( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
Setelah selesai mandi, Nindy membaringkan tubuhnya yang sangat lelah di ranjang. Teringat kembali akan perbuatan Kia tadi, membuatnya bergidig.
"Gila..!! Ternyata sifat Kia seperti itu, baru tau aku setelah setahun pacaran, terima kasih Tuhan, karena aku telah lepas darinya.." gumam Nindy. Lalu meraih ponselnya, dan menghapus semua foto Kia yang masih tersisa di ponselnya.
"Hoahhheemm..."
Beberapa kali Nindy menguap, karena ia sudah sangat mengantuk sekali. Akhirnya ia tertidur dengan masih memegang ponsel di tanganya.
Sementra itu, Vano yang telah mengantar Ririn, pulang ke apartemenya, Ia melempar tas kerjanya di atas tempat tidur. Dengan bersiul ia melangkah menuju kamar mandi. Lalu menyalakan Kran air hangat untuk berendam malam itu. Setelah air agak penuh ia masuk ke dalam bathtup. Sejenak memejamkan mata dan merasakan betapa nyaman sekali berendam dengan air hangat. Teringat ia akan mantan kekasihnya yang telah mengkhianatinya. Cinta pertamanya yang membuatnya hancur, hingga ia tak ingin mengenal cinta lagi.
Perlahan ia menepis bayangan masa lalunya, dan akan fokus dengan pekerjaanya. Usai berendam, ia menyempatkan menyalakan laptopnya. Melihat kerjaan sampinganya, yaitu menerima pesanan desain interior ruangan. Ia tersenyum dengan apa yang telah di capainya hingga saat ini.
"Yaahh.., kalau kerjaan ini sudah kelar, orang yang pertama aku traktir adalah mbak Ririn sama mbak Nindy..." gumam Vano yang tersenyum dan mulai menyelesaikan kerjaanya. Hari sudah larut malam. Akhirnya karena lelah dan ngantuk Vano mengakhiri kerjaanya, walaupun tinggal sedikit lagi akan kelar. Ia merebahkan tubuhnya dan bersembunyi di balik selimutnya yang tebal dan mulai hanyut dalam mimpi indahnya.
***
Pagi pun tiba. Nindy menggeliat, mengumpulkan energi di pagi itu. Dengan agak malas ia beranjak bangun dari tidurnya dan melangkah ke kamar mandi. Nindy mulai mengguyur tubuhnya. Terasa segar sekali di rasanya. Usai mandi ia segera bersiap pergi ke kantor.
"Pagi yah, bu..."
"Pagi Nin.., udah mau berangkat..?" tanya ayahnya.
"Iya yah, takut kena macet.."
"Kamu sarapan dulu Nin, biar perut tidak kosong.."
"Iya bu..." jawab Nindy lalu duduk dan mengambil selembar roti tawar dan mengolesnya dengan selai kacang. Dengan pelan ia melahap roti tersebut dan menghabiskan segelas susu. Usai sarapan ia pamit kepada ayah dan ibunya, dan segera naik taksi ke kantornya.
Sesampainya di kantor, Nindy langsung menuju lift untuk sampai ke ruang kerjanya.
"Pagi nona manis..." sapa Ellen yang sudah berdiri di belakangnya.
"Ehh kamu Len, pagi juga.."
"Kok wajah kamu kelihatan sangat lesu, tadi malam begadanga ya..?"
"Aku lelah sekali Len, pengen sekali ambil cuti beberapa hari.."
"Kalau kamu cuti beberapa hari endingnya cuma tidur saja di rumah, iya kan?" sahut Ellen yang juga menunggu pintu lift terbuka.
"Hemm, iya sih, aku mau tidur sepuasnya, santai di rumah sambil ngemil.."
"Simpan dulu angan-angan kamu, sekarang kita fokus kerja dulu, semangat buat kita berdua..yeayy.." ucap kedua cewek itu. Tak berapa lama pintu lift pun terbuka. Segera mereka masuk dan menuju ruang kerja mereka.
