NovelToon NovelToon
An Ancient Relique

An Ancient Relique

Status: tamat
Genre:Vampir / Cinta Beda Dunia / Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: nath_e

Tim arkeologi yang dipimpin Prof, Nirwana Zehra berhasil membongkar sebuah makam kuno yang tersembunyi dalam kastil tak dikenal di Transylvania. Makam kuno itu milik salah satu dari tetua Vampir pertama yang menyimpan sebuah artefak kuno.

Darren Constantin pemimpin salah satu klan vampir terbesar berambisi untuk mengembalikan kejayaan masa lalu vampir dengan menggunakan artefak kuno.

Benih cinta bersemi di hati keduanya saat Darren dan Nirwana harus bekerjasama melindungi relik dari musuh-musuh Darren. Niat Darren pun berubah dari menguasai dunia menjadi penguasa hati Nirwana.

Cinta berkalang perbedaan itu mendapat tentangan dari para tetua vampir. Apa yang terjadi selanjutnya pada Daren dan Nirwana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nirwana Terancam

Nirwana dan Gery terus memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan pergerakan relik. "Dimana benda itu berhenti?"

"Tunggu sebentar," Gery mencari letak terakhir relik itu terlihat. "Sekitar Renndolsetra, Norwegia."

"Cukup jauh dari Bukares dan hanya ditempuh dalam waktu singkat? Ini aneh." gumam Nirwana lirih

"Aku rasa kau benar prof, kita sedang berurusan dengan para vampir. Kecuali jika si pencuri memiliki pesawat jet pribadi. Lihatlah relik berpindah hanya dalam waktu tiga puluh menit? Itu mustahil?"

Nirwana menghela nafas panjang, ia teringat Irwin yang memang berasal dari kota kecil di perbukitan Renndolsetra. Vampir, Nirwana tak pernah membayangkan berurusan dengan mereka. Ia juga tak pernah membayangkan jika makhluk yang selama ini hanya menjadi bagian catatan sejarah itu, ada.

Ia mencurigai Darren Constantin adalah vampir. Lehernya cukup menjadi bukti jika Darren makhluk penghisap darah. Dan tadi pagi, lelaki pucat itu juga muncul tiba-tiba dalam kamarnya padahal ia sudah memastikan pintu dan jendela apartemen terkunci. 

Apa Darren hantu dan bisa menembus dinding semaunya? Atau vampir memang memiliki kemampuan super bak hantu?

Berbagai pertanyaan muncul di benak Nirwana. Ia hendak mencari literatur yang menyebutkan tentang vampir dan segala hal yang berkaitan dengan makhluk penghisap darah saat Nicole masuk membawa benda panjang berbalut kain dan beberapa map.

"Misi baru kita, profesor!" teriaknya kewalahan, Gery dengan sigap membantu Nicole.

"Apa ini?"

"Pedang." Ia tersenyum masam sambil mengatur nafasnya lalu kembali menyambung kalimat. "Pedang rampasan perang jaman Romawi kuno. Konon sang pemilik adalah dewa Hades, penguasa dunia bawah."

Nirwana mendekati bilah panjang yang diletakkan di meja kerjanya. Cukup panjang untuk ukuran orang Asia seperti dirinya. Sebelum ia membuka penutup, Nirwana meminta Nicole untuk mencari buku yang berkaitan dengan legenda vampir.

"Untuk apa semua buku ini prof? Apa masih berkaitan dengan relik?" tanya Nicole mengikuti Nirwana menuju ruangan yang lebih besar tak jauh dari ruang kerjanya.

"Ada yang harus aku pelajari tentang vampir. Aku penasaran dan tidak ingin tertipu lagi Nicole!" sahutnya sambil membuka pintu.

"Panggil Gery kemari dan tutup pintunya!" perintah Nirwana lagi.

Selagi Nicole memanggil Gery, Nirwana membuka salah satu buku tebal dengan tulisan kusam. Tepat pada halaman yang menjelaskan rupa vampir. Nirwana membacanya perlahan.

Vampir sejenis makhluk yang dipercaya hidup setelah kematian. Bangkit di malam hari dan meminum darah manusia, takut sinar matahari karena bisa membakar tubuh dan membunuhnya. Sudah ada sejak jaman Yunani kuno, dan …,

"Aah, ini penjelasan umum! Aku butuh yang spesifik lagi!" dengusnya kesal. Ia kembali membuka satu buku tebal lainnya.

Vampir, hampir sama dengan dracula …,

"Hhm, benarkah? Aku membayangkan vampir seperti dalam urban legend negeri China dengan pakaian cheongsam dan kertas mantra di dahinya. Menggelikan sekali!" Nirwana kembali terkekeh.

