Arya Virendra itulah nama laki-laki yang selalu sial, karena kesialannya dia lahir dari keluarga miskin, dikhianati pasangan bahkan mati dituduh membunuh orang hingga muncul sebuah sistem yang membantunya bereinkarnasi ke dunia lain.
Di kehidupan barunya Arya menjadi anak buangan keluarga bangsawan, tapi karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi kaya dan kuat dengan bantuan sistem. Seperti apakah kehidupan yang menantinya?
season 2
Kaya Dengan sistem reputasi
Perjalanannya sampai saat dia masuk ke akademi berjalan dengan lancar tapi semuanya berubah ketika dia mengetahui kalau sahabatnya adalah seorang iblis yang merupakan musuh para dewa.
Apakah Arya akan benar-benar membunuh sahabatnya untuk membantu para dewa? Atau malah dia akan mati karena kesialan yang dia miliki dari kehidupannya sebelumnya karena banyak pertimbangan?
(Novel ini ditulis sesuai keinginan author kalau sejak awal tidak suka jangan dibaca/ jangan malah menghujat karya orang)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Perempuan dan luka lebam
Beberapa hari kemudian dari hari mereka masuk ke akademi keduanya masih terlihat saling diam dan tidak berbicara di tengah-tengah Ling. Ling hanya bisa menghela nafas ketika kedua orang mengapitnya diam dan membuatnya bingung mencari topik pembicaraan yang selalu di jawab dengan singkat.
"Ling, kamu pasti akan sangat senang, karena katanya hari ini adalah pembagian surat yang datang," ucap Arya yang mengingat-ingat jadwal sebuah surat sampai di asrama tapi itu hanya di jawab dengan senyuman terpaksa dan pahit oleh Ling.
Arya yang melihat Ling tersenyum begitu pahit memutuskan untuk tidak bertanya alasannya karena mungkin saja dia akan melakukan hal yang sama lagi, yaitu diteriaki dan di tatap dengan dingin seperti sebelumnya. Arya kemudian pergi meninggalkan Ling karena keduanya mengambil pelajaran yang berbeda. Di koridor dia tidak sengaja menabrak seorang gadis hingga membuat gadis itu terjatuh.
"Maafkan aku," ucap keduanya dengan kompak membuat keduanya bertatapan.
Gadis itu adalah gadis yang pernah dia, Ling dan Liam temui di taman saat tes masuk akademi di adakan. Dia sangat tidak menyangka kalau gadis itu saat ini sangat mengerikan karena luka-luka lebam di tangannya, walaupun di mukanya tidak terlihat ada luka. Ketika gadis itu ingin mengambil bukunya yang terjatuh terlihat layar tipis yang menunjukkan identitas dan alasan kenapa dia bisa mendapatkan luka-luka lebam di tangannya, dan mungkin lukanya tidak hanya berada di tangan karena para perempuan akademi menggunakan pakaian lengan panjang, rok pendek dan kaos kaki yang panjang.
Itu sangat memungkinkan terjadi jika dia ingin menutupi daerah lebam atau luka, terlihat dengan jelas perempuan itu terburu-buru sekali membereskan barang-barangnya saat ingin segera pergi dari Arya yang melihat lukanya. Dia kemudian menggenggam tangan perempuan itu dan menyeretnya ke ruangan perawatan. Perempuan itu terus untuk berteriak karena menolak di seret oleh orang yang pernah membuatnya gagal mendapatkan perhatian seorang laki-laki idaman di kerajaan ini.
Tentu Arya tidak akan peduli dengan teriakan-teriakan itu walaupun bahkan sampai semua orang memperhatikan mereka yang melewati koridor, tidak ada juga yang akan membantu gadis itu karena kelakuannya yang suka menggoda laki-laki yang memiliki kekuasaan, reputasi, bakat dan kekayaan. Sesampainya di dalam ruangan perawatan.
"Duduk dengan baik di sini,"
"Awas saja kalau kamu mencoba pergi dari ruangan ini, aku akan mematahkan kakimu," ucap Arya dengan tatapan dingin dan mengancam ke arah gadis itu, tentu saja ini membuat gadis itu terdiam tidak bergerak duduk di kursi.
Arya kemudian mencari obat di ruangan perawatan itu karena tidak ada satu pun orang yang menjaga di jam istirahat pergantian jam. Karena dia tidak mengetahui banyak obat di dunia ini tentu saja sistem yang dia andalkan dalam mencari obat untuk mengolesi luka-luka lebam milik gadis itu.
