IG : @amy_myamymy
Tak perduli siapa namaku yang jelas akulah yang mengucap ijab qabul atasmu pada ayahmu.
Kehadiranmu di hidupku bukan hanya menghadirkan cinta baru tapi juga merubah alur hidupku.
Entah takdir apa yang ada di masa depan, untuk sekarang aku fokuskan hatiku untukmu,dan memendam dalam perasaan lain yang pernah ada.
(Raffa Putra Pradipta)
Aku selalu mencintaimu begitupun dirimu, aku tahu kamu masih mencintaiku,tapi kenapa sulit sekali untukmu jujur tentang perasaanmu sendiri?
Biarlah ku menunggu, menantimu kembali di saat ada cinta yang lain hadir di antara kita. seperti apa takdir cinta ini akan berakhir.
(Siena Putri Darmawan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myAmymy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 15
Siena bangun pagi-pagi sekali hari ini. Setelah sholat subuh entah kenapa dia tak bisa memejamkan matanya kembali,padahal tak ada jadwal ke kampus hari ini.
Keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga
"issshhh..." Siena tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya..
"aku lemah sekali akhir-akhir ini baru saja melangkah segini sudah lelah sampai dadaku terasa sakit"
Setelah di rasa sudah membaik ia melanjutkan langkahnya
"pagi mami..." Siena mengecup pipi maminya
"pagi sayang..."
"mami sedang masak apa?"
"mau masak sop iga sama perkedel sayang.."
"kenapa sih mami sama bunda selalu masak sendiri padahal ada banyak asisten di rumah,bahkan kalau mau bisa mempekerjakan koki handal.."
Dara menghentikan kegiatannya mengulek bumbu
"itu karena mami dan bunda ingin memberikan suami dan anak-anak kami makanan yang bukan hanya enak dan sehat tapi juga penuh cinta..dan itu tak akan kalian dapatkan dari masakan orang lain"
"iya juga sih..makanan di restoran tetap tak seenak masakan mami dan bunda meski kalian cuma goreng telor atau tempe.."
"nah itu paham,mm..apa kau tak ingin belajar masak sayang..Difa saja sudah pandai masak loh.."
"males ah mam.."
"emang kamu gak ingin bisa masak untuk Raffa kelak?"
"ah..mami emang paling dukung Siena deh..ya udah..Siena mulai hari ini akan belajar masak sama mami dan bunda.."
Dara tersenyum lalu menyerahkan bumbu dapur berwarna merah
"potong ini tipis-tipis ya sayang.."
"siap mami..."
.
.
Beberapa saat kemudian
"mami...kenapa aku tiba-tiba menangis..padahal aku gak sedih.."
Siena menarik ingus yang keluar dari hidungnya lalu menyeka airmata dengan lengannya
Dara terkekeh
"sayang..itu karena bawang merah yang kau potong.."
Dara mengambil botol cuka dan mengoleskannya pada talenan
"nah sekarang potong lagi.."
"kenapa di kasih air itu mam..?"
"ini namanya cuka sayang...Larutan cuka akan menghentikan reaksi belerang yang ada dalam bawang Jadi kau tak akan merasa pedih di matamu"
Siena mengangguk mengerti lalu melanjutkan membantu Dara memasak
.
.
Siena tersenyum puas dengan hasil jerih payahnya membantu mami Dara pagi ini
"sempurna..."
"wah..ada apa ini putri manja pakai apron? " ledek Leo
"kakak bantu mami masak Lio.."
"aku Leo kak..."
"oh..Leo ya..."
Tak lama muncul wajah serupa duduk di samping Leo
"lihatlah bagaimana aku bisa membedakan kalian kalau kalian selalu memakai pakaian yang sama.."
"kakak saja yang gak pinter,Kak Difa aja bisa bedain kita iya kan yo?"
Lio yang lebih pendiam hanya mengangguk saja
Adam datang dan langsung duduk di kursi utama
"kenapa pagi-pagi sudah berdebat?"
"ih papi kenapa sih nyetak anak gak ada kreatifnya.."
"maksudmu princess?"
"lihatlah wajah mereka sama persis..tak ada tanda untuk membedakannya.." beralih menatap kedua adik kembarnya
"dan kalian mau sampai kapan hidup dengan pakaian dan gaya yang sama?kalian bukan kembar siam.."
Adam menggelengkan kepalanya..selalu itu yang di protes oleh putri sulungnya.
"kakak aja yang gak pinter,cuma kakak dan orang lain yang gak bisa bedain kita.."
Dara menghampiri meja makan
"sudah ini waktunya sarapan jangan ribut.."
"mamiii...."
"sayang kalau kau mau membedakan mudah saja..kau lihat wajah mereka..Lio lebih seperti om Alex dan Leo seperti om Axel.."
"kenapa bisa begitu?"
"itu karena mereka lebih sering bersama mereka di banding papimu yang sibuk.."
"sudah jangan ribut lagi..ayo makan.."
"ya benar..papi ini semua Siena yang masak di bantu mami.."
"oh ya?" tanya Adam tak percaya
Dara tersenyum dan mengangguk
"wow mari kita coba.."
...................
Raffa baru keluar kamar dengan penampilan casualnya
"mana dia?" tanya Raffa saat tak mendapati siapa-siapa kecuali 2 sahabatnya itu
"kita sarapan dulu.." ajak Vika
Raffa duduk di kursi paling ujung
"siapa yang memasak?tak mungkin ciko apa lagi kau Vik..?"