"Benarkah? Transylvania juga terkenal dengan vampirnya selain sang Count tentunya!" 

Nirwana terkejut dan buku yang dipegangnya nyaris terjatuh. Suara Darren mengagetkannya, ia sontak berdiri dengan mata terbelalak.

"Kau? Bagaimana kau bisa masuk kesini?" Nirwana gugup bercampur takut. Jika dugaannya benar itu artinya ia sedang berhadapan dengan seorang vampir berusia ratusan tahun dan itu artinya nyawanya juga dalam bahaya.

"Lewat pintu tentu saja,"

"Jangan membohongiku tuan Darren! Siapa kau sebenarnya?" Nirwana diam-diam meraih pedang yang tergeletak di dekatnya.

"Aku? Hanya seorang Darren Constantin."

"Kau bohong! Harusnya sejak awal aku tahu jika kau seorang vampir, begitu kan tuan Darren Constantin?"

Darren terkekeh, ia menyandarkan tubuhnya di sebuah meja tak jauh dari Nirwana berdiri. "Benarkah? Jadi apa kau takut?" 

"Kau menipuku tuan! Kau sengaja membuatku membuka makam dan mengeluarkan relik itu. Harusnya aku tahu sejak awal kau, hanya memanfaatkan diriku!"

"Waaah, gadis yang pintar tapi juga bodoh sekali! Jika aku memanfaatkan dirimu kenapa aku mengembalikan relik padamu sayang?"

Nirwana bingung untuk menjawab tapi kemudian ia kembali menuduh Darren. "Entahlah, tapi kau kembali mencurinya bukan?"

Darren mendekati Nirwana, meraih dagu arkeolog cantik yang berdiri menantangnya. "Beritahu padaku, bagaimana aku mencurinya sementara aku ada bersamamu saat itu dan kita …," ia mendekatkan wajah pada Nirwana dan berbisik pelan, "Berciuman dengan liar?"

Nirwana pias, ia mengingat momen ciuman paginya tadi. "Kau, jadi tadi pagi … kita berciuman? Bukan ilusi?"

"Tentu saja bukan sayang, kau juga merindukanku bukan?" Nirwana menggeleng cepat membuat Darren tertawa.

"Dasar penipu! Kau menggeleng tapi hatimu berkata iya!"

Tanpa Darren sadari Nirwana telah menggenggam pedang di tangannya. Ia mengacungkan mata pedang kearah Darren. Vampir tampan itu pun mundur perlahan dengan kedua tangan terangkat keatas.

"Wow, tenang sayang! Aku kemari hanya bernegosiasi, aku tak ingin melukaimu, atau menggigit mu lagi sayang." Matanya mengerling mencoba menggoda Nirwana.

"Diam kau! Aku benci vampir, kau membuatku hampir kehilangan pekerjaan, kau juga mencuri relik itu. Aku ... tidak bisa memaafkan mu!" Nirwana ragu, tapi tetap saja dia berteriak lantang.

Entah apa yang merasuki Nirwana, kerinduannya pada sosok Darren tiba-tiba saja berubah menjadi kebencian. Ia menyerang Darren dengan pedang kuno yang seharusnya ia jaga. Darren terus berusaha menghindar dari sabetan pedang antik itu. Niatnya bertemu Nirwana hanya untuk meminta maaf dan bekerjasama tapi Nirwana justru terbakar amarah.

"Hei, berhati-hati lah dengan benda tajam itu sayang. Kau bisa terluka!"

"Aku tak peduli! Kau makhluk yang tak mudah mati bukan, jadi seharusnya kau tak perlu takut pedang ini melukaimu!" 

Nirwana kembali menyerang, meski Darren bisa saja melompati waktu dan menghindar tapi ia tidak ingin melakukannya. Ia senang dengan kegarangan Nirwana, dimata Darren arkeolog itu terlihat semakin seksi saat meliukkan badan dengan kemeja hitam ketat membalut tubuhnya.

Bagian atas tubuh Nirwana yang membulat sempurna nampak begitu menggairahkan saat ikut bergoyang seiring liukan tubuh sang arkeolog. Darren terbuai pesona Nirwana dan mengaburkan fokusnya, satu sabetan mengenai bagian perutnya. Cukup dalam, darah merah kehitaman merembes dari lukanya.

Darren kesal, ia benci melihat tubuhnya terluka. Ia menyeringai dan sepasang taring itu muncul, warna matanya berubah semerah darah. Darren mendengus kesal dan menatap tajam Nirwana. 

Gadis cantik itu ciut nyali, ia mundur perlahan tapi terlambat, Darren menerjangnya dengan kecepatan yang tak bisa dilihat dengan mata biasa. Tubuh Nirwana terhimpit antara dinding dan vampir tampan yang sedang marah itu.

