Stella tidak menduga jika kesalahan satu malam dalam misinya mengungkap perselingkuhan suaminya, justru membuat masalah baru untuknya. Dia hamil anak atasan suaminya.
Apa yang harus dilakukan Stella, pengadilan menunda perceraian yang dia ajukan untuk suaminya karena telah berselingkuh karena dia hamil. Tapi didalam rahimnya, bukanlah anak suaminya, melainkan atasan suaminya.
Silakan baca "Istri rasa simpanan" karya 'Mona Al' terlebih dahulu, ini adalah novel lanjutan dari kisah Stella.
Happy reading 🥰😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Pria yang tepat
Vishal dan Stella saling berpandangan dengan terkejut. Tidak menduga jika ibunya Vishal tiba-tiba datang.
Semoga tidak mendengar apa yang baru saja kami bicarakan, batin Stella.
Nyonya Shalma mendekati mereka berdua. Menatap intens wajah keduanya.
"Kenapa ada bahaya jika ada yang melihatnya? Apakah ada yang mengancammu?" Nyonya Vishal menunggu jawaban dari Stella juga Vishal.
Tadi dia mendengar kalimat itu diucapkan oleh putranya. Vishal berdebar, namun berusaha membuat mamanya tidak bertanya lebih jauh tentang rahasia yang di sembunyikan dari keluarga.
"Maksud kami, Stella sedang hamil, dan bahaya jika berjalan terlalu jauh keliling kapal dan dia belum begitu hafal semuanya,"
"Ohh, jika kau ingin jalan-jalan, mama akan menemanimu. Jangan pergi sendirian, nanti kau tersesat," Mamanya lalu tersenyum dan mengelus bahu Stella.
"Duduklah disini, kita akan ke klinik kesehatan untuk memeriksa kandungan mu," kata mamanya.
"Iya nyonya," Stella bisa bernafas lega karena calon mertuanya tidak curiga padanya.
"Vishal, kau bisa pergi, biar mama yang menemani Stella ke klinik," kata mamanya dan Vishal lalu meninggalkan Stella dengan hati tenang. Mamanya sangat menyayangi dan perhatian dengan Stella. Stella juga berharap hubunganya dengan calon mertuanya bisa semanis ini selamanya.
Dulu dengan mantan suaminya, mendapatkan ibu mertua yang setia bertemu selalu meremehkan dan menghinanya. Sekarang mendapat ganti calon ibu mertua yang sangat menyayangi dan perhatian padanya. Jangan sampai semua keakraban ini rusak karena layar belakangnya dimasa lalu.
Stella lalu mengambil buku dilaci dan siap untuk memeriksakan kandungannya.
"Kita sekalian USG ya? Selain ingin tahu jenis kelamin bayi, juga untuk melihat kondisinya,"
"Iya nyonya,"
Stella lalu berjalan disamping Nyonya Shalma.
"Kehamilan mu sudah begitu besar, padahal usianya baru lima bulan," Nyonya Shalma menatap wajah Stella yang chubby.
Stella tersenyum dan merasakan jika didalam rahimnya mungkin ada lebih dari satu bayi. Mereka menendang di kanan dan kiri secara bersamaan. Membuatnya geli setiap kali perut kanan dan kirinya bergerak.
Mereka sampai di depan ruangan dokter. Mereka lalu masuk karena Nyonya Shalma sudah membuat janji sebelumnya. Jika dia akan datang untuk memeriksa kandungan menantunya.
"Silakan masuk Nyonya," Dokter tersenyum melihat tamunya yang tidak lain bukanlah orang sembarangan.
Didalam kapal pesiar yang besar dan mewah. Selain ada hotel dan kenyamanan lainnya juga ada rumah sakit.
Dokter lalu meminta Stella berbaring dan memeriksa detak jantung serta janin didalam perut nya.
"Sekalian USG dokter. Kami ingin tahu bayinya laki-laki atau perempuan?" kata Nyonya Shalma yang duduk tidak jauh dari Stella.
"Selamat....menantu anda sedang mengandung bayi kembar," kata dokter setelah memeriksa Stella.
Nyonya Shalma terbelalak, begitu juga Stella. Mereka takjub mendengar nya.
"Kembar?" Stella bergumam, sementara nyonya Shalma berjalan mendekati Stella.
"Kau sedang mengandung bayi kembar. Ini kabar yang sangat mengejutkan, Vishal pasti senang mendengarnya, Mama sangat bahagia,"
Nyonya Shalma lalu mencium kening Stella dengan penuh kasih. Sayangnya, berdasarkan kesepakatan, mereka akan menikah setelah bayi itu dilahirkan. Dan dilakukan tes DNA.
Stella menangis terharu dan kebahagiaan didalam hatinya bercampur aduk membuat bayi itu aktif terus menendang dengan kuat. Emosi dalam hatinya bergolak senang. Bayinya juga merespon emosi yang dirasakan ibunya, emosi kebahagiaan yang tidak terkira.
