Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.
di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.
Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.
"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)
Ayo...ikuti kisahnya 😍
*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
"Kamu banyak sekali berubahnya, aku sangat tidak menyukai wajah tirus serta tubuh kurus mu ini!" Sagara bergumam lirih, memperhatikan Senja tertidur pulas, efek obat tidur yang di berikannya tadi.
Ya Sagara yang menculik Senja, dan Mira yang membekap nya.
Lamat-lamat Sagara melihat Senja membuka matanya.
Essstt, "Ya Allah, kenapa pusing sekali kepala ku!" lirih Senja, ia belum sepenuhnya sadar.
Ketika matanya sudah terbuka sempurna dan pikirannya sudah kembali normal.
PLAK
PLAK
Dua tamparan keras berhasil mampir di kedua pipi Sagara, menyebabkan telapak tangan Senja terasa pedas.
"Brengsek kau, apalagi mau mu, Sialan!!" Senja tidak bisa membendung amarahnya. Ia sudah mengingat semua kejadian sebelum tak sadarkan diri tadi pagi.
Melihat Senja sempoyongan turun dari ranjang, Sagara langsung memegang lengannya.
"Lepaskan! tidak sudi aku di sentuh laki laki biadab seperti mu!!!" di hempasnya tangan Sagara.
Ceklek...ceklek, berulangkali Senja mencoba membuka pintu sebuah kamar, yang dia sendiri tidak tahu sedang berada dimana.
"Bajingan, cepat buka pintunya!!"
"Pintu itu, tidak akan terbuka sebelum kita selesai bicara!" ujar Sagara dengan dingin.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan, Kisah kita sudah mati lima tahun lalu, sejak kau perkosa aku, Sagara Rahardian!!"
"Jadi Enyahlah, jangan berlagak sok akrab dengan ku!!"
"Jika kisah kita sudah lama usai, Ayo, kita mulai merangkai cerita dengan awalan yang benar. Mari kita menikah, membina sebuah rumah tangga, sebagaimana mestinya!!"
Mendengar pernyataan tak masuk akal Sagara, Senja menjadi naik pitam, dengan cepat ia berjalan ke sisi tempat tidur, mencabut kabel telepon kamar tersebut dan...
Sshhtt, desis ringis kesakitan pun terdengar.
"Kau, benar-benar seorang Pecundang, tidak tahu Diri, penjahat kelamin, sungguh aku sangat membencimu!!"
Hatinya belum puas memaki, tidak ada sedikitpun rasa kasihan melihat darah segar mengalir di pelipis Sagara, akibat lemparan sebuah telepon kamar hotel, sudut telepon itu tepat mengenai sisi kepala Sagara.
"Kenapa, kau tidak menghilang saja dari dunia ini, kenapa kau datang lagi, merusak kehidupan nyaman ku, Sagara, kenapa???" Heu-huiii, berulangkali Senja menghela nafas.
"Sudah bicaranya? Sudah emosinya, sudah bertindak brutal nya??" tanya Sagara, sembari mengelap setetes darah mengalir di rahangnya.
Melihat Senja terdiam, menatap penuh benci dirinya, Sagara memulai...
"Lima tahun lalu, lebih tepatnya tujuh tahun yang lalu, saat kita merajut kasih, sudah berapa kali aku mencoba membuka jati diri, namun,..."
"Aku tidak mau mendengar, ucapan seorang pembohong ulung seperti mu!!"
"Diam Lah, jangan merasa paling menjadi korban disni, Senja Anjani!!"
"Kau kira, hanya dirimu yang menderita, Aku juga gak kalah menderitanya, disini sangat menyakitkan, Senja!!" Sagara menepuk kasar dadanya, habis sudah kesabarannya menghadapi wanita keras kepala di hadapannya ini.
"Selama lima tahun, aku hidup bergelimang harta, memperlakukan anak orang lain seperti anak ku sendiri, sementara darah dagingku hidup dengan sangat sederhana, mau makan dengan menu enak harus menunggu seminggu sekali. Memiliki mainan serta baju baru harus menunggu ulang tahun mereka & saat lebaran tiba!"
"Aku mengakui salah, telah menodai mu, merenggut paksa kesucianmu, tapi satu hal yang perlu kau ingat, dan jelas kau mengetahuinya! jika saat itu aku dalam keadaan pengaruh obat perangsang!!"
"Dua tahun kita menjalin kasih, sudah berapa kali aku mengajakmu untuk berkenalan dengan Ibuku, namun jawabanmu selalu saja sama, menunggu waktu tiba hari kelulusan mu dulu!"
"Sudah berapa kali, aku memancing mu untuk mengetahui jati diriku, kamu tidak pernah peka, Dirimu sangat membenci status pria kaya raya, karena tidak sepadan dengan dirimu yang sederhana!"
"Pada saat itu, Aku tidak berdaya untuk menghapus rasa cintaku, tidak kuasa mengontrol perasaanku, terlanjur nyaman dengan dirimu. Lalu aku bisa apa, Senja? Selain menutupi serta melakukan kebohongan demi kebohongan!!"
"Disini, bukan hanya aku yang paling berdosa, tetapi kamu juga terlalu egois menjadi manusia! begitu kejam dirimu memisahkan si kembar dengan ayah kandungnya, begitu sadis dirimu mengatakan jika ayah mereka sudah meninggal dunia!!"
"Kenapa raut wajahmu seperti itu, heran, kaget, karena aku mengetahui sedetail mungkin kehidupan kalian!!"
Brakk...daun pintu tertutup dengan kasar.
*** Beberapa saat kemudian.
Senja berdiri di pembatas balkon kamar bungalow mewah, di bawah sana tampak ombak air laut berkilauan menyapa bibir pantai, di ujung jarak pandangnya terdapat matahari berwarna jingga kemerahan, momen Senja, tenggelamnya sang Penguasa langit tergantikan oleh gelapnya malam.
Entah dimana keberadaan Sagara, sejak pertengkaran tadi siang, ia tidak melihatnya lagi. Sedikit perasaan bersalah berhasil menyusup kedalam hatinya, saat mendengar pengakuan menyakitkan Sagara, apalagi dengan sengaja ia menyakiti Sagara secara fisik.
"Pasti, Lelaki itu kesakitan!!" gumam lirih Senja, tadi ia melihat luka akibat lemparan telepon lumayan besar, darahnya juga beberapa kali menetes.
...****************...
Huuw-waa, huuw-wwaa, "May mau sama bunda, dimana bundaku?" raung May sedari tadi gadis cilik itu mencari keberadaan sang bunda di tempat asing ini.
Bintang kewalahan menenangkannya, "Iya sayang, sebentar lagi pasti bunda pasti menyusul kesini!"
"Sebental lagi, sebental lagi, dali tadi Tante ngomong gitu telus, tapi bunda tetap aja gak kelihatan!" hiks hiks hiks.
"May, daripada dirimu menangis tidak jelas begitu, sini bantu aku menghitung duit biru ini, ad-uhh...pusing kepala ku, banyak sekali duit biru ini!" celoteh Mahira sembari memeluk lembaran uang bernominal 50 ribuan.
"Kamu itu sungguh ketellaluan Hila, bunda kita hilang, kamu gak menangis, malah sibuk dengan uang palsu mu itu, dimana lasa kasih sayang mu itu, hah!!"
"Nanti kalau bunda datang, aku aduhkan dilimu!" Ancam May, dirinya kesal bukan main melihat Mahira anteng di tempat tidur empuk, sambil bermain dengan uang biru kesukaannya itu.
"Enak aja kamu bilang ini uang palsu, ini asli ya, kamu tuh memang tidak pintar, gak bisa membedakan uang palsu dengan asli!" Sungut Hira.
Kakek, nenek, ini beneran uang asliiii, kan?? tanya Hira kepada Mira serta Agam.
Agam dan Mira hanya bisa mengangguk, mereka berdua cukup frustasi oleh kelakuan dua anak kembar sang Bos, terutama Hira.
"Dengerin tuh May, kakek dan nenek aja bilang uang asli"
"Kamu pelcaya sama olang yang udah menculik kita Hila, gak walas kamu, meleka itu penculik! memisahkan kita dengan bunda, Hila!"
"Gak mungkin, kakek dan nenek seorang penculik, mana ada penculik yang memberikan korbannya uang segini banyak!"
"Lagian mana mungkin mereka berani menculik artis seperti kita, pasti nanti penggemar kita bakal nyariin!" ucap Hira dengan sombongnya, sejak ia masuk channel YouTube waktu itu, dirinya sudah berasa menjadi artis cilik terkenal.
Heuheums..."Gam, bisa gak lu aja yang menangani semua ini, biar gua balik ke kantor, banyak berkas dan hal lainnya yang perlu di urus!"
"Enak aja lu, kagak bisa ya Mir, bukan lu aja yang stres, gua jugak, bahkan isi dompet gua kosong melompong Mir!"
"Uang tunai gua, juga ludes Gam!" mereka melirik tersangka utama, penyebab Agam dan Mira menjadi miskin seketika.
Saat ini Bintang dan si kembar tengah berada di sebuah Villa milik Sagara, di kawasan Bandung.
...----------------...
"Nyonya, Tuan, ini ada paket dari pak kurir" Bibi menyerahkan amplop berwarna cokelat kepada majikannya.
Begitu di buka isi amplop tersebut...
"Apa-apaan ini! Sayang, cepat kamu suruh Anyelir untuk segera pulang ke Indonesia!"
~Bersambung~
Terimakasih sudah mampir, mohon dukungannya ya😍
padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