Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 15
" Mas Sulhan " ucap wanita tersebut saat berhadapan
namun Sulhan memilih mengabaikannya tanpa melirik atau menjawab dan mereka berpapasan begitu saja
" mas Sulhan" ucap Fatma dan berusaha meraih pangkal lengan Sulhan
" Mas Sulhan tunggu " ucap Fatma saat dia berhasil meraih pangkal lengan Sulhan
Sulhan melihat jemari tangan Fatma mengenggam pangkal lengannya, melingkar cincin di jari manis Fatma membuat Sulhan tidak bergeming.
Fatma melepaskan genggamannya dan melangkahkan kakinya menyamakan posisi dengan Sulhan sehingga mereka saling berhadapan.
" Kamu masih marah???" tanya Fatma namun Sulhan tidak bergeming
" sudah lima tahun berlalu" ucap Fatma kemudian
" kamu sudah menikah???"
" Apa kabar om dan tante juga Syaira??" bertubi tubi pertanyaan dari Fatma namun tidak dijawab Sulhan
" Apa mereka ikut ke Jakarta???"
" Mas Sulhan...." ucap Fatma saat Sulhan masih tidak bergeming
" Mas, tidak bisakah kamu bersikap seperti biasa dan tidak bisa kah kita berteman??"
ponsel Sulhan berdering dan Sulhan melihat Haikal yang memanggil
" di lobby hotel, Bos tidak perlu ke kamar lagi. semua sudah beres " mendengar ucapan Haikal, Sulhan langsung bergegas
" Mas Sulhan!!!" teriak Fatma namun di abaikan oleh Sulhan, tidak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir Sulhan.
Sulhan berjalan menuju Lobby dilihatnya laki - laki yang tadi duduk bersama Fatma.
laki - laki yang lebih kaya raya dari dirinya dulu, dilihatnya juga seorang anak laki - laki yang begitu mirip dengan Fatma melirik ke arahnya.
Sulhan terus berjalan dan membuang pandangannya dan melewati suami dan juga anak Fatma menuju lobby dimana Haikal dan supir menunggunya.
" kelemahan wanita ternyata harta" gumam Sulhan sambil mengeratkan kepalan tangannya.
" Kamu mengingkari janji kamu Fatma yang akan setia kepadaku, menunggu ku sampai sukses. buktinya kamu lebih memilih laki - laki yang lebih sukses" gumam Sulhan kembali dan tanpa sadar langkahnya sudah mengantarkan dia ke lobby hotel di mana Haikal menunggunya.
"kenapa??" tanya Haikal melihat raut muka bos nya yang terlihat berbeda namun Sulhan mengabaikan pertanyaan Haikal.
selama perjalanan kembali ke kalimantan Sulhan tidak mengeluarkan suara sedikitpun membuat Haikal memilih diam juga.
pesawat yang membawa keduanya telah mendarat dengan selamat. Mobil yang menjemput Sulhan dan Haikal pun sudah menunggu sehingga saat mendarat mereka langsung meluncur kembali ke villa.
namun ditengah perjalanan Sulhan membuka suara.
" antarkan saya ke rumah " ucap Sulhan tanpa melihat ke arah supir atau pun Haikal
supir melirik ke arah Haikal yang ada disamping Sulhan melalui spion, dan Haikal pun mengangguk.
Haikal melirik sedikit ke arah Sulhan namun Sulhan masih menatap keluar jendela.
suasana sepi karena masih dini hari, udara dingin kalimantan bahkan menembus tulang belulang Sulhan, rasa sakit yang dia rasa masih sama seperti 5 tahun yang lalu.
" Fatma " gumam Sulhan
" Bos, sudah sampai" ucap Haikal yang membuyarkan lamunannya.
" Kalian kembali saja ke Villa " ucap Haikal turun dari mobil nya dengan di bukakan oleh Mus
" Tuan Muda " ucap Mus
namun Sulhan mengabaikannya dan berjalan menuju ke dalam rumah nya.
Haikal dan supir pun berlalu meninggalkan kediaman Tuan muda nya menuju villa.
Mus setengaj berlari mengikuti langkah Tuan Muda nya.
