NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. DIPERMAINKAN

Keterlaluan bener sih jadi orang! Dia bahkan tidak menyediakan bathrobe disini. Tak henti-hentinya dia mengomel lalu membuka pintu kamar dan turun ke lantai dasar. “Permisi Tuan.”

“Makananku sudah siap?” tanya Dante yang mengalihkan pandangan dari laptop pada Bella.

“Aku baru akan menyiapkannya, Tuan. Tapi aku mau jujur pada Tuan kalau aku tidak bisa memasak.”

“Aku hanya mau makan, tidak penting kau bisa masak atau tidak.”

‘Dasar! Kalau begitu, silahkan saja terima apa yang akan aku buatkan untukmu tuan arogan! Awas saja kalau nanti kau protes ya, gerutu Bella dalam hatinya. Gadis itupun membalikkan badan berjalan menuju dapur karena tak mendapat respon apapun lagi dari Dante yang lebih fokus pada laptopnya.

‘Tidak ada pria yang pernah memperlakukanku seperti ini sebelumnya, cuek banget sih jadi orang.’ Bella mengomel pelan sambil membuka kulkas. Hanya ada telur, sosis dan kentang beku. Hmmm….aku buat telur mata sapi saja kalau buat telur dadar tidak ada bahannya.

Aku juga bisa goreng sosis dan kentang. Ini sudah malam, tidak baik memberinya kopi atau the, jus lebih baik. Tanpa pikir panjang, bella mengeluarkan semua bahan yang diperlukannya dan mulai memasak.

“Permisi Tuan. Makananya sudah siap.” ucap Bella setelah tiga puluh menit berkutat didapur.

“Kuharap kau tidak mengecewakanku!” kata Dante beranjak ke meja makan. “Kau tidak makan?”

“Apakah saya boleh duduk bersama anda?”

Dante tidak menjawab hanya langsung mengambil makanan dan mulai mencicipi.

“not bad.” jawabnya melirik Bella. “Kau tidak makan? Bukankah kau tadi lapar?” Dante mengulang kembali pertanyaannya.

“Saya akan makan kalau begitu,Tuan.” dia pun langsung mengambil piring dan meletakkan di meja makan dan mulai makan.

“Kau masih ingat apa yang kukatakan padamu? Setiap pagi ada orang yang datang membersihkan apartemen ini, paham?”

“Iya, Tuan. Saya masih ingat.” Bella mengganggukkan kepala meskipun tak semua perkataan Dante diingatnya.

“Apa ada hal lain yang ingin kau tanyakan?”

“Saya tidak berpakaian, apakah mereka akan melihat saya tanpa pakaian setiap hari?”

Dante menatap Bella dengan senyuman tipis, dia tak menjawab dan kembali mengunyah makanannya.

“Buka handukmu.” perintah Dante sambil terus menyantap makanannya.

“Hah? Handuk?” Bella memandangi tubuhnya dan tangannya pun melepaskan lilitan handuk lalu kembali duduk dihadapan Dante.

“Apakah anda menyukai penampilan seperti ini Tuan?”

Tak ada respon dari pria itu, hanya melirik sekejap lalu kembali menyantap makanan. Bella menghela napas.

‘Kenapa sih dia tidak pernah menjawab pertanyaanku? Dia boleh bertanya tapi aku tidak boleh. Dasar pria aneh! Baru kali ini aku dapat pelanggan aneh seperti ini, ahhh dia bukan pelangganku. Mungkin baginya aku ini hanyalah budak.

Lihat saja dia, masa sih tak membolehkanku berpakaian? Mulutnya berdecak kesal tapi dia masih berusaha menjaga sikapnya dihadapan Dante. Tak ingin mengganggu makan malam pria itu.

“Kau tahu kenapa aku menemuimu malam ini?”

“Kepuasan? Apakah begitu?” ujar Bella spontan.

“Kepuasan? Apa kau pikir kau mampu memuaskanku? Belum tentu aku pun mau dipuaskan olehmu.” untuk kesekian kalinya Dante mengucapkan kata-kata sarkas penuh sindiran. Pria itu tak lagi memegang alat makannya,tatapan matanya lurus pada Bella.

“Aku kan belum pernah mencobanya, Tuan. Kalau anda memberiku kesempatan baru aku akan tahu.” jawab Bella sedikit ragu. Dia takut jika jawabannya akan membuat pria itu marah dan mengamuk.

