NovelToon NovelToon
Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Harem / Komedi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

Raka Pratama pernah menjadi kebanggaan keluarganya.

Bakat luar biasa. Masa depan cerah. Tunangan idaman.

Sampai sebuah misi menghancurkan meridiannya.

Kultivasinya mandek. Pertunangannya dibatalkan. Keluarganya membuangnya ke gubuk tua di pinggir desa.

Saat semua orang menganggap hidupnya telah berakhir, sebuah warisan kuno terbangun.

Sistem 2Bit.

Sistem murahan yang mengaku dirinya kelas dua.

Tapi bagi yang sudah kehilangan segalanya, kesempatan sekecil apa pun sudah cukup.

Mereka mengira kisah Raka telah berakhir.

Padahal baru dimulai.


━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

Genre:
#Cultivation
#System
#Action
#Fantasy
#Harem
#Revenge
#Survival
#Hambalangverse.


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Tiga hari telah berlalu sejak sidang itu.

Desa Tidar kembali ke ritme normalnya. Gosip tentang "anak baru yang punya backing Kepala Desa" masih beredar di warung-warung, tapi kini nadanya berubah dari kebencian menjadi rasa hormat yang dicampur ketakutan. Warga tidak lagi melempar batu atau meludahi jalan saat Raka lewat. Mereka hanya menunduk, memberi jalan, dan berbicara pelan.

Raka duduk di teras gubuknya. Kakinya dijulurkan ke atas kursi kayu. Tulang rusuknya masih nyeri jika dia menarik napas terlalu dalam, tapi warna memar di wajahnya sudah mulai pudar menjadi kuning kehijauan. Proses penyembuhan alami tubuh manusia ternyata lambat, bahkan bagi calon kultivator.

Di hadapannya, ada secangkir teh hangat. Warnanya cokelat keruh. Baunya... agak aneh. Seperti campuran daun kering dan sesuatu yang manis berlebihan.

Laras duduk di anak tangga, mengupas jeruk dengan pisau kecil.

"Minum," perintahnya tanpa menoleh.

Raka mengangkat alis. "Ini apa? Racun tikus?"

"Teh manis. Gula merah. Bagus untuk darah," jawab Laras datar. "Jangan banyak tanya. Minum saja."

Raka mencicipi sedikit. Rasanya pahit, lalu manis menyengat di ujung lidah. Dia meringis, tapi tetap meneguknya. "Kau belajar masak dari mana? Dari buku panduan 'Cara Meracuni Musuh dengan Halus'?"

Laras melemparkan kulit jeruk ke arah wajah Raka. Raka menghindar dengan refleks lambat karena sakit. Kulit jeruk itu jatuh di pangkuannya.

"Syukur kau masih bisa bergerak," gumam Laras. "Kalau kau mati karena keracunan gula, aku akan sangat kesulitan mencari teman ngobrol baru di desa ini. Semua orang di sini membosankan."

Raka tersenyum tipis. Ada kehangatan aneh dalam ejekan Laras. Sejak insiden lubang tikus dan pertemuan dengan Pak Surya, dinamika mereka berubah. Tidak lagi sekadar dua orang asing yang terjebak bersama. Mereka adalah rekan. Partner dalam kejahatan sosial.

Setelah menghabiskan teh itu, Raka menutup matanya. Dia mencoba merasakan aliran energi di dalam tubuhnya. Kosong. Lemah. Teknik pernapasan dasar yang diajarkan Guru dulu hanya cukup untuk menjaga organ vital tetap berfungsi, tidak untuk bertarung.

"Aku butuh lebih," batinnya. "Guru pergi. Tekanan spiritual wanita misterius itu menunjukkan betapa jauhnya levelku. Jika dia muncul lagi, aku akan mati dalam sedetik."

Tiba-tiba, sebuah sensasi dingin menjalar di belakang matanya. Bukan sakit. Tapi seperti ada sakelar yang dinyalakan.

Untuk pertama kalinya sejak awal cerita, antarmuka Sistem 2bit tidak muncul sebagai kotak notifikasi menggangu. Tapi sebagai overlay visual yang menyatu dengan penglihatannya.

Dunia di sekitarnya berubah. Warna-warna menjadi lebih tajam. Garis-garis halus berwarna biru muda muncul di udara, membentuk pola geometris di sekitar tubuh Raka.

[!] Modul Baru Terbuka: Simulasi Pertarungan Dasar.