Setelah dia berhasil menemukannya, tanpa berbicara Arya langsung mengoleskan obat itu ke luka-luka lebam gadis itu, gadis itu juga tidak berkomentar sakit ataupun mengiris kesakitan karena di obati, berbeda dengan pada saat dia berada di depan putra mahkota saat itu. Tatapan kagum dan perasaan senang terlihat jelas di wajah gadis itu, dia senang ternyata ada orang yang masih mengkhawatirkan dirinya walaupun sudah pernah melakukan perbuatan yang jahat, itulah pendapat Arya yang melihat senyuman gadis itu.
"Terima kasih," ucap gadis itu dengan singkat tanpa menatap mata Arya yang sedang mengobatinya
"Kenapa kamu ingin menolongku? Bukankah orang sepertimu seharusnya puas dengan situasiku saat ini?" ucap gadis itu yang tiba-tiba dengan tatapan tajam ke arah punggung Arya yang sedang meletakkan kembali obat yang dia oleskan kepada gadis itu
"Bukankah sudah seharusnya saling menolong? Kamu pikir aku seorang laki-laki gila suka dengan luka-luka di tubuhmu," ucap Arya yang kemudian menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan datar membuat gadis itu tersenyum tipis
Setelah Arya menolong gadis itu dia pergi meninggalkannya begitu saja di ruangan perawatan, karena kelas yang akan dia ikuti selanjutnya adalah kelas dari seorang guru yang katanya begitu menyeramkan sedikit saja terlambat maka dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat hingga bisa membuat orang jera jika terlambat datang ke kelasnya.
Siapa yang menyangka setelah dia menabrak sesosok gadis kini dia menabrak seorang guru yang akan mengajar di kelas yang akan dia datangi, tentu saja membuat Arya terdiam mematung karena guru tersebut dikatakan sebagai guru yang menyeramkan.
"Aku tidak menyangka masih ada anak yang tidak tau aturan akademi setelah memasuki akademi,"
"Sampai harus menabrak gurunya saat berada di dalam lorong," ucap seorang perempuan yang terlihat dengan tatapan dingin karena dibuat terjatuh oleh Arya, dengan gemetaran dia terus meminta maaf karena kecerobohannya dengan guru yang masih berada terduduk di lantai.
"Sampai kapan kamu meminta maaf tapi tidak membantuku berdiri?" ucap perempuan itu dengan tatapan kesal dan tentu dia menolak uluran tangan Arya karena katanya Arya orang yang lambat dalam memahami situasi.
Arya sendiri bingung kenapa ada orang yang begitu plin-plan dan bersumbu pendek menjadi seorang guru. Tapi dia tidak mungkin mengatakannya langsung kepada guru itu karena bisa jadi dia mendapatkan hukuman yang sangat berat daripada menabrak gurunya.
"Kamu siswa kelas 1 Arya Virendra bukan?"
"Murid yang masuk dengan nilai tertinggi sama dengan dua orang dari keluarga Fu,"
"Kamu mengikuti kelasku hari ini dan kamu akan segera terlambat bukan jika tidak berlari di koridor," ucap perempuan itu dengan tatapan dingin dan tajam membuat Arya merinding, tapi itu jadinya membuat dirinya dihukum lewat jalur hukuman menabrak guru dan berlarian di koridor.
Sistem meminta Arya untuk tidak banyak berkomentar kepada perempuan di depannya, karena orang itu bisa saja membantunya nanti di masa depan jika dia benar-benar memerlukan bantuan. Ditambah lagi sistem saat ini sedang kacau balau karena banyak masalah, sampai hostnya atau Huli harus pergi hampir setiap harinya hanya untuk mengurus sedikit-sedikit masalah yang terus muncul.
Tugas yang diberikan kepada Arya mudah dia hanya perlu membersihkan perpustakaan, halaman akademi dan semua lab yang ada di akademi selama tiga bulan. Sampai sore hari tiba dan dia harus melakukan pekerjaan itu yaitu menyapu halaman akademi. Dia pikir dia akan membersihkan akademi sendirian, tapi siapa yang akan menyangka kalau seorang gadis muncul dan mengulurkan tangan kepadanya.
"Kenapa kamu ada di sini?"
"Anggap saja ini adalah bayaran dari telah peduli dan mengobati luka-luka yang ada di tanganku,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi