayarnya terlebih dahulu gitu"jawab Beverly.
"apa saya terlihat akan melakukan hal seceroboh itu dengan meninggalkan dompet saya?,apakah anda menyamakan kedisiplinan saya dengan kecerobohan anda??"tanyanya lagi yang membuat Beverly makin tercengang.
"astaga... kenapa dia sombong sekali jadi laki laki...pantas saja dia menyudutkanku terus.. ternyata berniat merendahkanku"gumamnya di dalam hati.
Beverly kembali mengamati style yang di gunakan oleh laki laki di hadapannya.
Di cium dari bau parfum yang digunakan laki laki itu sudah pasti dia merupakan orang yang terpandang karena aroma parfum itu begitu berkelas saat tercium.
Gaya rambutnya yang tertata rapi sempurna , dengan stelan jass yang terlihat pas di tubuhnya terlihat bahwa orang itu bukan orang biasa.
Sepatunya yang terlihat mengkilap menambah kesan berkelas untuk laki laki itu.
Di lihat dari atas sampai bawah barang yang dia pakai merupakan barang buatan desainer ternama.
Tidak sembarangan orang bisa memakai bahkan untuk memilikinya harus antri dan memesannya terlebih dahulu.
"kenapa aku harus selalu di pertemukan dengan laki laki seperti ini...sabar...sabar.... bagaimanapun juga dia sudah menyelamatkanku..jadi lebih baik aku bersabar dan mengalah menghadapinya"gumam Beverly di dalam hatinya.
"baiklah saya minta maaf karena saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda yang itu...tapi coba katakan permintaan anda yang lain...saya pasti akan melakukannya dengan sepenuh hati"kata Beverly mencoba mengalah dan tidak berdebat lagi.
"cihh" laki laki itu berdecak.
"di...dia berdecak...apa apaan ini...aku sudah baik baik mengalah dan meminta maaf tapi dia malah memperlakukanku seperti ini"gumam Beverly yang nampak kesal.
"maaf tuan muda yang kaya raya....saya tahu anda telah membantu saya...makannya saya berterimakasih kepada anda dan saya menawarkan membalas budi kepada anda secar tulus...apa niat baik saya itu masih kurang??"kata Beverly masih bersabar dan tidak menunjukkan kekesalannya.
Laki laki itu hanya diam dan tidak memberikan respon akan apa yang Beverly katakan sehingga membuat Beverly semakin kesal di buatnya.
"untuk niat baik yang hanya di bibir saja, lumayan lah dari pada yang tidak tahu diri sama sekali"katanya dengan di ikuti senyum sedikit mengejeknya.
"astagaa ... dasar laki laki tak berperasaan...dia malah mengejekku...dan kata katanya itu,apa dia tidak memikirkan perasaan orang yang dia ajak bicara??"gumam Beverly dengan bibir yang sudah mulai mengerucut.
"anda ini!! meskipun anda sudah membantu saya, tapi tidak seharusnya anda berperilaku sewenang-wenang begini terhadap saya,ini kan cuma masalah kecil saya ikut nebeng taxi bapak, kenapa bapak malah merendahkan saya seperti itu, jangan mentang-mentang bapak ini orang kaya jadi bisa bertindak seenaknya,menindas orang yang lemas seperti saya ini apa bapak merasa senang??"kata Beverly dengan suara sedikit meningggi.
"kenapa jadi kamu yang marah terhadap saya...saya hanya membantu kamu yang membutuhkan sebuah bantuan dan kamu bilang akan membalas budi, kamu bilang akan melakukan semua yang aku inginkan...dan saat aku meminta yang aku inginkan kamu tidak bisa melakukannya...menurut kamu siapa yang lebih bertindak sewenang-wenang di sini?dan apa tadi kamu bilang saya menindas kamu??di bagian mana aku menindasmu??"kata laki laki itu dengan santainya.
"ahh...jadi karena kata kata itu tadi... astagaa.. kenapa tadi aku harus berkata seperti itu...kalau begitu kan memang aku yang salah bicara"gumam Beverly yang menyadari kesalahannya karena mengucapkan kata kata yang seolah olah dia bisa melakukan semuanya padahal kenyataannya tidak.
"saya paling benci dengan orang yang berjanji tanpa memikirkan konskuensinya terlebih dahulu"kata laki laki itu.
"lain kali berfikirlah sebelum menjanjikan sesuatu kepada seseorang.. jika kamu tidak bisa menepatinya lebih baik jangan menjanjikan sesuatu kepada orang lain"lanjutnya lagi.
Beverly hanya terdiam karena apa yang di katakan laki laki itu adalah sebuah kebenaran yang dia lakukan.
"jadi di sini.. memang aku yang salah bicara"gumam Beverly sedikit menyesali perkataannya.
"ahh...kalau gitu maafkan saya pak,maaf karena sudah menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin bisa saya lakukan"kata Beverly menatap wajah laki laki di hadapannya yang tengah memandang lurus ke depan dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan.
"hmm"jawab laki laki itu dingin.
"astagaa....singkat sekali jawabannya, bagaimana bisa aku dipertemukan dengan laki laki sedingin ini yang hanya akan berbicara panjang lebar jika memarahi orang...kenapa aku menemukan kembaran mas Indra"gumam Beverly.
"aku yakin istrinya tidak akan sanggup menghadapinya"gumam Beverly lagi.
semangat
ku memilihmu karena adikku