" Tuan mau saya siapkan aair hangat untuk mandi atau mau makan dulu??" tanya Mus namun diabaikan oleh Sulhan
Sulhan menaiki anak tangga menuju lantai dua hingga tiba di depan pintu kamar dimana Juniar tidur
" Buka " ucap Sulhan kepada Mus
Mus pun penganguk tanpa banyak bertanya
" Jangan ganggu kami " ucap Sulhan yang membuat Mus heran.
Sulhan sudah menutup kembali pintu kamar dimana Juniar tidur
Mus pun beranjak dari sana dan di lihat nya Maya telah berdiri di lantai bawah.
Mus pun mendekat ke arah Maya
" Kenapa tuan muda masuk ke dalam kamar Nona Juniar??" tanya Maya namun hanya dijawab angkatan bahu oleh Mus
" Mus "
" Mus, Nona Juniar masih sangat muda. apakah tuan muda tidak akan melakukan sesuatu hal dan memaksa Nona Juniar??"
" gadis itu akan menyerahkan diri, tidak akan di paksa"
" Maksud kamu ???"
" gadis itu emlelang keperawanannya 20 M"
" apa????"
" gadis itu melelang keperawanannya 20 M, dan tuan Muda sudah membayarnya "
" aku tidak menyangka tuan muda serendah itu, termasuk kamu Mus. bagaimana kalau itu terjadi kepada anak gadis kamu???"
" Aku tidak punya anak, kamu tahu itu Maya"
" Kalian keterlaluan" ucap Maya sambil meninggalakan Mus.
Sedangkan di kamar Juniar
Sulhan melepaskan baju nya dan melihat ke arah Juniar yang terlelap tidur, cahaya lampu tidur menerangi tubuh juniar yang berbalut selimut.
Sulhan mendekat dan menaiki ranjang dimana Juniar tidur.
Sulhan dengan sekuat tenaga menyibakan selimut yang menutupi tubuh Juniar sehingga Juniar tersentak dan emlihat seseorang berada di dalam kamar nya bertelanjang dada.
Juniar langsu g lancat dari tempat tidur nya dan langaung menyalakan lampu utama kamar nya
Juniar membuang nafas nya kasar saat melihat ternyata Tuan pembeli nya sudah berasa du dalam kamar nya.
dia berusaha bersikap biasa dan tidak terlihat takut, karena dia tahu. saat ini akan terjadi, dan mungkin ini lah waktunya.
Juniar pun kembali mendekat ke arah Sulhan
" Maaf saya kira bukan Tuan " ucap Juniar semakin mendekat dan duduk berhadapan bersama Sulhan di ranjang yang sama
Juniar menatap Sulhan yang ada di hadapannya, dilihat bola mata penuh tatapan jijik, marah, kesal dan entah apalagi yang ada di pikiran tuan muda nya. sehingga Juniar membuang tatapanya.
" berapa Mus membayarmu??" ucap Sulhan yang membuat Juniar melirik kembali ke arah Sulhan
" Tuan tidak tahu"
" Untuk itu Aku bertanya"
" 20 M " ucap Juniar tanpa beban
Sulhan beranjak dari ranjang dan berdiri kembali lalu mengambil baju nya dan mulai memakai kembali baju nya.
" Ternyata semua perempuan sama, gila harta"
mendengar ucapan Sulhan Juniar tertunduk
" apa hebatnya kamu sampai Mus mau membayarmu dengan jumlah uang yang fantastik??"
" berapa orang laki - laki yang pernah membeli mu???" mendengar pertanyaan Sulhan Juniar tak kuasa menahan air matanya. namun tak ada satu pun kata yang terucap dari mulut nya dan dia berusaha menahan agar air matanya tidak lolos dari pelupuk matanya.
Sulhan melirik ke arah Juniar yang masih terduduk di hadapannya dan sedang menatap ke arah nya
Juniar berdiri dan mendekat ke arah Sulhan
Juniar membuka baju tidurnya dan tertinggal hanya ****** ***** dan bra nya saja.
" Segera ambil Hak mu, setelah ini Aku akan pulang ke Bandung " ucap Juniar.
Sulhan tidak menyangka kalau yang di beli Mus ternyata pelacur kelas kakap.
" kamu sudah membeliku dengan harga yang fantastik, 20 M. semoga Aku tidak bisa mengecewakanmu" ucap Juniar.
entah setan apa yang merasuki Juniar sampai - sampai dia melakukan hal itu.
.
.
.
.
.
.
🤭🤭🤭🤭🤭
makasiu sudah setia menunggu
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr