NovelToon NovelToon
Second Love

Second Love

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.

Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.

Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Tak Henti Menetes

Dada Ahlam berdegup tak karuhan ketika dia hendak menuju ke kediaman Ellea. Wajahnya yang tak tenang amat kentara.

"Deg-degan kan?" tanya sang kakak.

"Itulah yang gua rasakan kemarin."

Ahlam hanya menghela napas begitu kasar. Sang bunda menghampiri dan mengusap lembut pundak Ahlam seraya tersenyum.

"Jangan tegang ya, Bang," ujar sang bunda dengan begitu lembut.

"Gimana gak tegang, Bun. Di sana kan nanti ada Baba, Bubu, Ahjussi, sama si triplets. Jantung Abang pasti gak aman," sahut Apang.

Lagi dan lagi Ahlam menghela napas kasar. Apa yang dikatakan Apang memang benar. Tak melenceng sama sekali.

"Harusnya kamu lebih santai. Mereka juga kan keluarga kita." Sang ayah mulai ikut bergabung.

"Udah, ya. Iam lagi nervous ini. Jangan bikin Iam tambah nervous," balasnya.

Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Ahlam. Baru kali ini mereka melihat wajah Ahlam begitu pucat.

.

Air mata Ellea belum juga surut. Bayang wajah sang bunda masih menempel di kepala. Senyum manis terukir jelas. Sentuhan hangatnya begitu nyata dia rasakan.

"El," panggil kedua tantenya.

Orang yang bertugas mendandani Ellea akhirnya menyerah. Air mata Ellea terus menetes hingga tak bisa dipoles. Namun, pandangan Ellea begitu datar.

Mamih Nesha dan Bubu Echa memeluk tubuh Ellea yang masih polos. Belum disentuh bedak sama sekali.

"Bunda senyum ke arah El. Bunda juga sentuh rambut El. El ingin Bunda temani El hari ini. Tapi, Bunda malah pergi."

Hati dua wanita yang tengah memeluk Ellea begitu perih. Dada mereka sangat sesak mendengarnya.

Tak pernah mengenal bahkan mendapatkan kasih sayang seorang ibu sedari lahir, membuatnya teramat syok ketika didatangi oleh mendiang sang bunda di dalam mimpi. Bahkan mimpi itu terasa begitu nyata.

"Udah, ya."

Bubu Echa memundurkan tubuhnya. Mengusap lembut wajah Ellea yang masih bercucuran air mata.

"Percayalah, jika Bunda akan hadir di pernikahan kamu. Bunda tidak akan melewatkan hari bahagia putrinya." Bubu Echa berbicara dengan menahan sesak di dada.

"Sekarang, make up, ya. Mamih dan Bubu akan temani kamu di sini," tambah Mamih Nesha yang begitu perih hatinya.

Di lain kamar pun, seorang pria tengah menunduk dalam. Tubuhnya dipeluk oleh Aleesa.

"Tante El sudah tiga hari lalu di sini. Dia selalu memandang wajah Om dan juga Ellea. Tante El sedih melihat Om dan Ellea terus menangisinya."

Punggung ayah Rifal bergetar. Dia menangis dengan begitu lirih. Aleesa semakin erat memeluk tubuh sang paman.

Dua puluh lima tahun bukan waktu yang sebentar. Segalanya dia tahan dan pendam. Kuat karena anak yang harus dia besarkan. Mengubur semua kebahagiaannya demi anak tercinta. Itulah perjuangan dan pengorbanan ayah Rifal selama ini tanpa ada orang yang ketahui. Bahkan, dia bolak-balik mendatangi psikiater untuk mewaraskan dirinya. Alasan dia masih tetap hidup sampai sekarang adalah Ellea.

.

Tiba sudah di mana Ahlam sudah berhadapan dengan ayah Rifal. Tatapan pria paruh baya itu terlihat sendu. Melihat kondisi calon ayah mertuanya membuat rasa nervous hilang begitu saja. Dia ingin segera bertemu dengan Ellea karena ada kekhawatiran yang menjalar begitu saja.

Ayah Rifal sudah menjabat tangan Ahlam. Bunda Jingga dan Ayah Aska melihat jikalau putra mereka sudah tak seperti tadi yang dipenuhi kecemasan. Sekarang, Ahlam terlihat sudah santai.

