NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#15

Shanum baru saja melangkahkan kaki masuk ke dalam salah satu restoran yang tak jauh dari studio pemotretan untuk membeli makan malam. Cacing di dalam perutnya sejak satu jam yang lalu sudah demo minta di isi makan oleh sang pemilik. Maka, jadilah Shanum sekarang memasuki restoran yang tak terlalu besar itu dengan langkah buru-buru karena setengah jam lagi, pemotretan akan kembali di mulai.

Senyum terbit di wajah lelah gadis itu, ketika baru saja dia melangkah masuk, sepasang bola mata biru kehijauannya menangkap sosok pria yang sangat dia kenal tengah duduk di salah satu meja bersama dua orang pria lain yang tak kalah gagahnya.

Shanum baru akan menghampiri dan menyapa Andra, namun percakapan yang sedang di bahas pria itu bersama dua orang temannya justru membuat Shanum reflek bersembunyi di balik dinding kaca yang menjadi sekat antara area bebas rokok dan tidak.

"Ngapain aku ngumpet gini, sih ?" Gumam Shanum yang merasa tingkahnya benar-benar bodoh.

Gadis itu menyampirkan helai rambut yang menutupi wajahnya, memasang telinga baik-baik untuk mendengar apa yang sedang Andra perbincangkan bersama dua orang pria itu.

"Jadi, ceritanya lo udah move on nih ?" Sahut salah satu teman Andra yang memiliki wajah khas oriental.

"Gak tahu lah, Ga. Gue juga bingung sama perasaan gue sendiri. Di satu sisi, gue masih ngerasa sakit hati kalau lihat Bima sama Ellena berduaan, tapi di sisi lain gue juga ngerasa senang kalo lagi bareng Shanum."

"Jadi, maksud lo, lo itu masih cinta sama Ellena tapi pengen dapetin Shanum juga ? Gitu ?" Seorang lagi, teman Andra yang berwajah timur tengah menimpali penjelasan Andra.

"Mungkin." Andra terkekeh.

"Parah lo, Ndra ! Lebih parah dari kita-kita lo. Jadi, kalo misalnya suatu saat Bima sama Ellena cerai, lo bakal gimana ?"

"Mungkin gue bakalan tinggalin Shanum."

"Dan balik ngejar Ellena lagi ?" Mata pria berparas tionghoa itu membulat.

"Lo tahu sendiri gimana perasaan gue sama Ellena, Ga. Gue masih sayang banget sama dia. Sementara sama Shanum, gue belum tahu apa gue cinta atau nggak sama dia."

"Maksud lo, Shanum cuma lo jadiin pelarian aja ?"

"Iya."

Pegangan Shanum pada pot bunga besar di sampingnya kian mengerat. Rasa perih terasa menyayat hati ketika dia yang sudah membuka hati harus kecewa sebelum memulai. Shanum terisak dalam diam. Mengambil langkah seribu, gadis itu berderap keluar dari restoran tadi dengan perasaan hancur. Abaikan semua rasa lapar yang tadi menerjang. Saat ini bahkan untuk bernapas saja, rasanya Shanum sangat sulit.

" Jadi, aku ini cuma sekedar pelarian ? Bodoh ! Kenapa aku nggak sadar sih ?" Ujar Shanum terisak. Kepalanya dia tenggelamkan pada stir mobil sambil merutuki kebodohannya. Harusnya, dari awal dia menyadari hal ini. Bahwa, Andra tetap akan menyimpan nama Ellena dalam hatinya dan bukan Shanum.

"Oke, Ndra ! Kamu mau bermain ? Kalau gitu, ayo kita bermain. Kita lihat, siapa yang lebih dulu terbakar dalam permainan api ini." Tekad Shanum penuh kegigihan.

Tak lama setelahnya, dia melajukan mobilnya menjauh dari restoran itu dan kembali ke lokasi pemotretan.

Sementara, di dalam restoran tadi, Andra sebenarnya belum menyelesaikan kalimatnya saat Shanum sudah berderap pergi. Pria itu mengambil jeda cukup panjang sebelum menyambung kalimat, yang pada akhirnya membuat Shanum salah paham.

"Gue awalnya nganggap dia kayak gitu. Tapi, lama kelamaan, gue sadar kalau Shanum gak pantas buat di sakitin." Sambung Andra yang membuat Arga dan Redi seketika terbungkam.

Ada sinar mata yang berbeda dari pancaran manik coklat itu. Hingga baik Arga maupun Redi sadar bahwa Andra sudah memiliki rasa terhadap Shanum meski Andra sendiri belum tahu tentang perasaannya.

"Kalau lo beneran mau kasih kesempatan untuk Shanum, lo harus pergunain sebaik mungkin, Ndra ! Gue tahu kalau Shanum cewek yang baik. Dan, dia memang lebih dari pantas untuk jadi pengganti Ellena di hati lo." Redi menepuk bahu Andra memberi semangat.

Andra terdiam cukup lama. Pikirannya melayang pada sesuatu yang tidak bisa dia mengerti. Andra merasa bahagia bersama Shanum. Namun, terkadang kehadiran Ellena yang tiba-tiba langsung membuat hati Andra merasa bahwa gadis manis itu masih yang terindah di hatinya.

"Ngapain bengong ?" Ucap Arga yang saat ini tengah merebut kentang goreng di piring Andra.

"Punya gue itu." Sungut Andra tak terima. Di rebutnya kembali kentang goreng tadi dari piring Arga sehingga pria berparas tionghoa itu hanya bisa berdecak kesal.

"Pelit lu, Ndra !"

"Biarin, orang punya gue juga." Sahut Andra cuek.

* * *

Ponsel Shanum berdering ketika langkah kakinya sudah mencapai pijakan anak tangga terakhir untuk naik ke kamar. Masih dalam suasana galau karena terbayang percakapan antara Andra dan teman-temannya di restoran tadi, Shanum dengan sangat malas merogoh benda pipih berlogo apel setengah di gigit dari dalam tas yang ia bawa. Kembali, gadis itu mendesah samar, saat melihat nama Andra tertera di layar panggilan.

"Mau ngapain lagi sih ini orang ?" Kesal Shanum yang melempar sembarang ponselnya ke atas tempat tidur.

Dia kemudian beranjak meraih pakaian tidur dari dalam lemari sebelum dia kembali menoleh pada layar benda pipih yang di lemparnya tadi dengan perasaan benci. Masih menampilkan nama Andra, ketika benda itu kembali berbunyi. Membuat Shanum hanya memutar bola matanya lalu melengos masuk ke dalam kamar mandi.

Selesai dengan ritual mandinya, Shanum yang sudah berbalut pakaian tidur serta rambut sudah di keringkan tetap penasaran dengan ponselnya. Di dalam pikirannya, terkumpul beberapa pertanyaan yang sebenarnya sudah setengah mati untuk dia tepis.

Berapa kali Andra meneleponnya, apakah pria itu mengkhawatirkan dirinya, atau adakah pesan teks dari pria itu untuknya, benar-benar membuat Shanum mengalami perang batin yang sengit. Logika dan hatinya tidak saling sejalan. Antara menuruti perasaan ataukah justru menghalau rasa itu agar segera berlalu.

"Udah pulang belum ? Atau masih sibuk ? Aku telepon kok nggak di angkat ?" Isi pesan teks yang baru di baca Shanum membuat gadis itu merasa seperti di permainkan. Ia tertawa sinis, entah menertawai Andra yang begitu miris karena tidak bisa mendapatkan Ellena atau justru menertawai dirinya sendiri yang dengan bodohnya bisa jatuh hati pada pria semacam itu.

"Sha ? U okay ? Aku khawatir." Shanum langsung membanting ponsel itu kembali. Muak dengan kepura-puraan Andra yang terlalu nyata untuk Shanum nilai sebagai sebuah kebohongan.

Kenapa kamu bikin aku kecewa, Ndra ? Kenapa kamu harus bikin aku terluka gini, sih ? Salah aku apa ?

* * *

"Kenapa lo ?" Tanya Arga heran. Pasalnya, Andra sejak tadi hanya sibuk berkutat dengan ponselnya tanpa berniat larut ke dalam hiruk pikuk suasana klub malam Redi yang semakin malam semakin ramai.

"Shanum kenapa ya, gak balas pesan dari gue ? Padahal di read aja."

"Udah lo telepon ?" Arga masih asyik berjoget mengikuti irama musik DJ yang mengalun keras memekakkan telinga.

"Gak di angkat juga, Ga." Jawab Andra sekenanya. Dia duduk di kursi tepat didepan meja bartender. Sementara Arga berdiri di sampingnya seraya asyik berjoget sendiri.

"Lo ada salah apa sama dia ?"

"Gak ada." Sahut Andra dengan pikiran yang mencoba mengingat-ingat apakah dia memiliki salah atau tidak pada Shanum. Tetapi, sekeras apapun otaknya berpikir, jawaban itu tidak dia temukan.

"Shanum kenapa ya ?" Gumam Andra penasaran.

Andra

Shanum

1
Sri Afrilinda
suka ceritanya thour😍💪🤗
Sri Afrilinda
Masyaallah... Senyumnya mengalihkan dunia ku.... 🤭🤭
Sri Afrilinda
manis bangettt 😍😍😍
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!