[!] Syarat: Kondisi Fisik Stabil (Minimal 30%).

[!] Biaya: 10 Poin Energi Harian.

Raka terpaku. Dia tidak pernah melihat menu ini sebelumnya. Selama ini, Sistem hanya memberi quest pasif. Tapi sekarang... ini aktif.

"Dua jari," bisik Raka pelan.

"Apa?" tanya Laras, masih mengupas jeruk kedua.

"Tidak apa-apa," jawab Raka. Dia fokus pada opsi [Mulai Simulasi].

Klik.

Dunia nyata seketika memudar. Suara jangkrik hilang. Angin berhenti. Raka menemukan dirinya berdiri di ruang putih tanpa batas. Di depannya, berdiri sebuah siluet hitam. Bentuknya sederhana. Tidak punya wajah. Hanya postur manusia biasa.

[!] Lawan: Boneka Level 1.

[!] Tujuan: Bertahan selama 1 menit.

[!] Mulai.

Siluet itu menyerang. Cepat. Tinju lurus ke arah dada Raka.

Raka bereaksi secara insting. Dia menepis. Tapi tangannya menembus udara kosong. Siluet itu sudah berpindah posisi. Tendangan sapuan menghantam kaki Raka.

Sakit.

Rasa sakitnya nyata. Otak Raka menerima sinyal nyeri seolah-olah dia benar-benar ditendang. Dia jatuh.

[!] Gagal. Waktu: 4 detik.

Raka tersentak kembali ke dunia nyata. Napasnya tersengal-sengal. Keringat dingin membasahi dahinya. Kakinya terasa ngilu, meski secara fisik tidak ada yang menyentuhnya tadi.

"Kau kenapa?" tanya Laras, akhirnya menoleh. Matanya menyipit melihat kondisi Raka yang tiba-tiba pucat.

"Latihan," jawab Raka berat. "Latihan mental."

Laras mendengus. "Kau aneh. Duduk diam saja bisa berkeringat seperti habis lari maraton."

Raka tidak menjawab. Dia menatap tangan kanannya. Gemetar. Tapi ada api baru di matanya. Sistem 2bit bukan cuma alat pencatat. Itu adalah arena latihan pribadi. Tempat di mana dia bisa gagal, mati, dan bangkit lagi tanpa konsekuensi fisik permanen—kecuali kelelahan mental.

Dia mengecek status energinya.

[!] Energi Harian: 90/100.

Masih banyak. Dia bisa melakukan ini lagi. Dan lagi. Sampai tubuhnya mengingat setiap gerakan. Sampai refleksnya menjadi otomatis.

"Laras," panggil Raka tiba-tiba.

"Hmm?"

"Jika aku meminta kau mengajariku cara menggunakan parang itu... apakah kau akan menolak?"

Laras berhenti mengupas. Dia menatap parangnya, lalu menatap Raka. Senyum sinisnya muncul lagi.

"Ajaran dasar: Jangan potong jari sendiri. Ajaran lanjutan: Potong jari musuh sebelum dia memotongmu. Bayaran: Satu porsi nasi goreng spesial besok pagi."

Raka tertawa kecil. Rasa sakit di rusuknya seolah berkurang sedikit.

"Setuju."

Matahari mulai condong ke barat. Bayangan gubuk memanjang. Di kejauhan, suara lonceng masjid berkumandang. Tanda waktu Maghrib.

Raka tahu, masa tenang ini tidak akan lama. Pak Hardo masih mengawasi. Bima suatu saat akan sadar. Dan wanita misterius △404... dia pasti akan kembali.

Tapi kali ini, Raka tidak akan menunggu pasrah. Dia punya simulator. Dia punya Laras. Dan dia punya waktu.

Dia menutup mata lagi. Masuk ke ruang putih.

Klik.

[!] Simulasi Dimulai.

Bersambung.

1
Chen Haoran
Bagus toh sistem nya lucu
KZ2: Kalau gw tulis sejarahnya sistem 2bit bakalan jadi 10 bab🚬🗿🤣.
thanks udah mampir
total 1 replies
Chen Haoran
menurut ku ini menarik di setiap kata-katanya ada dialog yang interaktif dan tidak kelihatan kaku🙏
Chen Haoran: yap euy
total 2 replies
Chen Haoran
lucu euy sistem nya bisa becanda 🤣
KZ2: wkwkkw emang novel absurd
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!