Bayu mulai bisa menguasai kemampuan yang dimiliki. Bayu ingin membantu orang orang yang di ganggu makhluk tak kasat mata. Di jamin seru langsung baca saja buat yang suka cerita horor. Untuk anak di bawah umur harap hati hati dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Lhangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makhluk kiriman.
Apa malam tahun baru kali ini bayu akan jalan jalan lagi? Jawabannya tidak dia malam ini berencana bakar bakar di halaman rumah saja bersama bapak ibu dan ayu. Ayu sempat ijin bakar bakar juga bareng teman temannya tapi bayu memaksa ayu untuk tetap stay di rumah. Memang bayu usil dan dingin orangnya tapi jika ucapannya tak di anggap dia akan marah ayu yang hafal sifat bayu mengalah saja.
Dari sore peralatan di siapkan bahan juga sudah ready di dalam tinggal nanti di keluarkan harapan mereka cuma 1 semoga tidak hujan. Tepat pukul 9 malam aris datang karena bayu yang minta.
"Nah lu ikut bakar bakar di sini aja ris di rumah kan sepi."
"Iya mas tapi aku nggak ikut makan ya tadi sebelum pulang dari warung di suruh makan dulu sama yang lain."
"Ya makan dong mas kan ikut bakar. Dikit aja gpp." seru ayu.
Pukul 11 ayam mulai di bakar bayu dan aris sedangkan bapak dan ibu sedang memanggang sate kambing sedangkan ayu membuat teh anget.
Mendekati tengah malam suasana semakin ramai tetangga bayu pada keluar sambil bawa meriam kembang api.
Tahun telah berganti bayu mendapat chat dari nia.
"Selamat tahun baru Bayu sayangku."
"Kamu sedang apa?"
"Lagi bakar2 nih yus. Kamu di situ ngapain?"Balas bayu.
"Di alun2 nih By. Udah pada bubar aku otw pulang dulu ya." Setelah itu muncul story dari nia setelah itu ada SMS masuk dari nomor tak di kenal dan nomor ini bukan nomer lokal indonesia.
"Assalamualaikum sayang Selamat malam ini aku nafia. Selamat tahun baru ya maaf pergi tanpa kabar. Aku di sini baik baik saja semoga kamu juga sama demikian. Aku pasti pulang entah kapan aku belum tahu." itulah isi pesannya sontak bayu jadi teringat nafia teringat momen indah bersamanya. Tadi nafia bilang akan pulang disitu bayu merasa senang sekaligus bingung karena saat ini dia sudah punya nia.
"Mas aku mau pulang tikarnya di gulung dulu yuk."
"Eh iya ris." Bayu kaget.
"Mas kenapa kok tiba tiba melamun tadi? Ada masalah?"
"Aku tadi dapat chat dari 2 bidadari ris." ucap bayu.
"Hah?" Aris bingung dong karena aris gk pandai soal percintaan.
"Iya tadi nafia chat dan nia juga chat."
"Mbak nafia? Kapan dia pulang mas?"
"Nggak tahu ris belum jelas kapan tapi dia akan pulang. Aku takut mereka berdua bertemu dan sampai berkelahi."
"Menurutku nggak aka mas. Sebelumnya maaf bukan mendoakan tapi aku rasa mbak nia itu jahat mas kemungkin hubungan mas dengan mbak nia nggak akan...."
"Stop ris aku nggak mau bahas itu dulu." Yhup memang selain ayu, Aris juga tak suka dengan nia karena menurut mereka nia itu jahat. Di kampus bayu juga sudah di marahi erlin karena jadian nggak bilang2 dan akhirnya mereka tidak akur sekarang ini. Eva? Dia belum tahu yang dia tahu bayu menjauh darinya. Eva rasa karena dirinya yang sudah punya pacar jadi bayu jaga jarak nah muncul pikiran untuk memutus hubungannya dengan pacarnya demi bayu. Memang sejak awal eva sudah jatuh cinta dengan bayu karena bagi eva bayu sosok yang sempurna.
Setelah selesai ngobrol aris pamit pulang padahal sudah di tawari bayu menginap saja toh kamar bayu muat tapi aris bilang mau cuci baju dan bersihin rumah.
Saat bayu mau masuk setelah menutup pintu gerbang Duar... Ledakan di atas genteng rumah sontak bayu langsung mengecek keluar dan genteng di atap rumah bayu bolong.