"Kau membuatku kehilangan kesabaran sayang!"

Tangan dingin Darren mencekik leher Nirwana dan membuatnya tercekat. Wajah Darren masih terlihat tampan sempurna meski dengan sepasang taring dan iris mata merah.

"Apa aku harus menghabisi mu sekarang? Sayang sekali padahal darahmu begitu manis!"

"Be-benarkah, kalau begitu coba saja habisi aku!" Nirwana menantang, ia melirik ke arah samping kanan.

Matanya terbelalak, Darren tak ada disana. Ia bagai melayang dengan pedang ditangan kanannya. Pantulan Darren dalam cermin sama sekali tak terlihat. 

Ya Tuhan, ini bukan mimpi! Sebenarnya tadi aku berharap dia memakai topeng dan softlens! Sial, bodohnya aku!

Darren semakin mencekiknya kuat, Nirwana memberontak dan tanpa pertimbangan lagi menusukkan pedang ke perut Darren. Vampir tampan itu terkejut, ia mengendurkan cekikannya. Mundur perlahan dengan pedang yang masih menembus perutnya.

"K-kau?!" 

"Maaf tapi kau tidak memberiku pilihan, Darren!"

Darren terhuyung dan jatuh terduduk, sementara Nirwana menutup mulutnya menahan teriakan yang nyaris saja keluar. Ia tak bersungguh sungguh melukai Darren, tapi vampir itu mencekiknya dan tak menutup kemungkinan akan menghisap darahnya hingga habis.

"Maaf, sekali lagi maaf!" 

Nirwana berlari meninggalkan Darren, rasa bersalah menghantuinya. Ia merasa bertindak terlalu kejam pada lelaki yang telah menyelamatkan dirinya berulang kali. Nirwana menutup pintu dan mengunci Darren dari luar. Sungguh tindakan terbodoh yang ia lakukan. 

Nirwana tak menyadari jika sekelompok vampir utusan Cesar telah tiba di gedung tempatnya bekerja. Mereka dengan cepat menghabisi karyawan yang terlihat, menghisap habis darah atau membunuh mereka yang melawan dengan keji.

"Cherchez et trouvez la fille vivante!" (Cari dan temukan gadis itu hidup-hidup!)

1
adi_nata
berarti Nirwana akan hidup lama atau menjadi immortal ?
pelukis_senja: hai kaaa....thanks atas pertanyaan kritisnya yaa...jujur sy udah lupa2 inget sama alur ceritanya karena sudah lama banget dan nda terlalu aktif disini....tapi makasih ya dukungannya, love u so much...
total 1 replies
adi_nata
waktu di hari pernikahan katanya ada masalah di penerbangan, berarti Abraham berbohong ?
adi_nata
lalu gerhana bulannya ?
adi_nata
dengan mudah mengalahlan Cezar tapi malah kewalahan menghadapi Strigoi ?
adi_nata
bukannya tubuh Nirwana terkena tetesan liur strigoi dan terluka ?
adi_nata
bukankah bulan darah masih dua hari lagi ?
adi_nata
dan untuk bisa melindungi Nirwana, Darren harus berada di puncak pimpinan.
adi_nata
aku pikir seharusnya ayahnya Darrenlah yang manusia karena ada penjelasan jika kakek buyut Darren berasal dari pihak Ibu.
adi_nata
lalu pelayan yang menemani Nirwana jalan2 di taman ? apakah kebal sinar matahari ?
adi_nata
berarti para pelayan di rumah Darren adalah manusia ?
adi_nata: pantes aja bisa nemenin jalan2 di taman
total 2 replies
adi_nata
kalau memang Darren adalah sponsor utama ? lalu kenapa reliknya dilelang ?
adi_nata
ibunya Darren manusia ? tapi bukankan kakek buyut Darren yang merupakan Constantin ketujuh adalah dari pihak ibu Darren ? 🤔
adi_nata
800 meter ? ga salah sepanjang itu ?
adi_nata
apakah sebuah belati cukup panjang untuk bisa menusuk menembus jantung ?
adi_nata
kenapa Darren ga memanggil anak buahnya untuk membantu ?
adi_nata
cewek selalu saja begitu. lain di mulut lain di hati.
adi_nata
jika Constantin ketujuh adalah kakek buyut Darren, maka Darren adalah cicitnya, bukan cucu.
pelukis_senja: makasih koreksinya🤗
total 1 replies
adi_nata
sebelum presentasi apa ga dicek dulu isi petinya ? kok seorang profesor bisa seceroboh itu ?
adi_nata
padahal dari awal Darren sudah mengakui siapa dirinya sebenarnya kan ? lalu bagian mananya yang menipu ?
adi_nata
di bab sebelumnya manik Nirwana diceritakan berwarna hitam.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!