NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

“Apa kau masih lama di sini?” tanya Dakota. Brennus tak segera menyingkir juga dari hadapannya. Membuat ia kurang nyaman saja.

“Apa kau mengusirku?” Ada sedikit rasa tidak terima. Jauh-jauh dari Belanda, sengaja saat sampai Helsinki langsung menemui wanita yang sudah memenuhi seluruh pikiran, eh ... sekarang justru tidak diterima dengan baik.

Dakota lekas menggerakkan tangan sebagai tanda. “Tidak, bukan begitu. Tapi, aku belum makan siang. Jadi, kalau kau masih lama di sini, aku akan tinggal, begitu.” Ia segera menjelaskan sebelum salah paham.

“Oh ... ayo, ku temani. Kau mau makan apa?”

Saat itu juga tangan Dakota menepuk jidat. “Sepertinya aku salah berucap.” Bicaranya begitu lirih agar tak terdengar oleh Brennus.

“Dakota? Kau pusing?” Meletakkan papperbag yang Brennus sendiri sampai lupa untuk diberikan pertama. Ia mendekati wanita itu, meraih pundak untuk memastikan keadaan apakah baik-baik saja atau justru sebaliknya.

“Aku sehat.” Dakota menyingkirkan tangan yang menyentuhnya. “Tenang saja.”

“Ku pikir sakit, kau memegang kepalamu seperti itu. Jadi, khawatir.” Brennus mengamati terus wajah cantik itu. Sumpah, ia terpana, rasanya teringat jelas bagaimana adegan mereka berdua.

Dakota menghela napas lelah. Entah bagaimana caranya mengusir Brennus. Dia pusing sendiri. Lagi pula pria itu bagaikan lebah yang berputar disekitarnya. Membuat telinga berdenging karena terus mengajak mengobrol hal-hal tak penting, sampai pekerjaannya harus terjeda. Membuatnya takut juga disengat karena tatapan mata seakan mendambakan sesuatu darinya.

Memang paling benar adalah jauh-jauh dari keluarga berbahaya. Tapi, pengecualian untuk kerja di sana. Tidak ada perusahaan yang bisa menggajinya dua ratus ribu euro untuk sebulan. Dengan catatan minimal seminggu sekali harus pulang pergi ke pedesaan untuk menemui bosnya.

“Maaf, aku permisi. Jika kau masih mau di sini, silahkan saja.” Dakota buru-buru berdiri dan menyambar tas.

Kaki terbalut stiletto itu terayun melewati Brennus begitu saja.

Ketenangan Dakota terusik. Mau bekerja juga tak bisa jika ada lebah disekitarnya. Konsentrasi jadi buyar semua hanya karena satu pria yang terus berkeliaran di sekitarnya.

Kini ia berdecak, suara langkah kaki terdengar mengejarnya. Padahal Dakota sudah berusaha menunjukkan biasa saja di depan Brennus. Tidak terkesan mengungkit masalah malam itu. Dia sudah sengaja memperlihatkan bahwa baik-baik saja dan tidak masalah atas tragedi yang terjadi akibat ulahnya sendiri. Supaya tidak berurusan dengan keluarga Dominique, apa lagi harus menjalin hubungan dengan salah satunya.

“Kenapa kau meninggalkan aku?” Brennus berhasil menyusul dan kini ada di sebelah Dakota. “Jangan sendirian lagi, kalau kau mau makan, ku temani.”

“Oh, tidak perlu, Tuan. Aku terbiasa mandiri, sendiri juga berani,” tolak Dakota. Menekan tombol lift dan tatapan tertuju ke depan saja.

Mengabaikan Brennus, siapa tahu lelah sendiri dan pergi.

“Ini, tadi sebelum pulang, aku mampir ke store Louis Vuitton. Ingat dirimu, dan akhirnya beli ini. Semoga kau suka.” Dia mengulurkan papperbag yang sejak tadi dibawa. Tepat saat pintu lift terbuka.

“Aku tidak terima gratifikasi,” tolak Dakota. Masuk ke dalam lift dan masa bodoh pria itu mau tetap di sana atau ikut ke dalam. Berharapnya yang pertama, tapi tidak mungkin karena saat ini mereka sudah berdiri bersebelahan.

“Ini bukan hadiah dari hasil korupsi. Tapi, uang kerja kerasku selama ini.” Brennus masih menyodorkan dan belum diterima juga oleh Dakota.

“Wah ... terima kasih atas kebaikan hatimu. Tapi, maaf, aku alergi barang-barang mahal.” Asal saja mulut Dakota memberikan alasan penolakan. Untung saja ia sedang tak menyemprotkan parfum dari Brennus. Bisa-bisa langsung diskakmat oleh pria itu jika ketahuan menerima dan memakai luxury brand.

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!