Pagi ini, semua karyawan divisi Nindy mengadakan rapat dadakan. Rupanya pak Badri marah-marah, karena ada kekeliruan dalam pekerjaan. Pak Badri meminta, semua kekeliruan harus segera di ralat dan harus selesai hari ini juga. Nindy, Ellen dan juga Lily bekerja keras seharian, dan melewatkan jam makan siang mereka. Mereka hanya memakan roti dan minum sereal saja.
"Selesai juga akhirnya." ucap Nindy sambil menggeliatkan badanya karena pegal seharian bekerja.
"Ayo kita pulang Nin..?" Ajak Ellen dan Lily yang sudah bersiap meninggalkan meja kerjanya.
"Kalian duluan saja, nanti aku menyusul." jawab Nindy sambil merapikan meja kerjanya.
"Baiklah, kami duluan ya?"
"Iya, hati-hati di jalan?"
Nindy segera mempercepat merapikan meja dan berkas-berkas yang masih berantakan. Dan berberapa menit kemudian selesai sudah. Ia pun berjalan meninggalkan ruanganya dan keluar dari kantor.
Sesampainya di depan kantor, ia belum melihat taksi ada yang lewat. Sambil bermain ponsel, ia menunggu taksi lewat. Saat ia sedang asik menatap ponselnya, ia melihat sepasang kaki yang berhenti tepat di depanya. Nindy perlahan mendongakan kepalanya.
"Ihhh ngagetin saja Van?" seru Nindy dengan ekspresi wajah yang sangat kelihatan sekali kalau ia takut.
"Hehe maaf.., mau pulang mbak..? Sudah jam 8 malam baru keluar..?" tanya Vano yang sudah berdiri di depan Nindy.
"Iya, karena kerjaan baru selesai, tadi pak Badri marah-marah, dan bilang kalau kerjaan harus selesai hari ini juga.., jadilah mbak baru keluar.."
"Mbak udah makan...?" tanya Vano yang melihat wajah Nindy agak pucat.
"Belum.., karena seharian tadi cuma roti dan sereal yang mengganjal perut mbak, karena segudang pekerjaan, mbak jadi nggak sempat makan siang.."
"Karena hari ini Vano berbaik hati, mbak Nindy aku traktir deh.."
"Beneran nih.."
"Beneran mbak, mana ada Vano bohong.."
"Baiklah, ayoo..." seru Nindy bersemangat. Berdua mereka berangkat makan malam.
Sesampainya di restoran Vano memilih duduk di meja yang dekat dengan jendela. Mereka segera memesan beberapa menu, dan beberapa menit kemudian meja mereka sudah di penuhi hidangan yang di pesan Vano.
"Apa mbak masih ketakutan dengan si brengsek mantan mbak itu..?" tanya Vano di sela makanya. Nindy mengernyitkan dahinya, mendengar Vano menyebut Kia si brengsek.
"Kenapa mbak.., kok ekspresi wajah mbak gitu..?"
"Kaget aja, kamu manggil Kia dengan sebutan brengsek.."
"Mbak marah..?"
"Enggak, cuma kaget aja..."
"Maaf mbak..."
"Iya Van santai aja, gapapa kok, lagian itu sebutan yang pas untuknya.."
"Hemm, mbak sangat bersyukur sekali bisa lepas dari dia, kalau di fikir, mbak sangatlah bodoh sekali, tidak bisa memilih cowok yang baik, lebih bodoh lagi, mbak mau saja di kenalin sama dia.."
"Siapa mbak yang ngenalin..?"
"Ayah dan ibu mbak, dia kan anak dari sahabat ayah mbak.."
"Owhh, jadi yang ngenalin paman..?" ucap Vano dan Nindy menganggukan kepala.
"Ya sudah mbak, nggak usah menyalahkan paman, niat paman sebenernya baik, yang namanya orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.."
"Nggak terasa ya, kamu sudah dewasa dan bisa menasehati mbak.."
"Hehe.., maaf mbak, itu cuma pendapat Vano saja.."
******
Jangan lupa like rate and votenya kak...🤗
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..