"Bapakkk...." Teriakan ibu lumayan keras.
Bayu berlari ke dapur dan ibu bayu sedang memegangi bapak yang pingsan. Dari jendela dapur bayu melihat sekelebat orang yang berlari tapi dengan kobaran api.
"Ada apa bu?" tanya bayu.
"Bapakmu di serang banaspati ayo kita bawa ke RS dada bapakmu sepertinya kena serangan tadi."
Untung tadi bayu segera datang kalau tidak mungkin ibunya juga ikut di serang sosok banaspati itu.
Sampai di RS dokter langsung membawa bapak bayu ke ruang UGD karena luka bakarnya cukup parah.
Di luar bayu cuma berharap bapaknya tidak kenapa napa.
Di samping bayu yang cemas nawang muncul dengan wajah kesalnya.
"Maaf aku telat tapi aku berhasil menghancurkan banaspati itu. Kata si banaspati ada orang yang mengirimi mu teluh berupa banaspati untuk menghabisimu dan keluargamu. Dari banaspati itu juga aku tahu kalau serangan selanjutnya akan datang besok malam dengan target siapapun yang ada di rumah."
"Ayu yang ada di rumah. Sebaiknya ayu aku suruh menginap di rumah bagas dulu. Naw serangan selanjutnya apa?"
"Aku nggak tahu banaspati itu tak mau mengatakan nya dan memilih lebur."
"Hmm baiklah." Disitu bayu merasa berdiri sendiri karena tak ada yang bisa ia mintai pertolongan karena pak ustad yusuf juga sedang memperdalam ilmu di negeri orang. Andai wulan ada pasti dia punya ide ide untuk membuat bayu tetap tenang. Tapi bayu mencoba tenang karena dia ingat kunti merah mampu di buat tak berdaya sampai akhirnya memilih pergi.
Pagi tiba membelikan ibunya sarapan dan kabar baiknya bapak bayu baik baik saja hanya lukanya belum bisa di buat duduk sehingga 2-3 hari harus di rawat dulu di ruang umum.
"Bu bayu pulang dulu ya kasihan adek sendirian."
"Iya nak hati hati di jalan."
Bayu pulang ternyata ada sopi dan bagas yang nemin ayu di rumah.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam Gimana kondisi bapakmu? Aman kan?"
"Alhamdulillah aman gas. Lu habis ngapain kok keringetan gitu."
"Biasa gw cowok sendiri jadi di suruh2 sama mereka berdua. Gw di suruh nyapu,belanja dan barusan benerin genteng rumah lu."
"Wah makasih banget sob. Ayu mana?"
"Sama2. Lagi masak tuh sama sopi."
Setelah di cek ternyata benar mereka asik masak sampai tak tahu bayu datang.
"Eh sob nanti malem nitip ayu ya di rumah lu 1-2 hari aja. Nanti uang makan di gw gantiin."
"Ah lu kebiasaan gitu. Kita kan saudara Mamah papah gw udah anggap lu sama ayu anaknya sendiri. Sampai kapanpun boleh aja ayu nginep pasti sopi juga seneng ada temennya."
"Mas bagas ayo...Loh mas bayu udah pulang ayo mas ikut sarapan kita udah masak menu spesial nih. Ayo mas bagas juga cuci tangan terus sarapan pasti laper." ucap sopi.
Selesai sarapan ayu di beri tahu bayu untuk menginap di rumah sopi dulu. Ayu nggak mau dan memilih di rumah aja toh dia sendiri juga berani. Tapi dengan bujuk rayu sopi akhirnya ayu mau menginap di rumah sopi.
Sorenya bayu dan ayu berangkat ke RS mengantar baju ganti untuk ibunya sekalian ijin ayu nginap di rumahnya sopi. Karena ibu bayu khawatir ayu kenapa2 akhirnya ibu kasih ijin.
Dari RS bayu langsung menitipkan ayu ke rumah bagas dan meminta ijin langsung ke mamahnya bagas. Tentu dengan senang hati mamah bagas mengijinkan ayu menginap.
Oh ya dari tadi pagi nawang selalu mengikuti bayu saat di tanya alasannya nawang bilang tak ingin kecolongan lagi.
"Naw lu bisa bikin pagar pelindung kayak wulan nggak? Soalnya pagar buatan wulan dulu sudah pecah tadi malam."
"Bisa tapi aku gk jamin kuat melawan teluh banaspati karena banaspati termasuk sosok yang kuat."