NovelToon NovelToon
IBUKU SEORANG WANITA MALAM

IBUKU SEORANG WANITA MALAM

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / CEO / Roman-Angst Mafia / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:90.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Duyung Indahyani

"Aku bukan anak haram.. hiks.. hiks''
teriak seorang gadis kecil seraya mengusap air matanya yang terus mengalir.
" Tata anak haram..anaak haram.. gak punya ayah.''
ledek beberapa anak-anak terus meneriaki gadis kecil itu dengan kata-kata anak haram.
'' aku punya ayah..hiks..hiks,'' gadis kecil itu terus menangis.
" Dimana coba ? kau itu tak punya ayah, ibu kamu kan pe*l**r,"
teriak seorang gadis memakai baju berwarna biru.

Tata Dwi Lestari seorang gadis yang harus mengalami kehidupan yang pahit akibat profesi ibunya sebagai wanita penghibur. Dimana hal itu membuat dirinya dicap anak haram oleh orang-orang disekitarnya dan mengalami kehidupan pahit serta psikis yang tidak mudah percaya pada orang lain.

Bagaimana perjuangan Tata dalam menghadapi semua cobaan hidupnya ??
apa dia akan ikut masuk dunia gelap seperti ibunya, atau dia akan mengubah pandangan setiap orang tentang dirinya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duyung Indahyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membebaskan Tata

Hay para readers Yang budiman! Mohon bantuannya ya dengan cara like, coment pada tiap episodenya. Dan jangan lupa vote novel ini.

Karena untuk saya apresiasi kalian itu adalah support sangat saya butuhkan.

Happy reading all...

----------------

''Looo...!'' Teriak Tata tak percaya.

Pria itu berjalan mendekati Tata dengan gagahnya dan tersenyum lebar. Sedangkan Tata yang didekati justru berjalan mundur hingga punggungnya tertahan tembok untuk berhenti.

''Heyy Cewek Tarzan!'' Sapa Adhit lirih ditelinga Tata.

''A-apa Lo yang udah beli gue?'' Tanya Tata dengan penuh keraguan dan memalingkan wajahnya.

''Menurut Lo siapa? Dikamar ini hanya ada gue bukan?'' Jelas Adhit kembali menjauh dan duduk di sebuah sofa yang empuk itu.

''Ke-kenapa harus Lo? Gue pikir Lo cowok baik-baik! Tapi ternyata gue salah besar.'' Lirih Tata menundukkan kepalanya dan matanya mulai berkaca-kaca. Ia tidak percaya Adhit yang beberapa hari lalu menolongnya dari pria bejat, kini pria yang dihadapannya justru yang membeli dirinya untuk pemuas nafsunya.

'' Kenapa nasib gue begitu sial! Seakan takdir ini mendorong gue untuk menjadi seorang wanita malam.'' (Rintih Tata dalam hatinya).

''Kemarilah!'' Titah Adhit pada Tata untuk duduk disampingnya.

Tata mengangkat wajahnya menatap Adhit. Dia masih tak bergerak maupun bergeming. Ia hanya menatap Adhit dengan tatapan sendu.

''Apa lo mau gue seret suapaya Lo berjalan kesini, cewek Tarzan.'' Ucap Adhit kembali. Dengan rasa ragu Tata mulai berjalan kearah Adhit. Perasaan takut, tidak percaya, dan marah pada Adhit bersatu dalam diri Tata. Rasanya ia ingin memaki pria didepannya dan memberontak, atau mungkin melenyapkan pria itu sekarang. Tapi dia sadar nasib ibunya kini ada ditangannya. Itulah yang ada dipikiran Tata saat ini.

Adhit tersenyum melihat Tata berjalan kearahnya dan duduk disampingnya. Adhit bisa melihat raut ketakutan dan juga amarah pada wajah Tata. Dan saat Adhit melihat secara detail tentang penampilan Tata lagi. Adhit menelan ludahnya kasar. Tata yang berpakaian dress sexy dengan bagian dada yang hampir terekspos serta bibirnya yang memakai lipstik merah menantang itu. Tantunya Adit sebagai pria normal juga bisa merasakan sesuatu yang tidak baik pada dirinya. Adhit segera memalingkan wajahnya dan melepas jaket yang ia kenakan kemudiam melemparnya kearah Tata dan berkata.

'' Pakai ini! Lo bukan selera gue, tutupi tubuh Lo sama jaket ini.'' Adhit berdiri kearah meja disamping kasur itu. Dan mengambil tissue beserta wadahnya dari sana.

''Hah.'' Tata terkejut plus heran. Ia bingung dengan maksud Adhit.

'' Pakai jaket itu dan hapuslah makeup norak itu dengan ini.'' Adhit melempar sepack Tissue pada Tata.

Tanpa banyak bertanya Tata memakai jaket itu dan mencoba menghapus makeupnya dengan tissue. Tapi Tata rasa jika hanya Tissue tidak bisa menghapus make up itu.

''Maaf! boleh gue ke kamar mandi aja buat hapus makeup ini.'' Ucap Tata meminta pada Adhit.

''pergilah sana!'' Ucap Adhit tanpa menolehkan wajahnya.

Tata langsung pergi kekamar mandi dan membasuh wajahnya dengan sabun yang sudah disediakan disana.

''Kenapa dia malah nyuruh gue nutupin tubuh gue pake jaket ini? Dan juga kenapa dia nyuruh gue hapus makeup?'' Tata melihat wajahnya pada sebuah cermin dikamar mandi itu.

'' Aah sudahlah! Mungkin gue memang bukan seleranya.'' ucap Tata tidak ingin mempermasalahkan alasan Adhit kembali.

Suara ketukan dari luar kamar mandi membuyarkan lamunan Tata.

''Cewek Tarzan! malam ini Lo tidur aja dikamar ini! gue tidur dikamar sebelah.'' Seru Adhit dari luar sana.

''Ah iya.'' Balas Tata. Beberapa menit kemudian Tata keluar dari kamar mandi. Tapo dia sudah tidak mendapati Adhit disana. ''Apa benar dia lepasin gue sekarang? Atau jangan-jangan dia malah manggil wanita lain? Sudahlah gue gak mau pusing lebih baik istirahat aja!.'' Ucap Tata dan membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk itu yang membuat dirinya langsung terlelap.

Sedangkan Adhit yang berada dikamar hotel lainnya langsung mengguyur tubuhnya beserta pakaian yang ia kenakan dibawah shower.

''Kalau gue gak langsung pergi! Bisa-bisa gue hilang kendali.'' Gumamnya pada diri sendiri.

-------

''Tuan saya dapat info bahwa ibunya nona Tata kembali menjadi seorang penghibur malam karena hutangnya pada seorang wanita yang dipanggil Madam Lauren.'' Ucap Danu pada Adhit.

'' Jadi ibunya Tata melakukan itu karena jebakan gitu.'' ucap Adhit.

''Sepertinya begitu tuan.'' Timbal Danu membenarkan ucapan Adhit.

''Baik kita kesana sekarang! Lo udah chek alamat kontrakan Tata? kemarin gue cuma sampai depan gang doank, dan gak tahu dimana kontrakannya.''

''Sudah tuan.''

''Bagus! Sekarang Lo siapin mobil dan gue mau ganti baju.'' Ucap Adhit dan beranjak kesebuah ruangan dimana ia akan mengganti pakaiannya.

Adhit beserta Danu asistennya itu sekarang telah sampai disebuah kontrakan kecil. Danu mencoba mengetuk pintu kontrakan itu, namun saat ia tidak mendapati jawaban dari dalam. Danu memutar klop pintu itu dan terbuka begitu saja yang artinya pintu tidak terkunci. Adhit langsung bergegas masuk mendahului Danu yang masih berdiri disamping pintu.

Terlihat Ratih yang terikat dipojok ruang tamu dengan mulut yang disumpal oleh sapu tangan. Adhit segera membuang sapu tangan itu sembarangan dan melepaskan ikatannya. Dan saat Ratih bisa kembali berbicara ia menangis memohon pada Adhit.

''Tolong anak saya.. hiks..hiks.'' Ratih memegang tangan Adhit memohon.

'' Dimana Tata sekarang?'' Tanya Adhit.

''Di-dia dibawa Madam Lauren! Aku takut suatu hal yang buruk padanya.'' jelas Ratih, meski Ratih tidak mengenal pria dihadapannya itu. Tapi ia merasa pria itu adalah orang baik.

''Tante tau dimana tempat wanita itu?'' Adhit menatap wajah Ratih yang terlihat begitu kelelahan dan sangat sendu mungkin ia semaleman menangis. Ratih memberi alamat yang ia yakini dimana Lauren berada.

''Tante disini aja! biar Saya yang menolong Tata.'' ucap Adhit dan beranjak meninggalkan Ratih juga kontrakannya.

''Danu kita langsung ke alamat yang ditunjukkan olehnya tadi.'' Titah Adhit pada Danu.

''Baik tuan.'' Danu segera menghidupkan mesin mobilnya melaju menuju alamat yang diberikan oleh Ratih tadi.

''Ada apa anak muda?'' ucap Madam Lauren dengan asap rokok yang mengepul dari mulut dan hidungnya.

''Tanpa basa-basi lagi gue kesini mau menebus seorang wanita yang Lo bawa semalam?'' Ucap Adhit. Dia menggunakan bahasa sehari (Lo dan gue) pada orang yang seusianya, dibawahnya, dan orang yang dia rasa tidak perlu diberi etika.

'' Tata maksudnya? dia sedang diruangan khusus! Dan juga gue gak bisa bebasin dia gitu aja.'' Lauren tersenyum licik.

''Apa yang Lo maksud ini?'' Adhit menyodorkan sebuah cek dengan nominal 50 juta pada Lauren. ''Hutang 5 juta dan bungah 45 juta, sungguh lintah darat yang kejam.'' Sindir Adhit penuh penekanan.

Lauren terkekeh dan berkata'' Lo gak tau apa-apa anak muda?'' Lauren melihat cek itu dan tersenyum.

''Kalo Lo tidak melepaskan Tata dan membebaskannya jangan salahkan gue kalo besok ada panggilan dari kantor polisi untuk memenjarakan Lo wanita tua.'' Ancam Adhit dan berkata kembali. ''Dengan bukti dan saksi serta menyewa beberapa pengacara kondang, gue rasa cukup memenjarakan lo.'' Tatapan Adhit begit tajam. Dan hal itu berhasil membuat nyali Lauren menciut.

'' Huft..! apa yang Lo mau?'' Tanya Lauren.

''Antarkan Tata kekamar hotel ini malam ini juga dan jangan ganggu dia lagi setelah ini.'' Ucap Adhit dengan datar dan tegas.

''Baik, gue bakal siapkan dia buat Lo malam ini.'' ucap Lauren meletakkan rokoknya pada asbak.

''Jangan coba-coba Lo ingkar, gue gak main-main, asal Lo tau gue adalah Adhit Prasetyo pemilik Sunrise entertainment.'' Ucap Adhit beranjak meninggalkan Lauren.

''Siaal! Ternyata dia orang yang gak bisa gue sepelekan.'' celetuk Lauren.

----------

to be continued

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Terimakasih semuanya.

1
Suyatno Galih
tata sotoy, tp ada pangeran penyelamatnya
Suyatno Galih
tata bertindak tanpa perhitungan dl, urusanya tambah runyam. pikirnya mudah tp malah sarang singa yg di dtngi
Suyatno Galih
disini pemeran utamanya khususnya wanitanya diperankan sifat kasarnya, jd kurang yes.
Suyatno Galih
cara Adhit yg beetele2 n meremehkan mmbuat lawan peran jg yg mbaca kesel
Suyatno Galih
bisa ditebak rencana licik Hendrik, mau menjual tata yg diusirnya dl
Suyatno Galih
org di sekitarnya n org yg gak tau menau terlalu nyinyir mengurusi urusan org lain
Suyatno Galih
dgn cara Adhit yg norak dan merendahkan membuat tata ilfil
mentang2 byk duit, seolah2..........
Suyatno Galih
klrga tata baru terlepas dr lumpur hitam, disini tantangan dr keluarga Adit dimulai. lanjut Thor...
Suyatno Galih
antara Adit, Candra ato hendrik
Zaky Badut Pekanbaru D'Kompenk
up jgn lama² dong
Arika Kurniawati
Jgn lm" up ny
Arika Kurniawati
rajin up. donk thor
Daisyridone
semoga Author mrngabulkannya
hehehe
Daisyridone
aaihh lagi diintip ama nenek
Daisyridone
lho kok jadi gini ceeitanya thor?
bukannya Tata udah rau kalau Adit itu CEO dan juga kan Tata juga dah sempat jadi karyawannya Adit?
Kok jadi kesannya di bab ini Tata masih nyangka Adit fotografer?
Daisyridone: aku auto cek babnya dan ketemu di bab 28 yg judulnya maafin gue adit...
Adit bilang kan aku CEOnya.....
dan Tata jawab karena lo CEO.....

ok thor...semangaat
total 2 replies
Daisyridone
bau bau pelakor nih
Daisyridone
huuemm
Daisyridone
CEO polos euy
Daisyridone
jadi deg degan iih
Daisyridone
next aaah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!