Nayla saraswati, gadis jelek hitam dekil yang selalu dikucil kan oleh semua orang memiliki nasib baik dengan menikahi tuan muda arogant yang kaya raya bernama Erlangga raharja.
Tak di sangka, tuan muda itu menikahinya hanya sekedar ingin mengolok² dan menghinanya saja "wanita ini adalah mainan ku" Ujarnya di depan semua orang sembari menunjuk ke arah Nayla.
Mendengar kalimat itu, sontak saja membuat orang² yang tak punya hati nurani tersebut menertawakan Nayla, mereka semua menghina fisiknya karena di anggap menjijikkan.
"Orang tuanya pasti malu punya anak macam dia. Bahkan aku yang melihatnya saja ingin muntah. Dasar burik! ".
Begitu kejam orang² di sekitarnya, mereka semua mencibir Nayla dengan celaan yang menyakitkan hati.
Siapa sangka, saat Nayla melepas topeng buruknya, semua orang tercengang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R qiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak sengaja terjatuh
Sehabis mandi, Erlangga duduk di tepi ranjang, ia menyuruh istri jeleknya yang sedang terduduk kikuk di depan meja rias untuk membantunya mengeringkan rambut.
"Heh.. cepat kemari! keringkan rambutku".
Mendengar titah dari sang suami, Nayla langsung cepat² berlari menghampiri Erlangga. Saat berlari, tak sengaja salah satu kakinya menyandung kakinya sendiri hingga membuatnya terjatuh ke atas tubuh Erlangga.
Sontak saja kejadian itu membuat mereka berdua terkejut, mereka sama² membulatkan kedua bola mata dengan saling menatap satu sama lain dengan wajah yang saling berdekatan.
Di sisi lain, kakek Danu yang lantas masuk tanpa permisi ke dalam kamar Erlangga membuat dirinya tak sengaja melihat tempo saat Nayla menindih tubuh cucunya tersebut. Seketika rekahan senyum di bibir kakek Danu di buat mengembang, ia sangat senang melihat kejadian itu.
'Syukurlah apa yang ku khawatirkan selama ini tidak terjadi. Tak ku sangka bahwa hubungan mereka bisa berjalan baik seperti ini, ku kira cucuku yang keras kepala itu akan sulit menerima gadis tersebut, tapi ternyata perkiraan ku salah, kedekatan mereka malah berjalan lebih cepat dari apa yang ku bayangkan. Semoga setelah ini cucuku dapat hidup bahagia tanpa memikirkan gadis itu lagi' batinnya.
Kakek Danu kemudian mengeluarkan suara batuk meledek, jelas saja suara itu menyedot perhatian Nayla dan Erlangga dan membuat mereka menghadap ke arah asal suara tersebut. Melihat keberadaan kakek Danu yang sedang berdiri di ambang pintu membuat Erlangga spontan mendorong tubuh Nayla agar menjauh dari tubuhnya.
" Kakek, sudah berapa kali ku bulang? kalau mau masuk tolong ketuk pintu dulu" ucap Erlangga kesal, sudah sering kali ia menegur kakeknya agar mengetuk pintu sebelum memasuki kamarnya, tapi tetap saja kakeknya itu tidak mengindahkan perkataannya sama sekali.
"Apa kedatangan kakek mengganggu? kalau begitu, kakek akan kembali nanti saja" ucapnya seraya tersenyum jahil.
"Bersenang² lah, kakek tidak akan mengintip" lanjutnya sambil mengacungkan salah satu jempolnya lalu menutup pintu kamar tersebut.
Mendengar hal itu membuat Nayla dan Erlangga saling bertatap pandang satu sama lain dengan wajah kebingungan.
"Haisss... menjijikkan, aku jadi geli. Pasti kau sengaja kan pura² jatuh agar bisa menyentuh tubuhku" cetusnya dengan memandang lengan bekas di pegang oleh Nayla dengan pandangan jijik.
'Pede sekali dia, dia pikir aku jatuh karena sengaja ingin menyentuhnya. Kalau aku bisa memilih, aku pasti tidak ingin jatuh di atas tubuhmu kali'.
"Maafkan saya, saya benar² tidak sengaja tuan. Saya bersumpah" Jawab Nayla.