"tentu asisten di rumahmu?"
"asisten..apa dia kerja juga di hari minggu.."
"ya khusus hari ini.."
Raffa mengangguk dan langsung menyendok nasi goreng ke piringnya
"kenapa kalian hanya melihatku saja?"
"ya kami juga akan sarapan.."
Ciko dan Vika masih menanti Ekspresi Raffa
"kenapa kalian hanya melihatku saja dari tadi sih?"
"bagaimana rasa masakan asistenmu?"
"enak seperti biasa?"
"apa kau tak kaget mengingat rasa masakannya?"
"sudah tidak lagi..sudah sering jadi ya biasa saja.."
Huff..Vika makin tak.sabar..
Dia melihat tak ada minuman di meja membuatnya tersenyum
"mbak...belum ada minumnya nih.." teriak Vika
"tak perlu teriak.."
"apa kau belum pernah bertemu dengan asistenmu?"
"pernah sekali.."
"kau tak.."
"maaf ini minumnya tuan.." Ayuna berdiri di samping Raffa meletakan gelas dan menuangkan airnya
Raffa menoleh dan mendongak untuk melihat asistennya
Uhuk..uhukk..
Raffa tersedak nasi goreng di mulutnya membuat Ayuna panik dan segera memberikan minuman untuk majikanya
Setelah minum dan menetralkan nafasnya Raffa kembali melihat wajah asistennya dan saat itu tatapan mereka bertemu
Raffa segera berdiri dan langsung memeluk Ayuna.
"Ya Tuhan aku sangat merindukanmu..akhirnya aku menemukanmu sayang.."
Ayuna bingung untuk sesaat namun ia segera sadar dan mendorong tubuh Raffa agar melepaskan pelukannya
"lepaskan tuan.." Ayuna langsung menunduk takut
"hei sayang.." Raffa mengambil dagu Ayuna membuatnya menatap matanya
"lihat aku apa kau tak mengenaliku?"
Ayuna menatap lekat mata Raffa
"anda tuan Raffa Pradipta majikan saya.."
Raffa menggeleng
"aku suamimu.."
Ayuna menggeleng
"saya tidak punya suami,saya seorang janda tuan..dan mantan suami saya bernama Agung.."
Raffa terkekeh
"saya Agung Yuna.."
Ayuna sedikit kaget,lalu memicingkan matanya mencoba mengamati namun ia segera menggeleng
"maaf tuan..saya...permisi.."
Ayuna berbalik dan pergi ke dapur untuk mengambil tasnya membuat Raffa bingung
"kau mau kemana?" tanya Raffa mencekal tangan Ayuna mencegahnya untuk pergi
"saya mau pulang.." Ayuna sudah tak bisa menahan airmatanya. Baginya ini sangat membingungkan
"apa kamu tak percaya padaku Yuna..aku suamimu.."
"maaf tuan anda salah orang.." Ayuna terlihat bingung dia terus menunduk
"Yuna..aku suamimu.."
Ayuna menggeleng
"aku tidak punya suami..jikapun ada kami sudah berpisah dan namanya Agung..bukan anda.."Air mata Ayuna terus mengalir,sungguh ia bingung. Pria di depannya memang terasa familiar tapi dia terlalu tampan..
"tak perduli siapa namaku tapi akulah yang mengucap janji saat ijab qabul atas namamu di depan ayahmu.." ujar Raffa penuh amarah sementara Ayuna menggeleng tak percaya airmatanya luruh tanpa ia kira
"jika kamu suamiku kenapa selama ini kamu menghilang? Aku berhak meminta cerai darimu sekarang setelah 3 tahun kamu pergi tanpa kabar.."
Pria itu makin mengepalkan tangannya mendengar apa yang wanitanya ucapkan
Sementara di sebelah mereka nampak pria dan wanita yang tersenyum tipis.
Ciko dan Vika menikmati drama percintaan live di depan mereka.
Raffa mencekal tangan Ayuna dan menyeretnya ke dalam kamar
"lepas...anda menyakitiku.."
"ah.." Raffa menyentak tangan Ayuna hingga ia terjatuh di atas ranjang. Raffa berbalik menuju lemari untuk mengambil sesuatu
Ayuna memegang pergelangan tangannya yang memerah.
"dengar aku suamimu..kau istriku.." Raffa melempar dua buku ke pangkuan Ayuna
Perlahan Ayuna membuka buku yang jelas ia tau itu adalah buku nikah. Tapi seingatnya ia dan agung dulu hanya menikah siri. Lalu bagaimana pria yang mengaku sebagai suaminya memiliki buku nikah dengan fotonya dan namanya.
"b..bagaimana a..anda memiliki ini?.."
Raffa duduk di depan Ayuna lalu memegang bahu Ayuna menatap mata Ayuna penuh keyakinan
"percayalah aku Agung suamimu.."
cast : SONG WEILONG as Agung
.
Ada yang kecewa Raffa dan Agung adalah orang yang sama?
.
.
Terus apakah Ayuna bakal menerima Raffa kembali?Atau.....?
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
@myAmymy
di bab berapa ya pembahasannya?
Lalu si pak adam cinta sama bu sifa, adik kandungnya sendiri?
Incess ya??
Soalnya yg ada raffanya pasti aku skip
Apa jangan3 siena bukan anak kandungnya pak adam?