NovelToon NovelToon
Jodohku Kembali Pulang

Jodohku Kembali Pulang

Status: tamat
Genre:CEO Amnesia / Romansa / Tamat
Popularitas:68.3k
Nilai: 5
Nama Author: teh ijo

Eliza harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Saat dirinya baru saja dinyatakan hamil, sebuah musibah besar menghancurkan segala impiannya. Bagaimana tidak, pesawat yang ditumpangi suaminya mengalami sebuah kecelakaan. Semua penumpang dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, termasuk juga dengan Agash, suaminya.

Waktu berlalu begitu cepat. Tujuh bulan pun telah berlalu. Eliza tak sengaja bertemu dengan pria yang sangat mirip dengan Agash. Pria itu sedang berjalan dengan seorang wanita yang juga sedang hamil. Hati Kenza kembali tersayat. Dia yakin jika pria yang dilihatnya adalah Agash, suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIMA BELAS

Jika waktu bisa diputar, saat itu Eliza akan mengurung Agash didalam agar tidak berangkat keluar kota. Tanpa disadari Eliza sudah mendapatkan sebuah firasat untuk mencegah Agash pergi. Namun, karena Agash tidak ingin mengecewakan Daddy-nya, dia terpaksa harus berangkat keluar kota, meskipun sebenarnya tidak mendapat izin dari Eliza. Dan lihatlah apa yang terjadi ... pesawat yang ditumpangi Agash mengalami kecelakaan. Tak ada satu pun dari penumpang itu yang selamat. Mungkin Agash adalah salah satu penumpang yang selamat, atau mungkin Agash saat itu memang sedang tidak berada di dalam pesawat.

Luka yang sudah ditutup, kembali menganga ketika Agash sama sekali tidak mengenali Eliza. Bahkan yang ada dalam pikirannya saat ini adalah wanita lain yang bukan istrinya.

Ari mata Eliza za menetes begitu saja saat merasakan dadanya berdenyut kembali. Saat dia sudah mengikhlaskan sosok Agash, namun nyatanya pria itu muncul kembali tanpa mengingat jati diri sendiri.

Suara sesenggukan terdengar oleh David yang duduk disebuah sofa. Alisnya langsung menaut. David takut telah terjadi sesuatu kepada Kenza. Dan pada akhirnya David memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Eliza.

Tokk ... tokkk ... tokk

"Mbak, apakah kamu baik-baik saja?" teriak David dari luar.

Eliza za yang bisa mendengar suara David langsung menikah jejak air matanya. Bukannya berhenti menangis, Eliza malah semakin menangis dan suaranya pun terdengar sampai di luar kamar.

"Gash aku ini istri kamu, kenapa kamu panggil aku mbak? Aku belum tua Arshen ... !"

David yang berada di luar merasa sangat khawatir ketika pertanyaannya tidak dijawab oleh Kenza dan wanita itu malah kian menangis. Kerena takut terjadi sesuatu dengan Eliza, Agash pun memberanikan diri untuk mendobrak pintu kamar.

BRAAKKk

Pintu sudah berhasil didobrak oleh David. Saat melihat isi kamar dan aroma kamar, tiba-tiba David membeku untuk sesaat. Rasanya apa yang dilihat dan apa yang rasakan seperti pernah terjadi sebelumnya, tetapi David tidak bisa mengingatnya.

Mata David terus berkeliaran untuk menyapu seluruh ruangan. Sudut ke sudut rasanya tidak asing. Tiba-tiba saja kepala David terasa sakit, tetapi dia harus menahannya.

Dada David seperti ngilu saat melihat Eliza duduk di lantai dengan punggung yang menyandar di tempat tidur. Wanita itu berusaha untuk menyeka jejak air matanya menggunakan tisu. Melihat Eliza menangis, hati David rasanya seperti teriris.

"Kamu kenapa? Ada apa? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya David yang mencoba untuk mendekati Eliza yang masih menangis.

Kepala Eliza menggeleng dengan pelan. "Apakah saat kamu melihat seorang wanita menangis Apakah wanita itu baik-baik saja? Tentu tidak! Aku sedang tidak baik-baik saja."

David langsung terdiam sambil memegang dadanya. Sungguh hatinya ikut berdenyut. Mata Eliza pun langsung menatap kearah Arshen.

"Kenapa bengong disitu? Bantuin aku berdiri!"

David langsung tersentak dan segera membantu Eliza untuk berdiri. Aroma parfum yang dipakai oleh Eliza membuat David merasa ada yang aneh. Bahkan saat dia berusaha untuk membantu Eliza untuk berdiri, jantungnya lagi-lagi harus berdegup dengan kuat.

"Bawa aku keluar. Kalau di kamar, takutnya kamu khilaf. Aku lagi hamil besar ini!" ketus Eliza untuk kesekian kalinya.

"Iya, lebih baik kita keluar saja."

"Sepertinya kakiku kesemutan karena terlalu lama duduk di bawah. Kamu bisa kan bantu gendong aku untuk keluar?" tanya Eliza dengan mengiba.

David hanya bisa membuang nafas kasarnya. Dia ingat saat ini dia sedang bekerja dan pekerjaannya adalah untuk menghibur Eliza agar tidak larut dalam kesedihannya.

"Baiklah, ayo. Pegang yang kuat nanti jatuh!"

Eliza tersenyum lebar. Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan situasi, toh tujuan mendatangkan David hanya untuk merangsang ingatannya agar dia bisa mengingat kembali jati dirinya.

Berada dalam gendongan David, Eliza za meletakkan kepalanya di dada David dan mengalungkan kedua tangannya di leher agar tidak jatuh.

"Gash ... aku rindu kamu. Kapan kamu bisa mengingatku. Lihatlah saat ini aku sedang mengandung anak kita. Buah cinta kita. Bukan kamu menginginkan aku segera hamil? Aku sudah mewujudkan keinginanmu, Gash. Apakah kamu akan tega melihat anak kita lahir tanpa ayahnya? Aku harap ingatkan kamu segera kembali, Gash. Aku sayang sama kamu dan aku tidak rela kehilangan kamu. Bukan kamu sudah berjanji akan mencintaiku untuk selamanya?" Lagi-lagi air mata Eliza menetes begitu saja.

David merasa apa yang diucapkan oleh Alan benar adanya jika Eliza masih larut dalam kesedihannya karena ditinggal oleh sang suami, terlebih saat ini Eliza sedang hamil.

Setelah sampai di luar, David segera meletakkan tubuh Eliza dengan pelan. "Udah," kata David yang masih merasakan tangan Eliza za mengalung di lehernya.

"Ah, iya. Maaf." Eliza langsung menarik tangannya.

Hampir satu hari David bersama dengan Eliza. Meskipun ada rasa canggung, tetapi David menikmatinya, terlebih saat Eliza meminta dirinya untuk memasakkan nasi goreng. Entah rasanya David tidak asing dengan makanan itu. Dalam hati pun bertanya-tanya sejak kapan dirinya bisa memasak. Padahal selama ini semua kebutuhannya telah disiapkan oleh Heni.

"Tidak! Aku tidak boleh berpikir macam-macam. Niatku hanya ingin membantu wanita itu sampai melahirkan anaknya dengan selamat. Aku punya keluarga dan sebentar lagi aku juga akan mempunyai anak." David mencoba untuk menepis perasaannya sendiri.

Karena David bekerja sesuai dengan jam kantor, maka tepat pukul lima sore dia bersiap untuk pulang. Namun, dia ingin berpamitan kepada Eliza, telinganya mendengar jika Kenza sedang mengadu kesakitan.

"Mbak, kamu kenapa?" tanya David yang terlihat panik.

"Gak tau. Tiba-tiba perutku terasa sakit. Aduh ... bisakah kamu untuk meneleponkan Daddy-ku? Perutku sakit sekali," ujar Eliza sambil mengelus perutnya.

"Iya. Aku akan segera menghubungi Pak Alan." David pun segera menelepon Alan dan memberitahu jika saat ini Eliza mengalami sakit perut.

Melihat Eliza za kesakitan, David merasa tidak tega untuk meninggalkannya sendirian. Dan pada akhirnya dia memilih untuk menunggu Alan terlebih dahulu baru dia akan pulang. Ponselnya pun sejak tadi sudah berdering. Siapa lagi yang akan menghubungi David kecuali, Heni

"Kamu pulang saja. Aku enggak apa-apa kok. Kasihan istri kamu pasti udah nungguin kamu di rumah," kata Eliza dengan tangan yang masih terus mengelus perutnya, berharap rasa sakit itu menghilang. Namun, nyatanya rasa sakit itu datang dan pergi.

"Tidak. Aku Aku akan menunggumu di sini sampai Pak Alan datang. Aku harus bertanggung jawab pada pekerjaanku. Tidak mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini. Atau kita pergi ke rumah sakit untuk periksa. Aku akan mengantarkanmu."

"Tidak usah. Aku sudah biasa merasakan sakit seperti ini. Biasa aku mengelus perut beberapa menit saja sakitnya akan hilang, tetapi nggak tahu kenapa ini sakitnya nggak mau hilang meskipun aku sudah mengelusnya. Vid, maukah kamu membantuku?"

Wajah Eliza terlihat mengiba pada David. Rasanya tidak tega jika dia harus menolak keinginan Eliza. Dengan berat hati David pun menuruti keinginan ginjal untuk mengurus perutnya. Dengan ragu-ragu David pun mengelus pelan perut Eliza.

Baru saja sedikit menyentuh, tiba-tiba tangannya sudah merasakan sebuah tendangan dari dalam perut Eliza.

Bola mata David pun langsung mendelik dengan lebar. "Hai .. om tidak ingin makanya kita kamu. Om hanya disuruh mama kamu untuk mengelus perut mama kamu. Jangan marah ya," ucap David

Eliza yang baru saja merasakan sebuah tendangan kuat dari dalam perut hanya bisa tersenyum lebar. Mungkin anaknya sedang menyambut Daddy-nya.

Agash bodoh, anak kamu sedang mengajakmu main bola. batin Eliza.

1
Haya Haya
judul nya kala sama shera apa thor Uda ufdeat kh
Aghitsna Agis
ini udah tamar apa blm trs cerita kenzonya gimana
Aghitsna Agis
kenapa diganti namanya jd gimana gitu bacanya
Mujono 108
namanya arshen kok bisa jadi aghas?
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: sebenarnya nama pemerannya adalah Arshen dan Kenza, tetapi karena saat ada masalah, jadi author ganti menjadi Agash dan Eliza. Ini adalah lanjutan dari novel AKULAH JODOHMU.
total 1 replies
but
jadi nama nya siap yang bnar. baca koq malah tmabah pusing
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: maaf sebelumnya karena telah membuat kakak bingung. Sebenarnya ini adalah lanjutan dari novel Akulah Jodohmu, novel ini harus mengganti nama pemeran. mungkin othor masih typo untuk menyebutkan nama. Agash dan Arshen adalah orang yg sama. sedangkan Eliza dan Kenza juga orang yang sama 🙏
total 1 replies
Haryati
laah ternyata shera ma kala otewe kamar Dewe....🤭🤭
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: otw ngamar 😂😂😂
total 1 replies
Eridha Dewi
kira kira apa yang dilakukan shera ya
Haryati
saking apanya coba agash bersikap begitu...gak mudah buat agash pasti
Pujiastuti
ditunggu flasback nya Shera dan Kala kak,,,,,,,

tetap semangat 💪💪🤗🤗🤗
Pujiastuti
😅😅😅😅sumpah ya dady Alan ini emang sengaja buat orang makin panas aja,,,,, omelin aja Eza tu dady si Alanmu 😁😁😁
Haryati
lanjut....rame tuh pasti meja makan..😁😁
Pujiastuti
bakalan seru nih dimeja makan pasti adu mulut nih 3 pria dimeja makan 🤭🤭🤭🤭

sabar,,,,,,,,,,,,,,,, sabar,,,,,,, sabar Eza
Eridha Dewi
bukannya Alan punya anak ya, saya pernah baca novel nya yg lain
Pujiastuti
jadi ikutan sedih Azra sama ucapanmu,,,, sabar ya kalian berdua biar ngak ada anak sendiri tu turunannya Agash si shena udah kayak emaknya sama opa Alan 🤭🤭🤭 sabar ya Alan dulu emaknya sekarang anaknya yang lengket sma kamu 😁😁😁
Haryati
baby Shena adalah obat buat Dady Alan dan Azra....pasti akan semerepotkan waktu ngurus Eliza kecil...🤭🤭🤭
Pujiastuti
hayoooo lu Agash Eliza nya ngambek kan mabgkanya kalau ngomong tu jangan asal ngejeplak tu kan akhirnya kamu sendiri yang rugi 😁😁😁🤭🤭🤭
Rahma Inayah
mangka nya agash jgn coba2 bercanda dgn emak2 yg mood nya lagi labil...untung cuma di jewer kuping mu ...emak2 yg sblm nikah kelihatan lemah lembut klu sdh sdh bersuami apa lgi klu sdh pny ank klu marh sma aja spt bangunkan singa tdr..
Pujiastuti
😅😅😅😅😅kamu cari masalah Agash sama istrimu siap² aja kmu diamuk dan dicuekin sama istrimu 😄😄😄
Airoh Hasna
agash"
mak" dilawan,siap" telinga merah
Airoh Hasna
kalo kala ama shera bisa perang panci terus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!