NovelToon NovelToon
BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Romansa / Dendam Kesumat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Joshep menyimpan dendam yang berkarat di hatinya akibat dugaan penghianatan Paula sang kekasih yang sudah di jalani selama hampir 5 tahun lamanya itu, sementara Paula juga sama-sama mempunyai alasan kuat untuk membenci Joshep dimana hal itu berkaitan dengan kecurigaan Paula atas keterlibatan ayah Joshep pada kematian ayahnya yang sebelumnya sakit jantung karena sebelum kematian ayahnya itu ayah Josheplah yang terakhir kali bertemu dengan ayahnya, sementara tanpa mereka sadari, ternyata saat perpisahan terjadi, rupanya Paula sedang mengandung anak Joshep, namun Paula sengaja menyembunyikannya, konflik terjadi saat Joshep bertemu dengan anak mereka tanpa di sengaja, selain itu satu persatu kesalah pahaman juga mulai terkuak, yuks,,,ikuti kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Ayah ku!

Paula terlihat gelisah dan berulang kali melihat ke arah layar ponselnya, sontak saja hal itu memancing Joshep menjadi penasaran dan bertanya.

"Apa yang kau lihat di ponsel itu? Aapa kau sedang menunggu panggilan dari seseorang?" Tanya Joshep terlihat kurang suka melihat sikap Paula.

"Emh,,, apa aku boleh meminta izin untuk pulang ke rumah sebentar?" Tanya Paula.

"Baru dua minggu menginap di sini apa sebegitu tidak betahnya? Apa yang kau cari di sana?" Ketus Joshep.

Pria itu tidak suka jika Paula keluar dari rumah tanpa alasan, bahkan jika belanja sayuran atau kebutuhan rumah saja biasanya Joshep harus menemaninya, Paula tak ubahnya seperti tawanan yang selalu dalam pengawasan Joshep.

Satu-satunya waktu yang membuat Paula bebas merdeka adalah 4 jam saat dirinya bersama Kevin , meski di potong 1 jam untuk perjalanan, tapi dia bisa menikmati waktunya tanpa pengawasan Joshep karena memang itu di rumah sakit, dimana tempat Joshep dengan mudah mengawasi Paula.

Entah mengapa Joshep menjadi terkesan possesive, dengan bertameng dirinya sudah memberi pinjaman dan kontrak kerja yang di sepakati Paula, kini wanita itu benar-benar seperti di jadikan budak tawanan di rumah Joshep.

"Emh aku--- itu--- ah sudahlah, aku minta izin untuk ke rumah sakit siang ini saja." Ujar Paula akhirnya.

Biasanya Paula ke rumah sakit pagi atau malam hari, tapi kali ini dia memilih untuk siang hari.

Joshep hanya mengendikkan kedua bahunya tidak peduli. Terserahlah kapan Paula mau berkunjung ke rumah sakit, selama itu hanya empat jam saja dan tidak mengganggu waktu 20 jam di rumahnya.

Siang ini Paula bergegas berangkat ke rumah sakit, harusnya dua minggu bersama di rumah, hal itu sudah menjadi kegiatan rutin Paula yang tidak menjadi hal aneh bagi Joshep, namun sepertinya tidak untuk kali ini, di balik sikap cuek dan seolah tidak pedulinya itu, rupanya Joshep pun merasa ada yang aneh dengan Paula di hari ini, sehingga membuat Joshep diam-diam membuntuti Paula dari kejauhan.

Kecurigaan Joshep semakin menjadi saat Paula yang sibuk dengan ponselnya di sepanjang jalan menuju rumah sakit, entah dengan siapa Paula berbicara, namun terlihat sangat serius dan hal itu membuat Joshep merasa tidak suka melihatnya.

Pemandangan lain yang membuat dada Joshep semakin bergemuruh terjadi, saat Paula baru saja sampai di lobby rumah sakit dan seorang pria berumur sekitar awal empat puluhan menyambut kedatangan Paula, mereka berpelukan erat, Paula bahkan terlihat menangis sesenggukan di dada pria itu membuat hati Joshep merasa semakin terisis.

"Siapa dia, apa dia Adam Hill?" Gumam Joshep sembari terus memperhatikan interaksi dua manusia berlawanan jenis yang masih saling menempel itu, rasa-rasanya joshep ingin memisahkan mereka dan menghajar pria yang memeluk erat tubuh Paula, meski wanita itu sudah berstatus sebagai mantanistrinya namun sepertinya Joshep tidak pernah rela jika tubuh istrinya di sentuh pria lain, apalagi jika itu adalah pria yang dulu merebut istrinya dari tangannya.

"Cih, pantas saja sedari tadi gelisah, rupanya hendak menemui pria sialan itu!" kesal Joshep.