“Ha ha ha ha ha ha.” Dante tertawa terbahak-bahak. “Dengarkan aku baik-baik ya. Apa menurutmu orang sepertiku akan tertarik pada seorang wanita yang sudah ditiduri oleh seribu pria?”

Glek!

Bella menelan salivanya. Untuk kesekian kalinya kata-kata Dante menusuk hatinya. Dia mengumpat dalam hati, ‘Kalau tidak tertarik kenapa menyentuhku terus dan menyuruhku telanjang begini dihadapannya?

“Bagaimana menurutmu? Benar kan apa yang kukatakan?”

“Maaf ya Tuan. Mungkin harus saya perjelas pada anda. Semua wanita setiap bulannya mengalami PMS. Saat saya sedang PMS saya tidak melayani tamu! Dan tidak semua tamu juga meniduri saya karena saya punya aturan main sendiri yang harus diikuti oleh pelanggan! Jadi….”

“Maksudmu, jumlahnya tidak seribu?”

“Ya sepertinya begitu.”

“Kurang atau lebih, bagiku tetap saja jumlahnya seribu orang yang sudah menyentuh tubuhmu, kau pikir aku minat menyentuh wanita bekas?” tanya Dante dengan senyum yang sulit diartikan oleh Bella.

Pria itu duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, matanya menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa dipahami oleh Bella. “Kemarilah!”

Dasar brengsek! Katanya aku wanita bekas pakai, tidak minat tapi kenapa malah menyuruhku mendekat? Bella meletakkan alat makannya dan melangkah mendekati Dante.

“Duduk!” Dante bicara sambil menepuk pangkuannya mengisyaratkan Bella untuk duduk disana.

Aisss…...apa juga kubilang, tak tertarik tapi nyuruh aku duduk dipangkuannya. Dasar manusia munafik. Gerutunya dalam hati.

Bella pun duduk dipangkuan Dante. Dia merasa menang kali ini dan sangat yakin jika pria itu akhirnya tertarik padanya. “Apa kau merasakan ada sesuatu yang bangun?” tanya Dante.

Bella langsung menggelengkan kepala. “Jadi menurutmu aku tertarik padamu?”

Gadis itu menyadari jika benar tidak ada pergerakan dibawah, milik pria itu tak bangun berarti dia memang tak tertarik. Benarkah begitu? Atau mungkin dia memiliki kontrol diri yang kuat? Atau jangan-jangan dia penyuka sesama jenis? Atau bisa jadi dia punya kelainan. Mana ada pria normal yang tak tertarik pada wanita cantik yang tampil polos? Bella mencoba mencari kesimpulan untuk menyakinkan pikirannya.

Akhirnya dia pun menggelengkan kepala. “Kenapa kau geleng kepala?” tanya Dante meminta penjelasan.

“Mungkin benar kalau anda tidak tertarik padaku, Tuan.”

“Oh jadi begitu keputusanmu?”

Meskipun agak ragu tapi Bella kembali mengganggukkan kepala.

“Kalau begitu, apa aku harus mengembalikanmu ke club?”

“Tidak….jangan Tuan.” jawab Bella cepat diikuti gelengan kepala. “Aku mohon jangan kembalikan aku kesana, Tuan! Kalau anda memang tidak tertarik padaku, tolong katakan apa yang ahrus kulakukan untuk membuat anda merasa puas?” Tatapan bella lurus pada Dante. Pria itu hanya tersenyum tipis.

“Apa kau masih ingat apa yang akan terjadi jika aku tidak puas?” ucap Dante lagi sambil tangannya menurunkan tangan Bella yang menutupi bagian kembarnya.

“Saya mengerti Tuan!” jawab Bella saat jari Dante mempermainkan kedua titik sensitifnya.

“Jauhkan tanganmu dari tubuhku!” printah Dante ketika Bella hendak memegang jas yang dipakainya.

“Apa anda tidak ingin Tuan?” tanya Bella memberanikan diri sambil mengepalkan tangannya menjauh dari tubuh pria itu.

“Kapan aku bilang kalau aku menginginkanmu? Kau pikir aku sudah dengan wanita yang sudah tidur dengan seribu pria? Cih!” hinaan kembali dilontarkan Dante meskipun tangannya tak berpindah dari tempat yang sama, mempermainkan Bella sehingga membuat gadis itu mulai terhanyut.

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!