Hanya dengan satu kali tarikan nafas, Ahlam mampu mengucapkan ijab kabul dan sebuah kata sah pun terdengar dari para saksi. Ada kelegaan di hati kedua keluarga.

"Sepertinya, pengantin pria sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya," ledek penghulu di sana karena gelagat Ahlam yang terlihat tak sabar.

Keriuhan pun terjadi. Namun, Ahlam membalasnya dengan sebuah senyum. Tak lama berselang, wanita berkebaya putih diapit oleh Aleena dan Aleeya masuk ke tempat akad. Betapa cantiknya Ellea hari ini.

Ahlam dan Ellea saling pandang. Sebelum Ellea mencium punggung tangan Ahlam karena sekarang status Ahlam sudah menjadi suaminya. Setelah itu, Ahlam mengecup kening Ellea dengan begitu dalam dan hampir membuat Ellea menitikan air mata.

Keharuan tercipta ketika Ellea memeluk tubuh ayahnya. Tak ada yang tidak menangis di sana. Ayah Rifal dan Ellea tak berkata apapun, tapi pelukan mereka mengatakan semuanya. Sekarang, gantian Ahlam yang memeluk tubuh ayah Rifal.

"Jaga Ellea ya, Am. Jangan pernah sakiti dia karena hidupnya sudah penuh dengan kesakitan dan kesedihan."

Hati Ahlam begitu sakit mendengarnya. Inilah alasan kenapa para tiang kehidupan Ellea begitu menjaga Ellea.

"Iya, Ayah. Iam janji."

Kalimat lembut dari bunda Jingga membuat Ellea tak henti menitikan air mata. Pelukan bunda Jingga terasa sama sepeti pelukan sang bunda di dalam mimpi.

"Kamu adalah putri Bunda sekarang. Jangan pernah sungkan untuk meminta apapun kepada Bunda dan juga Ayah Aska."

Tatapan tulus bunda Jingga membuat Ellea tersenyum. Apalagi kecupan hangat yang bunda berikan di keningnya membuat Jingga merasakan kehangatan yang belum pernah dia rasakan.

"Kalau Ahlam sampai menyakiti kamu. Ayahlah yang akan memberikan pelajaran untuknya." Ayah Askara berkata dengan tegas.

Hadiah terindah di hari bahagia Ellea bukanlah barang mewah, tapi keluarga suami yang begitu menyayanginya. Bahkan ketiga saudara Ahlam pun begitu ramah kepadanya.

Tak ada acara lainnya setelah akad, hanya makan-makan saja. Baik Ahlam maupun Ellea menolak untuk diadakan resepsi karena mereka hanya menginginkan acara sederhana saja.

Acara foto-foto sudah selesai dan mereka mulai menikmati hidangan. Begitu juga dengan Ellea dan Ahlam.

"Kalian mau tinggal di mana?"

Pertanyaan ayah Aska membuat Ellea menatap Ahlam. Wajah Ellea seketika berubah. Dia takut jika ayah mertuanya tak setuju jika dia dan Ahlam tinggal di rumah besar peninggalan opa Addhitama.

"Iam sama Ellea udah sepakat untuk tinggal di sini, Yah." Semua orang pun terdiam.

"Iam tidak mau membuat Ellea jauh dari ayahnya."

Papi Rindra dan Baba Radit tersenyum bangga mendengarnya. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lainnya.

"Baiklah. Ayah tidak akan melarang. Tapi, kamu juga harus sering nengok Bunda. Tahu sendiri Bunda mah melow-an orangnya."

"Itu pasti, Yah."

Setelah Keluarga besar pulang, kini hanya tinggal Ellea dan Ahlam. Ayah Rifal sudah dibawa pak Sandi ke kamar karena harus beristirahat. Hanya kecanggungan yang tercipta di antara mereka berdua.

"Aku mau bersihin make up dan ganti baju," ucap Ellea.

Baru saja dia hendak pergi, Ahlam mencekal tangannya.

"Apa kamu mau ninggalin suami kamu sendirian di sini?"

Perlahan Ellea memutar tubuhnya. Dia pun memandang wajah Ahlam.