Dibilang mandul dan diragukan sisi kewanitaan nya, kini dia hamil dan mendapat anugerah bayi kembar.
Kebahagiaan yang dia rasakan tidak bisa diutarakan. Hanya airmatanya yang mengalir dikedua matanya, karena terharu.
"Terimakasih dokter, Stella, ayo kita pulang, kita akan mengabarkan pada semua orang," kata Nyonya Shalma yang tidak sabar untuk memberi tahu semua orang tentang bayi kembar yang sedang dia kandung.
Saat itu, Tuan Sanjaya dan Vishal sedang membicarakan tentang pembuatan kapal pesiar seri kedua.
Kapal pesiar pertama yang mereka buat, telah berhasil dengan sangat memuaskan. Pundi-pundi uang mengalir deras ke perusahaan mereka. Sekarang mereka berencana membuat kapal pesiar lagi dengan rute berbeda, dan harga yang lebih terjangkau.
"Aku ingin kapal ini bisa digunakan oleh keluarga kelas menengah. Mereka tentunya juga ingin berjalan-jalan mengarungi laut. Mungkin kita bisa turunkan fasilitas nya, agar harganya terjangkau,"
"Papa benar. Jika fasilitas nya sama dengan kapal seri A maka harganya tetap akan mahal. Mungkin hotel serta fasilitas lainnya kita turunkan menjadi kelas 2, sehingga harga tiketnya akan lebih murah,"
"Kapan kau akan kesana untuk memesan kapal ini?" tanya Papanya.
"Enam bulan kedepan. Sekarang, aku sedang menunggu kelahiran Stella, setelah kita menikah baru saya akan pergi," kata Vishal yang tidak ingin meninggalkan Stella dalam kondisinya yang tengah hamil.
Karena saat memesan kapal pesiar, dia bisa pergi satu bulan untuk menyelesaikan negosiasi dan pembahasan lainnya.
"Hem, kau sangat mencintai gadis itu?"
"Papa, kita tidak sedang membahas hal lainnya. Vishal tidak ingin berdebat lagi, Vishal tahu papa masih belum menerimanya,"
"Benar. Persahabatan papa dan Samir harus tetap terjaga selamanya. Jangan sampai ada masalah yang membuat bisnis papa terganggu,"
"Jika tidak ada lainnya yang kita bahas. Bisakah saya kembali ke kantor?" Vishal tidak ingin memulai perdebatan lagi.
Saat Vishal akan keluar, mamanya dan Stella justru ada dipintu dan berjalan kearah mereka. Senyum mengembang dibibir mamanya dan menggandeng Stella dengan ceria.
"Mama?" Vishal baru saja akan pergi dan mengurungkan niatnya.
"Mama datang ingin memberikan kabar karena tadi kami dari dokter,"
"Apa kata dokter ma?" Vishal tidak sabar mendengarkan nya.
"Stella hamil bayi kembar," Kata Mamanya dan membuat Vishal serta Tuan Sanjaya terkejut.
"Bayi kembar?" Mereka berkata serempak.
Vishal lalu berjalan dan mendekati Stella. Salah satu tangannya mengelus perut Stella yang besar dan bulat penuh.
"Jadi, aku akan mendapat dua anak sekaligus. Terimakasih sayang," Vishal mencium perut Stella, dia jongkok didepannya, berbicara pada kedua bayi didalam perut Stella dengan takjub.
Sementara Nyonya Shalma mendekati suaminya. Meskipun terlihat suaminya senang mendengar kabar itu, namun tidak bisa disangkal jika wajahnya juga tegang.
"Pah, kau tidak ingin menyia-nyiakan dua cucumu sekaligus bukan? Kita akan menjadi Oma dan opa. Aku harap kau senang dengan kabar ini," kata Nyonya Shalma berdiri didepan suaminya.
"Sampai tes DNA dilakukan, baru papa akan memutuskan pernikahan mereka," kata suaminya lalu pergi keluar dari ruangan itu.
Tuan Sanjaya menyendiri di balkon dan menatap jauh kelaut lepas.
Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia sangat senang jika putranya akan mendapatkan dua anak sekaligus. Namun sifat keras kepalanya dan nilai persahabatan diatas segalanya. Sampai dia mendapatkan jodoh untuk Alice, dan dia menikah, maka dia tidak bisa melukai hati sahabatnya.
"Jika benar tes DNA itu terbukti Vishal adalah ayah dari bayi itu. Maka aku akan menikahkan mereka berdua. Namun sebelum itu, aku harus menemukan pendamping untuk putrinya. Aku berhutang budi pada putrinya yang sudah menyelamatkan putraku. Aku harus menepati janjiku pada sahabat ku. Sementara bayi itu belum lahir, akan aku carikan pria yang tepat untuk Alice,"
Tuan Sanjaya berbicara sendiri sambil menatap langit yang tinggi menjulang. Bisnis dan hubungan persahabatan harus selalu seimbang. Tidak boleh ada krisis didalamnya.
(jgn jdikan alice jahat ya tor..)🙏👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