Sementara di depan loby rumah sakit Paula masih terisak di dada pria yang ternyata Adam yang baru pulang dari perantauannya, sebenarnya Paula tadinya inginmenemui Adam di rumah dan menceritakan masalah Kevin yang kini di rawat di rumah sakit, hanya saja kaena dia tidak mendapatkan izin dari Joshep terpaksa Paula menceritakan masalah Kevin lewat telepon dan mereka janjian untuk bertemu di rumah sakit siang ini.

"Harusnya kamu cerita pada ku tentang keadaan Kevin, kenapa kamu menanggungnya sendirian?" Ujar Adam.

"Maaf, aku hanya tidak mau merepotkan kakak." Jawab Paula.

"Kevin anak ku, mana ada ayah yang merasa di repotkan oleh putranya, ayo cepat kita temui Kevin, aku suadh sangat merindukannya!" Ajak Adam, sembari menghapus sisa-sisa air mata yang menggenang di pipi Paula.

"Ayah!" Seru Kevin dengan mata berbinar, dia terlihat sangat bahagia dan bersemangat saat melihat Adam masuk ke ruangan dimana dirinya di rawat.

"Hai jagoan! Ibu bilang kamu sakit, bagaimana keadaan mu sekarang?" Adam setengah berlari menghampiri Kevin yang langsung merentangkan kedua tangannya meminta pelukan dari ayahnya yang hanya bisa dia temui tiga bulan sekali itu.

"Ayah,,, aku rindu! Aku sakit karena aku merindukan ayah, sekarang aku sudah sembuh, badan ku terasa sehat setelah aku melihat ayah, kenapa ayah lama sekali pulangnya?" Bocah itu bermanja di pelukan Adam yang dia pikir adalah ayah kandungnya.

"Ayah juga merindukan mu nak, rindu sekali!" Adam menciumi wajah bocah laki-laki yang sangat di sayanginya itu.

"Apa ayah juga merindukan ibu? Tahukah ayah, ibu selalu menangis diam-diam setiap hari setiap datang ke sini, sepertinya ibu merindukan ayah juga, karena aku juga suka menangis diam-diam, kalau aku merindukan ayah." Celoteh Kevin dengan ramainya.

"Hemmhhh!" deham Joshep yang masuk ke ruangan itu setelah dia mengetuk pintu yang kebetulantidak tertutup dengan rapat, sejak tadi dia menonton kehangatan keluarga kecil yang membuatnya sangat iri sekaligus sakit hati saat harus melihat kebahagiaan mereka.

"Dokter Smith! Lihatlah, ini ayah ku, dia datang untuk menemui ku, dia ayah terhebat ku!" seru Kevin dengan bangganya memuji Adam.

Adam tersenyum sambil mengangguk hormat, dia tidak tahu jika pria yang berada di haapannya itu adalah ayah kandung Kevin atau mantan suami Paula, selama ini Paula memang tidak pernah menceritakan siapa mantan suaminya itu, dan Adam pun menghargai keputusan Paula dengan tidak pernah bertanya atau mengungkit mengenai hal itu, kecuali Paula sendiri yang membuka pembicaraan tentang itu.

Joshep membalas senyuman ramah Adam dengan hanya senyuman kaku yang di paksakan.

"Maaf mengganggu, ini hanya pemeriksaan rutin." ujar Joshep datar dan dingin.

"Tapi dokter, baru sepuluh menit yang lalu dokter Stenly memeriksa ku, apa khusus siang ini pemeriksaan dua kali?" Polos Kevin, membuat Joshep terlihat gelapanhanya karena ucapan anak kecil yang tau jika dirinya kini sedang berbohong dan hanya mencari-cari alasan untuk datang ke ruangan itu karena ke-kepoannya akan Adam.

"Ah, ada sesuatu yang perlu aku periksa sedikit, dan kebetulan ada ayah mu, saya ingin berbicara dengan anda mengenai kondisi putra anda." Ujar Joshep beralasan.

"Emh,,, dokter Smith,,, jika ada yang perlu di bicarakan mengenai masalah Kevin, biar dengan ku saja, sepertinya Kevin masih ingin melepas rindu dengan ayahnya, biar mereka bersama lebih lama." Cegah Paula, dia tidak ingin Joshep mengatakan hal-hal yang bisa saja membebani pikiran Adam, dia tidak mau Adam ikut menanggung masalah Kevin, dengan menyayangi Kevin setulus hati saja sudah sangat cukup bagi Paula, dia tidak mau Adam ikut memikirkanbiaya dan lain sebagainya untuk Kevin, biar dirinya saja yang menanggungnya sendirian.

Joshep melirik agak tajam ke arah Paula, "Baiklah nyonya Hill, silahkan ikut dengan ku!" ujarnya.

"Sepertinya dia bukan pria yang saat itu aku temui di kamar tidur dengan mu? Atau aku yang tidak begitu jelas melihat wajah bajingan itu pada malam itu?" Joshep langsung menyemburkan amarahnya sat mereka baru sampai di ruang praktinya.

Sejak tadi dia menahan rasa marah dan juga penasran karena wajah Adam terlihat berbeda dengan pria yang malam itu sekilas dia lihat di kamatnya sedang tidur dengan Paula.

"Bukan dia," kata Paula singkat.

"Oh shiiiit! Berapa banyak pria yang kau kencani saat aku sedang tidak ada di rumah, huh?" Mata Joshep menyala merah saking marahnya.

"Apa itu masih penting bagi mu sekarang ini? Ingat, kita sudah tidak ada hubungan apapun, lagi pula kamu juga sudah punya Bella yang akan segera kamu nikahi, jadi untuk apa membahas cerita lama?" tantang Paula, hatinya terasa nyeri dengan tuduhan Joshep yang mengganggapnya begitu hina.

"Ckk, murahan!" decak Joshep.

"Apa kamu memangil ku ke sini hanya untuk memaki dna menghina ku? Jika iya, silahkan maki dan hina sampai kamu puas, setelah itu aku akan kembali menemui anak dan suami ku."

"Paula! Aku tidak akan membiarkan mu bahagia setelah menghancurkan hidup ku, kenapa? Kenapa Paula? Kenapa kau menyakiti ku sedalam ini, apa salah ku pada mu Paula?" Kali ini air mata Joshep tidak bisa dia bendung akibat menahan kesakitan di hatinya.

1
Isranjono Jono
novel yang bagus penempatan tulisan nya sangat bagus
Isranjono Jono
novel yang bagus kenapa rating nya gak naik2 padahal aku udah dua kali bacanya
Pasikah CwElosbes
suka critanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu /Heart/
total 1 replies
angel
aku suka alurnya ...tanpa membawa agama dan ras dlm ceritanya ..novel yg recommended utk di baca /Good//Good//Good//Good//Good/
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir kakak,semoga sehat dan bahagia selalu❤
total 1 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lita: terimakasih kakak ❤️
total 1 replies
dreamy
👍👍👍😘😘😘😍😍😍😍.
exra part nya thor.
Lita: siaap kak, terimakasih sudah berkenan mampir 🙏🥰❤️
total 1 replies
Rif
cerita bagus dan mengandung bawang
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,,🙏❤️
total 1 replies
gaby
Lebay bgt Joshep, menanggung sendirian apanya?? Jelas2 Paula mau mendampingi dlm keadaan apapun. Harusnya Paula yg pantas ngomong gitu. 5thn lalu ortunya meninggal setelah dia di talak atas fitnah slingkuh. Bahkan yg paling parah, mertuanyalah dalang dibalik penderitaannya
gaby
Lawan ayahmu bkn semata melindungi kluarga Josh. Ingatlah ayahmu menjalankan bisnis haram yg merusak mental masyarakat. Tindakan Frans kriminal & ga bisa di selesaikan secara kekeluargaan
gaby
Critanya bnr2 penuh misteri. Pgn lompat2 baca bab nya jadi takut, karena critanya penuh teka teki
gaby
Pantesan mati2an memperebutkan Kevin, pdhl kalo cm pgn cucu, kan bisa dr Cucu baru bila Josh & Bella nikah. Ternyata Kevin cm di jadiin alat kampanye politik.
gaby
Oalah blg aja pengen di rayu sm Paula, gitu aja ko repot. Sampe2 org ga bersalah di mutasi😅😅
gaby
Sumpah, crita yg sangat bagus. Walau terkesan bertele2 tp ga bikin bosan. Malah bikin makin penasaran. Aq marathon baca dr td siang neh, untung aq berlangganan Vip, jd gass terooos😅😅
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️
total 1 replies
gaby
Ciyee yg kesel karena kalah star sm Willy🤣🤣
gaby
Hadeh Joseph ini, kalo ga di suapin ga makan2, ujung2nya sakit lambung. Giliran di suapin, malah mendadak jantungan dia. Dokter ko penyakitan🤣🤣
Soeharti Rifangi
sangat bagus ceritanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu 🙏❤️🥰
total 1 replies
Soeharti Rifangi
jahat bener ibu mertuanya,ternyata kebaikannya hanyalah palsu
octa❤️
terima kasih utk ceritanya teh...😘
Lita: sama-sama,,, terimakasih sudah mengikuti sampai selesai kak 🙏❤️
total 1 replies
Azizah az
bye Abang Kevin semoga bahagia selalu
Lita: aamiin,,, kakak juga semoga sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️🥰
total 1 replies
Putu Suciptawati
yah kok digantung sih kak thor?
Lita: cus sudah di lanjut, nunggu review nih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!