Content Warning ⚠️
Not Brutally Revenge's Story. This is Savage Revenge ala Lady Boss.
FL dibuat kuat dari basic skill, bukan yang langsung kuat habis rebirth.
season satu: misi balas dendam Kayla // end
Season dua: sisi gelap dan rahasia Gala // ongoing
🌻Enjoy the story 🌻
Kayla, yang selama hidupnya dikenal sebagai antagonis yang mejahati adik tirinya, meninggal tragis di tabrak mobil. Lalu Tuhan memberikan kesempatan Kayla hidup kembali untuk membalaskan dendamnya. Terutama ke adik tirinya, sang fake cinderella. Amarilys.
FL tidak lahir kembali dengan langsung kuat, tapi sengaja dibentuk kuat dari psikologis dan cara cara yang tidak umum ala Boss Lady yang berdiri sendiri tanpa kekuatan siapapun.
Penasaran cara Kayla membalaskan dendamnya? Ikuti dan bantu Kayla balas dendam yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌻Shin Himawari 🌻, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 - Nasihat Ayah
Setelah istirahat.
Nathan masih berusaha mengajak Kayla ngobrol di kelas. Tapi Kayla pura pura sibuk belajar.
Lebih baik kembali ke setelan awal, lebih tenang. Begitu pikir Kayla.
Sampai selesai sekolah pun, Nathan tidak menyerah terus mengajak bicara Kayla. Meskipun Kayla masih merespon cuek, Nathan terus saja bicara random sambil berjalan menuju parkiran.
Sungguh pemandangan yang menarik perhatian. Playboy sekolah mengikuti anak pindahan yang cuek. Banyak murid perempuan banyak yang tidak suka melihat ini. Mereka melemparkan pandangan sinis ke Kayla.
Sampai Kayla kesal sendiri.
“Kau mau ikut sampai mana. Aku mau pulang. Sana pulang juga.” usir Kayla halus.
“Sampai kamu tidak cuek lagi padaku. Kenapa sih? Kenapa jadi diam saja. Tadi pagi agak cuek sih, tapi siang jadi makin cuek. Sakit gigi ya?” ledek Nathan dengan cengirannya.
Sumpah. Energi Nathan seolah tidak pernah habis. Dari pagi tetap bersemangat.
Kayla masih tidak berkomentar apapun. Kayla memilih diam sambil bersiap pulang dengan motornya.
“Kay? Kenapa sih?” sengaja mengambil helm Kayla, agar wanita itu melihat ke arahnya.
“Astaga. Kau yang kenapa. Aku bukan bocah yang bisa kau goda seperti Amarilys dan lainnya. Kemarikan helmku.” mencoba mengambil helm dari tangan Nathan.
Akhirnya kesabaran Kayla hilang. Nathan berhasil membuat Kayla berbicara lagi dengannya.
Nathan tersenyum menang.
Tapi Nathan belum mau memberikan helm Kayla. Jadilah mereka berdua terlihat seperti bermain menangkap helm.
“Sudah kuduga. Apa karena aku bilang Amarilys cantik. Kau cemburu?” Nathan dengan cengirannya tanpa dosa.
Apa? Kenapa jadi aku cemburu?
“Amarilys memang cantik, tapi bukan seleraku kok.” masih bermain main dengan helm Kayla.
“Halah. Kemarin saja kau minta dikenalkan dengannya. Lagian apa peduliku. Cepat kemarikan!” Kayla mulai gemas sendiri.
“Hahaha. Iya sih. Tapi setelah kenalan, malah biasa saja tuh.”
“Aku lebih suka wanita yang menarik, dibanding yang cantik.” pandangan mata Nathan agak melembut saat mengatakan ini.
Yes. Ketangkap helmnya.
Helm berhasil berpindah dari tangan Nathan ke Kayla.
“Yah. Terserahlah. Bukan urusanku.” Kayla berkata datar, sudah mulai menyalakan mesin motornya. Tapi Kayla tidak bisa jalan karena Nathan masih berdiri menghalangi.
“Minggir Nat.”
Apa lagi maunya sekarang.
“Kita tetap berteman kan? Tetap makan di kantin bersama dan tetap main basket?” Nathan mencoba memastikan.
Bocah aneh.
Ku kira Amarilys pasti sudah berkata yang buruk buruk tentangku agar dia tidak mau berteman lagi denganku. Apa aku terlalu curiga?
Kayla mengangguk.
“Yes! Kalau gitu see you besok Kay.”
...🌻🌻🌻...
Percakapan saat makan malam keluarga Dilaga.
“Kay, Lily, apa benar kalian tidak masalah kami pergi honeymoon sebulan?” tanya ayah dengan nada khawatir.
Ibu tidak ikut bertanya, tapi Kayla tahu ibu sama khawatirnya dengan Ayah.
“Ayah, tidak apa apa. Kalian sudah terlalu lama menundanya kan. Jangan khawatirkan kami. Ya kan kak Kayla?” tanya Amarilys.
“Iya. Tidak apa apa.” meski singkat Kayla bersungguh sungguh ingin mereka berdua menikmati masa honeymoon.
“Apa kira tunda dulu lagi ya sayang? Atau kita ajak mereka berdua?” Ayah Arya ini memang punya khawatir berlebihan pada kedua putrinya.
“Ar, kita pergi besok loh. Kata sekretarismu, ini sudah jadwal yang kesekian kali kamu pending. Sudahlah. Mereka sudah besar.” akhirnya Ibu Ratih ikut bicara.
“Iya, kata kak Gala, selama Ayah dan Ibu pergi dia yang akan menjaga kami. Jadi jangan khawatir.” kata Amarilys riang.
Pantas saja kau senang. Batin Kayla.
“Okay kalau begitu. Kay dan Lily titip rumah ya. Kalau butuh apapun kabarin Gala. Semangat sekolahnya dan jangan nakal ya.”
Kayla sih inginnya mengikuti nasihat Ayahnya itu.
Tapi kondisinya sekarang kemungkinan membawanya dalam masalah.
Kayla ditarik paksa ke halaman belakang sekolah oleh sekelompok teman wanita di kelasnya.
De javu. Kayla di bully.
Bersambung
Semoga suka dengan ceritanya
Arigathanks🌻