"Maaf," ucapnya.

Ahlam menggeleng dengan pelan. Mengusap lembut ujung kepala Ellea. Suara asisten rumah tangga di sana membuat tangan Ahlam turun. Namun, tangan satunya masih menggenggam lengan Ellea.

"Ada tamu. Katanya teman Mbak Ellea."

Zeyn datang dengan menjinjing paper bag di tangannya. Dia melangkah kaki menuju Ellea dan menatapnya dengan begitu sendu.

"Selamat, El."

Zeyn sudah mengulurkan tangannya. Perlahan disambut oleh Ellea. Namun, ada senyum begitu tipis terukir di sana.

"Makasih," balas Ellea kepada Zeyn yang masih memandangnya begitu dalam.

Tubuh Ellea menegang ketika sepasang tangan memeluknya dari belakang. Ahlam sudah mendekatkan bibirnya di telinga Ellea hingga buku kuduknya berdiri.

"Ayo, Sayang! Kita ke kamar. Aku sudah gak tahan."

...***To Be Continue***...

Boleh minta komennya? Banyakin dong ...

1
Maya Lara Faderik
cerita mu menarik Thor..semua keluarga dady aska dan askara dari asmara org tua agha dan Ahlam sudah ku baca , termasuk Rasit,eca , Alessya berkembar Gea,Reksa,Restu keluarga Rayyan orang tua Elia semua keturunan Ayunda dan rion 👍👍👍 memang terbaik Thor begitu juga kisah anak agha si tuan ,Pangeran dan adik si tuan ,..semangat ya Thor,..
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
Maya Lara Faderik: anak anak memang nakal keras kepala ,apa yang benar bagi mereka membuat mereka tanpa sedar telah membuat kesalahan yang mengecewakan namun anak anak harus diberikan peluang untuk kesempatan untuk berubah , jangan biarkan anak anak terjerumus ke dalam jurang dalam dan tersesat .
total 1 replies
Maya Lara Faderik
yah'!!!..nangis lagi airmata tak bekerjasama,..sabar ya Ellea kamu wanita baik bahkan aku sendiri ikut menangis..semoga persalinan kamu lancar .. setiap wanita akan merasa takut disaat akan melahirkan tak kira operation atau normal sakitnya sama cuma beza rasa nya saja , kuat dan semangat Ellea tuhan berserta mu🙏
Maya Lara Faderik
😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
Maya Lara Faderik
aduh..hidung dah penuh dengan hingus'!..mata pun dah pedih air mata tak henti,.. henti keluar.. kepada dah pusing NIE .. tersentuh thoor ...
Maya Lara Faderik
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/.. nangis lagi ni air mata tak sporting langsung..nyesek....thorr..
Maya Lara Faderik
ya ampun ..hari ini full menangis terisak2 dari kisah ibunya elyna sampai ke anaknya Ellea air mata tak henti henti ..sampai bilakah aku berhenti menangis menjadi tangguh dengan novel mu Thor inspirasi cerita yang menarik..
Maya Lara Faderik
vest juga si Ahlam nie ...
Maya Lara Faderik
waduh 🤣🤣,..apalah ..tulis wasiat manjat kelapa pun si apang pon ..
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
Maya Lara Faderik
air mata tak Sporting langsung bab ini membuatkan aku. sesak keluarga diaorang nie semua dalam favirot ku terutama si kulkas
Maya Lara Faderik
yang tak berpendidikan itu cuma orang yang suka merendahkan orang lain..rugi sekolah tinggi namun IQrendah
Siti Nurjanah
awal nangis ko sekarang jd ngakak ampe sakit perut/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurjanah
baru jg bab k 2 udah berderai/Sweat//Sweat//Sweat//Sweat/
Ocanya gava
Luar biasa
Ucie
ada aja ya kosakatanya😅😅😅
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️♥️
Setiawati
cerita yang menyentuh hati.... air matapun tak terasa mengalir dgn sendirinya /Cry//Cry/
falea sezi
orang kaya gampang lo cari ginjal
Yus Nita
syukuriniiin...
kena azab tuh sijalang
Yus Nita
apakah ayah zeyn pelaku ny..
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!