" Apa setelah menyentuh kulitmu aku akan terkena titanus? hah aku jadi merinding" gumamnya khawatir seraya memegang kedua lengannya sendiri.
'Lebai sekali dia'.
"Tubuh saya tidak menyebarkan bakteri tuan, jadi anda tenang saja" kata Nayla sebal.
" kau ini mana tau. Apa kau pernah memeriksakan tubuh hitam mu itu?. Tidak kan? ".
'Demi langit dan bumi aku mengutuk ucapannya. Aaahhh... sabar Nayla, sabar. Bisa²nya kau mendapatkan suami seperti itu. Tuhan... jangan biarkan aku mengumpat, dosaku sudah banyak' batinnya mengeluh.
" Lain kali saya akan memeriksanya tubuh saya agar tuan muda yakin bahwa saya memang tidak menularkan bakteri ".
Erlangga memandang Nayla dengan tatapan kesal, kemudian ia beranjak ke kamar mandi.
____________________
Kali ini Nayla tengah berbincang di ruang baca milik kakek
Danu..
"Sekarang ibumu di pindahkan ke rumah sakit umum yang ada di pusat kota untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Dan kakakmu juga ada di RSJ yang terletak tidak jauh dari rumah sakit yang ibumu tempati. Aku memindahkan mereka ke kota ini agar kau bisa menemui keluargamu setiap hari. Dan kata sekretaris ku, ibumu sudah mendapatkan pendonor ginjal dan sudah menjalani operasi tiga hari yang lalu. Katanya juga, kondisi ibumu saat ini sudah mulai stabil".
Mendengar hal tersebut, Seketika Nayla bersimpuh di kaki kakek Danu, mengucapkan terimakasih yang sebesar²nya kepada beliau karena telah membantu keluarganya. Bahkan ia tak sadar bahwa satu per satu butiran kristal mulai berjatuhan dari pelupuk matanya, dia teramat sangat senang karena akhirnya ibunya mendapatkan pendonor ginjal. Entah jika kakek Danu tidak ada, mungkin sampai saat ini ibunya masih berada di ambang kematian.
"Terimakasih banyak, jika pada saat itu kakek tidak membantu saya, saya tidak tau lagi harus berbuat apa,yang pasti, sekarang ini saya sangat² bersyukur kepada Tuhan karena telah di pertemukan dengan kakek".
"Berdirilah nak, jangan sungkan. bukankah sekarang ini kita adalah keluarga?. Dari awal, aku sudah berjanji untuk merawat ibu dan kakakmu, jadi sudah semestinya aku menepati janji itu. Jadi, jangan merasa terbebani".
Nayla mulai bangkit kembali, kemudian kakek Danu meneruskan ucapannya " Ku harap, kau dapat membahagiakan cucuku dan merubah suasana rumah yang nampak suram ini menjadi lebih berwarna. kakek yakin, suatu saat nanti kau akan menjadi sumber kehangatan di rumah ini" ucapnya penuh harap sambil memegang salah satu pundak milik Nayla.
"Saya akan berusaha menjadi istri dan menantu yang baik untuk membalas kebaikan anda" jawab Nayla dengan tangan yang mengepal, mulutnya seakan bergetar mengucapkan kalimat itu sebab ia Tak yakin dapat memenuhi semua yang di harapkan oleh kakek Danu.
"Kau tau, sebenarnya cucuku Erlangga pernah mencintai seorang wanita, dia bahkan sangat mencintainya sampai² tak pernah memandang wanita lain".
" Lalu dimana wanita itu sekarang? kenapa saat ini dia tidak bersama dengan Erlangga? " satu per satu pertanyaan mulai terbesit di dalam benak Nayla.
"Dia sudah meninggal dua tahun yang lalu".
Mendapati jawaban tersebut, mulut Nayla rasanya langsung terbungkam. Ia tak dapat berkata² lagi karena tak ingin mengurusi kehidupan masa lalu suaminya.
"Tapi jika nyatanya cucuku tak bisa menerimamu juga, apapun keputusanmu nantinya, kakek harap kau akan bahagia menjalani kehidupanmu tanpa paksaan".
Nayla merespon kakek Danu dengan tersenyum simpul 'Maafkan saya karena tidak bisa berjanji, saya takut suatu hari nanti saya akan mengecewakan anda karena tidak dapat memenuhi semua harapan Anda kepada saya'.